GEOGRAFI NEWS

GEOGRAFI NEWS : Geografi memiliki cabang ilmu, antara lain; geografi sosial, geografi ekonomi, geografi budaya, geografi politik, geografi fisik, geografi regional dan geografi teknik. GEOGRAFI NEWS : Pengertian geografi dalam arti sempit adalah ilmu tentang bumi GEOGRAFI NEWS : Geografi dalam arti luas adalah ilmu yang mempelajari tentang perbedaan dan persamaan fenomena geosfer dari sudut pandang kewilayahan dan kelingkungan dalam konteks keruangan. GEOGRAFI NEWS : Geografi memiliki 3 pendekatan, yaitu ; 1. pendekatan ekologi atau lingkungan, 2. pendekatan regional complex atau kewilayahan, 3. pendekatan spatial atau keruangan. GEOGRAFI NEWS : Geografi menerapkan 4 prinsip dasar, yaitu; 1. prinsip distribusi, 2. prinsip interelasi, 3. prinsip diskripsi dan 4. prinsip korologi. GEOGRAFI NEWS : geografi mengkaji 2 jenis objek, antara lain ; 1. objek material, 2. objek formal. GEOGRAFI NEWS : konsep geograf ; konsep jarak, konsep letak, konsep interaksi, konsep pola, konsep aglomerasi, konsep keterjangkauan, konsep defferensiasi area, konsep topografi.

Kamis, 11 Agustus 2011

PENGETAHUAN PETA

Mata Pelajaran : Geografi
Kelas : XII
PENGETAHUAN PETA



A. Pengertian Peta
     Pernahkah Anda melihat peta? Kalau sudah, apakah sebenarnya peta itu? Baiklah berikut
ini akan dijelaskan pengertian peta.
Peta adalah gambaran permukaan bumi pada bidang datar dengan skala tertentu melalui
suatu sistem proyeksi. Kalau Anda bertanya kapan peta mulai ada dan digunakan manusia?
Jawabannya adalah peta mulai ada dan digunakan manusia, sejak manusia melakukan
penjelajahan dan penelitian. Walaupun masih dalam bentuk yang sangat sederhana yaitu
dalam bentuk sketsa mengenai lokasi suatu tempat.
     Pada awal abad ke 2 (87M -150M), Claudius Ptolomaeus mengemukakan mengenai
pentingnya peta. Kumpulan dari peta-peta karya Claudius Ptolomaeus dibukukan dan diberi
nama “Atlas Ptolomaeus”. Ilmu yang membahas mengenai peta adalah kartografi. Sedangkan
orang ahli membuat peta disebut kartografer.
Setelah Anda membaca uraian pengertian peta, cobalah Anda tuliskan
kembali apa yang dimaksud dengan peta. Setelah Anda memahami pengertian
peta, mari kita lanjutkan dengan mempelajari jenis-jenis peta.
Dengan mempelajari jenis peta Anda akan mengetahui peta itu termasuk peta apa, menurut
isi, skala dan pemakaiannya. Peta dapat digolongkan (diklasifikasikan) menjadi tiga jenis,
yaitu jenis peta berdasarkan isinya, berdasarkan skalanya dan berdasarkan tujuannya. Selain
itu Anda juga perlu mempelajari fungsi peta. Mari kita bahas satu persatu.
6
Jenis Peta berdasarkan isinya
       Berikut ini adalah penjelasan penggolongan peta berdasarkan isinya. Berdasarkan isinya
peta dapat digolongkan menjadi dua jenis, yaitu: peta umum dan peta khusus (tematik).
1. Peta Umum
Peta umum adalah peta yang menggambarkan permukaan bumi secara umum. Peta
umum ini memuat semua penampakan yang terdapat di suatu daerah, baik kenampakan
fisis (alam) maupun kenampakan sosial budaya. Kenampakan fisis misalnya sungai,
gunung, laut, danau dan lainnya. Kenampakan sosial budaya misalnya jalan raya, jalan
kereta api, pemukiman kota dan lainnya.
Peta umum ada 2 jenis yaitu: peta topografi dan peta chorografi.
a. Peta Topografi
Peta topografi yaitu peta yang menggambarkan bentuk relief (tinggi rendahnya)
permukaan bumi. Dalam peta topografi digunakan garis kontur (countur line) yaitu
garis yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai ketinggian sama.
Kelebihan peta topografi:
• Untuk mengetahui ketinggian suatu tempat.
• Untuk memperkirakan tingkat kecuraman atau kemiringan lereng.
Pernahkah Anda menggunakan dan melihat peta topografi? Ciri utama peta topografi
adalah menggunakan garis kontur. Untuk lebih jelas mengenai peta topografi dan
garis kontur dapat Anda lihat pada gambar 2.1, 2.2, dan 2.3.
Beberapa ketentuan pada peta topografi:
1) Makin rapat jarak kontur yang satu dengan yang lainnya menunjukkan daerah
tersebut semakin curam. Sebaliknya semakin jarang jarak antara kontur
menunjukkan daerah tersebut semakin landai.
2) Garis kontur yang diberi tanda bergerigi menunjukkan depresi (lubang/cekungan)
di puncak, misalnya puncak gunung yang berkawah.
3) Peta topografi menggunakan skala besar, antara 1 : 50.000 sampai 1 : 100.000.
b. Peta Chorografi
       Peta chorografi menggambarkan daerah yang luas, misalnya propinsi, negara, benua
bahkan dunia. Dalam peta chorografi digambarkan semua kenampakan yang ada
pada suatu wilayah di antaranya pegunungan, gunung, sungai, danau, jalan raya,
jalan kereta api, batas wilayah, kota, garis pantai, rawa dan lain-lain. Atlas adalah
kumpulan dari peta chorografi yang dibuat dalam berbagai tata warna.

      Setelah Anda memahami apa itu peta chorografi dari uraian dan contoh-contoh yang
ada, marilah kita pelajari mengenai jenis peta khusus atau tematik.
2. Peta Khusus atau Tematik
Setelah Anda memahami jenis peta umum, sekarang kita akan mempelajari jenis peta
khusus atau tematik. Disebut peta khusus atau tematik karena peta tersebut hanya
menggambarkan satu atau dua kenampakan pada permukaan bumi yang ingin
ditampilkan. Dengan kata lain, yang ditampilkan berdasarkan tema tertentu.
Peta khusus adalah peta yang menggambarkan kenampakan-kenampakan (fenomena
geosfer) tertentu, baik kondisi fisik maupun sosial budaya.
Contoh peta khusus/tertentu: peta curah hujan, peta kepadatan penduduk, peta
penyebaran hasil pertanian, peta penyebaran hasil tambang, chart (peta jalur
penerbangan atau pelayaran).

2. Jenis peta berdasarkan skalanya
      Peta tidak sama besarnya (ukurannya). Ada peta yang berukuran besar dan ada peta yang
berukuran kecil. Besar-kecilnya peta ditentukan oleh besar-kecilnya skala yang digunakan.
Skala peta adalah perbandingan jarak antara dua titik di peta dengan jarak sebenarnya
di permukaan bumi (lapangan).
Untuk lebih jelasnya marilah kita bahas penggolongan peta berdasarkan skalanya.
Berdasarkan skalanya peta dapat digolongkan menjadi empat jenis, yaitu:
1. Peta kadaster/teknik adalah peta yang mempunyai skala antara 1 : 100 sampai 1 : 5.000.
Peta ini digunakan untuk menggambarkan peta tanah atau peta dalam sertifikat tanah,
oleh karena itu banyak terdapat di Departemen Dalam Negeri, pada Dinas Agraria (Badan
Pertanahan Nasional).
2. Peta skala besar adalah peta yang mempunyai skala 1 : 5.000 sampai 1 : 250.000. Peta
skala besar digunakan untuk menggambarkan wilayah yang relatif sempit, misalnya peta
kelurahan, peta kecamatan.
3. Peta skala sedang adalah peta yang mempunyai skala antara 1 : 250.000 sampai 1:
500.000. Peta skala sedang digunakan untuk menggambarkan daerah yang agak luas,
misalnya peta propinsi Jawa Tengah, peta propinsi maluku.
4. Peta skala kecil adalah peta yang mempunyai skala 1 : 500.000 sampai 1 : 1.000.000
atau lebih. Peta skala kecil digunakan untuk menggambarkan daerah yang relatif luas,
misalnya peta negara, benua bahkan dunia.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa semakin besar angka pembandingnya berarti
skala peta itu makin kecil.
Perhatikan kembali peta curah hujan pada gambar 2.6. Berdasarkan isinya
peta tersebut termasuk peta tematik (khusus), tetapi berdasarkan skalanya
termasuk peta ....
Anda sudah paham dengan jenis peta berdasarkan skalanya? Kalau sudah, kita lanjutkan
dengan penggolongan peta berdasarkan tujuannya.
3. Jenis peta berdasarkan tujuannya
      Peta dibuat orang dengan berbagai tujuan. Berikut ini contoh-contoh peta untuk berbagai
tujuan:
1. Peta Pendidikan (Educational Map).
Contohnya: peta lokasi sekolah SLTP/SMU.
2. Peta Ilmu Pengetahuan.
Contohnya: peta arah angin, peta penduduk.
3. Peta Informasi Umum (General Information Map).
Contohnya: peta pusat perbelanjaan.
4. Peta Turis (Tourism Map).
Contohnya: peta museum, peta rute bus.
5. Peta Navigasi.
Contohnya: peta penerbangan, peta pelayaran.
6. Peta Aplikasi (Technical Application Map).
Contohnya: peta penggunaan tanah, peta curah hujan.
7. Peta Perencanaan (Planning Map).
Contohnya: peta jalur hijau, peta perumahan, peta pertambangan.

    Setelah Anda memahami berbagai jenis peta, kita lanjutkan dengan materi selanjutnya yaitu
mengenai fungsi peta.
Fungsi Peta
Peta sangat diperlukan oleh manusia. Dengan peta Anda dapat mengetahui atau menentukan
lokasi yang Anda cari, walaupun Anda belum pernah mengunjungi tempat tersebut.
Secara umum fungsi peta dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Menunjukkan posisi atau lokasi suatu tempat di permukaan bumi.
2. Memperlihatkan ukuran (luas, jarak) dan arah suatu tempat di permukaan bumi.
3. Menggambarkan bentuk-bentuk di permukaan bumi, seperti benua, negara, gunung,
sungai dan bentuk-bentuk lainnya.
4. Membantu peneliti sebelum melakukan survei untuk mengetahui kondisi daerah yang
akan diteliti.
5. Menyajikan data tentang potensi suatu wilayah.
6. Alat analisis untuk mendapatkan suatu kesimpulan.
7. Alat untuk menjelaskan rencana-rencana yang diajukan.
8. Alat untuk mempelajari hubungan timbal-balik antara fenomena-fenomena (gejala-gejala)
geografi di permukaan bumi.

KEGIATAN 1
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas!
1. Jelaskan pengertian peta!
2. Sebutkan empat jenis peta berdasarkan skalanya!
3. Apakah perbedaan jenis peta umum dengan jenis peta khusus?
4. Jelaskan fungsi peta untuk perencanaan ekonomi!

KOMPONEN/KELENGKAPAN PETA,
CARA MEMBUAT DAN MEMBACA PETA

     Setelah mempelajari kegiatan 2 ini, Anda diharapkan dapat:
1. menyebutkan komponen/kelengkapan peta;
2. menjelaskan arti legenda (keterangan) pada peta;
3. menjelaskan manfaat skala peta;
4. membedakan ketinggian tempat dengan melihat warna pada peta chonografi;
5. menunjukkan daerah yang curam dengan melihat garis kontur pada peta topografi; dan
6. menggambarkan 3 macam simbol garis.
Anda telah mempelajari dan memahami materi pada kegiatan 1. Sekarang kita
akan mulai masuk pada materi kegiatan 2. Jika Anda melihat peta/atlas, apa
saja yang Anda bisa lihat pada peta tersebut selain bentuk-bentuk (kenampakankenampakan)
permukaan bumi?
Peta yang baik harus dilengkapi dengan komponen-komponen peta, agar peta mudah dibaca,
ditafsirkan dan tidak membingungkan. Adapun komponen-komponen yang harus dipenuhi
dalam sebuah peta antara lain: judul peta, skala peta, proyeksi peta, legenda, petunjuk arah,
simbol dan warna, sumber peta dan tahun pembuatan peta. Untuk lebih jelasnya mengenai
arti dan manfaat dari komponen-komponen peta tersebut, silahkan Anda pelajari uraian
berikut ini.
Komponen-komponen/Kelengkapan Peta
1. Judul Peta
Pada peta yang pernah Anda lihat, di bagian manakah biasanya judul peta diletakkan?
Judul peta memuat isi peta. Dari judul peta Anda dapat segera mengetahui data dan
daerah mana yang tergambar dalam peta tersebut.
Contoh: - peta penyebaran penduduk pulau Jawa.
- peta bentuk muka bumi Asia.
- peta Indonesia.
Judul peta merupakan komponen yang sangat penting. Biasanya, sebelum pembaca
memperhatikan isi peta, pasti terlebih dahulu judul yang dibacanya. Judul peta hendaknya
memuat/mencerminkan informasi yang sesuai dengan isi peta. Selain itu, judul peta
jangan sampai menimbulkan penafsiran ganda pada peta.
Judul peta biasanya diletakkan di bagian tengah atas peta. Tetapi judul peta dapat juga
diletakkan di bagian lain dari peta, asalkan tidak mengganggu kenampakan dari
keseluruhan peta.
Kegiatan Belajar 2
18
2. Skala Peta
Selain judul Anda juga akan menemukan skala pada peta. Skala merupakan ciri yang
membedakan peta dengan gambar lain. Skala peta sangat erat kaitannya dengan data
yang disajikan.
Bila ingin menyajikan data secara rinci, maka gunakanlah skala besar, (1 : 5.000 sampai
1 : 250.000). Sebaliknya bila ingin menunjukkan data secara umum, gunakanlah skala
kecil (1 : 500.000 sampai 1 : 1.000.000 atau lebih). Skala pada peta adalah perbandingan
jarak antara dua titik di peta dengan jarak sebenarnya di permukaan bumi. Contoh: skala
1 : 500.000 artinya 1 cm jarak di peta sama dengan 500.000 cm ( 5Km) jarak sebenarnya
di permukaan bumi. Skala peta akan dibahas lebih rinci pada modul 3 nanti.
3. Proyeksi Peta
Untuk menghindari terjadinya kesalahan yang lebih besar, dalam ukuran (luas, jarak)
bentuk permukaan bumi pada peta, maka dalam pembuatan peta digunakan proyeksi
peta. Proyeksi peta adalah teknik pemindahan bentuk permukaan bumi yang lengkung
(bulat) ke bidang datar.
Uraian mengenai proyeksi peta akan dibahas lebih rinci pada modul 3 nanti.
4. Legenda/Keterangan Peta
Pada peta yang pernah Anda lihat, adakah legenda/
keterangan petanya? Legenda juga merupakan komponen
penting pada peta. Karena peta tanpa legenda.keterangan
petanya, sulit untuk dibaca. Jadi agar mudah dibaca dan
ditafsirkan, peta harus dilengkapi dengan legenda/
keterangan. Legenda menerangkan arti dari simbol-simbol
yang terdapat dalam peta.
Contoh: legenda/keterangan peta.
Legenda biasanya diletakkan di pojok kiri bawah peta.
Selain itu legenda peta dapat juga diletakkan pada bagian
lain peta, sepanjang tidak mengganggu kenampakan peta
secara keseluruhan.
Gambar 2.10 . Legenda/Keterangan Peta.
5. Petunjuk Arah/Tanda Orientasi
Petunjuk arah juga penting artinya pada peta. Gunanya untuk menunjukkan arah Utara,
Selatan, Timur dan Barat. Tanda orientasi perlu dicantumkan pada peta untuk menghindari
kekeliruan. Petunjuk arah pada peta
biasanya berbentuk tanda panah yang
menunjuk ke arah Utara. Petunjuk ini
diletakkan di bagian mana saja dari
peta, asalkan tidak menggnaggu
kenampakan peta.

6. Simbol dan Warna
Agar pembuatan peta dapat dilakukan dengan baik, ada dua hal yang perlu mendapat
perhatian, yaitu simbol dan warna. Sebelum dibahas mengenai simbol dan warna pada
peta ini, silahkan Anda perhatikan skema di bawah ini.
Uraian berikut ini akan menjelaskan satu demi satu mengenai pengertian simbol dan
warna tersebut.
a. Simbol Peta
Pada peta, Anda juga akan melihat simbol-simbol, gunanya agar informasi yang
disampaikan tidak membingungkan. Simbol-simbol dalam peta harus memenuhi
syarat, sehingga dapat menginformasikan hal-hal yang digambarkan dengan tepat.
Syarat-syarat tersebut adalah: sederhana, mudah dimengerti dan bersifat umum
(seperti disepakati oleh para kartografer).
Macam-macam simbol peta.
1) Macam-macam simbol peta berdasarkan bentuknya.
Kalau Anda perhatikan, pada sebuah peta banyak terdapat simbol-simbol. Berikut
ini kita akan pelajari mengenai simbol-simbol berdasarkan bentuknya.
a) Simbol titik, digunakan untuk menyajikan tempat atau data posisional, seperti
simbol kota, titik trianggulasi (titik ketinggian) tempat dari permukaan laut.

e) Simbol batang, digunakan untuk menyatakan suatu harga/dibandingkan
dengan harga/nilai lainnya.
Contoh: simbol batang.
Keterangan gambar 2.17.
Berdasarkan simbol batang yang terdapat
pada peta dan harga setiap ruasnya (1 ruas
harganya 100.000 ton padi), dapat
disimpulkan wilayah (propinsi) yang produksi
padinya terbanyak adalah Kalimantan
Selatan dan paling sedikit adalah
Kalimantan Timur.
Gambar 2.17. Peta ekonomi jumlah data
tercermin Pada tinggi/ panjang batang.
f) Simbol lingkaran, digunakan untuk menyatakan kuantitas (jumlah) dalam
bentuk prosentase.
Contoh: simbol lingkaran.
Keterangan gambar 2.18.
Berdasarkan simbol lingkaran pada gambar
2.18, dapat disimpulkan bahwa 1/4 bagian
(25%) tanah digunakan untuk lain-lain (selain
pertanian, perkebunan dan hutan).
Sedangkan 3/8 bagian (37,5%) digunakan
untuk pertanian, 3/8 bagian (37,5%) lagi
digunakan untuk perkebunan dan
kehutanan.
Pada simbol lingkaran, luas lingkaran
mencerminkan jumlah data.
g) Simbol bola, digunakan untuk menyatakan isi (volume), makin besar simbol
bola menunjukkan isi (volume) makin besar dan sebaliknya makin kecil simbol
bola berarti isi (volume) makin kecil.
Contoh: simbol bola.
Keterangan gambar 2.19.
Berdasarkan besarnya simbol
bola, wilayah yang simbol bolanya
lebih besar menunjukkan jumlah
penduduknya lebih banyak.
= 100.000 Ton
KALIMANTAN
PRODUKSI PADI TH 1999
DLL Tanah
Pertanian
Tanah Perkebunan
Tanah Hutan
Gambar 2.18. Peta dengan
simbol lingkaran.
Gambar 2.19. Peta penduduk pada
simbol bola, isi bola mencerminkan
jumlah data.
22
2) Macam-macam simbol peta berdasarkan sifatnya.
Simbol-simbol yang Anda lihat pada peta, ada yang menyatakan jumlah dan ada
yang hanya membedakan. Berdasarkan sifatnya, simbol peta dibedakan menjadi
dua macam yaitu: simbol yang bersifat kualitatif dan bersifat kuantitatif.
Simbol berdasarkan sifatnya.
a) Simbol yang bersifat kualitatif.
Simbol ini digunakan untuk
membedakan persebaran
benda yang digambarkan.
Misalnya untuk
menggambarkan daerah
penyebaran hutan, jenis
tanah, penduduk dan lainnya.
Keterangan gambar 2.20.
Untuk membedakan antara
daerah A, B, dan C,
digunakan arsir yang
berbeda.
b) Simbol yang bersifat kuantitatif. Simbol ini digunakan untuk membedakan
atau menyatakan jumlah.
Contoh: simbol yang bersifat kuantitatif.
Keterangan gambar 2.21.
Peta ini meng-gambarkan tingkat
kepadatan penduduk. Makin rapat
jarak antara titik menunjukkan
daerah tersebut tingkat
kepadatan penduduknya makin
tinggi.
Dapat disimpulkan daerah A
memiliki kepadatan penduduk
tertinggi dibandingkan dengan
daerah B dan C.
Simbol yang bersifat kuantitatif antara lain: simbol titik, batang, lingkaran,
bola dan dapat pula dengan perbedaan warna.
3) Macam-macam simbol berdasarkan fungsinya.
Penggunaan simbol pada peta tergantung fungsinya, untuk menggambarkan
bentuk-bentuk muka bumi di daratan, di perairan atau bentuk-bentuk budaya
manusia.
Berdasarkan fungsinya simbol peta dapat dibedakan menjadi: simbol daratan,
simbol perairan dan simbol budaya.
a) Simbol daratan, digunakan untuk
simbol-simbol permukaan bumi di
daratan.
Contoh: gunung, pegunungan,
gunung api.
+-+-+-+-+-+-
+-+-+-+-+-+-
+-+-+-+-+-+-
+-+-+-+-+-+-
x x x x x x x x x
x x x x x x x x x
x x x x x x x x x
x x x x x x x x x
A B C
Gambar 2.20. Simbol luasan yang bersifat
kualitatif Simbol ini hanya untuk membedakan
daerah A, B, dan C saja.
A B C
Gambar 2.21. Simbol luasan yang bersifat
kuantitatif, untuk membedakan tingkat
kepadatan yang makin tinggi dari A, B, ke C.
Gunung Gunung api Pegunungan
Gambar 2.22. Simbol daratan.
23
b) Simbol perairan, digunakan
untuk simbol-simbol bentuk
perairan.
Contoh: simbol perairan.
c) Simbol budaya, digunakan untuk simbolsimbol,
bentuk hasil budaya.
Contoh: simbol budaya.
b. Warna
Perhatikanlah peta yang ada di sekolah Anda, warna apa saja yang ada pada peta
tersebut? Peta yang berwarna akan lebih indah dilihat dan kenampakan yang ingin
disajikan juga kelihatan lebih jelas.
Penggunaan warna pada peta harus sesuai maksud/tujuan si pembuat peta dan
kebiasaan umum.
Contoh: - laut, danau digunakan warna biru.
- temperatur (suhu) digunakan warna merah atau coklat.
- curah hujan digunakan warna biru atau hijau.
- dataran rendah (pantai) ketinggian 0 sampai 200 meter dari permukaan
laut digunakan warna hijau.
- daerah pegunungan tinggi/dataran tinggi (2000 sampai 3000 meter)
digunakan warna coklat tua.
Warna berdasarkan sifatnya, ada dua macam yaitu warna bersifat kualitatif
dan bersifat kuantitatif.
Di bawah ini contoh warna yang bersifat kualitatif dan bersifat kuantitatif.
Gambar 2.25. Warna kualitatif penggunaan warna banyak memperlihatkan perbedaan
(Sandi, Esensi, Kartografi, 1976).
Pantai Sungai Danau
Gambar 2.23. Simbol perairan.
Candi Keraton
Gambar 2.24. Simbol budaya.
Kuning Coklat
Biru
Ungu
24
Gambar 2.26. Warna kuantitatif. Perbedaan warna untuk memperlihatkan perbedaan
tekanan (gradasi) atau perbedaan besar dan kecil. (Sandi, Esensi, Kartografi, 1976).
Contoh: simbol dan warna yang dipakai dalam peta.
Semarang Ibu kota propinsi dan kotamadya yang dapat
digambarkan menurut skala.
Kupang Ibu kota propinsi yang tidak atau belum dapat
digambarkan menurut skala.
Sukabumi Ibu kota kabupaten dan kotamadya yang tidak atau
belum dapat digambarkan menurut skala.
Waimangura Kota kecamatan dan kota-kota lainnya.
+ + + + + Batas Negara
+ - + - + - Batas Propinsi
Batas Kabupaten
Jalan raya utama
Jalan lainnya baik beraspal atau tidak, yang lebarnya dapat
dilalui mobil.
Jalan kereta api dan terowongan
Pipa minyak
Pelabuhan laut atau sungai
Cagar alam
Pelabuhan udara
Nomor kabupaten
Bendungan
Lebih dari 2000 mm 1500 - 2000 mm Kurang dari 1500 mm
18
25
Gambar 2.27. Contoh simbol umum yang dipakai pada sebuah peta
7. Sumber dan Tahun Pembuatan Peta
Bila Anda membaca peta, perhatikan sumbernya. Sumber memberi kepastian kepada
pembaca peta, bahwa peta tersebut bukan hasil rekaan dan dapat dipercaya. Selain
sumber, perhatikan juga tahun pembuatannya. Pembaca peta dapat mengetahui
bahwa peta itu masih cocok atau tidak untuk digunakan pada masa sekarang atau
sudah kadaluarsa karena sudah terlalu lama.
Anda sudah mempelajari materi di atas dengan baik, sekarang pasti Anda telah
dapat menjawab pertanyaan berikut, yaitu: Apa saja yang bisa Anda lihat pada peta?
Dari uraian materi kegiatan 2 tadi dapat disimpulkan bahwa semua yang ada pada
peta dinamakan komponen-komponen kelengkapan peta. Pada uraian materi telah
disebutkan dan dijelaskan mengenai komponen-komponen peta, tetapi masih ada
beberapa komponen lain yang belum disebutkan.

Perhatikan baik-baik peta tadi. Komponen kelengkapan peta yang ada pada peta
tersebut adalah:
1. judul peta
2. tanda orientasi
3. skala peta
4. inset peta (peta kecil yang terdapat dalam peta utama)
5. garis bujur (meridian)
6. garis lintang (paralel)
7. garis tepi (border)
8. sumber dan tahun pembuatan peta
Sedangkan komponen yang belum ada adalah: legenda dan proyeksi.
Amatilah baik-baik gambar di atas, dan lengkapi nomor-nomor komponen peta dengan
pernyataan yang ada.
Komponen peta
1. ............................................. 6. .............................................
2. ............................................. 7. .............................................
3. ............................................. 8. .............................................
4. ............................................. 9. .............................................
5. ............................................. 10. .............................................
a. sumber dan tahun pembuatan peta f. tanda orientasi
b. judul peta g. proyeksi
c. legenda h. garis tepi (border)
d. inset peta i. meridian
e. skala peta j. paralel

Setelah Anda memahami apa saja komponen-komponen/kelengkapan peta, baiklah kita
lanjutkan dengan penjelasan bagaimana membuat dan membaca peta.
Membuat dan Membaca Peta
Anda sudah tahu apa itu peta, jenis peta, fungsi peta dan komponen-komponen/kelengkapan
peta. Selanjutnya Anda akan mempelajari bagaimana cara membuat dan membaca peta.
Pernahkah Anda membuat peta?
Membuat Peta
Dalam pembuatan peta, ada beberapa prinsip pokok yang harus diperhatikan. Yang dimaksud
pembuatan peta dalam modul ini bukan dalam pengertian pemetaan wilayah.
Langkah-langkah prinsip pokok dalam pembuatan peta adalah:
1. Menentukan daerah yang akan Anda petakan.
2. Membuat peta dasar (base map) yaitu peta yang belum diberi simbol.
3. Mencari dan mengklarifikasikan (menggolongkan) data sesuai dengan kebutuhan.
4. Membuat simbol-simbol yang mewakili data.
5. Menempatkan simbol pada peta dasar.
6. Membuat legenda (keterangan).
7. Melengkapi peta dengan tulisan (lettering) secara baik dan benar.
Tata Cara Penulisan pada Peta
Untuk membuat tulisan (lettering) pada peta ada
kesepakatan di antara para ahli (kartografer) yaitu
sebagai berikut:
1. Nama geografi ditulis dengan bahasa dan istilah
yang digunakan penduduk setempat.
Contoh: Sungai ditulis Ci (Jawa Barat),
Kreung (Aceh), Air (Sumatera Utara).
Nama sungai ditulis searah dengan aliran sungai
dan menggunakan huruf miring.
Untuk lebih jelasnya lihat gambar.
2. Nama jalan ditulis harus searah dengan arah jalan
tersebut, dan ditulis dengan huruf cetak kecil.
Contoh: lihat gambar berikut ini.
Gambar 2.29.
Jl. Markisa Jl. Jeruk
Jl. Mangga
Jl. Apel
Jl. Leci
Gambar 2.30.
Ciliwung
Citarum
28
3. Nama kota ditulis dengan 4 cara yaitu:
a. di bawah simbol kota.
b. di atas simbol kota.
c. di sebelah kanan simbol kota.
d. di sebelah kiri simbol kota.
Contoh: lihat pada gambar.
Memperbesar dan Memperkecil Peta
Setelah Anda memahami langkah-langkah dalam membuat peta, macam-macam simbol
peta dan penggunaannya, sekarang kita pelajari bagaimana cara memperbesar dan
memperkecil peta.
1. Memperbesar Peta
Untuk memperbesar peta yang bisa Anda lakukan yaitu,
a. Memperbesar grid (sistem kotak-kotak)
Langkah-langkah yang harus Anda lakukan adalah:
1) Buat grid pada peta yang akan diperbesar.
2) Buat grid yang lebih besar pada kertas yang akan digunakan untuk menggambar
peta baru, pembesarannya sesuai dengan rencana pembesaran.
3) Memindahkan garis peta sesuai dengan peta dasar ke peta baru.
4) Mengubah skala, sesuai dengan rencana pembesaran.
Contoh: Peta berskala 1 : 100.000 akan diperbesar 2 kali, maka skala menjadi
1 : 50.000.

b. Fotocopy
Cara lain memperbesar peta dengan cara memfotocopy peta tersebut. Bila Anda
ingin memperbesar peta gunakanlah mesin fotocopy yang dapat memperbesar peta.
Dengan fotocopy, untuk peta yang menggunakan skala garis tidak masalah dan tidak
perlu skala peta. Tetapi bila Anda memfotocopy peta yang menggunakan skala angka,
Anda harus mengubah skala peta itu menjadi skala garis sebelum difotocopy.
Contoh: mengubah skala angka ke skala garis.
Skala 1 : 100.000 menjadi
0 1 2 3 4 5 km
cm
c. Menggunakan alat pantograf
Selain dengan memperbesar grid dan memfotocopy untuk memperbesar peta Anda
dapat menggunakan alat pantograf. Pantograf adalah alat untuk memperbesar dan
memperkecil peta.
2. Memperkecil Peta
Bila Anda ingin memperkecil peta, caranya sama dengan memperbesar peta yaitu:
a. memperkecil grid,
b. memfotocopy peta dengan mesin fotocopy yang dapat memperkecil peta,
c. menggunakan pantograf.
Di bawah ini disajikan gambar sketsa dari pantograf.
Gambar 2.33.
Dengan menggunakan alat ini kita dapat mengubah ukuran peta sesuai dengan ukuran
yang diinginkan. Pada dasarnya, kerja pantograf berdasarkan jajaran genjang. Tiga dari
empat sisi jajaran genjang (a, b, dan c) mempunyai skala faktor yang sama. Skala pada
ketiga sisi tersebut dapat diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan, yaitu memperbesar
atau memperkecil peta.

Setelah didapat besarnya skala faktor, lalu pantograf diatur sedemikian rupa sehingga
masing-masing lengan pantograf mempunyai skala faktor sama yaitu 100.
Caranya:
Peta yang akan diperbesar letakkan di tempat B dan kertas gambar kosong letakkan di
tempat gambar A yang sudah dilengkapi pensil. Kemudian gerakkan B mengikuti peta
asal, melalui kaca pengamat.
Dengan bimbingan Guru Bina, cobalah Anda latihan memperbesar atau
memperkecil peta, dengan cara memperbesar atau memperkecil grid.
Membaca Peta
Dalam membaca peta, Anda harus memahami dengan baik semua simbol atau informasi
yang ada pada peta. Kalau Anda dapat membaca peta dengan baik dan benar, maka Anda
akan memiliki gambaran mengenai keadaan wilayah yang ada dalam peta, walaupun belum
pernah melihat atau mengenal medan (muka bumi) yang bersangkutan secara langsung.
Beberapa hal yang dapat diketahui dalam membaca peta antara lain:
1. Isi peta dan tempat yang digambarkan, melalui judul.
2. Lokasi daerah, melalui letak garis lintang dan garis bujur.
3. Arah, melalui petunjuk arah (orientasi).
4. Jarak atau luas suatu tempat di lapangan, melalui skala peta.
5. Ketinggian tempat, melalui titik trianggulasi (ketinggian) atau melalui garis kontur.
6. Kemiringan lereng, melalui garis kontur dan jarak antara garis kontur yang berdekatan.
7. Sumber daya alam, melalui keterangan (legenda).
8. Kenampakan alam, misalnya relief, pegunungan/gunung, lembah/sungai, jaringan lalu
lintas, persebaran kota. Kenampakan alam ini dapat diketahui melalui simbol-simbol peta
dan keterangan peta.
Selanjutnya kita dapat menafsirkan peta yang kita baca, antara lain sebagai berikut:
1. Peta yang banyak gunung/pegunungan dan lembah/sungai, menunjukkan bahwa daerah
itu berelief kasar.
2. Alur-alur yang lurus, menunjukkan bahwa daerah itu tinggi dan miring. Jika alur sungai
berbelok-belok (membentuk meander), menunjukkan daerah itu relatif datar.
3. Pola (bentuk) pemukiman penduduk yang memusat dan melingkar, menunjukkan daerah
itu kering (sulit air) tetapi di tempat-tempat tertentu terdapat sumber-sumber air.
Dengan membaca peta Anda akan dapat mengetahui,
1. Jarak lurus antar kota.
2. Keadaan alam suatu wilayah, misalnya suatu daerah sulit dilalui kendaraan karena
daerahnya berawa-rawa.
31
3. Keadaan topografi (relief) suatu wilayah.
4. Keadaan penduduk suatu wilayah, misalnya kepadatan dan persebarannya.
5. Keadaan sosial budaya penduduk, misalnya mata pencaharian, persebaran sarana kota
dan persebaran pemukiman.
Untuk mengukur tingkat pemahaman Anda dalam membaca peta amati
dengan baik gambar berikut ini.
1. Menurut pengamatan Anda berdasarkan kenampakan dan simbol-simbol
pada peta berikut ini, judul peta yang paling tepat adalah ....
2. Komponen peta yang belum ada meliputi:
a. ....
c. ....
d. ....
3. Komponen peta yang telah tercantum meliputi:
a. ....
b. ....
c. ....
d. ....
e. ....
Gambar 2.34. Peta Indonesia.
Setelah dijawab, silahkan cocokkan hasil jawaban Anda dengan kunci jawaban yang terdapat
di akhir kegiatan ini.
= Ikan Tuna
= Rumput laut
= Kopi
= Kelapa
= Kelapa sawit
= Jagung
= Cengkeh

Anda telah menyelesaikan materi kegiatan 2. Dengan memahami materi ini Anda telah
mengetahui bagaimana cara membuat dan membaca peta. Sekarang, silahkan kerjakan
soal-soal tes di akhir kegiatan 2 ini, lalu cocokkan jawaban Anda dengan kunci jawaban
yang tersedia.
Untuk mengukur tingkat pemahaman Anda terhadap materi ini dapat dilihat prosentase
jawaban yang benar. Bila mencapai lebih dari atau sama dengan 75%, berarti Anda telah
memahami. Bila masih kurang dari 75%, Anda perlu mempelajari kembali materi modul ini
dan menjawab soal-soal tesnya sampai Anda mencapai tingkat pemahaman 75% atau lebih.
KEGIATAN 2
Komponen kelengkapan peta dan membaca peta.
1. Sebutkan 5 komponen kelengkapan peta!
2. Jelaskan arti legenda pada peta!
3. Jelaskan manfaat skala peta!
4. Apakah yang membedakan ketinggian tempat pada peta topografi dengan pada peta
chorografi?
5. Tunjukkan kaitan atau hubungan antara kecuraman suatu daerah dengan garis kontur
pada peta topografi!
6. Gambarkan tiga macam simbol garis!
Latihan 1
Komponen peta:
1. judul peta 6. proyeksi peta
2. skala peta 7. sumber dan tahun pembuatan peta
3. legenda peta 8. inset peta
4. garis tepi (border) 9. garis lintang (paralel)
5. tanda orientasi 10. garis bujur (meridian)
Latihan 2
a. Judul peta: Hasil sumber daya alam Indonesia
b. Komponen yang belum tercantum:
- garis bujur (meridian), dan garis lintang (paralel)
- judul peta
- proyeksi peta
c. Komponen yang telah tercantum:
- legenda
- skala
- tanda orientasi
- garis tepi
- sumber dan tahun pembuatan peta.
33
PENUTUP
Terima kasih Anda telah mempelajari materi modul ini dengan baik. Dengan memahami isi
modul ini berarti Anda telah mengerti apa itu peta, jenisnya, fungsinya dalam kehidupan,
cara membuat peta dan cara membaca peta.
Rangkuman Materi
1. Peta adalah gambaran permukaan bumi pada bidang datar yang diperkecil dengan skala
tertentu.
2. Peta dapat digolongkan berdasarkan isi (content), skala (scale) dan tujuannya (purpose).
Berdasarkan isinya peta dibedakan menjadi peta umum dan peta khusus.
Berdasarkan skalanya peta dibedakan menjadi peta kadaster/teknik, peta skala besar,
peta skala sedang dan peta skala kecil. Sedangkan berdasarkan tujuannya ada peta
pendidikan (education map), peta ilmu pengetahuan (science map), peta informasi umum
(general information map), peta navigasi (navigation map) dan sebagainya berdasarkan
tujuan pembuatan peta itu.
3. Secara umum fungsi peta adalah untuk menunjukkan lokasi, ukuran (luas, jarak dan
sudut), bentuk, kondisi fisik, karakter daerah, alat perencana dan lainnya.
4. Peta yang baik harus dilengkapi dengan komponen-komponen kelengkapan peta agar
si pemakai mudah membacanya. Komponen-komponen tersebut adalah: judul peta, skala
peta, legenda, tanda arah, sumber peta, tahun pembuatan, proyeksi peta, simbol-simbol,
warna, garis tepi (border), garis lintang dan garis bujur, inset peta.
5. Dalam pembuatan peta ada beberapa prinsip pokok yang harus diperhatikan yaitu:
menentukan daerahnya, membuat peta dasar, mencari data, membuat simbol-simbol,
menempatkan simbol peta, membuat legenda, melengkapi dengan tulisan yang baik
dan benar.
6. Dalam membaca peta orang harus memahami dengan baik semua simbol dan informasi
yang ada pada peta. Membaca peta pada hakekatnya mempelajari medan/lapangan
lewat simbol-simbol yang ada. Faktor-faktor yang dapat dibaca pada peta antara lain,
kenampakan alam, sosial dan ekonomi, jarak, arah, lokasi, ketinggian.
Anda telah mempelajari materi modul 2 ini dengan baik, untuk menambah pengetahuan
Anda tentang peta, di samping mempelajari modul ini, Anda juga diharapkan membaca dan
mempelajari peta dari buku-buku paket geografi, peta atau atlas yang ada di sekolah Anda.
Bila merasa sudah memahami isi modul ini, silahkan Anda meminta soal-soal Tes Akhir
Modul kepada Guru Bina, kemudian hasil jawaban tes Anda serahkan kepada Guru Bina
untuk diperiksa. Bila ternyata hasil tes Anda belum mencapai 75%, silahkan ulangi
mempelajari isi modul dan menjawab kembali soal-soal tesnya sampai tingkat pemahaman
Anda mencapai 75% atau lebih.
Setelah tingkat pemahaman Anda mencapai 75%, Anda dapat melanjutkan mempelajari
materi modul 3.
Sekali lagi selamat belajar dan sukses untuk Anda.
34
KEGIATAN 1
1. Peta adalah gambaran permukaan bumi pada bidang datar yang diperkecil dengan
menggunakan skala tertentu.
2. Jenis peta berdasarkan skalanya:
a. peta kadaster/teknik
b. peta skala besar
c. peta skala sedang/menengah
d. peta skala kecil
3. Perbedaan peta umum dan peta khusus:
Peta umum: menggambarkan permukaan bumi secara umum.
Peta khusus: menggambarkan kenampakan-kenampakan tertentu/khusus dari
permukaan bumi.
4. Fungsi peta untuk perencanaan ekonomi adalah menyajikan data tentang potensi suatu
wilayah di permukaan bumi.
KEGIATAN 2
1. Lima komponen kelengkapan pada peta adalah
a. judul peta
b. skala peta
c. tanda arah
d. simbol peta
e. tahun pembuatan peta
2. Legenda adalah keterangan tentang arti dari simbol-simbol yang terdapat pada peta.
3. Manfaat skala peta untuk mengetahui jarak sebenarnya dari dua titik pada peta.
4. Ketinggian tempat pada peta topografi dibedakan dengan warnanya.
5. Makin rapat jarak antara garis kontur menunjukkan daerah tersebut semakin curam.
6. Gambar 3 macam simbol garis
a. = sungai
b. = batas kabupaten
c. = jalan raya