GEOGRAFI NEWS

GEOGRAFI NEWS : Geografi memiliki cabang ilmu, antara lain; geografi sosial, geografi ekonomi, geografi budaya, geografi politik, geografi fisik, geografi regional dan geografi teknik. GEOGRAFI NEWS : Pengertian geografi dalam arti sempit adalah ilmu tentang bumi GEOGRAFI NEWS : Geografi dalam arti luas adalah ilmu yang mempelajari tentang perbedaan dan persamaan fenomena geosfer dari sudut pandang kewilayahan dan kelingkungan dalam konteks keruangan. GEOGRAFI NEWS : Geografi memiliki 3 pendekatan, yaitu ; 1. pendekatan ekologi atau lingkungan, 2. pendekatan regional complex atau kewilayahan, 3. pendekatan spatial atau keruangan. GEOGRAFI NEWS : Geografi menerapkan 4 prinsip dasar, yaitu; 1. prinsip distribusi, 2. prinsip interelasi, 3. prinsip diskripsi dan 4. prinsip korologi. GEOGRAFI NEWS : geografi mengkaji 2 jenis objek, antara lain ; 1. objek material, 2. objek formal. GEOGRAFI NEWS : konsep geograf ; konsep jarak, konsep letak, konsep interaksi, konsep pola, konsep aglomerasi, konsep keterjangkauan, konsep defferensiasi area, konsep topografi.

GEO Kls X

Geografi/totok endrawan

HAKIKAT GEOGRAFI

A. Batasan Geografi.
      Orang yang pertama kali memunculkan istilah geografi adalah ERATOSTHENES (276-196 SM) Kata geografi berasal dari kata yunani, yaitu geo berarti bumi, dan grafi (graphien) yang berarti pencitraan atau gambaran atau pelukisan. Jadi, secara etimologi geografi adalah ilmu pengetahuan yang mencitrakan atau menggambarkan bumi.
      Perumusan definisi geografi mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan kemajuan peradaban manusia dalam memandang bumi. Batasan dari beberapa pakar geografi tidak sama. Hal ini disebabkan bidang kajian geografi sangat luas, yang mencakup aspek fisik, aspek manusia, serta keterkaitan antara manusia dengan lingkungannya. Demikian juga minat, perhatian, dan keluasan wawasan berpikir tiap-tiap ahli terhadap aspek-aspek tertentu.
      Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kelingkungan atau kewilayahan dalam konteks keruangan (seminar lokakarya IGI, 1988 di IKIP Semarang)

B. Ruang Lingkup Geografi
       Ruang lingkup geografi itu sangat luas, mencakup sfera bumi yaitu atmosfer, hidrosfer, litosfer, dan antroposfer, sehingga untuk mempelajari geografi secara keseluruhan dan sama tingkat pendalamannya boleh dikatakan tidak mungkin dilakukan satu orang. Dengan kata lain, tidak seorangpun mampu menguasai semua bidang ilmu tentang sfera bumi sama kuatnya.
       Oleh sebab itu, bagi setiap individu yang ingin mendalami geografi, harus menentukan spesialisasi dari sebagian atau beberapa bagian cakupan ilmu geografi. Meskipun ada pengkhususan dalam geografi, konsep pemikiran yang digunakan tetap satu yaitu keruangan dari fenomena geosfer.

C. Objek Studi Geografi
       Sebagai ilmu pengetahuan, geografi mempunyai dua objek kajian, yaitu objek material dan objek formal.
1. Objek Material
       Objek material adalah sasaran atau isi kajian geografi. Objek material yang dikaji dalam geografi adalah geosfer yang meliputi lima sphere, yaitu atmosfer, hidrosfer, litosfer, biosfer dan antroposfer.
Geosfer adalah sfera (sphere) atau lapisan yang tedapat pada bumi.
Kelima sphere dalam geosfer, yaitu :
a.    Litosfer, adalah lapisan kulit bumi atau kerak bumi;
b.    Atmosfer, adalah lapisan udara yang menyelimuti bumi;
c.    Hidrosfer, adalah lapisan air dimuka bumi;
d.    Biosfer, adalah kehidupan dibumi baik flora maupun fauna;
e.    Antroposfer, adalah manusia dibumi.

2. Objek Formal
        Objek Formal adalah metode, pendekatan, atau cara pandang yang digunakan untuk mengkaji suatu masalah. Ada semacam kesepakatan yang sampai sekarang masih berlaku, yaitu bahwa penciri ilmu utama geografi yang dapat membedakan dengan ilmu lainnya adalah objek formal. Objek formal geografi adalah cara pandang atau cara berfikir terhadap suatu gejala dipermukaan bumi baik yang bersifat fisik maupun social dengan sudut pandang keruangan (special).

D. Prinsip Geografi
       Dalam menelaah gejala dan masalah, baik yang menyangkut aspek fisik manusia dan hubungan timbal balik antara fisik dan manusia, geografi mempunyai beberapa prinsip.
1. Prinsip Penyebaran
       Gejala dan masalah fisik dan manusia tersebar dalam ruang dimuka bumi. Persebaran fenomena tidakmereta antara satu wilayah dengan wilayah lain. Permasalahan yang sama tetapi berbeda ruangnya tentu akan memiliki karateristik yang berbeda pula, sehingga memerlukan alternatif penaganan dan pemecahan masalah yang berbeda pula.
2. Prinsip Interrelasi
       Hubungan antarfenomena. Prinsip ini memungkinkan adanya hubungan berpengaruh antara dua gejala atau lebih didalam suatu wilayah tertentu. Gejala geografis selalu terkait antara aspek yang satu dengan yang lain sehingga menentukan karateristik permasalahan suatu wilayah, seperti daerah yang subur padat penduduknya, pertambahan penduduk yang cepat dapat menimbulkan pengangguran, penduduk yang tingkat pendidikannya rendah biasanya relatif mempunyai anggota keluarga yang jumlahnya banyak.

3. Prinsip Deskripsi
       Berguina untuk memberikan gambaran atau pemaparan lebih lengkap tentang fenomena dan masalah yang dipelajari. Keterkaitan antar berbagai aspek fisik dan manusia dapat dideskripsikan dengan fakta, gejala, dan masalah sebab akibat, baik secara kualitatif maupun kuantitatif dengan bantuan peta, foto udara, grafik, dan diagram.

4. Prinsip Korologi
       Prinsip ini merupakan perpaduan (komprehensip) antara prinsip-prinsip penyebaran, interrelasi, dan deskripsi. Gejala, fakta, aspek fisik, dan manusia (social) ditinjau persebarannya, interrelasinya, dan interaksinya dalam keruangan. Ruang memberikan karateristik dan kesatuan gejala, kesatuan fungsi, dan kesatuan bentuk. Tampak pula bahwa gejala, fakta, problema, proses, hubungan sebab akibat, dan fungsi menjadi inti dari lingkup geografi.

E. Pendekatan Geografi
            Objek kajian juga dipelajari oleh disiplin ilmu lain, perbedaannya adalah pendekatan atau cara pandang yang digunakan. Dalam geografi kita mengenal tiga pendekatan (analisis), yaitu :
1. Pendekatan Keruangan/ Spasial
       Pendekatan atau analisis keruangan mengkaji variable atau rangkaian variable yang berbeda dari suatu tempat ke tempat lainnya. Kemudian dikaji, factor apa yang mempengaruhi pola distribusi keruangan dan biasanya terjadi keterkaitan antar aspek fisik seperti keterkaitan antara jenis tanah dan vegetasi. Keterkaitan antara aspek fisik dan social seperti antara bentuk lahan dengan permukiman, dan bentuk lahan dengan transportasi. Keterkaitan antara sesame aspek social seperti jarak rumah, dan jalan dengan nilai tanah.
2. Pendekatan Kelingkungan / Ekologikal
      Pendekatan atau analisis kelingkungan mengkaji antara variable manusia dengan lingkungannya pada suatu wilayah tertentu. Misalnya, keterkaitan antara tingkat erosi pada suatu daerah aliran sungai (DAS), pengelolaan tanaman, pengelolaan lahan, dan pola bercocok tanam petani di suatu daerah.
3. Pendekatan Kewilayahan
       Pendekatan kewilayahan merupakan perpaduan antara pendekatan keruangan dan kelingkungan. Pada awalnya, unit-unit kewilayahan (kawasan) diidentifikasi melalui diferensiasi areal, berikutnya dievaluasi keterkaitan antar wilayah dipermukaan bumi memilik karateristik yang khas yang dapat dibedakan dengan wilayah lainnya.

F. Konsep Esensial dalam Geografi
Konsep esensial dalam geografi, antara lain, sebagai berikut.
1.      Konsep Lokasi
Konsep lokasi atau letak merupakan konsep utama dan menjadi cirri khusus ilmu atau penmgetahuan geografi. Lokasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu lokasi absolut dan lokasi relative. Lokasi absolut bersifat tetap meskipun kondisi tempat yang bersangkutan terhadap sekitarnya berubah, contohnya letak astronomi.
   Lokasi relatif adalah lokasi yang dilihat dari objek-objek lain disekitarnya. Lokasi relatif lebih penting artinya lebih banyak dikaji dalam geografi serta biasa disebut sebagai letak geografis. Lokasi ini berubah-ubah berkaitan dengan keadaan sekitarnya.
     2. Konsep Jarak
  Dalam geografi dikenal tiga macam jarak, yaitu jarak geometrik, jarak waktu, dan jarak ekonomi. Jarak geometric berhubungan dengan suatu panjang (meter, kilometer, mil, dan lain-lain). Jarak waktu berkaitan dengan satuan waktu seperti menit, jam, hari, minggu, bulan, dan tahun, sedangkan jarak ekonomi berhubungan dengan biaya transportasi. Bagaimanakah keterkaitan ketiga jarak tersebut ?
    3. Konsep Keterjangkauan (Accessibility)
  Keterjangkauan tidak selalu berkaitan dengan jarak, tetapi lebih berkaitan dengan kondisi medan dan ada tidaknya sarana transportasi dan komunikasi. Tempat-tempat yang keterjangkauannya sangat rendah, sulit mencapai kemajuan.
4. Konsep Pola
  Pola berkaitan dengan susunan, bentuk, atau persebaran fenomena dalam ruang muka bumi, baik yang bersifat alami seperti pola aliran sungai, pola curah hujan dan pola persebaran vegetasi, maupun fenomena social seperti pola pemukiman, pola persebaran penduduk, dan pola mata pencaharian.
5. Konsep Morfologi
  Morfologi menggambarkan perwujudan daratan muka bumi sebagai hasil pengangkatan atau penurunan serta erosi dan sendimentasi sehingga ada yang berbentuk pulau besar, pulau kecil, daratan luas yang berpegunungan dengan lereng-lereng tererosi, lembah-lembah dan daratan aluvialnya. Morfologi juga menyangkut bentuk lahan yang berkaitan dengan erosi dan pengedapan, penggunaan lahan, tebal tanah, ketersediaan air, serta jenis vegetasi yang dominan.
6. Konsep Aglomerasi (Menggerombol)
  Aglomerasi merupakan kecenderungan persebaran yang bersifat mengelompok pada wilayah kecenderungan persebaran yang bersifat mengelompok pada wilayah yang relative sempit yang paling menguntungkan. Pada masyarakat kota, penduduk cenderung tinggal berkelompok pada tingkat yang sejenis sehingga timbul daerah mewah, daerah kumuh, dan daerah campuran. Pada masyarakata desa (agraris), penduduk cenderung mengelompok pada tanah datar dan subur, dan membentuk pedukuhan atau pedesaan.


7. Konsep Kegunaan
  Nilai kegunaan fenomena atau sumber-sumber dimuka bumi bersifat relative, tidak sama bagi setiap orang atau golongan penduduk. Misalnya, orang yang dating ke candi Borobudur, ada yang untuk beribadah, ada yang untuk melakukan penelitian sejarah, tetapi ada pula yang hanya untuk rekreasi.
8. Konsep Interaksi dan Interdependensi
  Interaksi merupakan peristiwa saling mempengaruhi antara objek satu dengan yang lainnya. Hubungan atau interaksi antara dua objek atau lebih dapat meningkat menjadi saling ketergantungan (interdependensi). Misalnya, kegiatan pertanian menunjukan terjadinya interaksi antara petani dan lahan. Petani memerlukan lahan tersebut untuk memperoleh bahan pangan, sedangkan lahan tersebut memerlukan dukungan petani untuk memberi pupuk agar tetap subur.
9. Konsep diferensiasi Areal
  Adanya fenomena yang berbeda dari satu tempat ke tempat lain. Contoh fenomena yang berbeda dari satu tempat dengan tempat yang lain menyangkut jarak yang dekat, sedang, atau jauh dari jalan; perumahan yang padat, sedang, atau jarang; harga tanah yang murah, sedang, atau mahal; pendapatan penduduk yang tinggi, sedang, atau rendah. Diferensiasi areal dapat mendorong interaksi antar tempat atau antar desa dalam bentuk mobilisasi penduduk dan pertukaran barang atau jasa.
10. Konsep keterkaitan Keruangan
  Kekhususan wilayah mendorong berbagai bentuk kerja sama atau saling menukar jasa dengan wilayah lain, misalnya, mendorong adanya interaksi berupa pertukaran manusia, barang dan budaya. Oleh sebab itu, lokasi sentral akan banyak membawa kemajuan. Sebaliknya, lokasi periferis akan mengakibatkan terjadinya isolasi, yaitu keterpencilan dan kemunduran.
   Keterkaitan keruangan yang lain, misalnya, tentang derajat keterkaitan persebaran suatu fenomena dengan fenomena yang lain di suatu tempat atau ruang, seperti lumut akan tumbuh ditempat yang teduh dan lembab sedangkan alang-alang tumbuh ditempat terbuka yang mendapat sinar dan tidak ditanami.


G. Struktur Geografi




Filsafat



Geomorfologi





Hidrologi





Fisikal
-
Klimatologi






Pedologi







Dll


Sistematik










Geografi ekonomi







Geografi penduduk





Manusia
-
Geografi pedesaan







Geografi perkotaan







Geografi  kemasyarakatan







dll

Geografi












Geografi daerah tropika







Geografi Daerah sub tropika




Zona
-
Geografi Daerah arid


Regional


Geografi Daerah kutub







Dll















Geografi Asia Tenggara







Geografi Amerika Latin





Kultur
-
Geografi Eropa Barat







Dll














Kartografi



Teknik



Penginderaan jauh







Metode penelitian kuantitatif dalam geografi








dll










ALAM SEMESTA

A. Galaksi 120

Dalam ilmu astronomi galaksi diartikan sebagai suatu sistem yang terdiri dari bintang-bintang, gas dan debu yang amat luas, anggotanya mempunyai gaya tarik menarik (gravitasi).
Menurut morfologinya, galaksi dibagi menjadi 3 tipe, yaitu: tipe galaksi spiral, galaksi elips, dan galaksi tak-beraturan. Pembagian tipe ini berdasarkan bentuk / penampakan galaksi-galaksi tersebut. Galaksi-galaksi yang diamati dan dipelajari oleh para astronom sejauh ini terdiri dari sekitar 75% galaksi spiral, 20% galaksi elips, dan 5% galaksi tak beraturan. Namun ini bukan berarti galaksi spiral adalah galaksi yang paling banyak terdapat di alam semesta ini.
Sesungguhnya yang paling banyak terdapat di alam semesta ini adalah galaksi elips. Jika kita mengambil volume ruang angkasa yang sama, kita akan menemukan lebih banyak galaksi elips daripada galaksi spiral. Hanya saja galaksi tipe ini banyak yang amat redup, sehingga amat sulit untuk diamati.

1.      Spiral
Galaksi spiral merupakan tipe yang paling umum dikenal orang. Mungkin karena bentuk spiralnya yang indah itu. Jika kita mendengar kata galaksi, biasanya yang terbayang adalah galaksi tipe ini. Galaksi kita termasuk galaksi spiral. Bagian-bagian utama galaksi spiral adalah halo, bidang galaksi (termasuk lengan spiral), dan bulge (bagian pusat galaksi yang menonjol). Anggota galaksi spiral adalah bintang-bintang muda dan tua. Bintang-bintang tua terdapat pada gugus-gugus bola yang tersebar menyelimuti galaksi.
Gugus bola adalah kumpulan bintang-bintang yang berjumlah puluhan sampai ratusan ribu bintang yang lahir bersama-sama, mengumpul berbentuk bola. Gugus-gugus bola inilah yang membentuk halo bersama sama dengan bintang-bintang yang tidak terdapat di bidang galaksi. Bintang-bintang muda terdapat di lengan spiral galaksi yang berada di bidang galaksi. Bintang-bintang muda ini masih banyak diselimuti materi antar bintang, yaitu bahan yang membentuk bintang itu. Bulge pada galaksi spiral adalah bagian yang paling padat. Pada Bima Sakti, pusat galaksi terletak di arah Rasi Sagittarius, tetapi kita tidak dapat mengamatinya dengan mudah, karena materi antar bintang banyak menyerap cahaya yang berasal dari pusat galaksi itu.
Galaksi spiral berotasi dengan kecepatan yang jauh lebih besar dari galaksi elips. Kecepatan rotasinya yang besar itulah yang menyebabkan galaksi ini memipih dan membentuk bidang galaksi. Besar kecilnya kecepatan rotasi pada galaksi spiral ini bergantung pada massa galaksi tersebut. Kecepatan rotasi tiap bagian galaksi spiral sendiri tidaklah sama. Semakin ke arah pusat galaksi, kecepatan rotasinya semakin besar. Contoh lain galaksi spiral selain dari Bima Sakti adalah galaksi Andromeda.
Andai saja kita bisa melihat galaksi Bima Sakti dari luar, kita akan melihatnya seperti bentuk galaksi Andromeda ini. Ukuran galaksi Andromeda ini sedikit lebih besar dari Bima Sakti. Galaksi Andromeda bersama-sama dengan Bima Sakti termasuk galaksi spiral raksasa. Jarak galaksi Andromeda ini sekitar 2,5 juta tahun cahaya. Untuk mengarungi jarak sejauh itu, cahaya memerlukan waktu 2,5 juta tahun. Ini berarti cahaya yang kita terima dari galaksi ini adalah cahaya yang dikirimnya 2,5 juta tahun yang lalu yang menggambarkan keadaan galaksi tersebut pada waktu itu.
Jarak yang merentang antara Bima Sakti dan Andromeda sejauh 2,5 juta tahun cahaya itu dalam ukuran astronomi masih terhitung dekat. Jarak ke galaksi-galaksi lainnya jauh lebih fantastis. Bahkan ada yang sampai milyaran tahun cahaya.

2.  Elips
Sesuai dengan namanya, penampakan galaksi ini seperti elips. Tapi bentuk yang sebenarnya tidak kita ketahui dengan pasti, karena kita tahu apakah arah pandang kita dari depan, samping, atau atas dari galaksi tersebut. Yang termasuk tipe galaksi ini adalah mulai dari galaksi yang berbentuk bundar sampai galaksi yang berbentuk bola pepat. Struktur galaksi tipe ini tidak terlihat dengan jelas. Galaksi elips sangat sedikit mengandung materi antar bintang , dan anggotanya adalah bintang-bintang tua. Contoh galaksi tipe ini adalah galaksi M87, yaitu galaksi elips raksasa yang terdapat di Rasi Virgo.

3. Tak beraturan
Galaksi tak beraturan adalah tipe galaksi yang tidak simetri dan tidak memiliki bentuk khusus, tidak seperti dua tipe galaksi yang lainnya. Anggota dari galaksi tipe ini terdiri dari bintang-bintang tua dan muda. Contoh dari galaksi tipe ini adalah Awan Magellan Besar dan Awan Magellan Kecil, dua buah galaksi tetangga terdekat Bima Sakti, yang hanya berjarak sekitar 180.000 tahun cahaya dari Bima Sakti. Galaksi tak beraturan ini banyak mengandung materi antar bintang yang terdiri dari gas dan debu-debu.







Spiral                                             Elips                                    Tak beraturan

B. Galaksi Bima Sakti
Galaksi kita termasuk galaksi spiral dan berbentuk seperti cakram, garis tengahnya kira-kira 100.000 tahun cahaya (30.600 pc). Bintang yang lebih tua ditemukan di pusat tonjolan dengan ketebalan 20.000 tahun cahaya (6.100 pc). Bintang yang lebih muda ditemukan di lengan spiral. Pusat galaksi berada dalam gugusan bintang sagitarius. Kutub utaranya di Coma Berenices, Kutub selatanya di Sculptor. Matahari ada di sudut dalam lengan spiral CarinaCygnus kira-kira 32.000 tahun cahaya (9.800 pc) dari pusat galaksi. Diperkirakan galaksi berumur 12-14 biliun tahun dan terdiri dari 100 biliun bintang.
Istilah tahun cahaya menggambarkan jarak yang ditempuh oleh cahaya dalam waktu satu tahun. Dengan kecepatan 300.000 km/s, dalam waktu satu tahun cahaya akan menempuh jarak sekitar 9,5 juta juta kilometer. Jadi satu tahun cahaya adalah 9,5 juta juta km. Ini berarti garis tengah galaksi kita sekitar 100.000 x 9,5 juta juta km, atau 950 ribu juta juta km (950 diikuti oleh 15 buah nol di belakangnya). Untuk memudahkan perhitungan, maka digunakan satuan jarak yaitu tahun cahaya. Dengan satuan ini, tebal bagian pusat galaksi kita sekitar 10.000 tahun cahaya.
Matahari terletak sekitar 30.000 tahun cahaya dari pusat Bima Sakti. Matahari bukanlah bintang yang istimewa, tetapi hanyalah salah satu dari 200 milyar buah bintang anggota Bima Sakti. Bintang bintang anggota Bima Sakti ini tersebar dengan jarak dari satu bintang ke bintang lain berkisar 4 sampai 10 tahun cahaya. Bintang terdekat dengan matahari adalah Proxima Centauri (anggota dari sistem tiga bintang: Alpha Centauri), yang berjarak 4,23 tahun cahaya. Semakin ke arah pusat galaksi, jarak antar bintang semakin dekat, atau dengan kata lain kerapatan galaksi ke arah pusat semakin besar.
Bima Sakti bukanlah satu-satunya galaksi yang ada di alam semesta ini. Dalam alam semesta, ada begitu banyak sistem seperti ini, yang mengisi setiap sudut langit sampai batas yang bisa dicapai oleh telekop yang paling besar. Jumlah keseluruhan galaksi yang dapat dipotret dengan teleskop berdiameter 500 cm di Mt. Palomar mungkin sampai kira-kira satu milyar buah galaksi. Maka tidak salah jika kita mengira bahwa jika kita mempunyai teleskop yang lebih besar, kita akan dapat melihat jauh lebih banyak lagi.
Sebelum kita memiliki metode pengukuran jarak yang cukup baik, para astronom mengira Bima Sakti adalah keseluruhan dari alam semesta. Bercak-bercak cahaya yang tampak di langit pada mulanya diklasifikasikan sebagai nebula (kabut), yang juga adalah anggota Bima Sakti. Pada waktu itu, dikenal ada dua macam nebula, yaitu nebula gas dan nebula spiral. Adalah Harlow Shapley dan George Ellery Hale, dua orang astronom yang amat berjasa membangun pengertian kita tentang galaksi. Shapley inilah yang mengembangankan metode untuk mengukur jarak yang diterapkan untuk mengukur diameter Bima Sakti.
Sedangkan Hale amat besar perannya dalam pengembangan teleskop-teleskop besar, yang digunakan untuk pengamatan bintang-bintang dan nebula. Atas jasa mereka sekarang kita tahu bahwa yang semula disebut nebula spiral itu adalah galaksi yang juga seperti Bima Sakti, terdiri dari ratusan juta sampai milyaran bintang, dan berada amat jauh dari kita, jauh di luar Bima Sakti. Dan melalui jalan yang telah mereka rintis, kita menyadari bahwa Bima Sakti hanyalah satu dari begitu banyak galaksi-galaksi yang bertebaran di alam semesta yang maha luas ini.

C. Tata Surya
Matahari
Matahari adalah pusat dari tata surya. Ukuran jari-jari matahari adalah 696.000 km. Atau 109 kali lebih besar dari jari-jari bumi.  Jarak matahari dan bumi adalah  sekitar 150 juta kilometer. Walaupun jaraknya jauh, panas yang berasal dari matahari masih dapat kita rasakan.  Suhu di permukaan matahari mencapai 6000°C. Oleh karena itu di dalam matahari tidak ada benda padat. Semuanya berupa gas.

Merkurius



Merkurius adalah planet terdekat dengan matahari. Jaraknya dari matahari adalah sekitar 57 juta kilometer. Karena dekatnya dengan matahari, maka suhu di sana sangat panas pada siang hari yakni sekitar 427°C. Tetapi pada malam hari suhunya menjadi sangat dingin bisa mencapai -178°C.

Sedangkan jaraknya dengan bumi 92 juta kilometer.
Semua planet berputar pada sumbunya. Perputaran itu disebut rotasi. Merkurius berputar lambat, satu putaran membutuhkan 58,6 hari. Selain berputar pada sumbunya semua planet bergerak mengelilingi matahari.(orbital). Berbeda dengan gerakan rotasinya yang lambat, masa orbital Merkurius tergolong cepat yakni hanya membutuhkan 88 hari. Bandingkan dengan bumi yang membutuhkan waktu satu tahun (365,25 hari).

Merkurius adalah planet terkecil setelah Pluto.
Ukurannya hanya 27% dari ukuran bumi. Permukaan Merkurius benjol-benjol mirip dengan permukaan bulan. Benjolan-benjolan itu muncul sebagai akibat benturan dengan meteor.

Venus


Planet kedua adalah Venus. Planet ini memancarkan sinar paling terang oleh karena itu sering disebut Bintang Fajar atau Bintang Senja. Jika langit sedang cerah pada pagi atau senja, lihatlah ke arah matahari terbit (pada pagi hari) atau tenggelam (pada sore hari), akan terlihat seolah bintang yang cemerlang. Cahaya planet berasal dari cahaya matahari yang dipantulkannya. Venus dapat terlihat lebih terang dibanding planet lainnya karena Venus memiliki atmosfir berupa awan tebal berwarna putih. Atmosfir inilah yang memantulkan cahaya matahari sehingga terlihat berkilau oleh manusia di bumi.
Venus adalah planet yang paling dekat dengan bumi. Ukurannya pun hampir sama dengan bumi hanya lebih kecil sedikit. Diameternya kira-kira 12100 kilometer (bumi memiliki diameter 12755 kilometer).
Venus berotasi sangat lambat. Satu putaran rotasi membutuhkan waktu 243 hari. Sebaliknya Venus masa orbital cukup cepat yakni 225 hari. Jadi di Venus 1 tahun Venus lebih cepat dari pada 1 hari Venus

 

Bumi



Bumi adalah planet ketiga. Di sinilah kita manusia hidup. Untuk lingkup tata surya sudah dapat dipastikan hanya di bumi sajalah terdapat kehidupan yang sangat berkembang.
Sebagian besar permukaan bumi berupa lautan yakni 70% dari seluruh permukaan. Sisanya adalah daratan yang tersusun dari dataran, gunung dan lembah. Bumi dilingkupi oleh atmosfer. Sebagian besar atmosfer bumi terdiri dari gas Nitrogen (4/5 bagian), sisanya (1/5 bagian) berupa gas Oksigen. Terdapat pula gas-gas lain tetapi kadarnya sangat kecil.

Walaupun bumi adalah tempat hidup manusia, banyak hal tentang bumi yang belum diketahui. Rahasia-rahasia yang terkandung di dalam perut bumi dan dari dasar samudra masih banyak yang belum terungkap. umur bumi diperkirakan sudah mencapai 4,5 milyar tahun. Umur bumi sudah sangat tua tetapi menurut ukuran jagat raya umur tersebut masih tergolong muda. Bumi memiliki sebuah satelit yakni bulan. Bulan bergerak mengelilingi bumi, dan waktu yang dibutuhkan untuk satu putaran adalah 29,5 hari. Kita dapat melihat dengan jelas bulan pada malam hari karena bulan memancarkan cahaya. Bulan seperti juga planet tidak menghasilkan cahaya sendiri, cahaya tersebut berasal dari matahari yang dipantulkan oleh bulan/planet.

Mars


Planet Mars disebut juga planet Merah karena memang terlihat bercahaya merah dari bumi. Warna merah tersebut disebabkan oleh karena permukaan planet Mars diselimuti debu merah karat. Dandingkan dengan bumi, ukuran Mars hanya separuh dari ukuran bumi.
Tetapi Mars memiliki 2 satelit yaitu Phobos dan Deimos sedangkan bumi cuma satu.
Semula orang mengira ada kehidupan di Planet Mars. Untuk membuktikan dugaan ini, Amerika Serikat meluncurkan 2 pesawat Viking yang kemudian mendarat di Mars pada tahun 1976. Pesawat ini membawa contoh tanah dari Mars. Tetapi sayangnya dari hasil penelitian atas contoh tanah tersebut tidak ditemukan cukup bukti yang mendukung adanya kehidupan di Mars.
Lama rotasi Mars adalah  25 jam (bandingkan dengan bumi yang 24 jam) dan masa orbitalnya adalah 687 hari.
 

Jupiter


Planet di urutan ke-lima adalah Jupiter. Jupiter adalah planet terbesar di tata surya kita. Garis tengahnya mencapai 11 kali garis tengah bumi. Jika Jupiter kita bayangkan sebagai sebuah wadah kosong, maka Jupiter dapat menampung 1310 buah planet bumi.
Tetapi tidak sebanding dengan ukurannya, berat Jupiter hanya 2 ½ kali dari planet bumi. Planet ini ternyata tidak padat, tetapi lembek seperti bubur. Permukaannya berupa gas helium dan hidrogen cair yang terbungkus awan yang bergolak.                                                                                                                   

Jupiter berputar pada porosnya sangat cepat (rotasi). Hanya dibutuhkan waktu 10 jam ! Dan ini adalah rotasi tercepat di tata surya. Jika dihitung kecepatan rotasi Jupiter adalah 35400 km/jam sedangkan bumi 1610 km/jam. Tetapi untuk mengelilingi matahari (orbital), Jupiter membutuhkan waktu jauh lebih lama yakni 12 tahun
Jupiter memiliki banyak sekali satelit yakni 16 buah. Empat buah satelit berukuran besar dan diberi nama : Ganymede (satelit terbesar di tata surya), Callisto, Europe dan Io. Dua belas satelit lainnya berukuran kecil dan diberi nama : Almathea, Himalia, Elara, Pasiphae, Sinope, Lysithea, Carme, Ananke, Leda (terkecil), Thebe, Adrastea dan Metis.
 

Saturnus


Planet ke-enam tata surya ini sangat unik. Saturnus memiliki cincin-cincin yang mengitarinya. Cincin-cincin tersebut tidak lain dari potongan jutaan es yang mengelilingi Saturnus.
Saturnus adalah planet kedua terbesar di tata surya. Diameternya adalah 120.660 km atau 9 kali diameter bumi. Lama putaran rotasinya adalah 10 jam 14 menit (tercepat kedua setelah Jupiter) sedangkan masa orbitalnya 29.5 tahun. Saturnus memiliki satelit paling banyak yakni 19 buah satelit.  (Satelit yang terbesar adalah Titan, sedangkan satelit lainnya adalah : Mimas, Enceladus, Tethys, Dione, Rhea, Hypherion, Iapetur, Phobe, Janus, Epimethius, Telesto, Calypso, Atlas, Pandora, Helene, Prometheus dan Pan. Satu satelit lagi belum diberi nama


Uranus


Planet ke-tujuh ini merupakan planet yang terdiri dari gas! Bukan dari tanah padat seperti di bumi. Keadaan di Uranus dingin dan beku. Suhu di permukaannya berkisar antara -233
°C sampai 213°C . Gas utama pada udara Uranus adalah Hidrogen, kemudian diikuti methana dan Helium.
Seperti Saturnus, Uranus ternyata memiliki cincin. Tetapi berbeda dengan cincin yang terdapat di Saturnus, cincin Uranus tipis dan sampai sekarang telah ditemukan 9 lapis cincin Uranus.
Masa orbital Uranus adalah 84 tahun. Waktu rotasi Uranus adalah 15 ½ jam. Arah rotasi Uranus berlawanan dengan arah rotasi bumi. Uniknya lagi Uranus berotasi pada sisinya seperti sebuah gasing yang rebah. Akibatnya satu sisi planet terus-menerus mengalami siang selama 42 tahun, sedangkan sisi lainnya terus-menerus mengalami malam selama 42 tahun.
Uranus paling tidak memiliki 15 satelit. Dua yang terbesar adalah Oberon dan Titania. Satelit terbesar adalah Oberon dan terkecil adalah Miranda.
 

Neptunus


Neptunus adalah planet ke-8. Seperti Uranus, planet ini adalah planet gas. Kondisi di Neptunus hampir mirip dengan Uranus. Diameter Neptunus adalah 49.500 km. Jika Neptunus adalah sebuah wadah kosong maka Neptunus bisa menampung 60 buah bumi. Masa rotasinya adalah 18 jam sedangkan masa orbitalnya adalah 165 tahun.
Neptunus memiliki 8 satelit. Yang terbesar adalah Triton. Para ahli memperkirakan 100 juta tahun lagi jarak Triton dengan planet Neptunus akan cukup dekat sehingga Triton akan tercabik sebagian.
Sejak tahun 1984 para ahli telah menduga bahwa Neptunus memiliki cincin. Dugaan ini terbukti setalah pesawat angkasa Voyager 2 berhasil mendekati Neptunus dan memastikan bahwa Neptunus memiliki paling tidak 3 lapis cincin.

Pluto

Planet terakhir adalah Pluto. Planet ini adalah yang terkecil di tata surya. Ukurannya bahkan lebih kecil dari bulan. Keadaan di Pluto sangat dingin dan beku. Pada titik terjauh dari matahari, gas-gas yang ada di permukaan seperti metan, nitrogen dan karbondisoksida membeku. Baru pada titik terdekatnya dengan matahari gas-gas ini menguap dan membentuk atmosfir sementara.
Waktu rotasi Pluto adalah 6 1/3 hari dan masa orbitalnya 248 tahun. Yang unik dari orbital Pluto adalah, ada suatu masa yakni selama 20 tahun Pluto memotong orbit Neptunus. Sehingga pada masa itu Neptunus adalah planet terjauh. Peristiwa ini terjadi terakhir kalinya adalah antara Januari 1979 sampai dengan Februari 1999.
Pluto memiliki sebuah satelit bernama Charon. Ukuran Charon setengah dari ukuran Pluto.
Permukaan Charon

Sumber :
2. Sumadia. Ed. 2002. Planet dan antariksa. Jakarta : PT Tiara Pustaka. HAMPARAN DUNIA ILMU TIME-LIFE)
3. Gunawan Admiranto A.(2000). Tata Surya dan Alam Semesta. Yogyakarta: Kanisius.








SEJARAH PERKEMBANGAN MUKA BUMI

A. Deskripsi Lapisan Bumi.
            Besarnya ukuran bumi menyebabkan manusia kesulitan untuk mengetahui struktur lapisan bumi. Para ahli geologi memperoleh gambaran tentang susunan bagian dalam bumi nmelalui pengamatan seismologi (hantaran gelombang gempa). Kecepatangelombang gempa ditentukan oleh komposisi dan kepadAtan bagian dalam bumi.
Secara struktur lapisan bumi dibagi menjadi 3 lapisan utama :
1. lapisan inti bumi (barisfer) terdiri dari nikel dan besi (fe). Lapisan inti bumi terbagi menjadi inti dalam dan lapisan inti luar. Suhu 5.000 derajat celcius dengan ketebalan 1.300 km. Lapisan inti luar suhunya mencapai 2.200 derajat celsius – 5.000 derajat celsius ketebalan 2.250 km, dengan berat jenis 9,6 gr/cm kubik.
2. Mantel/lapaisan antara/ selubung adalah lapisan yang di atas lapsian inti luar dengan ketebalan 2.900 km (silikon, oksigen, besi dan magnesium. Lapisan yang paling bawah suhunya 2.200 derajat celsius dan bagian paling atas mencapai 870 derajat celsius. Berat jenisnya 5 gr/cm kubik.
3. Kerak bumi adalah lapisan terluar bumi memiliki ketebalan antara 70 km. Terdiri atas oksigen, silikon, aluminium, kalsium, besi, sodium dan magnesium. Berat jenisnya 2,7 gr/cm kubik.



B. Teori Lempeng Tektonik
      Sejak sekitar tahun 1900, para ahli geologi telah mengetahui bahwa kerak bumi bagian luar mengapung di atas lapisan lebih dalam yang lunak. Akan tetapi, teori mengenai gerakan-gerakan benua tersebut baru dipublikasikan secara luas sejak tahun 1960.
Teori gerakan benua salah satunya disampaikan oleh Alfred Lothar Wegener (1880-1930)
     la mengemukakan teori yang disebut Apungan dan Pergeseran Benua-benua. mengungkapkan teori tersebut pada tahun 1912 di hadapan perhimpunan ahli geologi di Frankfurt, Jerman. Teori tersebut diungkapkan pertama kalinya di dalam bentuk buku pada  tahun 1915 yang berjudul Die Enstehung der Kontinente und Ozeane (Asal Usul Benua dan Lautan).
Buku tersebut menimbulkan kontroversi besar di lingkungan ahli-ahli geologi. Kontroversi itu aru mereda tahun enampuluhan setelah teori apungan Benua Wegener ini makin banyak mendapat penganut di lingkungan ahli ilmu pengetahuan.

Adapun titik tolak teori Wegener tersebut adalah:
1.    Adanya persamaan yang mencolok antara garis kontur pantai timur Benua Amerika Utara dan Selatan dengan garis kontur pantai barat Eropa dan Afrika. Kedua garis yang sama tersebut sebenamya dahulu adalah daratan yang berimpitan. Itulah sebabnya formasi geologi di bagian-bagian yang bertemu itu sama.       Keadaan ini telah dibuktikan kebenarannya. Formasi geologi di sepanjang pantai Afrika Barat dari Sierra Leone sampai Tanjung Afrika Selatan sama dengan apa yang ada di pantai Timur Amerika, dari Peru sampai Bahia Blanca.
2. Daerah Greenland sekarang ini bergerak menjauhi daratan Eropa dengan kecepatan 36 meter /tahun, sedangkan Kepulauan Madagaskar menjauhi Afrika Selatan dengan kecepatan 9 meter/tahun. Menurut Wegener, benua-benua yang sekarang ini, dahulunya adalah satu benua yang disebut Benua Pangea. Benua tunggal itu mulai memecah karena gerakan benua besar di selatan baik ke arah barat maupun ke utara menuju khatulistiwa. Dengan peristiwa tersebut maka terjadilah hal-hal sebagai berikut.
    a.   Bentangan-bentangan samudera dan benua-benua mengapung sendiri-sendiri.
    b.  Samudera Atlantik menjadi semakin luas karena Benua Amerika masih terus melangsungkan gerakannya ke arah barat. Dengan demikian terjadi lipatan-lipatan kulit bumi yang menjadi jajaran pegunungan utara-selatan, yang terdapat di sepanjang pantai Amerika Utara Selatan. 
c.   Adanya kegiatan seismik yang luar biasa di sepanjang Patahan St. Andreas, dekat pantai barat Amerika Serikat.
d.  Batas Samudera Hindia makin mendesak ke utara. Anak Benua India semula di duga agak panjang, tetapi karena gerakannya ke utara maka India makin menyempit dan makin mendekat ke Benua Eurasia. Proses tersebut menimbulkan lipatan Pegunungan Himalaya.

C. Dampak  Pergeseran Lempeng Tektonik :
a.   Di daerah dua lempeng saling bertumbukan Di daerah pertumbukan dua lempeng terjadi beberapa fenomena,  yaitu:
1.  lempeng dasar samudera menunjam ke bawah lempeng benua;
2.  terbentuk palung laut di tempat tumbukan itu;
3.  pembengkakan tepi lempeng benua yang merupakan deretan pegunungan;
4.  terdapat aktivitas vulkanisme ( intrusi, dan ekstrusi);
5.  merupakan daerah hiposentra gempa dangkal dan dalam;
6.  penghancuran lempeng akibat pergesekan lempeng; dan
7.  timbunan sedimen campuran yang dalam geologi dikenal dengan nama batuan bancuh atau melange (Bahasa Perancis).
8. Lempeng samudera  yang tipis dan  berat  apabila bertumbukan akan melengkung ke bawah sehingga menciptakan palung.

b.    Di daerah dua lempeng saling menjauh terdapat beberapa fenomena, seperti:
1.    perenggangan lempeng yang disertai pertumbukan kedua tepi lempeng tersebut
2.   pembentukan tanggul dasar samudera di sepanjang tempat perenggangan lempeng
3.    aktivitas vulkanisme laut dalam yang menghasilkan lava basa berstruktur bantal dan hamparan leleran lava yang encer
4.   aktivitas gempa di dasar laut dan sekitarnya.

c. Di daerah dua lempeng saling berpapasan terjadi pergeseran mendatar.
Di daerah ini terdapat aktivitas vulkanisme yang lemah disertai gempa yang tidak kuat. Gejala pergeseran itu tampak pada tanggul dasar samudera yang tidak berkseinambungan dan terputus-putus. Tanggul dasar Samudera  Atlantik ternyata terputus – putus sebagai akibat dari pergeseran mendatar.


D. Teori Lempeng Tektonik dan Kaitannya dengan Persebaran Gunung Api dan Gempa
Menurut teotri lempeng tektonik kekuatan memicu gerakan lempeng berasal dari panas yang sangat hebat dalam inti bumi, sehingga menyebabkan batauan di atasnya (mantel) mencaiar (magama).  Magma panas ini menjadi mengembang, naik dan mendorong lempeng menjauh dari lempeng yang lain tetapi mendekatkan ke lempeng yang lain.
1. Persebaran gunung api
Gunung api terjadi karena gerakan lempeng tektonik yang disebabkan oleh arus vertikaldi dalam selubung bumi.
a.    Gerakan lempeng tektonik yang mendekat.    
Ketika lempeng samudera yang tipis, berat  dan padat menikung dan bergerak di bawah lempeng benua akan menimbulkan panas (batuan cair). Benua yang melengkung dan retak menjadi jalan keluar  magma (gunung api).
b.    gerakan lempeng tektonik yang menjauh.
Menyebabkan terbentuknya retakan dan celah pada batas lempeng. Magama pada selubung bumi akan naik mellaui celah / retakan. Jika magma memadat akan akan terbentuk lapisan kerak bumi yang baru. Lapisan kerak bumi baru akan mendorong kerak bumi lama.

2. Persebaran daerah rawan gempa bumi.
Gerakan lempeng yangt saling bertabrakan akan saling menekan. Tekanan besar ini akan menimbulkan retakan atau patahan, walupun hanya bebrapa cm akan menimbulkan getaran hebat. Maka daerah yuang [paling sering mengalamai gempa bumi ialah daerah batas lempeng. 

                                                  

























SEMESTER 2


TENAGA PENGUBAH BENTUK PERMUKAAN BUMI

A. Tenaga Endogen
Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi dan biasanya bersifat membangun. Tenaga endogen terdiri dari dua tenaga, yaitu tenaga tektonisme dan vulkanisme.
a.      Tektonisme
Tektonisme adalah tenaga yang bekerja dari dalam bumi dengan arah vertical maupun lateral (mendatar). Tenaga tersebut mengakibatkan perubahan lokasi atau letak lapisan batuan yang membentuk permukaan bumi. Menurut Haarman yang dimaksud dengan tektonisme adalah dislokasi yang terjadi pada batuan di dalam bumi. Dislokasi adalah perubahan posisi atau letak dari komplek batuan, baik yang mengakibatkan putusnya hubungan antarbatuan atau tidak. Tenaga tektonik terdiri dari dua macam, yaitu orogenesis dan epirogenesis.
1.      Orogenesisi
Orogenesis atau pembentukan pegunungan, adalah tenaga geologi yang bekerja di areal yang relative sempit dengan kecepatan yang relative cepat. Deretan pegunungan Mediterania yang memanjang dari Pegunungan Atlas di Afrika sampai ke negeri kita merupakan hasil dari orogenesis.
Proses orogenesis membentuk lipatan dan juga patahan, bergantung kea rah mana tenaga itu bergerak.
    1. Lipatan
Bentuk lipatan terjadi karena gerak tenaga endogen kea rah lateral (mendatar) dari dua arah yang berlawanan. Apabila terjadi bentuk lipatan pada suatu daerah, kita akan menentukan antiklinal atau puncak lipatan dan sinklinal atau lembah lipatan. Contoh daerah lipatan yang besar adalah Sistem Pegunungan Mediterania yang bermula di sekitar Laut Mediteran (Laut Tenggah). Jalur pegunungan tersebut meliputi Pegunungan Atlas di Afrika Utara, Pegunungan Pirenea, Alpina, Karpatia, Anatolia (Turki), Kaukasus, Himalaya, Araka Yoma (Birma) lalu bersambung dengan busur dalam dan busur laut Kepulauan Indonesia sebagai ujung di sebelah timur.
Jenis lipatan, berdasarkan ketegakan posisi sumbu dan bentuk pelipatannya, dapat didasarkan atas lipatan tegak, lipatan miring, lipatan menggantung, lipatan isoklin, lipatan rebah, dan lipatan keloopak.
    1. Patahan
Patahan adalah bentukan alam sebagai akibat adanya proses pematahan pada lapisan batuan pembentukan kulit bumi. Proses patahan umumnya relatiif cepat sehingga batuan yang terkena tekanan tidak melipat melainkan timbul retakan-retakan yang akibatnya membentuk patahan. Proses pematahan lapisan pembentukan kulit disebut sesar.

2.      Epirogenesis
Epirogenesis atau pengangkatan dan penurunan benua adalah tenaga endogen yang bekerja di daerah yang luas dengan kecepatan yang lambat.
Epirogenesis dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu epirogenesis negative dan epirogenesis positif.
a.       Epirogenesis Negatif
Epirogenesis negative adalah gerak naik permukaan bumi yang mengakibatkan daratan naik dan air laut seolah-olah turun. Dengan demikian, daratan tampak semakin luas.
b.      Epirogenisis Positif
Epirogenisis positif adalah gerak permukaan bumi yang mengakibatkan daratan turun dan permukaan air laut seolah-olah naik. Akibat proses tersebut sebagian besar daratan digenangi air sehingga daratan kelihatan semakin sempit. Contohnya penyempitan Pulau Ubi di dekat Jakarta dan di Pulau Utara Jawa.

b.      Vulkanisme
1.      Pengertian Vulkanisme
Vulkanisme ( poses pembentukan gunung api ) adalah aktivitas magma yang bergerak dari lapisan dalam litosfer yang menyusup ke lapisan yang lebih atas atau sampai ke permukaan bumi.
      Intrusi Magma
      Intrusi magma adalah aktivitas magma di dalam lapisan litosfer yang memotong atau menyusup diantara lapisan litosfer, tetapi tidak mencapai permukaan bumi. Intruksi magma menghasilkan bentukan-bentukan sebagai berikut:
1.      Batolit adalah dapur magma yang menbeku
2.      Lakolit adalah bentukan yang disebabkan oleh magma yang masuk antara dua lapisan batuan sehingga mempunayi bentukan cembung ke atas dan datar di bagian bawah.
3.      Sill atau kepengan intrusi adalah bentukan di lapisan litosfer yang disebabkan intrusi magma yang berarah mendatar masuk di antara dua lapisan batuan kemudian magma tersebut membeku.
4.      Gang atau korak adalah batuan hasil intrusi magma yang berbentuk tipis dan panjang serta memotong lapisan litosfer dengan arah vertical atau miring.
5.      Diatrema adalah batuan hasil intrusi yang mengisi pipa letusan. Diatrema berbentuk silinder dan memanjang dari mulai dapur magma sampai ke batas permukaan bumi.



Ekstrusi Magma
Ekstrusi magma adalah proses keluarnya magma sampai ke permukaan bumi. Cara keluar magma disebut juga erupsi.
Tempat magma keluar dari dalam bumi dapat berupa celah, lubang yang kecil, atau lubang yang sangat luas. Terdapat bermacam-macam jenis ekstrusi magma. Hal ini bergantung pada jenis klasifikasi yang digunakan.
Berdasarkan kekuatan letusannya, erupsi gunung api dapat dibedakan menjadai dua, yaitu erupsi epusif dan erupsi eksplotif.
1.      Erupsi epusif adalah proses keluarannya magma dari gunung api berupa lelehan lava dan lahar. Erupsi jenis ini terjadi jika cairan magma relative encer.
2.      Erupsi eksplotif adalah proses keluarnya magma dari gunung api yang disertai dengan letusan/ledakan yang cukup dahsyat. Erupsi jenis ini, terjadi jika cairan magma yang keluar kental dan memiliki kandungan gas yang banyak.

Menurut bentuk lubangan tempat keluar magma, ekstrusi/erupsi magma dapat dibedakan menjadi tiga macam.
1.      Erupsi linier adalah proses keluarnya magma melalui calah/retakan yang memanjang. Oleh karena itu, membentuk deretan gunug api. Misalnya, deretan gunung api di bagian tenang Pulau Jawa dan di Pulau Eslandia yang bernama Gunung Laki.
2.      Erupsi areal adalah proses keluar magma yang terjadi karena letak magma dekat dengan permukaan bumi. Oleh karena itu, magma membakar dan melelehkan lapisan batuan yang berada di atasnya. Setelah itu magma keluar dari beberapa tempat sehingga membentuk lubang yang besar di permukaan bumi. Contohnya pegunungan di Argentina dan di Paraguay.
3.      Erupsi sentral adalah proses keluarnya magma melalui sebuah lubang atau pusat erupsi sehingga membentuk kerucut gunung api yang terpisah-pisah. Erupsi sentral menghasilkan tiga bentuk gunung api, yaitu gunung api perisai, gunug api mar, dan gunung api strato.
a.       Gunung api perisai adalah gunung api yang beralas luas dan berlereng sangat landai. Gunung api ini merupakan hasil erupsi epusif dengan magma cair yang encer. Contohnya gunung api di kepulauan Hawai.
b.      Gunung api mar merupakan hasil erupsi eksplotif yang tidak terlalu kaut dan hanya terjadi sekali. Contohnya gunung Lamongan.
c.       Gunung api strato merupakan hasil erupsi campuran antara epusif dan erupsi eksplosif yang berulang beberapa kali.
Gunung api ini berbentuk kerucut dan badannya berlapis-lapis. Hamper semua gunung di negeri kita termasuk jenis strato bahkan di dunia pun.

2.      Bahan-bahan yang dikeluarkan dari letusan gunung api
Bahan-bahan yang dikeluarkan gunung api disebut bahan erupsi gunung api. Bahan erupsi gunung api yang dimaksudkan adalah bahan yang langsung ataupun tidak langsung berasal dari magma. Bahan-bahan ini dapat dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu bahan padat, cair, dan gas.
a.       Bahan-bahan Padat atau Efflata
Menurut ukurannya, efflata dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu
1.      bom adalah bahan padat yang berukuran besar, misalnya batu-batu besar;
2.      lapili adalah bahan padat yang berupa batu-batu berukuran sebesar kerikil;
3.      pasir;
4.      abu dan debu.

b.      Bahan Cair
Bahan cair dikeluarkan pada waktu gunung api erupsi secara epusif. Hal ini terjadi jika tidak terdapatsumbat kawah dan magma bersifat encer. Bahan-bahan cair yang dikeluarkan gunung api sebagai berikut.
1.      Lava adalah magma yang meleleh ke luar lereng gunung api. Suhu lava pijar berkisar antaa 799C sampai 1200C.
2.      Lahar panas merupakan campuran magma dan air. Lahar panas mengalir berupa Lumpur panas.
3.      Lahar dingin terjadi karena endapan lava atau lahar di puncak gunung berubah menjadi Lumpur. Pada waktu hujan lebat endapan lava di puncak gunung akan, mengalir pada lereng dan lembah-lembah, karena tertimpa air.
c.       Bahan Gas
Bahan gas disebut juga ekshalasi. Letusan gunung api mengeluarkan bermacam-macam gas, diantaranya
1.      gas yang mengeluarkan belerang (H2S) disebut Solfatar
2.      gas yang mengeluarkan uap air (H2O) disebut Fumarol, dan
3.      gas yang mengeluarkan gas karbondioksida (CO2) disebut Mofet.

3.      Gejala Pascavulkanis dan Pravulkanis
a.       Gejala Pascavulkanis
Ada beberapa tanda atau gejala yang bisa dipakai sebagai pedoman bahwa gunung api sudah tidak aktif atau hamper padam. Gejala-gejala tersebut disebut gajala pascavulkanis atau gelaja postvulkanic.


Gejala-gejala tersebut sebagai berikut.
1.      Terdapat Gas Belerang
Gas yang mengeluarkan belerang dinamakan solfatar. Contohnya terdapat di Gunung Welirang, Gunung Arjuno, dan Gunung Anjasmoro (Jawa Tenggah)
2.      Terdapat Gas Fumarol
Gas furamol adalah gas yang mengandung uap air (furamol). Contohnya terdapat di Timbang, Nilai Dieng (Jawa Tenggah), dan Sulawesi Utara.
3.      Terdapat Mofet
Mofet adalah sumber gas yang mengandung asam arang (CO2). Misalnya terdapat di kawah Timbabg, Nila Dieng (Jawa Tengah), Tangkuban Parahu, dan Papandayan (Jabar)
4.      Sumber Air Panas (Term)
Sumber air panas berasal dari air hujan yang meresap ke dalam lapisan batuan yang panas. Oleh karena itu, memanaskan air tesbut, kemudian keluar menjadi air panas. Beberapa sumber air panas yang memiliki kandungan banyak digunakan untuk kegiatan pengobatan, terutama untuk mengobati penyakit kulit.
5.      Terdapat Mata Air Makdani
Mata air makdani adalah mata air yang mengandung mineral. Contohnya, Miribaya (Jawa Barat), Batu Raden, dan Dieng (Jawa Tenggah)
6.      Terdapat Geyser
Geyser adalah air panas yang memancar dari dalam bumi secara periodic. Contohnya di Eslandia, Selandia Baru, dan Cisolok ( sebelah barat Pelabuhan Ratu ).
Geyser terbentuk dari air yang terdapat di dalam celah batuan, kemudian terpanaskan oleh gas panas yang berasal dari batuan magma. Air tersebut tidak dapat mengadakan sirkulasi sampai ke permukaan bumi sehingga terjadilah akumulasi air setempat. Apabila ada jalan keluar akan terjadilah pemancaran air dengan suhu yang cukup tinggi.
b.      Gejala Pravulkanis
Gejala pravulkanik adalah tanda-tanda gunung api akan meletus. Indicator pravulkanis di antaranya
1.      suhu udara yang mongering
2.      sumber air banyak yang mongering
3.      sering terjadi getaran-getaran gempa local
4.      pohon-pohon banyak yang meranggas dan mati
5.      binatang-binatang liar banyak yang mengungsi ke tempat lain karena ekologinya terganggu

c.       Usaha-Usaha untuk Mengurangi Bahaya Gungung Api
Usaha-usaha untuk mengurangi bahay agunung api antara lain sebagai berikut:
1.      membuat terowongan-terowongan air pada kepundan yang berdanau, misalnya Gunung Kelud (Jawa Tenggah)
2.      mengadakan pos-pos pengamatan gunung api
3.      mengungsikan penduduk yang bertempat tinggal di lereng gunung api yang akan meletus

d.      Vulkanisme di Indonesia dan Manfaatnya
a.       Gejala Vulkanisme di Indonesia
Berdasarkan catatan para ahli gunung api, di Indonesia terdapat sekitar 400 buah gunung api yangmasih aktif. Adapun sisanya merupakan gunung api yang sudah tidak aktif dan dalam fase istirahat.
Gunung-gunung api di Indonesia termasuk rangkaian Pegunungan Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania.
1.      Persebaran rangkaian gunung api yang termasuk pada kelompok Sirkum Mediterania, dimulai dari Pulau We, Pulau Sumatra, Pulau Jawa, sampai ke Pulau Saparua di Kepulauan Maluiku. Daerah tersebut merupakan wilayah pertemuan antara lempengan Benua Asia dan lempeng Samudra Indo-Australia
2.      Rangkaian gunung api termasuk Sirkum Pasifik dan Busur Australia merupakan wilayah pertemuan antara lempeng Benua Asia dengan lempeng Samudra Pasifik
b.      Manfaat Gunung Api
Manfaat gunung api sebagai berikut.
1.      Abu vulkanis dapat menyuburkan tanah pertanian di sekitarnya sehingga dapat meningkatkan produksi pertanian penduduk.
2.      Di daerah vulkanis potensial untuk mengusahakan tanaman budi daya seperti the dan kopi. Misalnya di daerah Bandung Utara dan Bandung Selatan terdapat perkebunan the yang luas.
3.      Di daerah vulkanis memungkinkan banyak turun hujan, yaitu melalui hujan naik pegunungan (hujan orografis). Hal tersebut disebabkan gunung api merupakan daerah penangkap hujan yang baik.
4.      Di daerah gunung api memungkinkan dibangun pembangkit tenaga listrik.
5.      Di daerah vulkanis banyak ditemukan sumber api panas dan air makdani yang berguna untuk rekreasi dan pengobatan.
6.      Di daerah gunung api banyak terdapat barang tambang seperti tambang belerang, logam, dan batu permata.
7.      Gejala pascavulkanik merupakan objek wisata yang menarik
c.       Dampak Negatif Gunung Api
Pengaruh yang merugikan dari gunung api sebagai berikut.
1.      Pada waktu gunung meletus, puluhan ribu manusia dan ternak banyak yang menjadi korban.
2.      Gas beracun yang dikeluarkan dari gunung api sangat membahayakan bagi manusia. Misalnya pada waktu terjadi letusan kawah Timbang dan Sinilia Dieng paa tahun 1979, mengakibatkan sekitar 149 jiwa mati karena menghirup gas racun.
3.      Awan panas yang dikeluarkan gunung api dapat menewaskan makhluk dan tumbuh-tumbuhan di lereng gunung .
4.      Lahar dingin dan lahar panas dapat merusak daerah yang dilaluinya.
5.      Bom, lapili, dan pasir vulkanik dapat merusak rumah, jempatan, dan daerah pertanian.
6.      Abu vulkanis yang bertaburan di angkasa dapat mengganggu penerbangan.


c.Gempa
            gempa merupakan salah satu proses endogenetik yang turut mempengaruhi pembentukan benteng alam di permukaan bumi. Gempa artinya getaran dipermukaan bumi. Getaran tersebut terjadi akibat energi potensial yang diubah menjadi energi kinetic (gerak). Alat yang dipergunakan untuk mengukur kekuatan gempa disebut seismograf.
1.      Klasifikasi Gempa
a.       Gempa berdasarkan penyebabnya dapat menjadi beberapa macam.
1.      Gempa bumi runtuhan (fall earthquake). Gempa ini terjadi akibat, batu-batu raksasa di sisi gunung runtuh atau akibat gua-gua besar runtuh. Radiua getarannya tidak begitu besar sehingga tidak begitu terasa. Gempa bumi runtuhan disebutkan juga gempa bumi terban.
2.      Gempa bumi vulkanik (volcanic earthquake).
Gempa ini terjadi akibat aktivitas gunug api. Kadang-kadang gempa bumi ini mendahului erupsi gunung api, tetapi lebih sering terjadi secara bersamaan. Getaran gempa vulkanik lebih terasa dibandingkan dengan getaran gempa runtuhan. Selain itu, getaran gempa vulkanik terasa di daerah yang lebih luas.
3.      Gempa bumi tektonik (tectonic earthquake)
Gempa ini terjadi akibat proses tektonik di dalam lapisan litosfer, berupa pergeseran lapisan batuan atau terjadi disalokasi. Gempa ini memiliki kekuatan yang sangat besar dan meliputi daerah yang sangat luas.
b.      Gempa berdasarkan bentuk episentrumnya dibedakan atas dua macam.
1.      Gempa linier adalah gempa yang episentrumnya berbentuk garis.
Gempa tektonik umumnya merupakan gempa linaer sebab episentrumnya berbentuk garis. Salah satu akibat gempa tektonik adalah paahan.
2.      Gempa sental adalah gempa yang episentrumnya berupa titik.
Gempa vulkanik dan gempa runtuhan termasuk kelompok gempa sentral sebab episentrumnya berupa titik.
c.       Gempa berdasarkan kedalaman hiposentrum dapat dibedakan atas tiga macam
1.      Gempa dangkal adalah gempa yang kedalaman hiposentrumnya kurang dari 100 km di bawah permukaan bumi.
2.      Gempa menengah adalah gempa yang kedalaman hiposentrumnya adatara 100km – 300km di bawah permukaan bumi.
3.      Gempa dalam adalah gempa yang kedalaman hiposentrumnya antara 300km – 700km di bawah permukaan bumi. Semakin dangkal hiposentrumnya gempa, semakin kuat gempa yang dicatat di permukaan bumi. Tentu saja, hal ini bergantung pada kekuatan gempa tersebut.
d.      Gempa berdasarkan jarak episentrumnya dapat dibedakan atas tiga macam.
1.      Gempa setempat adalah gempa yang mempunyai jarak episentrum kurang dari 10.000 km
2.      Gempa jauh adalah gempa yang mempunyai jarak episentrumnya sekitar 10.000km
3.      Gempa jauh sekali adalah gempa yang mempunyai jarak episentrum lebih dari 10.000km
e.       Gempa berdasarkan letak episentrumnya (pusat gempa) dapat dibedakan atas dua macam.
1.      Gempa laut adalah gempa yang letak episentrumnya di dasar laut atau dapat pula dikatakan episetrumnya di permukaan laut. Hal ini disebabkan getaran yang dirambatkan di permukaan laut hamper bersamaan dengan yang dirambatkan pada permukaan bumi di dasar laut.
2.      Gempa darat aalah gempa yang letak episentrumnya berada di daratan.

2.      Istilah-istilah yang Berkaitan dengan Gempa
Didalam seismologi (ilmu yang mempelajari gempa), dikenal bermacam-macam istilah sebagai berikut.
a.       Hiposentrum (sumber gempa) adalah titik atau garis di permukaan bumi sebagai tempat yang menyebabkan terjadinya gempa. Hiposentrum terletak di dalam lapisan litosfer dengan kedalman yang bervariasi.
b.      Episentrum adalah titik atau garis di permukaan bumi atau di permukaan laut sebagai tempat gelombang gempa mulai dirambatkan.
Denga kata lain episentrum adalah tempat gelombang primer dan sekunder pertama kali mencapai permukaan bumi atau permukaan laut. Gelombang gempa dapat dibedakan atas tiga macam, sebagai berikut.
1.       Gelombang longitudinal atau gelombang primer adalah gelombang gempa yang dirambatkan dari hiposentrum melalui lapisan litosfer secara menyebar dengan kecepatan antara 7 – 114km per detik. Gelombang ini merupakan yang pertama kali dicatat oleh seismograf.
2.       Gelombang tranversal atau gelombang sekunder adalah gelombang gempa yang bersama-sama dengan gelombang primer dirambatkan dari hiposentrum ke segala arah di dalam lapisan litosfer. Kecepatan gelombang tersebut adalah 4 – 7 km per detik. Gelombang ini dicatat setelah gelombang primer.
3.       Gelombang panjang atau gelombang permukaan adalah gelombang yang dirambatkan mulai dari episentrum menyebar ke segala arah di permukaan bumi dengan kecepatan antara 3,5 – 3,9 km per detik. Gelombang gempa ini mengikuti gelombang primer dan sekunder serta merupakan gelombang perusak.
c.       Seismograf adalah alat pencatat gempa
d.      Seismogram adalah gambaran getaran gempa yang dicatat pada seismograf. Seismogram berbentuk garis patah-patah. Semakin kuat gempa, semakin lebar garis patah-patah yang tercatat dan semakin lama getaran, semakin panjang pita seismogaf yang melukiskan seismogram.
e.       Pleistoseista adalah garis pada peta yang mebatasi daerah sekitar episentrum yang mengalami kerusakan terhebat akibat gempa.
f.       Isoseista adalah garis pada peta yang menghubungkan daerah-daerah yang mengalami kerusakan fisik yang sama akibat gempa.
g.      Homoseista adalah garis pada peta yang menghubungkan daerah-daerah yang mengalami gelombang gempa primer pada waktu yang sama.

3.      Alat Pengukur Gempa
Telah kita ketahui bahwa lat yang dipergunakan untuk mengukur kekuatan gempa adalah seismograf. Seismograf terdiri atas dua macam, yaitu seismograf horizontal dan seismograf vertical.
a.       Seismograf horizontal adalah seismograf yang mencatat gempa bumi dengan arah mendatar. Seismograf tersebut terdiri atas sebuah massa stasioner yang digantung dengan tali panjang pada sebuah tiang yang tinggi.
Pada massa stasioner tersebut dipasang jarum yang ujungnya disentuhkan pada permukaan silinder dan diputar seperti jarum jam. Selain itu, tiang penopang dipancangkan di tanah. Pada waktu gempa, silinder bersama bumi bergetar, sedangkan massa stasioner tidak terpangaruh oleh getaran sehingga terbentuklah goresan pada silinder.
b.      Seismogrraf vertical adalah seismograf yang mencatat gelombang gempa berarah vertical. Massa stasioner pada seismograf ditahan oleh sebuah tangkai yang dipasangkan pada sebuah tiang dengan engsel. Tangkai tersebut bersamaan dengan masa stasioner ditahan oleh sebuah pegas untuk mengimbangi gravitasi bumi. Ujung massa stasioner yang berjarum disentuhkan pada silinder yang dipasangkan vertical.

4.      Cara Menentukan Episentrum Gempa
a.       Menggunakan hasil pencatatan tiga buah seismograf.
      Seismograf yang digunakan adalah seismograf vertical, seismograf horizontal yang berarah utara-selatan, dan seismograf horizontal yang berarah timur-barat. Dengan alat tersebut orang dapat menentukan episentrum suatu gempa.
b.      Menggunakan tiga tempat yang terletak pada satu homoseista. Contoh, Jika kota A, B, dan C mencatat getaran gempa pada pukul 12.00 berarti, ketiga kota tersebut terletak pada satu homoseista. Untuk mencari episentrum gempa, hubungan AB dengan sebuah garis demikian juga BC. Kemudia, buatlah garis sumbu yang memotong kedua garis tersebut sama besar, titik potong antara dua garis itulah episentrumnya. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar 5.30
c.       Menggunakan tiga tempat yang mencatat jarak episentrum yaitu dengan menggunakan rumus Laska.. rumusnya sebagai berikut:
      D                     =          [ (S – P) – 1’ ] . 1000 km
      D (Delta)         =          jarak episentrum artinya jarak tempat pencatat ( stasiun gempa ) dengan episentrum dalam satuan km.
      S – P    = s       selisih waktu pencatatan antaa gelombang primer dengan gelombang sekunder dalam satuan menit.
      1’                     =          satu menit
Gempa bumi terjadi tengah malam, pada seismogram tercatat gelombang primer dating pukul 11.58’30” WIB, sedangkan sekunder dating pukul 00.03’30” WIB. Dengan demikian jarak antara pusat gempa di permukaan bumi dengan alat pencatat gempa sebagai berikut.
D   =          [ (S – P) – 1’ ] . 1000 km
      =          [ ( 00.03’30” – 11.58’30”) – 1 ] X 1000 KM
      =          9 5’ – 1’ ) X 1000 KM
      =          4000 KM
Umpamanya kita ingin mengetahui letaj episentrum dari kota X, Y dan Z yang telah mencatat jarak episentrum gempa.
Misalnya diketahui jarak episentrum gempa di daerah X berjarak 5.000 km. jarak episentrum gempa di daerah Y berjarak 6.000 km dan jarak episentrum gempa di daerah Z berjarak 4.000 km. langkah kita selanjutnya adalah mengambil peta. Seandainya peta tersebut berskala 1 : 100.000.000, (artinya 1 cm pada peta sama dengan 1000 km di permukaan bumi) maka buatlah lingkaran dari stasion X dengan jari-jari dari 5 cm, dari stasion Y dengan jari-jari 6 cm, dan dari stasion Z dengan jari-jari 4 cm. ketiga lingkaran tersebut akan berpotongan pada suatu titik. Titik tersebut merupakan episentrum yang kita cari.









B. Tenaga Eksogen
            Tenaga eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar bumi, dan biasanya bersifat merusak. Factor-faktor yng berperan sebagai tenaga aksogen adalah air, angina, organisme, sinar matahari, dan es. Tenaga eksogen dapat menyebabkan terjadinya pelapukan (weathering), erosi, denudasi, tanah longsor, dan tanah menjalar (soil creep)
a.       Pelapukan (Weathering)
Pelapukan adalah peristiwa penghancuran massa batuan, baik secara fisika, kimiawi, maupun secara biologis. Ada empat macam factor yang mempengaruhi pelapukan batuan, yaitu
  1. keadaan struktur batuan,
  2. keadaan iklim,
  3. keadaan topografi, dan
  4. keadaan vegetasi
Dilihat dari proses, pelapukan dikelompokkan menjadi tiga kelompok, yaitu pelapukan mekanik, pelapukan kimiawi, dan pelapukan biologis.
  1. Pelapukan Mekanik
Pelapukan mekanik (fisik) adalah peristiwa penghacuran dan pelepasan material batuan, tanpa mengubah struktuk kimiawi batuan tersebut. Pelapukan mekanik merupakan penghancuran bpngkah batuan menjadi bagian-bagin yang lebih kecil. Pelapukan ini sering pula dinamakan desintegrasi. Penyebab utama pelapukan mekanik di antaranya
    1. perubahan suhu secara tiba-tiba
    2. pembekuan air pada celah-celah batuan, dan
    3. kegiatan organisme.
Pelapukan mekanik dapat digolongkan menjadi dua macam, yaitu sebagai pelapukan mekanik gurun dan pelapukan mekanik basah.
a.       Pelapukan mekanik gurun adalah penghancuran batuan yang disebabkan oleh insolasi atau pancaran sinar matahari.
b.      Pelapukan mekanik basah adalah penghancuran dan pelepasan material batuan yang disebabkan oleh pengerjaan es. Hal tersebut disebabkan penambahan volume kristal-kristal es akan menekan celah batuan sehingga dapat memecahkan batuan tersebut.
  1. Pelapukan Kimiawi
Pelapukan kimiawi adalah proses pelapukan massa batuan yang disertai perubahan struktur kimiawi batuan yang lapuk. Proses yang terjadi dalam pelapukan ini disebut dekomposisi.
Pelapikan kimiawi sering terdapat di daerah tropic atau daerah yang banyak turun hujan.
Berdasarkan factor penyebabnya, dekomposisi batuan dapat dibedakan atas tiga jenis, yaitu oksidasi, hidrasi, dan karbonasi.
    1. Proses oksidasi pada batuan terjadi apabila pelapuk utama adalah oksigen, baik yang terlarut dalam air maupun pada udara yang relative lembap.
    2. Proses hidrasi atau hidrolisis terjadi jika pelapuk utama adalah air. Contoh proses hidrolisis adalah mineral olivine (Mg2 SiO4) yang dilapukan oleh air ( H2O) yang mengandung karbondioksida (CO2).
    3. Proses karbonasi terjadi jika yang menjadi pelapuk utama adalah karbondioksida atau kalsit (CaCO3) kemudian menjadi kalsium bikarbonat (CaCHCO3)2 karena bereaksi dengan air (H2O). stalaktit dan stalagmite merupakan salah satu contoh dari proses karbonasi. Stalaktit dan Stalagmit dapat dilihat pada gambar 5.32.
  1. Pelapukan Biologis
Pelapukan biologis/organic adalah peristiwa penghancuran dan pelepasan material batuan yang disebabkan oleh proses organisme, baik tumbuh-tumbuhan, hewan, maupun manusia.

b.      Erosi atau Pengikisan
Erosi adalah peristiwa terlepas atau terbawanya runtuhan batuan oleh suatu tenaga di permukaan bumi.
Berdasarkan zat pelarutnya, erosi dapat dibedakan menjadi empat macam, sebagai berikut.
    1. Deflasi adalah erosi yang disebabkan oleh angina. Salah satu bentukan hasil deflasi dapat dilihat pada gambar berikut.
    2. Ablasi adalah erosi yang disebabkan oleh air yang mengalir.
    3. Abrasi adalah erosi yang disebabkan oleh air laut. Abrasi disebut juga erosi marine.
    4. Eksarasi aalah erosi yang disebabkan oleh es.

c.       Sedimentasi atau Pengendapan
Proses sedimentasi dapat terjadi di daratan, di danau, di sekitar sungai atau di pantai. Proses sedimentasi terjadi apabila zat-zat pengangkut mengalami penurunan kecepatan. Oleh karena itu, bahan-bahan yang diangkut aliran air, gelombang, arus laut, angina, serta gleser, pada suatu waktu akan diendapkan di suatu tempat.
Jenis-jenis sedimentasi sebagai berikut.
1.      Sedimentasi Fluvial
Sedimentasi fluvial adalah proses pengendapan material yang diangkut air sungai. Tempat pengendapan material tersebut, antara lain di dasar sungai, di danau, atau di muara sungai. Bentuk-bentuk hasil sedimentasi fluvial, yaitu delta, flood plain, dan tombolo.
    1. Delta adalah endapan di muara sungai, baik sungai yangbermuara ke danau atau laut. Delta terbentuk jika material yang diendapkan cukup banyak, serta arus dan gelombang laut atau danau tidak begitu besar.
    2. Flood plain adalah daerah dataran banjir. Menurut tempatnya flood palin dapat dibedakan atas delta bar, meander bar, dan tanggul alam.
1.      Tanggul alam adalah punggungan di tepi sungai yang terbentuk akibat banjir.
2.      Meander bar adalah endapan yangterdapat di tikungan meander sungai.
3.      Delta bar adalah endapan yang terdapat di tengah lembah sungai.
2.      Sedimentasi Eolis
Sedimentasi eolis adalah proses pengendapan material-material yang diangkut angin. Bentukan alam hasil pengendapan yang terbawa angina antara lain gundukan pasir atau sand dune. Sand dune (bukit pasir) adalah gundukan-gundukan pasir yang terdapat di pantai atau wilayah gurun sebagai hasil pengendapan material yang diangkut angina.
Ada tiga factor utama yang dapat mempengaruhi macam-macam bentuk gundukan pasir, yaitu kecepaan angin, persedian pasir, dan vegetasi. Contoh macam-macam bukit pasir sebagai berikut.
a.       Bukit pasir parabola, terjadi bukit pasir malintang dan beberapa vegetasinya hilang sehingga bukit pasir berbentuk parabola.
b.      Bukit pasir barchan, terjadi jika bukit pasir basah dan berbentuk seperti sabit atau merupakan suatu empang atau danau kecil. Bentuknya menyerupai sabit dan membelakangi angina.
c.       Bukit pasir bintang, adalah bukit pasir yang berbentuk pada daerah yang anginnya bertiup dari berbagai arah.
d.      Bukit pasir memanjang, terjadi jika bukit pasir searah dengan arah angin.


3.      Sedimentasi Marine
Material hasil abrasi diangkut dan diendapkan di sepanjang pantai. Proses sedimentasi semacam ini dinamakan sedimentasi marine. Beberapa bentukan alam hasil sedimentasi marine, sebagai berikut.
a.       Beach (pesisir)
Bahan-bahan hasil erosi mungkin diendapkan di sepanjang pantai, dan membentuk endapan pantai berupa pesisir. Pesisir biasanya terbentuk di daerah yang terlindungi, seperti di teluk. Salah satu proses pengendapannya adalah pemindahan material pesisir yang disebabkan gerakan miring gelombang yang sampai ke pantai
b.      Bar
Bar adalah gosong pasir dan kerikil yang terletak pada dasar laut. Bar terbentuk oleh pengerjaan arus dan gelombang laut.
c.       Tombolo adalah tanggul pasir alami yang menghubungkan daratan dengan pulau yang berada di dekat pantai. Tombolo merupakan bentukan berupa gosong pasir yang berbentuk di laut yang tidak terlalu dalam. Selain itu, laut tersebut mempunayi telik yang tidak terganggu arus laut.















































CUACA DAN IKLIM


A. Lapisan-Lapisan Atmosfer
Bumi kita diselubungi lapisan udara yang terdiri atas bermacam-macam gas. Lapisan udara yang menyelubungi bumi dinamakan atmosfer. Tebal atmosfer mencapai lebih kurang 100 km. sebanyak 97% lapisan udara terletak pada lapisan paling bawah sampai ketinggian sekitar 29 km. semakin tinggi lapisan udara, tekanannya semakin rendah. Susunan udara sebagian besar terdiri atas N2 (78,08%), dan O2 (21%).
Secara umum lapisan udara yang menyelubingi bumi, terdiri atas empat lapisan, yaitu troposfer, stratosfer, mesosfer, dan thermosfer.

1.      Lapisan Troposfer
Lapisan tros\posfer merupakan lapisan udara yang menyelubungi bumi paling bawah. Ciri-ciri lapisan tersebut sebagai berikut:
    1. ketinggiannya antara 0-8 km di daerah kutub dan antara 0-16 km di khatulistiwa;
    2. di lapisan troposfer terjadi peristiwa-peristiwa cuaca seperti awan dan hujan;
    3. suhu semakin ke atas semakin turun sehingga mencapai temperature 60ºC;
    4. lapisan tersebut didominasi oleh Nitrogen dan oksigen.
2.      Lapisan Stratosfer
Lapisan stratosfer terletak di atas lapisan troposfer. Ketinggiannya di daerah kutub mulai dari 8 km dan di ekuator mulai dari ketinggian 16 km. cirri-ciri lapisan tersebut sebagai berikut:
    1. ketinggian rata-rata berkisar antara 15-50 km;
    2. bagian paling atas dari lapisan straposfer merupakan tempat kosentrasi ozon. Ozon merupakan lapisan udara yang berguna untuk melindungi lapisan troposfer dan permukaan bumi dari radiasi sinar ultraviolet matahari secara langsung.
3.      Lapisan Mesosfer
Laipsan mesosfer adalah lapisan udara yang terletak di atas lapisan stratosfer. Ciri-ciri lapisan mesosfer, sebagai berikut:
    1. terletak pada ketinggian 50 km sampai dengan 80 km;
    2. temperature menurun secara tajam sampai 100ºC;
    3. banyak meteor terbakar dan terurai;
    4. terdapat reflector (perambat) gelombang radio;
    5. di antara lapisan mesosfer dan trermosfer terdapat lapisan mesopause.
4.      Lapisan Thermosfer
Lapisan thermosfer adalah lapisan udara yang terletak di atas laisan mesosfer. Crri-ciri lapisan thermosfer sebagai berikut:
    1. terletak pada ketinggian 80 km sampai dengan 500 km;
    2. suhu pada ketinggian 480 km, naik sampai 120ºC;
    3. pada bagian paling bawah lapisan tersebut, terjadi peristiwa ionisasi (pembentukan ion), yaitu pada ketinggian 85-375 km. ioan yang terbentuk pada lapisan tersebut, meliputi ion positif (proton) dan ion negative (electron).

Pengertian Cuaca dan Iklim
1.      Cuaca
Cuaca adalah keadaan udara yang terjadi pada waktu dan daerah tertentu. Cuaca biasanya terjadi dalam waktu yang pendek.
Sifat-sifat cuaca sebagai berikut:
a.             mudah berubah;
b.            berlaku untuk waktu terbatas;
c.             meliputi daerah yang sempit;
d.            merupakan hasil pencatatan baru.
Ilmu yang mmempelajari cuacu disebut meteorology.
2.      Iklim
Iklim adalah keadaan rata-rata cuaca pada daerah yang luas dan dihitung untuk beberapa puluh tahun.
Sifat-sifat iklim sebagai berikut:
a.             tetap;
b.            berlaku untuk waktu lama, misalnya iklim Indonesia sejak dahulu beriklim sedang;
c.             meliputi daerah yang luas;
d.            merupakan hasil rata-rata keadaan cuaca dan bukan hasil pencatatan baru.
Ilmu yang mempelajari iklim disebut klimatologi




Unsur-Unsur Cuaca dan Iklim
Unsur-unsur iklim sama dengan unsure-unsur cuaca, yaitu temperature udara, tekanan udara, durasi (lama) penyinaran matahari, kelembapan udara, angina, dan hujan.
1.      Suhu Udara
Suhu udara adalah keadaan panas atau dinginnya udara. Matahari merupakan sumber panas. Pemanasan udara dapat terjadi melalui dua proses pemanasan, yaitu pemanasan langsung dan pemanasan tidak langsung. Suhu udara, tinggi atau rendahnya dapat diukur dengan menggunakan thermometer.
Pamanasan udara sebagian besar diperoleh melalui pemanasan tidak langsung. Oleh karena itu, udara yang paling bawah suhunya lebih tinggi daripada suhu diatasnya. Panas yang diterima permukaan bumi, banyak atau sedikitnya dipengaruhi hal-hal berikut:
  1. lama penyinaran matahari;
  2. sudut dating sinar matahari;
  3. relief permukaan bumi;
  4. banyak sedikitnya awan;
  5. perbedaan letak lintang.

2.      Tekanan Udara
Kepadatan udara tidak sepadat tanah atau air. Namun, udara pun mempunyai berat dan tekanan. Tekanan udara, besar atau kecilnya dapat diukur dengan menggunakan barometer. Orang pertama yang mengukur tekanan udara adalah Torri Celli (1643). Alat yang digunakannya adalah barometer raksa.
Tekanan udara menunjukkan tenaga yang bekerja untuk menggerakkan masa udara dalam setiap satuan luas tertentu. Tekanan udara semakin rendah apabila semakin tinggi dari permukaan laut. Besar tekanan udara dinyatakan dengan milibar (mb). Satu mb = ¾ mm raksa atau 1,013 mb = 76 cm raksa = 1 atmosfer. Garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang tekanan udaranya sama, disebut garis isobar.
Daerah yang banyak menerima pemanasan matahari, udaranya akan mengembang dan naik. Oleh karena itu, daerah tersebut bertekanan udara rendah. Ditempat lain terdapat tekanan udara tinggi sehingga terjadilah gerakan udara dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah. Gerakan udara tersebut dinamakan angin.
Daerah-daerah di permukaan bumi yang bertekanan udara lebih tinggi, dibandingkan dengan daerah-daerah yang lain disebut daerah tekanan maksimum.

3.      Kelembapan Udara
Kelembapan udara (humidity) adalah jumlah uap air yang dikandung udara. Alat untuk mengukur kelembapan udara adalah hygrometer.
Ada dua macam kelembapan udara, yaitu kelembapan relative dan kelembapan mutlak.
a.             Kelembapan Relatif atau Nisb (relative humidity) adalah bilangan yang menunjukkan perbandingan antara jumlah uap air yang dikandung udara, dengan jumlah maksimum uap air yang dapat dikandung udara pada temperature dan tekanan yang sama. Kelembapan relative dinyatakan dengan persen (%).
         Contoh, pada suhu 25ºC udara yang bervolume 1 m3 maksimal dapat memuat 20 gram uap air. Namun, kenyataannya hanya mengandung 15 gram uap air.
         Kelembapan relative udara tersebut adalah
b.            Kelembapan Absolut atau Mutlak (absolute humidity) adalah jumlah uap air yang terdapat dalam 1 m3 udara (gram/m3). Kelembapan mutlak dinyatakan dalam gram. Setiap temperature udara, dapat ditentukan jumlah uap air maksimum yang dapat dikandungnya dalam setiap 1 m3.

4.      Perawanan (Cloudness)
Jika temperature udara turun sampai ke titik embun, akan terbrntuk titik-titk air. Setelah itu, terkumpul dan terbentuklah awan. Selain terdiri atas titik-titik air, awan juga ada yang terdiri atas kristal-kristal salju.
Menurut penelitian, titik-titik air pada awan bukanlah air murni. Akan tetapi, merupakan titik-titik air yang mengumpul pada sekeliling partikel-partikel kecil, yang disebut inti kondensasi. Inti-inti tersebut biasanya terdiri atas kristal-kristalo gram yang berukuran antara 0,1 mikro sampai 1 mikro. Kristal garam ini berasal dari percikan air laut terutama dari deburan ombak di pantai (surf). Inti kondensasi terdapat di atmosfer.
Awan, berdasarkan ketinggiannya dapat dikelompokkan menjadi beberapa macam.
  1. Awan renda (pada ketinggian sekitar 2.000 m di atas permukaan laut).
Awan ini terbagi menjadi beberapa macam sebagai berikut.
1. Awan Stratocumulus adalah awan yang bergumpal-gumpal
2. Awan Cumulonimbus adalah awan tebal dan berwarna kelabu kehitam-hitaman.
3. Awan Stratus adalah awan yang bentuknya berlapis-lapis seperti kabut yang tipis
  1. Awan menengah (pada ketinggian antara 2.000 m sampai 6.000 m). awan tersebut terbagi lagi menjadi beberapa macam sebagai berikut.
1.      Awan Altocumulus adalah awan yang berwarna putih dan tampak seperti gumpalan kapas.
2.      Awan Altostratus adalah awan yang berlapis-lapis seperti pita dan berwarna kelabu.

  1. Awan tinggi (pada ketinggian lebih dari 6.000 m).
Awan tersebut terbagi lagi menjadi beberapa macam sebagai berikut.
1.      Awan Cirrus adalah awan yang berwarna putih tipis dan mengkilat karena banyak mengandung kristal es.
2.      Awan Cirrocumulus adalah awan yang berbetuk gumpalan-gumpalan kecil dan tampak seperti sisik ikan.
3.      Awan Cirrostratus adalah awan yang berwarna putih tipis dan tampak seperti bulu-bulu ayam yang sangat halus.
Jika awan-awan yang sudah terbentuk ditiup angina sampai pada ketinggian tertentu maka uap air yang ada di dalamnya akan berubah menajdi titik-titik air. Setelah itu, akan dilepaskan sebagai hujan.

5.      Hujan
Hujan adalah pristiwa jatuhnya titik-titik uap air dari atmosfer ke permukaan bumi.
Macam-macan hujan;
Hujan berdasarkan penyebabnya dibedakan atas hujan zenithal, hujan orografis, hujan siklonal, hujan muson, dan hujan frontal.
  1. Hujan Zenithal
Hujan zenithal atas hujan naik khatulistiwa. Hujan zenithal terjadi di daerah khatulistiwa sebab daerah ini paling intensif menyerap radiasi matahari. Oleh karena itu, udara menjadi renggang kemudian naik dan mendingin. Akibat pendinginan udara tersebut, terjadilah kondensasi sehingga terbentuk awan dan terjadilah hujan di daerah khatulistiwa. Kondensasi adalah perubahan uap air menjadi titik-titik air.
Hujan zenithal dalam setahun terjadi dua kali. Hal ini disebabkan matahari berada di titik zenith dua kali dalam setahun. Sifat hujan zenithal sangat lebat, banyak guntur, dan disertai angina rebut. Dipulau Jawa, hujan zenithal terjadi pada bulan Oktober dan Ferbuari. Hujan zenithal sering pula dinamakan hujan konveksi.
  1. Hujan Orografis
Hujan orografis terjadi karena angina yang membawa uap air naik ke gunung/ pegunungan. Setelah naik, udara semakin dingin sehingga terjadilah kondensasi dan terbentuk awan. Pada lereng pegunungan tempat angina dating turun hujan. Hujan tersebut dinamakan orografis.
Lereng sebelahnya yang mengalami tiupan angina kering disebut daerah bayangan hujan atau daerah teduh hujan. Daerah bayangan hujan adalah daerah yang sedikit atau sama sekali tidak ada hujan. Hujan orografis, dinamakan juga hujan Relief.
  1. Hujan Siklonal
Hujan siklonal terjadi karena angina siklon membawa udara naik dan menjadi dingin. Oleh karena itu terjadilah kondensasi, terbentu awan, kemudian terjadi hujan.
  1. Hujan Muson
Hujan muson adalah hujam yang terjadi karena angina muson barat membawa banyak uap air. Di Indonesia hujan muson terjadi antar Oktober sampai April.
  1. Hujan Frontal
Hujan frontal terjadi akibat pertemuan antara massa udara panas yang banyak mengandung uap air dengan massa udara dinggin. Oleh karena itu terbentuk awan. Apabila massa udara telah jenuh dengan uap air, terjadilah hujan. Hujan ini dinamakan hujan frontal.
  1. Hujan Buatan
Istilah hujan buatan sebenarnya kurang tepat sebab sampai sekarang belum ada yang bisa membuat hujan. Lebih tepatnya adalah membuat perangsang hujan, yaitu mengumpulkan titik-titik air dengan jalan memberikan inti kondensasi, berupa butir0butir garam, urea, serta zat-zat kimia yang lain

6.      Angin
a.       Pengertian Angin
Angin adalah udara yang bergerak dari aerah yang bertekanan udara tinggi (maksimum) ke daerah yang bertekanan udara rebdah (minimum). Perbedaan tekanan udara disebabkan adanya perbedaan suhu udara. Apabila suhu udara tinggi berarti tekanannya rendah dan sebaliknya apabila suhu udara rendah, berbarti tekanan udaranya tinggi.
Beberapa istilah yang berkaitan dengan gerakan angina, sebagai berikut;
1.      konverksi adalah perpindahan udara secara vertical;
2.      adveksi adalah gerakan udara dengan arah horizontal;
3.      turbulensi adalah gerakan udara dengan arah tidak menentu.
b.      Jenis-jenis Angin
1.      Angin Siklon
Angin siklon akan terjadi apabila daerah yang bertekanan rendah, dikelilingi daerah yang bertekanan tinggi. Dengan demikian, udara yang berada di daerah yang bertekanan tinggi akan mengalir ke daerah yang bertekanan rendah.


Sesuai dengan hukum Boys Ballot, angina di belahan bumi utara berbelok ke sebelah kanan dan angin yang berada di sebelah selatan akan berbelok ke kiri. Hal ini mennyebabkan angin siklon di belahan bumi utara bergerak berlawanan dengan arah jarum jam dan di belahan bumi selatan bergerak sesuai dengan arah jarum jam.
2.      Angin Antisiklon
Angin antisiklon adalah angin yang bergeraknya berputar meninggalkan pusat. Angin antisiklon merupakan kebalikan dari angina siklon. Angina antisiklon dapat terjadi apabila daerah yang bertekanan maksimum, dikelilingi daerah yang bertekanan minimum.
Angin bergerak dari daerah maksimum ke daerah minimum sehingga angina antisiklon gerakkannya meninggalkan pusat. Menurut hokum Boys Ballot angin antisiklon merupakan kebalikan dari angin siklon. Gerakan udara di belahan bumi utara searah dengan jarum jam dan di sebelah bumi selatan berlawanan dengan arah jarum jam.
3.      Angin Passat
Angin passat adalah angina yang bertiup dari daerah subtropika ke daerah tropika. Angina ini terjadi karena daerah tropika merupakan pusat tekanan udara rendah, sedangkan subtropika merupakan pusat tekanan udara tinggi. Angina passat yang bertiup dari arah utara dinamakan Angin Passat Timur Laut dan yang berasal dari arah utara dinamakan Angin Passat Tenggara. Ketika sampai di khatulistiwa, angina tersebut mengalami pembelokan arah karena ada gerak rotasi bumi.
4.      Angin Musim
Angin Musim adalah gerakan massa udara yang terjadi karena perbedaan tekanan udara yang mencolok antara di benua/daratan dengan di lautan. Proses terjadinya Angin Musim di Indonesia, sangat dipengaruhi oleh keberadaab dua buah benua (Asia dan Australia) serta dua buah samudra (Hindia dan Pasifik).
Setiap Juni dan Juli, ketika matahari sedang berada di garis balik utara (23,5 LU), Benua Asia mendapatkan penyinaran maksimum. Oleh karena itu, suhu udara di daratan Asia lebih tinggi dibandingkan dengan di Samudra Hindia dan Pasifik. Akibat dari kondiri tersebut, daratan Asia merupakan pusat tekanan Pasifik. Akibat dari kondisi tersebut, daratan Asia merupakan pusat tekanan udara rendah dan Samudra Pasifik serta Hindia menjadi pusat tekanan udara tinggi.
Kondisi sebaliknya terjadi di Benua Australia. Setiap Juni dan Juli mengalami musim dingin sehingga menjdai daerah pusat tekanan udara maksimum. Akibat dari kondisi tersebut bergeraklah Angin Muson dari Benua Australia ke Indonesia dan beberapa Negara di Asia lainnya. Ketika Januari, posisi matahari berada di garis balik selatan (23,5 LS). Kondisi tersebut, menyebabkan Australia menjadi pusat tekanan udara rendah. Akibat kondisi tersebut, bergeraklah angina muson dari Benua Asia melalui Samudra Hindia ke Benua Australia dan dari Samudra Pasifik Barat Daya melalui Indonesia ke Australia.
5.      Angin Lokal
a.       Angin Darat dan Angin Laut
Angin darat dan angina laut disebabkan oleh perbedaan suhu dan tekanan antara di daratan dan lautan. Daratan lebih cepat menerima panas daripada lautan. Namun, daratan juga lebih cepat mengeluarkan panas. Hal tersebut menyebabkan pada siang hari daratan lebih cepat panas daripada lautan. Oleh kerana itu, pada siang hari daratan suhu udaranya lebih tinggi daripada di lautan. Namun, tekanan udara di lautan lebih tinggi daripada daratan. Dengan demikian, pada siang hari terjadi angin laut. Angin laut adalah angin yang bergerak dari laut ke daratan.
Adapun pada malam hari daratan lebih cepat mengeluarkan panas daripada lautan. Oleh karena itu, suhu udara di daratan lebih rendah daripada di lautan dan tekanan udara di daratan lebih tinggi daripada di lautan. Dengan demikian udara bergerak dari daratan ke lautan, dan terjadilah angina darat. Angin darat adalah angin yang bergerak dari daratan ke lautan.
Angin darat biasanya dimanfaatkan nelayan untuk berangkat mencari ikan pada malam hari dan pulang pada siang hari ketika terjadi angina laut.
b.      Angin Gunung dan Angin Lembah
Pada siang hari, lereng gunung yang menghadap ke matahari menerima radiasi matahari lebih banyak daripada di tempat lain. Hal ini disebabkan sudut dating sinar matahari di lereng yang menghadap ke amtahari lebih tegak daripada di tempat lain. Oleh karena itu, suhu udara di lereng yang menghadap ke matahari suhunya lebh tinggi daripada di lembah. Namun, tekanan udara di lereng yang suhunya lebih tinggi dari pada di lembah. Namun, tekanan udara di lereng yang menghadap ke matahari lebih rendah daripada di lembah. Oleh karena itu, udara bergerak dari lembah ke lereng/gunung dan terjadilah angin lembah. Angin lembah adalah angina yang bergerak dari lembah ke puncak bukit/gunung.
Pada malah hari, suhu di lereng/gunung lebih rendah daripada di lembah. Namun, tekanan udara di lereng lebih tinggi daripada di lembah. Oleh Karena itu, pada malam hari angin bergerak dari puncak lereng/gunung menuju lembah dan disebut angin gunung.




c.       Angin Fohn (angina terjun)
Angin Fohn di daerah yang terletak di belakang gunung atau pegunungan. Hal ini disebabkan udara yang membawa uap air menaiki gunung.pegunungan, kemudian terjadi kondensasi dan turun hujan di lereng yang menghadap kearah angin. Selanjutnya, angin bergerak menuruni lereng gunung. Angina tersebut disebut angin fohn.
Angin fohn mempunyai sifat panas, kering, kencang, dan rebut sehingga sering menimbulkan kerusakan dan kerugian pada daerah yang dilaluinya. Misalnya, merobohkan rumah, menumbangkan pohon, mengeringkan tanaman, dan membuiat lahan menjadi gersang.

Kaitan Letak Suatu Wilayah dengan Unsur-unsur Cuaca dan Iklim

Klasifikasi Iklim Menurut Junghuhn
Junghuhn membuat klasifikasi iklim berdasarkan ketinggian tempat dan jenis tumbuhan yang cocok tumbuh di suatu daerah. Junghuhn melakukan penelitiannya di Pulau Jawa. Pembagian iklim menurut Junhuhn sebagai berikut.
a.             Daerah panas
Daerah ini terletak pada ketinggian antara 0-600 m dpl, dan bersuhu antara 26,3ºC – 22ºC. tanaman yang cocok tumbuh di daerah ini, yaitu padi, tembakau, cokelat, karet, dan kelapa.
b.            Daerah sedang
Daerah ini terletak pada ketinggian anrata 600 – 1500 m dpl, dan bersuhu antara 22ºC – 17,1ºC. tanaman yang cocok tumbuh di daerah ini, yaitu kopi, kina dan karet.
c.             Daerah sejuk
Daerah ini terletak pada ketinggian 1500 – 2500 m dpl, dan bersuhu antara 17,1ºC – 11,1ºC. tanaman yang cocok di daerah ini, yaitu kopi, kina, dan satur-sayuran.
d.            Daerah dingin
Daerah ini terletak pada ketinggian 2500 m dpl, dan bersuhu antara 11,1ºC – 6,2ºC. tumbuhan yang dapat tumbuh di daerah ini, tidak ada tumbuhan budaya.







































PERAIRAN DARAT DAN LAUT

PERAIRAN DARAT
Perairan Darat : Air Tanah, Sungai, Danau, Rawa,

A. Air Tanah
Air tanah terdiri atas:
Air tanah dangkal dan air tanah dalam

B. Air Sungai
Sungai adalah aliran air tawar yang mengalir melalui terusan alami dan kedua pinggirnya dibatasi tanggul-tanggul alami yang akhirnya mengalir ke laut atau sungai induknya.

BAGIAN SUNGAI
No.
Hulu
Tengah
Hilir(Muara)
1
Daerahnya bergunung-gunung
Terjadi erosi vertical dan horizontal
Dekat dengan laut
2
Dekat dengan mata air
Dasar sungainya cenderung berbentuk huruf U
Merupakan daerah yang sangat datar
3
Banyak ditemui bongkahan batuan runcing di badan sungai
Terjadi sedimentasi
Aliran air sungai sangat lambat
4
Arusnya deras
Ditemukan batu-batu guling
Ditemukan Meander
5
Terjadi erosi vertical (dasar)
Kemiringan lerengnya landai
Ditemukan kali mati
6
Dasar sungai berbentuk huruf V

Merupakan wilayah Flood Plain (dataran banjir)
7
Banyak ditemukan air terjun

Bentuk lembah sungai sangat lebar
8


Ditemukan delta


KLASIFIKASI SUNGAI
a. Menurut Sumber Airnya
No.
Jenis Sungai
Artinya
1
Sungai Hujan
Sungai yang sumber airnya berasal dari air hujan atau mata air.
Jenis sungai tersebut banyak dijumpai di wilayah Indonesia
2
Sungai Campuran
Sungai yang sumber airnya berasal dari air hujan dan gletsyer.
Jenis sungai ini ditemui di Iria Jaya (Papua).
Misalnya: Sungai Digul dan Sungai Mamberamo.
3
Sungai Gletsyer
Sungai yang sumber airnya berasal dari es yang mencair.
Jenis ini ditemukan di daerah pegunungan tinggi.

b. Menurut Volume Airnya
No.
Jenis Sungai
Artinya
1
Sungai Permanen (Episodik atau Perinnial)
Sungai yang volume airnya tetap stabil sepanjang tahun.
2
Sungai Periodik (Euphemeral)
Sungai yang volume airnya melimpah pada waktu musim hujan dan berkurang bahkan kering pada waktu musim kemarau.



c. Menurut Arah Aliran Terhadap Kemiringan Lereng
1. Sungai Konsekuen            = Sungai yang arah alirannya sesuai dengan kemiringan lereng.
2. Sungai Subsekuen             = Sungai yang mengalirnya tegak lurus pada sungai konsekuen.
3. Sungai Obsekuen              = Arah sungai subsekuen yang arah alirannya berlawanan dengan sungai konsekuen.
4. Sungai Resekuen              = Anak sungai subsekuen yang arah alirannya sejajar dengan sungai konsekuen.
5. Sungai Insekuen               = Sungai yang arah alirannya tidak teratur dan tidak terikat oleh lereng daratan

d. Menurut Kecepatan Erosi
1. Antisedensi        = Sungai yang dasar sungainya terjadi pengangkatan oleh tenaga endogen tetapi diimbangi oleh adanya pengikisan di dasar sungai, sehingga sungai tidak berubah arahnya.
2. Epigenesa          = Sungai yang dasar sungainya terjadi pengikisan sampai mencapai batuan induknya.

e. POLA ALIRAN SUNGAI
No.
Jenis Pola Aliran
Keterangan
1
Dendritik
Suatu pola aliran sungai yang anak sungainya membentuk sudut yang tidak teratur.
Terdapat di daerah dataran rendah.
2
Pinnate
Suatu pola aliran sungai yang anak sungainya membentuk sudut lancip.
Terdapat di daerah yang memiliki keliringan lereng curam.
3
Trellis
Suatu pola aliran sungai yang relative sejajar dengan anak-anak sungai yang bermuara pada sungai utama dan membentuk sudut 90º.
Terdapat di daerah lipatan.
4
Radial Sentripetal
Suatu pola aliran sungai yang memusat ke suatu daerah.
Terdapat di daerah sekungan atau ledok.
5
Anular
Suatu pola aliran sungai yang anak sungainya melingkar.
Terdapat di daerah kubah (Dome)
6
Radial Sentrifugal
Suatu pola aliran sungai yang menyabar dari suatu puncak kea rah lereng.



C. Air Danau
Danau adalah suatu cekungan yang digenangi air tawar dalam jumlah sukup banyak dan luas.
Biasanya air danau merupakan air tawar kalau danau tersebut airnya asin, maka dinamakan laut, seperti Danau Kaspia dan Danau Mati (di Israel).



KLASIFIKASI DANAU
Menurut Proses Terjadinya
No.
Jenis Danau
Keterangan
1
Tektonik
Terjadi akibat adanya tenaga tektonik, misalnya patahan.
Contoh: Danau Poso, Danau Tempe, Danau Towuti, Danau Ranau, dan Danau Singkarak.
2
Vulkanik
Terjadi akibat erupsi gunung berapi.
Contoh: Danau Kalimutu, Danau Kawah Ijen, Danau Kerinci, dan Danau Batur.
3
Vulkano-Tektonik
Terjadi karena adanya proses vulkanik dan tektonik.
Contoh: Danau Toba.
4
Karst
Danau yang terdapat di daerah berbatu.
Contoh: Danau Doline
5
glasial
Danau akibat erosi es
6
Bendungan alami
Aliran sungai yang terbendung oleh material vulkanik
7
Danau buatan
Aliran sungai yang dibendung manusia


D. Air Rawa

Rawa adalah tanah basah yang selalu tergenang oleh air. Rawa biasanya daerah di sekitar muara sungai yang cukup besar.
Rawa banyak dijumpai di Irian Jaya, Sulawesi, Kalimantan dan Sumatera.
Rawa terdiri atas:
1.            Rawa yang airnya tergenang
2.            Rawa yang airnya tidak selalu tergenang.











LAUT
Bentangan Perairan Laut
Lebih kurang 70,8% permukaan bumi tertutup oleh air laut.
Perbandingan laut yang terdapat di belahan bumi utara dan belahan bumi selatan.
1.                Belahan Bumi Utara
                 Luas daratan          = 39 %
                 Luas lautan            = 61 %
2.                Belahan Bumi Selatan
                 Luas daratan          = 19 %
                 Luas lautan            = 18%

A. Klasifikasi Laut
A.      Menurut Letaknya
No.
Jenis Laut
Keterangan
1
Laut Tepi
Laut yang letaknya di sepanjang tepi benua.
Contoh: Laut Cina Selatan
2
Laut Pertengahan
Laut yang terletak di antara dua benua atau daratan.
Contoh: Laut yang terdapat di Indonesia
3
Laut Pedalaman
Laut yang terletak di tengah-engah benua atau dikelilingi daratan.
Contoh: Laut Kaspia dan Laut Mati.

B. Menurut Terjadinya
No.
Jenis Laut
Keterangan
1
Laut Ingresi
Laut dalam yang terjadi karena adanya penurunan dasar samudera (adanya patahan).
Contoh: Laut Banda, Laut Sulawesi, Laut Flores, dan Laut Seram.
2
Laut Trangresi
Laut dangkal yang terjadi karena adanya genangan air pada daratan yang lebih rendah, pada zaman berakhirnya zaman Diluvium.
3
Laut Regresi
Laut yang terjadi karena adanya proses penyempitan permukaan air laut, karena terjadinya penurunan air laut.
Misalnya : Laut Jawa.

C. Berdasarkan Kedalamannya
No.
Wilayah
Keterangan
1
Zona Lithoral (Pesisir)
Zona antara garis air surut dengan air pasanga
2
Zona Neritis
Wilayah laut yang kedalamannya 0 – 200 m.
3
Zona Bathiyal
Wilayah laut yang kedalamannya 200 – 1000 m.
4
Zona Abyssal
Wilayah laut yag kedalamanya lebih dari 1000 m.

D. RELIEF DASAR LAUT
Relief dasar laut terdiri atas:
1.      Continental Shelf (landasan kontinen) juga disebut paparan benua.
Continental Shelf mempunyai kedalaman kurang dari 180 meter.
Contoh: Paparan Sunda, Paparan Australia, Landasan Kontinen Eropa.
2.      Continental Slope (Lereng Benua)
Kedalamam continental slope antara 200 – 1800 meter.
3.      Ocean Floor (Dasar Samudera)
Kedalamannya lebih dari 1800 meter.
4.      The Deep (trough)
Conyot : Trough adalah Palung Mindanao (10.830 m)
5.      Lubuk laut (Basin)
Lubuk laut terjadi adanya pemerosotan bagian dasar laut.
Cirri khasnya yaitu penampang sampingnya menyerupai huruf u.
Contoh Lubuk Laut (Basin) : Basin Banda, Basin Sulu dan Basin Sulawesi.
6.      Palung Laut (Trench)
Palung laut adalah ngarai dasar samudera yang berbentuk lembah dalam dan memanjang. Penampang sampingnya menyerupai huruf v.
7.      Ambang laut
Palung laut adalah relief dasar laut yang berupa bukit dalam laut yang memisahkan dua buah laut.
Contoh : Ambang Laut Sulu, Ambang Laut Sulawesi
8.      Punggung Laut
Pungngung laut adalah rangkaian perbukitan di atas permukaan laut.
Contoh : Punggung Laut Sibolga.

Secara umum relief laut di wilayah Indonesia meliputi
1.      Wilayah bagian barat : merupakan Dangkalan Sunda (Paparan Sunda).
Pada masa Diluvium, merupakan daratan luas yang menyatu dengan Benua Asia.
2.      Bagian Tenggah juga disebut daerah Peralihan. Wilayah ini terdiri dari laut dalam. Wilayah perairannya meliputi laut-laut yang terdapat di Sulawesi, Nusatenggara dan Maluku.
3.      Bagian timur
Di wilayah timur merupakan Paparan Sahul. Pada masa dilivium wilayah ini pernah bersatu dengan daratan Australia. Bukit adanya penyatuan antara wilayah bagian timur Indonesia dengan daratan Australia:
  1. Adanya persamaan jenis binatang antara binatang yang terdapat di Irian Jaya dengan Australia.
  2. Adanya alur sungai di dasar laut.

E. SIFAT FISIK DAN KIMIA LAUT
1. Salinitas (Kadar Garam)
Salinitas adalah banyak-sedikitnya kadar garam yang terdapat dalam setiap 1 liter air laut. Rata-rata kaar garam air laut yaitu 43,5 %, artinya tiap 1 liter air laut mengandung garam = 34,5 gram.
Perbandingan kandungan kadar yang terkandung setiap 100 gram air laut
NaCl                            =          23        gram
MgCl2                          =          5          gram
NaSO4                         =          4          gram
CaCl2                          =          1          gram
KCl                              =          0,7       gram
Garam-garam lain        =          0,8       gram +
                                                34,5     gram

2. Factor-faktor yang mempengaruhi salinitas:
a.       Penguapan
b.      Curah hujan
c.       Penambahan ait tawar karena pencairan es
d.      Banyak sedikitnya sungai yang mengalir ke laut tersebut.

F. WARNA AIR LAUT
Warna air laut dipengaruhi oleh :
  1. Zat yang terlarut dalam air laut dan organisme
Contoh :
-          Laut Merah: warna merah dipengaruhi olegh banyak ganggang laut Algen yang sifatnyamemantulkan warna merah.
-          Laut Kuning, dipengaruhi oleh Lumpur loss yang berwarn akuning.
  1. Adanya pemantulan sinar matahari oleh air laut.

G. SUHU LAUT
Rata-rata suhu air di daerah tropis yaitu – 28ºC, didaerah kutub = - 13ºC, sedangkan kepadatan air laut antara 1,026 – 1,028.
Kepadatan air laut dipengaruhi oleh
  1. Bertambahnya kadar garam
  2. Air menjadi semakin dingin.
  3. amplitude suhu laut kecil.
Tekanan
            Makin kedalam tekanan air laut makin tinggi. Untuk mengukur besarnya tekanan air laut harus mengetahui berat jenis air laut tuap 1 m3 = 115 g. tiap 1 m3 berat jenisnya 10.000 kg. jadi laut yang kedalamannya 1000 meter, maka tekanan air lautnya = 1000 x 115 kg x10000 kg = 125.000 kg



H. GERAK AIR LAUT

1. Gelombang laut
Gelombang laut adalah suatu proses gerakan naik-turunnya molekul-molekul air laut.
Menururt HELMHOLZ berpendapat : “Gelombang terjadinya jika ada dua massa benda yang berbeda densitasnya, bergesekan satu-sama lain, maka pada bidang geraknya akan berbentuk gelombang.

- Istilah-istilah yang berhubungan dengan gelombang laut :
a. Puncak gelombang               = titik tertinggi sebuah gelombang laut.
b. Lembah elombang               = titik terendah sebuah gelombang
c. Tinggi gelombang                 = jarak vertical antara puncak dengan lembah gelombang.
d. Panjang gelombang              = jarak horizontal antara dua buah puncak gelombang.
e. Periode gelombang                  = waktu yang dibutuhkan oleh dua buah puncak gelombang atau antara dua buah lembah.
f. Kecepatan rambat gelombang= kecepatan bergerak auatu gelombang dalam satuan waktu tertentu.

- Hitungan yang berkaitan dengan gelombang laut
1.      Cepat rambat gelombang
L          = panjang gelombang
T          = periode gelombang
2.      Cepat rambat gelombang perairan datangkal
C = 1,56 T

-Klasifikasi gelombang laut
Menurut gerakan butir-butir air pada  masa air laut: Gelombang osilasi, Gelombang translasi, Swash, Bach swash

2. Arus Laut
Arus laut adalah gerakan massa air laut dari suatu tempat ke tempat yang lain secara horizontal.
Factor-faktor yang menyebabkan arus
a.    Gerakan angina yang tetap arahnya sepanjang tahun.
b.    Perbedaan tinggi permukaan air di laut.
c.    Adanya rintangan pulau atau benua.
d.    Perbedaan suhu.
e.    Perbedaan salinitas air laut.
f.     Adanya arus panas dan arus dingin.
g.    Adanya naiknya massa air dingin dari lapisan laut dalam ke permukaan.
h.    Adanya aliran massa air dari permukaan ke lapisan yang lebih dalam.


3. Pasang Naik dan Surut
Pasang laut dipengaruhi oleh gaya tarik bulan dan matahari. Meskipun bulan kecil massanya tetapi karena jaraknya lebih dekat maka gaya gravitasinya besar.
a. pasang purnama adalah pasang dan surut air laut maksimal, terjadi pada saat bulan baru / matai atau saat bulan purnama (keduanya sama)
b. pasang perbani adalah pasang air laut yang minimum terjadi ketika antara matahari, bumi, bulan membentuk sudut 90 derajat. Pasang terjadi tiap 12 jam 25 menit.


I. MANFAAT LAUT
v   Usaha perikanan laut
v   Usaha budi daya rumput laut
v   Usaha pemanfaatan hutan bakau
v   Tambak garam
v   Pariwisata bahari
v   Pertambangan minyak dan gas bumi
v   Prasarana lalu lintas