GEOGRAFI NEWS

GEOGRAFI NEWS : Geografi memiliki cabang ilmu, antara lain; geografi sosial, geografi ekonomi, geografi budaya, geografi politik, geografi fisik, geografi regional dan geografi teknik. GEOGRAFI NEWS : Pengertian geografi dalam arti sempit adalah ilmu tentang bumi GEOGRAFI NEWS : Geografi dalam arti luas adalah ilmu yang mempelajari tentang perbedaan dan persamaan fenomena geosfer dari sudut pandang kewilayahan dan kelingkungan dalam konteks keruangan. GEOGRAFI NEWS : Geografi memiliki 3 pendekatan, yaitu ; 1. pendekatan ekologi atau lingkungan, 2. pendekatan regional complex atau kewilayahan, 3. pendekatan spatial atau keruangan. GEOGRAFI NEWS : Geografi menerapkan 4 prinsip dasar, yaitu; 1. prinsip distribusi, 2. prinsip interelasi, 3. prinsip diskripsi dan 4. prinsip korologi. GEOGRAFI NEWS : geografi mengkaji 2 jenis objek, antara lain ; 1. objek material, 2. objek formal. GEOGRAFI NEWS : konsep geograf ; konsep jarak, konsep letak, konsep interaksi, konsep pola, konsep aglomerasi, konsep keterjangkauan, konsep defferensiasi area, konsep topografi.

Minggu, 26 Agustus 2012

SUMBER DAYA MANUSIA ( SDM )

Geografi/totok endrawan


                                                                    Kegiatan Belajar 1
                                           PENDUDUK SEBAGAI SUMBER DAYA MANUSIA

Penduduk Indonesia

             Setelah selesai mempelajari kegiatan belajar 1, diharapkan Anda dapat:
1. menjelaskan pengertian sumber daya manusia;
2. menjelaskan cara-cara untuk mengetahui jumlah penduduk;
3. menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk;
4. menyebutkan tiga bentuk piramida penduduk; dan
5. menjelaskan tiga faktor yang dapat digunakan untuk menentukan kualitas sumber daya
manusia.
Sumber daya manusia
Masih ingatkah Anda tentang pengertian sumber daya manusia yang telah
dibahas di SLTP? Pembahasan sumber daya manusia ditingkat SMU tentunya
lebih lengkap dan mendalam. Baiklah, untuk mempercepat ingatan dan pembahasan
perhatikan definisi di bawah ini!
Sumber daya manusia adalah seluruh kemampuan atau potensi penduduk yang berada di
dalam suatu wilayah tertentu beserta karakteristik atau ciri demografis, sosial maupun
ekonominya yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembangunan. Jadi membahas
sumber daya manusia berarti membahas penduduk dengan segala potensi atau
kemampuannya. Potensi manusia menyangkut dua aspek yaitu aspek kuantitas dan kualitas.
Karakteristik demografi merupakan aspek kuantitatif sumber daya manusia yang dapat
digunakan untuk menggambarkan jumlah dan pertumbuhan penduduk, penyebaran penduduk
dan komposisi penduduk.
Karakteristik sosial dan ekonomi berhubungan dengan kualitas (mutu) sumber daya manusia.
Keberhasilan pembangunan yang dilaksanakan oleh suatu negara, sangat ditentukan oleh
kualitas sumber daya manusia yang ada baik secara fisik maupun mental.
Sumber daya manusia atau penduduk menjadi aset tenaga kerja yang efektif untuk
menciptakan kesejahteraan.
Kekayaan alam yang melimpah tidak akan mampu memberikan manfaat yang besar bagi
manusia apabila sumber daya manusia yang ada tidak mampu mengolah dan memanfaatkan
kekayaan alam yang tersedia.
Demikianlah kita harus memahami betapa pentingnya mengupayakan agar sumber daya
alam berkualitas tinggi sehingga tidak menjadi beban bagi pembangunan.

Gambar 1. Manusia sebagai sumber daya manusia,
keberadaannya menentukan nasib bangsa.
Sampai disini apakah Anda telah memahami pengertian Sumber Daya Manusia?
Selanjutnya agar pemahaman Anda lebih lengkap, perhatikan uraian berikut ini!
Pembahasan penduduk yang dapat digunakan untuk menggambarkan kondisi sumber daya
manusia meliputi:

1. Jumlah Penduduk
Penduduk (population) adalah semua orang yang menetap di suatu wilayah tertentu
dalam jangka waktu tertentu. Jumlah penduduk suatu negara dapat diketahui melalui
beberapa cara yaitu sensus penduduk, survey penduduk dan registrasi penduduk.
a. Sensus Penduduk (cacah jiwa) yaitu penghitungan jumlah penduduk oleh
Pemerintah dalam jangka waktu tertentu secara serentak. Sensus penduduk
dilaksanakan tiap 10 tahun dan dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Pemerintah Indonesia telah melaksanakan sensus penduduk pada tahun 1930, 1961,
1970, 1980, 1990 dan 2000. Kegiatan sensus penduduk meliputi kegiatan
pengumpulan, pengolahan, penilaian, penganalisaan dan penyajian data-data
kependudukan. Data yang disajikan meliputi data demografi, sosial, ekonomi dan
lingkungan hidup. Selanjutnya data-data tersebut dapat dipergunakan untuk berbagai
keperluan misalnya untuk bahan perencanaan kebijakan pembangunan.
Sensus penduduk ada dua macam yaitu:
- Sensus De Facto yaitu penghitungan/pencacahan terhadap setiap penduduk yang
berada di suatu wilayah ketika sensus dilaksanakan.
- Sensus De Yure yaitu penghitungan/pencacahan terhadap penduduk yang benarbenar
bertempat tinggal di wilayah yang dilaksanakan sensus. Jadi penduduk
yang hanya bertamu atau menumpang tidak ikut didata.
Di Indonesia digunakan kriteria sensus de facto.
b. Survey penduduk yaitu kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah untuk melakukan
penelitian dan menyediakan data statistik kependudukan pada waktu dan tempat
tertentu. Survey yang dilakukan meliputi survey ekonomi nasional, survey angkatan
kerja nasional dan survey penduduk antar sensus (SUPAS).
c. Registrasi yaitu proses kegiatan pemerintah yang meliputi pencatatan kelahiran,
kematian, perkawinan, perceraian, perubahan tempat tinggal dan perubahan
pekerjaan secara rutin. Pencatatan ini terutama dilakukan di tingkat pemerintah
terendah yaitu kelurahan.
7
Untuk mengetahui jumlah penduduk Indonesia perhatikan tabel berikut ini!
Tabel 1. Perkembangan Jumlah Penduduk Indonesia.
Tahun Jumlah Penduduk
1930 60.727.000
1961 97.985.348
1971 119.208.229
1980 147.490.298
1990 179.378.946
2000 209.597.000
Sumber: - BPS 1990
- BKKBN 2000
Untuk mengatakan bahwa penduduk Indonesia besar jumlahnya, maka perlu kita
bandingkan dengan jumlah penduduk negara lain.
Perhatikan tabel berikut ini!
Tabel 2. Jumlah Penduduk Negara Asean Tahun 1999
No. Negara Jumlah Penduduk (juta)
1 Indonesia 209,6
2 Vietnam 79,5
3 Filipina 74,7
4 Thailand 61,8
5 Myanmar 48,1
6 Malaysia 22,7
7 Kamboja 11,9
8 Laos 5,0
9 Singapura 4,0
10 Brunei Darusalam 0,3
Sumber: World Population Data Sheet 1999 dan BKKBN.
Apa kesan Anda setelah memperhatikan tabel di atas?
Ternyata selain menjadi negara dengan jumlah penduduk terbesar di wilayah Asia
Tenggara, Indonesia juga menempati urutan ke empat di dunia.
8
Coba perhatikan lagi Tabel berikut ini!
Tabel 3. Sepuluh negara di dunia dengan jumlah penduduk terbesar
No. Negara Jumlah Penduduk (juta)
1 Republik Rakyat Cina 1.254,1
2 India 986,6
3 Amerika Serikat 272,5
4 Indonesia 209,6
5 Brazil 168,0
6 Pakistan 146,5
7 Rusia 146,5
8 Jepang 126,7
9 Bangladesh 125,7
10 Nigeria 113,8
Sumber: World Population Data Sheet, 1999.
Menurut World Population Data Sheet 1999 jumlah penduduk yang ada di muka bumi
pada tahun 1999 adalah 5.982.000.000 jiwa.
Dari tabel di atas bila Anda jumlah penduduk 5 negara yaitu RRC, India, Amerika Serikat,
Indonesia dan Brazil maka jumlahnya 2.890.800 jiwa.
Jumlah tersebut berarti lebih dari setengah (50%) penduduk dunia.
Coba Anda renungkan! Setengah dari seluruh penduduk dunia bertempat tinggal hanya
di lima negara, sedangkan sisanya tersebar lebih dari 180 negara lainnya.
Apakah Anda sudah paham dengan materi tentang jumlah penduduk. Baiklah, kita
lanjutkan ke materi berikut.
2. Pertumbuhan penduduk
Pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk baik pertambahan maupun
penurunannya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk yaitu kelahiran (natalitas),
kematian (mortalitas) dan perpindahan penduduk (migrasi).
Kelahiran dan kematian dinamakan faktor alami, sedangkan perpindahan penduduk
dinamakan faktor non alami.
Migrasi ada dua yaitu migrasi yang dapat menambah jumlah penduduk disebut migrasi
masuk (imigrasi), dan yang dapat mengurangi penduduk disebut migrasi keluar (emigrasi).
Sebelum kita membahas perkembangan jumlah penduduk Indonesia, terlebih dahulu
perhatikanlah tabel di bawah ini.
9
Tabel 4. Perkembangan Penduduk Dunia
Tahun Jumlah Penduduk (juta) Waktu untuk mencapai jumlah dua kali lipat
1 250 -
1650 500 1650 tahun
1830 1000 180 tahun
1930 2000 100 tahun
1976 4000 46 tahun
1990 5321 -
2000 5982 -
Sumber: …..
Dari tabel tersebut menunjukan bahwa untuk mencapai jumlah penduduk dua kali lipat
waktu yang diperlukan makin lama makin singkat.
Faktor penyebab utama ini adalah adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi
terutama kemajuan di bidang kesehatan.
Dengan kemajuan teknologi kesehatan kelahiran dapat diatur dan kematian dapat dicegah.
Ini semua mengakibatkan menurunnya angka kematian secara drastis atau mencolok.
Sesuai dengan tingkat kemajuan dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi maka tiaptiap
masyarakat atau negara, pertumbuhan penduduknya mengalami 4 periode yaitu:
- Periode I
Pada periode ini pertumbuhan penduduk berjalan dengan lambat yang ditandai
dengan adanya tingkat kelahiran dan kematian yang rendah sehingga disebut periode
statis.
- Periode II
Tahap kedua ini angka kematian mulai turun karena adanya perbaikan gizi makanan
dan kesehatan. Akibat dari itu semua pertumbuhan penduduk menjadi cepat
mengingat angka kelahiran yang masih tinggi.
- Periode III
Periode ini ditandai dengan tingkat pertumbuhan penduduk mulai turun.
Tingkat kematian pada periode ini stabil sampai pada tingkat rendah dan angka
kelahiran menurun, penyebabnya antara lain adanya pembatasan jumlah anggota
keluarga.
- Periode IV
Pada masa ini tingkat kematian stabil, tetapi tingkat kelahiran menurun secara
perlahan sehingga pertumbuhan penduduk rendah.
Periode ini di sebut periode penduduk stasioner.
Dari empat periode di atas, pertumbuhan penduduk Indonesia berada pada periode
kedua dan sekarang sedang menuju periode ketiga.

Sampai di sini Anda memahami tentang pertumbuhan penduduk?
Agar pemahaman Anda terhadap perkembangan jumlah penduduk Indonesia lebih
lengkap, perhatikan grafik berikut ini!
Grafik 2. Perkembangan Penduduk Indonesia Tahun 1930-2000
Untuk pertambahan penduduk dinyatakan besarnya dengan angka, sedangkan
pertumbuhan penduduk dinyatakan dengan persen (%) yang umumnya dihitung tiap
tahun.
Untuk menghitung pertambahan penduduk digunakan rumus:
P = ( L – M ) + ( I – E )
Dimana: P = Pertambahan penduduk
L = Jumlah kelahiran (natalitas) dalam 1 tahun
M = Jumlah kematian (mortalitas) dalam satu tahun
I = Jumlah penduduk yang masuk (imigrasi)
E = Jumlah penduduk yang keluar (emigrasi)
Dari rumus di atas terdapat dua kelompok perhitungan pertambahan penduduk yaitu:
a. Pertambahan penduduk alami atau natural increase artinya pertambahan penduduk
yang dihitung dari selisih antara kelahiran dan kematian.
Rumusnya:
PA = L – M
Dimana: PA = Pertambahan penduduk alami
L = Jumlah kelahiran dalam 1 tahun
M = Jumlah kematian dalam 1 tahun

b. Pertambahan Migrasi (Net Migration) artinya pertambahan penduduk yang dihitung
dari selisih antara jumlah penduduk yang masuk dengan penduduk yang keluar.
Rumusnya:
PM = I – E
Dimana: PM = Pertambahan migrasi
I = Jumlah penduduk yang masuk (imigrasi) dalam 1 tahun
E = Jumlah penduduk yang keluar (emigrasi)
Untuk menghitung prosentase pertumbuhan penduduk, perhatikan contoh beberapa
perhitungan di bawah ini!
Anda harus perhatikan rumus yang digunakan dengan seksama!
1. Penduduk suatu negara pada pertengahan tahun 1999 berjumlah 24.500.000 jiwa.
Pada tahun tersebut terdapat kelahiran 1.300.000 jiwa dan kematian 700.000 jiwa.
Migrasi masuk 20.000 jiwa dan migrasi keluar 15.000 jiwa.
Dari data tersebut hitunglah!
a. pertumbuhan penduduk alami
b. pertumbuhan penduduk migrasi
c. pertumbuhan penduduk tota (sosial)
Penyelesaian soal
a. Pertumbuhan penduduk alami (PA)
PA =
L – M
P x 100%
=
1.3000.000 – 700.000
24.500.000 x 100%
=
600.000
24.500.000 x 100% = 2,44%
b. Pertumbuhan penduduk migrasi (PM)
PM =
I – E
P x 100%
=
20.000 – 15.000
24.500.000 x 100%
=
5.000
24.500.000 x 100% = 0,02%
c. Pertumbuhan penduduk sosial atau total (PT)
PT = PA – PM
= 2,44% – 0,02%
= 2,42%
Ingat! perhitungan di atas untuk menghitung pertumbuhan, dengan prosentase (%).
Sedangkan bila ditanyakan jumlah/angka pertambahan kelahiran alaminya, maka
perhitungannya lebih sederhana tanpa prosentase.
12
Sebagai contoh apabila Anda diminta menghitung jumlah pertambahan alami dari
soal tersebut, maka dapat dihitung sbb:
Pertambahan Alami (PA) = L – M
= 1.300.000 – 700.000
= 600.000 jiwa
2. Berdasarkan sensus penduduk tahun 1990 penduduk Indonesia berjumlah
179.300.000 jiwa, sedangkan sensus tahun 1980 penduduk berjumlah 147.200.000
jiwa. Hitunglah tingkat pertumbuhan penduduk pertahun!
Penyelesaian soal:
Untuk menyelesaikan soal ini digunakan rumus untuk menghitung pertambahan
penduduk antar tahun (per sensus) yaitu:
PAS =
P – P
P
t o
o
x 100 %
=
179.300.000 – 147.200.000
147.200.000 x 100 %
=
32.100.000
147.200.000 x 100 %
= 21,8 %
Angka 21,8% tersebut merupakan pertumbuhan selama 10 tahun (1980 – 1990),
sehingga pertumbuhan penduduk tiap tahunnya menjadi:
P =
21,8
10 = 2,18%
Untuk menentukan tinggi rendahnya pertumbuhan penduduk suatu negara, kriteria yang
digunakan adalah:
a. kurang dari 1% digolongkan rendah
b. antara 1% – 2% digolongkan sedang
c. lebih dari 2% digolongkan tinggi
Jumlah penduduk diwaktu yang akan datang dapat diketahui dengan cara membuat
perkiraan atau proyeksi. Ada beberapa cara untuk membuat proyeksi penduduk yaitu:
a. Proyeksi jumlah penduduk untuk beberapa tahun mendatang.
Rumusnya:
Pt = Po (1 + r)n
Dimana: Pt = Jumlah penduduk tahun terakhir
Po = Jumlah penduduk tahun awal
1 = Konstante (angka tetap)
r = Pertumbuhan penduduk (dalam %)
N = Selisih tahun antara Pt dan Po.
Contoh soal:
Pada tahun 1990 penduduk Indonesia jumlahnya 179 juta jiwa, tingkat pertumbuhan
penduduk 1,98%. Berapakah jumlah penduduk tahun 2000?
13
Penyelesaian:
Pt = Po (1 + r)n
= 179.000.000 (1 +
1,98
100 )9
= 179.000.000 (1 + 0,0198)9
= 179.000.000 (1,0198)9
= 179.000.000 (1,193)
= 213.547.000 jiwa
Jadi tahun 2000 dengan perhitungan diperkirakan penduduk berjumlah 213.547.000
jiwa.
b. Proyeksi penduduk lipat ganda (Doubling Time) Rumus yang digunakan:
DT = 70
r x i tahun
Dimana: DT = Proyeksi Doubling Time
70 = konstante
r = Presentase pertumbuhan penduduk
i = 1 tahun
Contoh soal:
Pada tahun 2000 penduduk Indonesia berjumlah 209.597.000. Pertumbuhan
penduduk 1,6%. Kapan penduduk menjadi dua kali lipat jumlahnya dan berapa
jumlahnya?
Penyelesaian soal:
DT = 70
r x i tahun
= 70
1,6 x 1 tahun
= 43,75 dibulatkan 44 tahun
Jadi dengan pertumbuhan 1,6% pertahun, penduduk akan menjadi dua kali lipat
dalam waktu 44 tahun.
Ini berarti menjadi dua kali lipat = 2000 + 44 = tahun 2044. Pada tahun 2044 penduduk
Indonesia diproyeksikan menjadi 2 x 209.597.000 = 419.194.000 jiwa.
Perhitungan proyeksi jumlah penduduk di waktu yang akan datang perlu dilakukan
agar dapat digunakan sebagai bahan dalam menentukan kebijakan di bidang
kependudukan di waktu yang akan datang seperti penyediaan sekolah, lapangan
pekerjaan dan sebagainya.
Sampai di sini apakah Anda sudah memahami tentang cara-cara menghitung
pertumbuhan penduduk?
Bila belum jelas cobalah baca uraian di atas sekali lagi!
Apabila sudah jelas, kita lanjutkan bahasan lebih lengkap tentang kelahiran, kematian
dan migrasi (mobilitas).

a. Kelahiran (Natalitas)
Kelahiran bersifat menambah jumlah penduduk. Ada beberapa faktor yang
menghambat kelahiran (anti natalitas) dan yang mendukung kelahiran (pro natalitas)
Faktor-faktor penunjang kelahiran (pro natalitas) antara lain:
- Kawin pada usia muda, karena ada anggapan bila terlambat kawin keluarga
akan malu.
- Anak dianggap sebagai sumber tenaga keluarga untuk membantu orang tua.
- Anggapan bahwa banyak anak banyak rejeki.
- Anak menjadi kebanggaan bagi orang tua.
- Anggapan bahwa penerus keturunan adalah anak laki-laki, sehingga bila belum
ada anak laki-laki, orang akan ingin mempunyai anak lagi.
Faktor pro natalitas mengakibatkan pertambahan jumlah penduduk menjadi besar.
Faktor-faktor penghambat kelahiran (anti natalitas), antara lain:
- Adanya program keluarga berencana yang mengupayakan pembatasan jumlah
anak.
- Adanya ketentuan batas usia menikah, untuk wanita minimal berusia 16 tahun
dan bagi laki-laki minimal berusia 19 tahun.
- Anggapan anak menjadi beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
- Adanya pembatasan tunjangan anak untuk pegawai negeri yaitu tunjangan anak
diberikan hanya sampai anak ke – 2.
- Penundaaan kawin sampai selesai pendidikan akan memperoleh pekerjaan.
Untuk menentukan jumlah kelahiran dalam satu wilayah digunakan angka kelahiran
(Fertilitas).
Angka kelahiran yaitu angka yang menunjukkan rata-rata jumlah bayi yang lahir setiap
1000 penduduk dalam waktu satu tahun.
Ada beberapa cara untuk menghitung besarnya angka kelahiran yaitu:
1) Angka kelahiran kasar (Crude Birth Rate)
Rumus yang digunakan untuk menghitung yaitu:
CBR =
BP
x 1000
Dimana: CBR = Crude Birth Rate (angka kelahiran kasar)
B = Jumlah kelahiran dalam satu tahun
P = Jumlah seluruh penduduk pada pertengahan tahun
1000 = konstanta
Angka kelahiran ini disebut kasar karena perhitungannya tidak memperhatikan
jenis kelamin dan umur penduduk, padahal yang dapat melahirkan hanya
penduduk wanita.
Contoh:
Pada pertengahan tahun 1999 Jakarta berpenduduk 10.000.000 jiwa. Dalam
tahun tersebut terdapat kelahiran 250.000 bayi. Berapa besar angka kelahiran
kasarnya?
15
Penyelesaian soal:
CBR =
BP
x 1000
=
250.000
10.000.000 x 1000 = 25
Angka kelahiran 25 berarti tiap 1000 penduduk Jakarta setiap tahun terdapat
kelahiran 25 bayi. Besarnya angka kelahiran kasar dapat dikatagorikan menjadi
tiga yaitu:
a) kurang dari 20 digolongkan rendah
b) antara 20 – 30 digolongkan sedang
c) lebih dari 30 digolongkan tinggi
2) Angka kelahiran menurut kelompok umur (Age Specific Fertiliy Rate)
disingkat ASFR
Rumus yang digunakan untuk menghitung yaitu:
ASFRx =
B
Pf
x
x
x k
Dimana: ASFRx = Angka kelahiran menurut kelompok umur x
Bx = Jumlah kelahiran dari wanita pada kelompok umur x
Pfx = Jumlah wanita pada kelompok umur x
k = Konstanta (angka 1000)
x = Umur wanita kelompok umur tertentu yang umumnya
dihitung tiap 5 tahun seperti 15 – 19 tahun, 20 – 24 tahun
dan seterusnya.
Dengan rumus tersebut kita dapat mengetahui kelompok umur mana yang paling
banyak terjadi kelahiran.
Perlu diketahui bahwa usia 15 – 49 tahun adalah usia subur bagi wanita. Pada
usia itulah wanita mempunyai kemungkinan untuk dapat melahirkan anak.
Contoh soal:
Suatu daerah pada tahun 2000, terdapat penduduk wanita berusia 24-30 tahun
berjumlah 30.000 jiwa. Jumlah kelahiran pada usia tersebut berjumlah 1.500
jiwa. Berapakah besar angka kelahiran khusus (ASFR)?
Penyelesaian soal:
ASFR 24-30 =
B
P
24–30
24–30
x 1000
=
1.500
30.000 x 1000 = 50
Angka kelahiran 50 berarti tiap 1000 wanita berusia 24-30 tahun terdapat kelahiran
50 bayi.
16
Hasil perhitungan ASFR ini lebih teliti dibanding dengan perhitungan CBR
(kelahiran besar) karena dilihat per kelompok umur dan jenis kelamin.
Faktor-faktor penunjang tingginya angka natalitas dalam suatu negara antara
lain:
1) Kepercayaan dan agama
Faktor kepercayaan mempengaruhi orang dalam penerimaan KB. Ada agama
atau kepercayaan tertentu yang tidak membolehkan penganutnya mengikuti
KB. Dengan sedikitnya peserta KB berarti kelahiran lebih banyak dibanding
bila peserta KB banyak.
2) Tingkat pendidikan
Semakin tinggi orang sekolah berarti terjadi penundaan pernikahan yang
berarti pula penundaan kelahiran. Selain itu pendidikan mengakibatkan orang
merencanakan jumlah anak secara rasional.
3) Kondisi perekonomian
Penduduk yang perekonomiannya baik tidak memikirkan perencanaan jumlah
anak karena merasa mampu mencukupi kebutuhannya. Jika suatu negara
berlaku seperti itu maka penduduknya menjadi banyak.
4) Kebijakan pemerintah
Kebijakan pemerintah mempengaruhi apakah ada pembatasan kelahiran atau
penambahan jumlah kelahiran. Selain itu kondisi pemerintah yang tidak stabil
misalnya kondisi perang akan mengurangi angka kelahiran.
5) Adat istiadat di masyarakat
Kebiasaan dan cara pandang masyarakat mempengaruhi jumlah penduduk.
Misalnya nilai anak, ada yang menginginkan anak sebanyak-banyaknya, ada
yang menilai anak laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan atau sebaliknya,
sehingga mengejar untuk mendapatkan anak laki-laki atau sebaliknya.
6) Kematian dan kesehatan
Kematian dan kesehatan berkaitan dengan jumlah kelahiran bayi. Kesehatan
yang baik memungkinkan bayi lebih banyak yang hidup dan kematian bayi
yang rendah akan menambah pula jumlah kelahiran.
7) Struktur Penduduk
Penduduk yang sebagian besar terdiri dari usia subur, jumlah kelahiran lebih
tinggi dibandingkan yang mayoritas usia non produktif (misalnya lebih banyak
anak-anak dan orang-orang tua usia).
Untuk lebih memahami uraian materi di atas, sekarang kerjakan dahulu
latihan soal berikut ini!
1. Suatu kota kabupaten terdapat wanita berusia 17 – 40 tahun sebesar 500.000
jiwa, dari jumlah tersebut terdapat bayi lahir sebesar 45.000 jiwa setahun.
Hitunglah besarnya angka kelahiran khusus!
17
2. Apakah tingkat pendidikan seseorang wanita dapat mempengaruhi jumlah anak
yang akan dilahirkan, berikan alasan-alasannya!
Bagaimana mudahkan!
Untuk meyakinkan jawaban Anda, cocokkan jawaban Anda dengan jawaban
berikut ini!
1. Angka kelahiran khusus =
B
P
17 – 40
17 – 40
x 1000 =
45.000
500.000 x 1000 = 90
2. Tingkat pendidikan seorang wanita dapat mempengaruhi jumlah anak yang akan
dilahirkan, alasannya:
- Adanya penundaan pernikahan karena menuntut ilmu, ini berarti penundaan
kelahiran.
- Dengan pendidikan cukup wanita dapat merencanakan jumlah anak secara
rasional.
Bagaimana, pahamkah Anda dengan materi tentang Natalitas? Paham bukan!
Sekarang kita lanjutkan dengan bahasan selanjutnya yaitu Mortalitas.
b. Kematian (Mortalitas)
Kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk dan untuk menghitung besarnya
angka kematian caranya hampir sama dengan perhitungan angka kelahiran.
Ada beberapa jenis perhitungan angka kelahiran yaitu:
1) Angka kematian kasar (Crude Death Rate = CDR)
Angka kematian kasar yaitu angka yang menunjukkan jumlah kematian tiap 1000
penduduk tiap tahun tanpa membedakan usia dan jenis kelamin tertentu.
Rumusnya:
CDR = DP
x 1000
Dimana: CDR = Angka Kematian kasar
D = Jumlah kematian pada pertengahan tahun
1000 = Konstanta (k)
Contoh soal:
Jumlah penduduk Jakarta pertengahan tahun 2000 berjumlah 11.000.000 orang.
Pada tahun tersebut terdapat kematian 200.000 orang.
Hitung berapa angka kematian kasarnya!
Penyelesaian soal:
Rumusnya: CDR = DP
x 1000
=
200.000
11.000.000 x 1000 = 18,18 dibulatkan 18
18
CDR 18 artinya tiap 1000 penduduk terdapat kematian 18 jiwa dalam waktu satu
tahun.
Penggolongan angka kematian kasar adalah:
- Rendah, jika angka kematian 9 – 13.
- Sedang, jika angka kematian 14 – 18.
- Tinggi, jika angka kematian lebih dari 18.
2) Angka kematian khusus menurut umur tertentu (Age Specific Death
Rate = ASDR)
Angka ini dapat digunakan untuk mengetahui kelompok-kelompok usia manakah
yang paling banyak terdapat kematian. Umumnya pada kelompok usia tua atau
usia lanjut angka ini tinggi, sedangkan pada kelompok usia muda jauh lebih
rendah.
Rumusnya:
ASDRx =
D
P
x
x
x 1000
Dimana: ASDRx = Angka Kematian khusus umur tertentu (x)
Dx = Jumlah kematian pada umur tertentu selama satu tahun
Px = Jumlah penduduk pada umur tertentu
1000 = Konstanta (k)
3) Angka kematian bayi (Infant Mortality Rate = IMR)
Angka kematian bayi adalah angka yang menunjukkan jumlah kematian bayi
tiap seribu bayi yang lahir.
Bayi adalah kelompok orang yang berusia 0-1 tahun.
Rumusnya:
IMR =
DB
x 1000
Dimana: IMR = Angka kematian bayi
D = Jumlah kematian bayi (umur 0-1 tahun)
B = Jumlah bayi yang dilahirkan
1000 = Konstanta (k)
Besarnya angka kematian bayi dapat dijadikan petunjuk atau indikator tingkat
kesehatan dan kesejahteraan penduduk.
Pada umumnya bila masyarakat memiliki tingkat kesehatan yang rendah maka
tingkat kematian bayi tinggi.
Selain perhitungan di atas sering dihitung pula angka kematian ibu waktu
melahirkan dan angka kematian bayi baru lahir.
19
Untuk angka kematian bayi ukurannya sebagai berikut:
- Rendah, jika IMR antara 15-35.
- Sedang, jika IMR antara 36-75.
- Tinggi, jika IMR antara 76-125.
Banyaknya kematian sangat dipengaruhi oleh faktor pendukung kematian (pro
mortalitas) dan faktor penghambat kematian (anti mortalitas).
a) Faktor pendukung kematian (pro mortalitas)
Faktor ini mengakibatkan jumlah kematian semakin besar. Yang termasuk
faktor ini adalah:
- Sarana kesehatan yang kurang memadai.
- Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan
- Terjadinya berbagai bencana alam
- Terjadinya peperangan
- Terjadinya kecelakaan lalu lintas dan industri
- Tindakan bunuh diri dan pembunuhan.
b) Faktor penghambat kematian (anti mortalitas)
Faktor ini dapat mengakibatkan tingkat kematian rendah. Yang termasuk faktor
ini adalah:
- Lingkungan hidup sehat.
- Fasilitas kesehatan tersedia dengan lengkap.
- Ajaran agama melarang bunuh diri dan membunuh orang lain.
- Tingkat kesehatan masyarakat tinggi.
- Semakin tinggi tingkat pendidikan penduduk.
Faktor pro mortalitas dan anti mortalitas yang ditulis di atas hanyalah sebagian.
Oleh karena itu silahkan Anda mencari faktor-faktor lainnya! Diskusikan dengan
teman dan laporkan hasil diskusimu pada Guru Bina.
3. Komposisi Penduduk
Komposisi penduduk yaitu pengelompokkan penduduk berdasarkan kriteria (ukuran)
tertentu. Dasar untuk menyusun komposisi penduduk yang umum digunakan adalah
umur, jenis kelamin, mata pencaharian, dan tempat tinggal. Pengelompokkan penduduk
dapat digunakan untuk dasar dalam pengambilan kebijakan dan pembuatan program
dalam mengatasi masalah-masalah di bidang kependudukan.
Contoh:
Dengan mengetahui jumlah penduduk usia 7 –12 tahun maka pemerintah dapat
memperkirakan berapa kebutuhan sekolah dasar yang harus disediakan mengingat usia
tersebut adalah usia sekolah dasar.
Untuk selanjutnya kita akan bahas beberapa komposisi.
a. Komposisi penduduk berdasarkan umur dan jenis kelamin.
Umur penduduk dikelompokkan menjadi 3 yaitu:
- Umur 0 – 14 tahun dinamakan usia muda/usia belum produktif.
- Umur 15 – 64 tahun dinamakan usia dewasa/usia kerja/usia produktif.
- Umur 65 tahun keatas dinamakan usia tua/usia tak produktif/usia jompo.
20
Sesuai dengan pengelompokkan umur di atas, maka struktur (susunan) penduduk
negara-negara di dunia dibagi 3 yaitu:
- Struktur penduduk muda : bila suatu negara atau wilayah sebagian besar
penduduk usia muda.
- Struktur penduduk dewasa : bila suatu negara sebagian besar penduduk
berusia dewasa.
- Struktur penduduk tua : bila suatu negara sebagian besar terdiri
penduduk berusia tua.
Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin dapat ditampilkan dalam bentuk
grafik yang dinamakan piramida penduduk.
Bentuk piramida penduduk ada 3 macam yaitu:
1) Piramida penduduk muda berbentuk limas
Piramida ini menggambarkan jumlah penduduk usia muda lebih besar dibanding
usia dewasa. Di waktu yang akan datang jumlah penduduk bertambah lebih
banyak. Jadi penduduk sedang mengalami pertumbuhan.
2) Piramida penduduk stasioner atau tetap berbentuk granat
Bentuk ini menggambarkan jumlah penduduk usia muda seimbang dengan usia
dewasa. Hal ini berarti penduduk dalam keadaan stasioner sehingga pertambahan
penduduk akan tetap diwaktu yang akan datang.
3) Piramida penduduk tua berbentuk batu nisan
Piramida bentuk ini menunjukkan jumlah penduduk usia muda lebih sedikit bila
dibandingkan dengan usia dewasa. Diwaktu yang akan datang jumlah penduduk
mengalami penurunan karena tingkat kelahiran yang rendah dan kematian yang
tinggi.
Negara-negara berkembang seperti Indonesia memiliki piramida penduduk berbentuk
limas dan negara-negara maju umumnya berbentuk granat dan sebagian kecil
berbentuk batu nisan.
Perhatikan gambar berikut ini!
Gambar 3. Piramida Penduduk
Pembuatan piramida penduduk dapat digunakan antara lain untuk:
- Mengetahui perbandingan jumlah antara laki-laki dan perempuan.
- Mengetahui keadaan jumlah penduduk di waktu yang akan datang.
- Untuk mengetahui struktur umur penduduk suatu negara secara umum.
Limas Granat Batu Nisan
Umur
Jumlah : Laki-laki : Perempuan
21
Sampai disini apakah Anda sudah jelas?
Selanjutnya perhatikan contoh hasil pembuatan piramida penduduk dari hasil sensus
penduduk tahun 1990 setelah dibuat kelompok umur 0-4 tahun, 5-9 tahun dan
seterusnya.
Perhatikan tabel dibawah ini!
Tabel 5. Susunan Penduduk menurut umur dan jenis kelamin tahun 1990.
Golongan Umur Laki-laki Perempuan Jumlah
(jiwa) (jiwa) (jiwa) (jiwa)
0-4 10.760.900 10.224.300 20.985.200
5-9 11.928.100 11.295.000 23.223.100
10-14 11.044.100 10.438.000 21.482.100
15-19 9.520.400 9.406.500 18.926.900
20-24 7.583.300 8.545.000 16.128.300
25-29 18.501.300 8.165.400 26.667.700
30-34 6.584.300 6.661.500 13.345.800
35-39 5.788.400 5.395.800 11.184.200
40-44 4.010.300 4.071.400 8.081.700
45-49 3.723.900 3.841.700 7.565.600
50-54 3.289.200 3.398.400 6.687.600
55-59 2.321.600 2.510.100 4.831.700
60-64 2.219.100 2.307.400 4.526.500
65-69 1.329.200 1.420.600 2.749.800
70-74 945.900 1.083.100 2.029.000
75 keatas 867.600 1.104.700 1.972.300
Tidak terjawab 2.700 2.900 5.600
Jumlah 89.376.200 89.872.800 179.249.000
Sumber: Biro Pusat Statistik (1990)
22
Dari tabel tersebut bila dibuat piramida penduduk terbentuklah gambar seperti berikut
ini!
Sumber: Badan Pusat Statistik 1992
Gambar 4. Piramida penduduk Indonesia tahun 1990.
Komposisi penduduk menurut jenis kelamin didasarkan atas jenis pria dan wanita.
Komposisi ini sangat berpengaruh terhadap tingkat kelahiran seperti jika sebagian
besar penduduk suatu negara terdiri wanita usia subur (15-44 tahun) maka tingkat
kelahiran akan tinggi.
Perbandingan antara jumlah penduduk laki-laki dan perempuan di daerah/negara
tertentu pada tahun tertentu disebut perbandingan jenis kelamin (Sex Ratio)
Rumus untuk menghitungnya:
Sex Ratio =
L
P x 100
Dimana: L = jumlah penduduk laki-laki
P = jumlah penduduk perempuan
100 = konstante
Contoh:
Suatu daerah terdapat penduduk laki-laki berjumlah 185.000, sedang perempuan
berjumlah 197.000. Hitunglah Sex Rationya!
Penyelesaian Soal:
Sex Ratio =
185.000
197.000 x 100 = 93,90 dibulatkan 94.
Sex Ratio 94 artinya setiap 100 perempuan terdapat 94 orang laki-laki.
12 10 8 6 4 2 0 0 2 4 6 8 10 12
00 – 04
10 – 14
15 – 19
20 – 24
25 – 29
30 – 34
35 – 39
40 – 44
45 – 49
50 – 54
55 – 59
60 – 64
66 – 69
70 – 74
> 75
05 – 09
Laki-laki Umur Perempuan
jumlah (juta) jumlah (juta)
23
Selain perhitungan perbandingan di atas ada satu hal yang perlu Anda ketahui lagi
yaitu Rasio ketergantungan. Perhatikan uraian berikut ini!
Rasio ketergantungan (dependency ratio) yaitu angka perbandingan yang
menunjukkan besar beban tanggungan dari kelompok usia produktif. Usia produktif
(15 – 64 tahun) selain menanggung kebutuhan hidup dirinya juga menanggung
kebutuhan hidup golongan usia muda (0 – 14 tahun) dan golongan tua (65 tahun ke
atas).
Rumus untuk menghitungnya:
DR = Jumlah penduduk usia muda + jumlah penduduk usia tua x 100
Jumlah penduduk usia dewasa (produktif)
Makin besar rasio ketergantungan, makin besar beban yang ditanggung oleh
kelompok usia produktif. Apabila suatu negara besarnya rasio ketergantungan
misalnya 65 berarti setiap 100 orang penduduk yang produktif menanggung beban
hidup orang yang belum atau tidak produktif sebanyak 65 orang.
Untuk melatih pemahaman materi yang telah Anda pelajari sekarang
kerjakan latihan soal di bawah ini!
1. Suatu kota terdapat penduduk usia 0 – 14 tahun berjumlah 2,5 juta, usia 15 – 64
tahun berjumlah 8 juta, dan usia 65 tahun ke atas berjumlah 1,5 juta. Dari data
tersebut hitunglah besarnya angka beban ketergantungan!
2. Sebutkan akibat yang terjadi jika angka ketergantungan suatu daerah tinggi!
Saya yakin Anda mudah mengerjakan!
Selanjutnya untuk meyakinkan jawaban Anda benar atau salah,
perhatikan kunci jawaban soal tersebut!
1. Angka beban ketergantungan
(0 -14) (65 keatas)
(15 - 64)
P + P
P
= x 100
=
2.500.000 + 1.500.000
8.000.000
= 50.
2. - Usia produktif akan menanggung beban berat dalam memenuhi kebutuhan
golongan non produktif.
- Pendapatan perkapita daerah itu menjadi turun atau rendah.
- Kemampuan menabung masyarakat menjadi rendah.
- Pertumbuhan ekonomi menjadi lambat.
24
b. Komposisi penduduk menurut pekerjaan
Penduduk dapat dikelompokkan berdasarkan pekerjaan yang dilakukan oleh tiaptiap
orang. Pekerjaan-pekerjaan tersebut antara lain pegawai negeri sipil, TNI, POLRI,
buruh, pedagang, petani, pengusaha dan sopir.
c. Komposisi penduduk menurut pendidikan
Berdasarkan tingkat atau jenjang pendidikan yang telah ditamatkan penduduk dapat
dikelompokkan dalam tingkat SD, SLTP, SLTA, dan Perguruan Tinggi.
Pengelompokkan ini dapat digunakan untuk menentukan besarnya tingkat pendidikan
penduduk.
d. Komposisi Penduduk menurut Agama
Pengelompokkan ini berdasarkan kepada agama yang dianut penduduk yaitu Islam,
Katolik, Protestan, Hindu dan Budha.
e. Komposisi penduduk menurut tempat tinggal
Tempat tinggal yang sering digunakan dalam komposisi ini adalah tempat tinggal
penduduk di desa dan di kota. Ciri khas negara agraris seperti Indonesia adalah
sebagian besar penduduk tinggal di desa.
Nah, apakah Anda sudah paham dengan materi tentang komposisi
penduduk, kalau sudah coba kamu amati komposisi penduduk di wilayahmu
(RW). Bisa pula kamu gunakan data di kelurahan. Diskusikan dengan teman
Anda data tersebut menurut umur dan jenis kelamin, pekerjaan dan
pendidikan. Apa hasilnya? Nah laporkan hasil diskusimu kepada Guru Bina.
Kini kita lanjutkan lagi bahasan kita ke materi kepadatan penduduk.
4. Kepadatan Penduduk
Kepadatan penduduk yaitu jumlah penduduk yang menempati tiap satuan luas wilayah.
Satuan luas wilayah yang umumnya digunakan adalah kilometer persegi (Km2).
Ada beberapa jenis kepadatan penduduk yaitu:
a. Kepadatan penduduk Aritmatik yaitu jumlah rata-rata penduduk yang menempati
wilayah seluas satu kilometer persegi (1 Km2). Angka kepadatan penduduk inilah
yang sering kita jumpai dan hanya disebut kepadatan penduduk saja.
Rumusnya:
Kepadatan penduduk Aritmatik =
Jumlah Penduduk (jiwa)
Luas wilayah (Km 2 )
Contoh:
Tahun 2000 jumlah penduduk DKI Jakarta 11.331.000 jiwa sedang luas wilayah 664
Km2. Hitung kepadatan penduduk aritmatiknya!
25
Penyelesaian soal:
Kepadatan penduduk =
11.331.000
664 = 17.064
Ini berarti tiap wilayah seluas 1 km2 rata-rata terdapat penduduk berjumlah 17.064
jiwa.
b. Kepadatan penduduk agraris yaitu jumlah petani yang menempati tiap satuan luas
tanah pertanian.
Rumusnya:
Kepadatan penduduk =
Jumlah Penduduk agraris
Luas lahan pertanian (Km 2 )
Contoh:
Suatu daerah jumlah penduduk 9.560.000 jiwa, luas lahan pertaniannya 35.500 km2.
Berapa kepadatan penduduk agrarisnya?
Penyelesaian soal:
Kepadatan penduduk agraris =
9.560.000
35.500 = 269,2 dibulatkan 269
Ini berarti tiap lahan pertanian seluas 1 km2 rata-rata terdapat petani berjumlah 269
jiwa.
Nah sekarang Anda jawab pertanyaan ini!
“Bagaimana tingkat kepadatan penduduk agraris di kota-kota besar?”
Jelaskan alasannya!
Mudah menjawabnya bukan?
Perlu Anda ketahui bahwa sesuai dengan perkembangan pembangunan di kota-kota
besar khususnya bidang perumahan maka tanah-tanah produktif di kota dan sekitarnya
tidak lagi digunakan sebagai lahan pertanian tetapi untuk permukiman dan industri. Jumlah
penduduk yang berprofesi sebagai petanipun semakin sedikit. Akibat itu semua antara
lain angka kepadatan agraris di kota besar tergolong rendah.
Bagaimana, pahamkah Anda dengan materi tadi? Bagus mari kita lanjutkan pada materi
kualitas penduduk.
5. Kualitas penduduk
Kualitas penduduk atau mutu sumber daya manusia yaitu tingkat kemampuan penduduk
dalam mengolah dan memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia untuk
meningkatkan kesejahteraannya.
Mutu sumber daya manusia pada suatu negara dapat dilihat dari tingkat pendapatan,
tingkat pendidikan dan tingkat kesehatannya.
26
a. Tingkat Kepadatan Penduduk
Untuk melihat tingkat pendapatan biasanya diukur dari besarnya pendapatan per
kapita. Pendapatan per kapita yaitu pendapatan yang diperoleh rata-rata tiap
penduduk selama satu tahun. Pendapatan itu dihitung dari pendapatan nasional
secara keseluruhan dibagi dengan jumlah penduduk.
Rumus untuk menghitungnya:
PCI =
GNP
P
Dimana: PCI = Perkapita Income (Pendapatan per kapita)
GNP = Gross National Product (Pendapatan Nasional Kotor)
P = Jumlah penduduk
Tinggi rendahnya pendapatan per kapita penduduk tergantung kepada jumlah
penduduk. Beberapa kemungkinan yang terjadi berkaitan dengan pendapatan per
kapita yaitu:
- Jika GNP dari jumlah penduduk tetap naik maka pendapatan per kapita akan
turun.
- Jika GNP tetap, maka pendapatan perkapita akan berkurang.
- Jika GNP bertambah, maka pendapatan per kapita akan berubah sesuai dengan
perubahan jumlah penduduk.
b. Tingkat Pendidikan Penduduk
Tingkat pendidikan berkaitan erat dengan kemampuan untuk menguasai ilmu
pengetahuan dan teknologi. Bidang pendidikan merupakan kunci utama kemajuan
sebab melalui jalur pendidikan dapat mempercepat proses alih teknologi dari negara
maju dan juga mendorong penemuan teknologi baru.
Tingkat pendidikan penduduk yang tinggi memungkinkan penduduk dapat mengolah
sumber daya alam dengan baik sehingga kesejahteraan penduduk dapat segera
diwujudkan.
c. Tingkat Kesehatan Penduduk
Produktivitas seseorang sangat ditentukan oleh tingkat kesehatannya. Tingkat
kesehatan suatu negara dapat dilihat dari besarnya angka kematian, terutama
kematian bayi dan ibu saat melahirkan. Kesehatan berkaitan erat dengan pemenuhan
kebutuhan pangan, sandang dan papan. Apabila salah satu kebutuhan tidak terpenuhi
maka dapat terganggulah kesehatannya.
Rendahnya kualitas kesehatan penduduk umumnya disebabkan oleh:
- lingkungan tidak sehat.
- gizi makanan yang rendah.
- adanya penyakit-penyakit menular.
Anda telah mempelajari uraian tentang kualitas penduduk. Baiklah, kini kita akan
membahas tentang mobilitas penduduk.
27
6. Mobilitas Penduduk
Mobilitas penduduk yaitu perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain.
Mobilitas dibedakan 2 yaitu mobilitas non permanen (tidak tetap) dan mobilitas permanen
(tetap). Apabila perpindahan bertujuan untuk menetapkan di daerah tujuan maka disebut
migrasi. Jadi migrasi artinya perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lain
untuk menetap.
Jenis-jenis mobilitas permanen (migrasi):
a. Urbanisasi yaitu perpindahan penduduk dari desa ke kota.
b. Transmigrasi yatiu perpindahan penduduk dari pulau yang padat ke pulau yang kurang
padat penduduknya. Transmigrasi diatur oleh pemerintah.
c. Imigrasi yaitu masuknya penduduk dari satu negara ke negara lain.
d. Emigrasi yaitu keluarnya penduduk suatu negara untuk masuk ke negara lain.
e. Remigrasi yaitu kembalinya penduduk ke negara asalnya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi mobilitas penduduk:
a. Faktor dari daerah asal yang disebut faktor pendorong seperti adanya bencana ala,
panen yang gagal, lapangan kerja terbatas, kemanan terganggu, kurangnya sarana
pendidikan
b. Faktor yang ada di daerah tujuan yang disebut faktor penarik seperti tersedianya
lapangan kerja, upah tinggi, tersedia sarana pendidikan, kesehatan dan hiburan.
c. Faktor yang terletak di antara daerah asal dan daerah tujuan yang disebut penghalang.
Yang termasuk faktor ini misalnya jarak, jenis alat transport dan biaya transport.
Jarak yang tidak jauh dan mudahnya transportasi mendorong mobilitas penduduk.
d. Faktor yang terdapat pada diri seseorang disebut faktor individu. Faktor ini sangat
mempengaruhi keinginan seseorang untuk melakukan mobilitas atau tidak. Contoh
faktor individu ini antara lain umur, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan.
Perhatikan skema dibawah ini!
Gambar 5.
Bagan faktor-faktor yang mempengaruhi mobilitas penduduk.
Adakah mobilitas penduduk di desamu?
Sebutkan apa saja jenis-jenis migrasi yang ada di daerahmu (yang banyak
jenis migrasi apa)? Diskusikan dengan teman-teman dan laporkan pada Guru
Bina.
Selamat! Anda telah selesai mempelajari Kegiatan 1, segeralah mengerjakan Tugas 1!
Daerah Asal Daerah Tujuan

KEGIATAN 1
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan baik dan benar!
1. Sebutkan 3 cara untuk mengetahui jumlah penduduk suatu negara!
2. Jelaskan perbedaan antara sensus de facto dengan de jure!
3. Sebutkan 3 faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk!
4. Suatu wilayah terdapat bayi lahir sebanyak 5000 jiwa, dari jumlah bayi tersebut yang
meninggal 450 jiwa selama 1 tahun. Hitunglah besarnya angka kematian bayi!
5. Apakah arti pertumbuhan penduduk alami?
6. Apakah arti faktor anti natalitas dan berikan contoh faktor tersebut minimal 2 buah!
7. Angka kelahiran 45, apakah makna angka tersebut?
8. Suatu negara piramda penduduknya berbentuk limas, apa arti gambar bentuk piramida
tersebut?
9. Tulislah rumus untuk menghitung kepadatan penduduk agraris (KPA)!
10. Faktor-faktor apakah yang digunakan untuk menentukan kualitas sumber daya manusia
suatu negara?
Setelah selesai menjawab Tugas 1, silahkan cocokkan jawaban Anda dengan kunci jawaban
yang terdapat di bagian akhir modul ini.
Setelah itu hitunglah jawaban yang benar kemudian berilah nilai, dengan pedoman tiap butir
soal diberi skor 1 (satu). Apabila nilai Anda 7 ke atas maka dipersilahkan melanjutkan
mempelajari materi kegiatan 2.
Sebaliknya bila Anda kurang dari 7 maka diharuskan mempelajari kembali materi pelajaran
dalam kegiatan belajar 1.
29
MASALAH-MASALAH KEPENDUDUKAN DAN
UPAYA PENANGGULANGAN MASALAH
KEPENDUDUKAN DI INDONESIA
Setelah selesai mempelajari materi pada Kegiatan Belajar 2 diharapkan Anda dapat:
1. menjelaskan masalah-masalah kependudukan di Indonesia; dan
2. menjelaskan upaya-upaya untuk penanggulangan masalah kependudukan
di Indonesia.
Setiap Negara mempunyai masalah di bidang kependudukan. Masalah
kependudukan yang dihadapi suatu negara berbeda dengan negara yang dihadapi
negara lain.
Sebagai negara yang sedang berkembang Indonesia memiliki masalah-masalah
kependudukan yang cukup serius dan harus segera diatasi.
Masalah-masalah kependudukan di Indonesia yaitu:
1. Jumlah penduduk besar.
2. Pertumbuhan penduduk cepat.
3. Persebaran penduduk tidak merata.
4. Kualitas penduduk rendah.
5. Komposisi penduduk sebagian besar berusia muda.
Agar Anda dapat memahami masalah kependudukan di Indonesia seperti yang disebutkan
di atas, perhatikan uraian berikut ini.
1. Jumlah penduduk besar
Penduduk dalam suatu negara menjadi faktor terpenting dalam pelaksanaan
pembangunan karena menjadi subyek dan obyek pembangunan.
Jumlah penduduk yang besar bermanfaat dalam:
- Penyediaan tenaga kerja dalam masalah sumber daya alam.
- Mempertahankan keutuhan negara dari ancaman yang berasal dari bangsa lain.
Selain manfaat yang diperoleh, ternyata negara Indonesia yang berpenduduk besar yaitu
nomor 4 di dunia menghadapi masalah yang cukup rumit yaitu:
- Pemerintah harus dapat menjamin terpenuhinya kebutuhan hidupnya. Dengan
kemampuan pemerintah yang masih terbatas masalah ini sulit diatasi sehingga
berakibat seperti masih banyaknya penduduk kekurangan gizi makanan, timbulnya
pemukiman kumuh.
- Penyediaan lapangan kerja, sarana dan prasarana kesehatan dan pendidikan serta
fasilitas sosial lainnya. Dengan kemampuan dana yang terbatas masalah ini cukup
sulit diatasi, oleh karena itu pemerintah menggalakkan peran serta sektor swasta
untuk mengatasi masalah ini. Peran serta swasta yang telah dilakukan antara lain
pembangunan pabrik/industri, sekolah swasta, rumah sakit swasta dan lain-lain.
Kegiatan Belajar 2
30
Pahamkah Anda dengan uraian tadi. Bagus! Mari kita lanjutkan dengan uraian berikut!
2. Pertumbuhan penduduk cepat
Secara nasional pertumbuhan penduduk Indonesia masih relatif cepat, walaupun ada
kecenderungan menurun. Antara tahun 1961 – 1971 pertumbuhan penduduk sebesar
2,1 % pertahun, tahun 1971 – 1980 sebesar 2,32% pertahun, tahun 1980 – 1990 sebesar
1,98% pertahun, dan periode 1990 – 2000 sebesar 1,6% pertahun.
Penurunan pertumbuhan penduduk ini tentunya cukup menggembirakan, hal ini didukung
oleh pelaksanaan program keluarga berencana di seluruh tanah air.
Keluarga berencana merupakan suatu usaha untuk membatasi jumlah anak dalam
keluarga, demi kesejahteraan keluarga.
Dalam program ini setiap keluarga dianjurkan mempunyai dua atau tiga anak saja atau
merupakan keluarga kecil.
Dengan terbentuknya keluarga kecil diharapkan semua kebutuhan hidup anggota keluarga
dapat terpenuhi sehingga terbentuklah keluarga sejahtera.
Dari uraian di atas jelaslah bahwa Program Keluarga Berencana mempunyai dua tujuan
pokok yaitu:
a. Menurunkan angka kelahiran agar pertambahan penduduk tidak melebihi kemampuan
peningkatan produksi.
b. Meningkatkan kesehatan ibu dan anak untuk mencapai keluarga sejahtera.
Gambar 6. Tingkat Kelahiran Tinggi
3. Persebaran Penduduk Tidak Merata
Persebaran penduduk di Indonesia tidak merata baik persebaran antar pulau, propinsi,
kabupaten maupun antara perkotaan dan pedesaan.
Pulau Jawa dan Madura yang luasnya hanya ±7% dari seluruh wilayah daratan Indonesia,
dihuni lebih kurang 60% penduduk Indonesia.
31
Perhatikan tabel berikut ini!
Tabel 6. Persebaran dan Pertumbuhan Penduduk Indonesia Menurut Pulau (Tahun 1961-1998)
Sumber BPS 1981, 1993, dan 1999.
Perkembangan kepadatan penduduk di Pulau Jawa dan Madura tergolong tinggi yaitu
tahun 1980 sebesar 690 jiwa tiap-tiap kilometer persegi, tahun 1990 menjadi 814 jiwa
dan tahun 1998 menjadi 938 jiwa per kilo meter persegi (km2).
Jika kondisi ini dibiarkan diperkirakan angka tersebut akan cenderung meningkat diwaktu
yang akan datang.
Untuk lebih jelasnya coba Anda amati dengan seksama tabel berikut ini!
Tabel 7. Kepadatan Penduduk Indonesia Menurut Pulau, (Tahun 1930 – 1998).
No. Pulau
Kepadatan Penduduk Per Kilometer Persegi
1930 1961 1971 1980 1990 1993 1998
1. Jawa-Madura 315 476 576 690 814 864 938
2. Sumatera 17 33 44 59 77 87 90
3. Kalimantan 4 8 10 12 17 18 20
4. Sulawesi 22 38 45 55 66 71 76
5. Pulau-pulau lain 8 12 15 19 23 25 27
Indonesia 32 51 62 77 93 101 106
Sumber BPS 1981, 1988, 1993 dan 1999.
Akibat dari tidak meratanya penduduk yaitu luas lahan pertanian di Jawa semakin sempit.
Lahan bagi petani sebagian dijadikan permukiman dan industri. Sebaliknya banyak lahan
di luar Jawa belum dimanfaatkan secara optimal karena kurangnya sumber daya manusia.
Sebagian besar tanah di luar Jawa dibiarkan begitu saja tanpa ada kegiatan pertanian.
Keadaan demikian tentunya sangat tidak menguntungkan dalam melaksanakan
pembangunan wilayah dan bagi peningkatan pertahanan keamanan negara.

Selanjutnya untuk melatih kemampuan Anda dalam berpikir, jawablah soal berikut
ini!
Sebutkan faktor-faktor yang menjadi daya tarik bagi penduduk di luar Jawa untuk bermigrasi
ke Pulau Jawa?
Bagaimana? Mudahkan?
Sekarang cocokkan jawaban Anda dengan uraian di bawah ini!
Faktor-faktor yang menyebabkan tingginya tingkat migrasi ke pulau Jawa, antara lain karena
pulau Jawa:
- Sebagai pusat pemerintahan.
- Sebagian besar tanahnya merupakan tanah vulkanis yang subur.
- Merupakan pusat kegiatan ekonomi dan industri sehingga banyak tersedia lapangan
kerja.
- Tersedia berbagai jenjang dan jenis pendidikan.
- Memiliki sarana komunikasi yang baik dan lancar.
Bagaimana jawaban Anda, apakah ada jawaban lain yang dapat menambah faktor-faktor
tingginya tingkat migrasi ke pulau Jawa. Bagus.
Nah, lanjutkan lagi mempelajari uraian berikut.
Gambar 7. Tersedianya lapangan kerja di pulau Jawa
merupakan daya tarik bagi penduduk di luar pulau Jawa.
Persebaran penduduk antara kota dan desa juga mengalami ketidakseimbangan.
Perpindahan penduduk dari desa ke kota di Indonesia terus mengalami peningkatan
dari waktu ke waktu.
Urbanisasi yang terus terjadi menyebabkan terjadinya pemusatan penduduk di kota yang
luas wilayahnya terbatas.
Pemusatan penduduk di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan dan kotakota
besar lainnya dapat menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan hidup seperti:
- Munculnya permukiman liar.
- Sungai-sungai tercemar karena dijadikan tempat pembuangan sampah baik oleh
masyarakat maupun dari pabrik-pabrik industri.
33
- Terjadinya pencemaran udara dari asap kendaraan dan industri.
- Timbulnya berbagai masalah sosial seperti perampokan, pelacuran dan lain-lain.
Oleh karena dampak yang dirasakan cukup besar maka perlu ada upaya untuk
meratakan penyebaran penduduk di tiap-tiap daerah.
Upaya-upaya tersebut adalah:
- Pemerataan pembangunan.
- Penciptaan lapangan kerja di daerah-daerah yang jarang penduduknya dan daerah
pedesaan.
- Pemberian penyuluhan terhadap masyarakat tentang pengelolaan lingkungan
alamnya.
Selain di Jawa ketimpangan persebaran penduduk terjadi di Irian Jaya dan Kalimantan.
Luas wilayah Irian Jaya 21,99% dari luas Indonesia, tetapi jumlah penduduknya hanya
0,92% dari seluruh penduduk Indonesia. Pulau Kalimantan luasnya 28,11% dari luas
Indonesia, tetapi jumlah penduduknya hanya 5% dari jumlah penduduk Indonesia.
Untuk mengatasi persebaran penduduk yang tidak merata dilaksanakan program
transmigarasi.
Tujuan pelaksanaan transmigrasi yaitu:
- Meratakan persebaran penduduk di Indonesia.
- Peningkatan taraf hidup transmigran.
- Pengolahan sumber daya alam.
- Pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.
- Menyediakan lapangan kerja bagi transmigran.
- Meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa.
- Meningkatkan pertahanan dan kemananan wilayah Indonesia.
Persebaran yang tidak merata berpengaruh terhadap lingkungan hidup. Daerah-daerah
yang padat penduduknya terjadi exploitasi sumber alam secara berlebihan sehingga
terganggulah keseimbangan alam. Sebagai contoh adalah hutan yang terus menyusut
karena ditebang untuk dijadikan lahan pertanian maupun pemukiman. Dampak buruk
dari berkurangnya luas hutan adalah:
- terjadi banjir karena peresapan air hujan oleh hutan berkurang
- terjadi kekeringan
- tanah sekitar hutan menjadi tandus karena erosi
Gambar 8. Lokasi Transmigrasi
34
Untuk lebih memahami penyebaran penduduk di tiap-tiap propinsi, Anda dapat
memperhatikan tabel berikut ini!
Tabel 8. Kepadatan Penduduk Per Kilometer Persegi Menurut Propinsi (Tahun 1971, 1980,
1990, dan 2000).
Provinsi Luas % Kepadatan penduduk per km2
1971 1980 1990 2000
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1. D.I. Aceh 55.390 2,89 36 47 62 77
2. Sumatera Utara 71.680 3,69 93 118 145 169
3. Sumatera Barat 42.898 2,59 56 68 80 93
4. Riau 94.561 4,93 17 23 35 49
5. Jambi 53.436 2,33 22 32 45 62
6. Sumatera Selatan 109.254 5,40 33 45 61 79
7. Bengkulu 19.789 1,10 24 36 56 79
8. Lampung 35.385 1,74 83 139 181 224
Sumatera 482.393 24,67 46 64 83 104
9. DKI Jakarta 664 0,03 7.762 11.023 12.495 17.066
10. Jawa Barat 43.177 2,41 467 593 765 925
11. Jawa Tengah 32.549 1,78 640 742 834 894
12. DI Yogyakarta 3.186 0,17 785 868 919 915
13. Jawa Timur 47.923 2,50 532 609 678 733
Jawa 127.499 6,89 2.037 2.767 3.138 4.107
14. Bali 5.633 0,29 381 444 500 541
15. NTB 20.153 1,05 109 135 167 194
16. NTT 47.349 2,49 48 57 68 81
Bali & Nusa Tenggara 73.135 3,83 179 212 245 272
17. Kalimantan Barat 146.807 7,65 14 17 22 28
18. Kalimantan Tengah 153.564 7,95 5 6 9 12
19. Kalimantan Selatan 36.535 1,96 45 55 69 85
20. Kalimantan Timur 210.985 10,55 4 6 9 14
Kalimantan 547.891 28,11 17 21 27 35
21. Sulawesi Utara 27.488 0,99 90 111 130 149
22. Sulawesi Tengah 63.689 3,63 13 18 25 32
23. Sulawesi Selatan 62.483 3,80 71 83 96 113
24. Sulawesi Tenggara 38.140 1,44 26 34 49 67
Sulawesi 191.800 9,86 50 62 75 90
25. Maluku 77.871 3,88 15 19 25 31
26. Irian Jaya 421.981 21,99 2 3 4 5
Maluku & Irian Jaya 499.852 25,87 9 11 15 18
INDONESIA 1.922.570 100,0 62 77 93
Sumber: Kantor Menteri Kependudukan (BKKBN) 2000.
35
Dengan menggunakan tabel di atas dapatkah Anda menyebutkan propinsi-propinsi yang
padat dan jarang penduduknya?
Saya yakin Anda tidak menemui kesulitan!
4. Kualitas Penduduk Rendah
Kualias penduduk seperti yang telah dibahas pada kegiatan 1, tercermin dari tingkat
pendapatan, tingkat pendidikan dan tingkat kesehatan.
Bagaimana dengan ketiga tingkat di atas bagi penduduk Indonesia.
Dari pengamatan Anda, saya yakin Anda telah mempunyai pendapat bahwa secara
umum tingkat pendapatan, pendidikan dan kesehatan penduduk Indonesia masih rendah.
a. Tingkat pendapatan rendah
Berkat hasil-hasil pembangunan pendapatan perkapita penduduk Indonesia
mengalami kenaikan. Tahun 1981 pendapatan perkapita sebesar 530 dollar AS, tahun
1990 sebesar 540 dollar AS, tahun 1996 sebesar 1.041 dollar AS dan tahun 1999
menjadi 1.110 dollar AS.
Walaupun mengalami kenaikan ternyata pendatapan perkapita penduduk Indonesia
masih tergolong rendah dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain.
Perhatikan tabel berikut ini!
Tabel 9. Pendapatan Perkapita beberapa Negara Tahun 1990 - 1999.
Negara Pendapatan Per Kapita (dollar AS)
Amerika Serikat 29.080
Australia 20.650
Swiss 43.060
Jepang 38.160
Singapura 37.810
Inggris 20.870
Kanada 19.640
Korea Selatan 10.550
Malaysia 4.530
Mexico 2.740
Papua Nugini 9.30
Indonesia 1.110
Philipina 1.200
China 860
Sumber: World Population Data Sheet, 1999.
36
Dengan pendapatan perkapita yang masih rendah berakibat penduduk tidak mampu
memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya, sehingga sulit mencapai manusia yang
sejahtera.
Pendapatan per kapita rendah juga berakibat kemampuan membeli (daya beli)
masyarakat rendah, sehingga hasil-hasil industri harus disesuaikan jenis dan
harganya. Bila industri terlalu mahal tidak akan terbeli oleh masyarakat. Hal ini akan
mengakibatkan industri sulit berkembang dan mutu hasil industri sulit ditingkatkan.
Penduduk yang mempunyai pendapatan perkapita rendah juga mengakibatkan
kemampuan menabung menjadi rendah.
Bila kemampuan menabung rendah, pembentukan modal menjadi lambat, sehingga
jalannya pembangunan menjadi tidak lancar.
Untuk itu perlu dicari pinjaman modal dari negara lain untuk membiayai pembangunan.
Masih rendahnya pendapatan perkapita penduduk Indonesia, terutama disebabkan
oleh:
- Pendapatan/penghasilan negara masih rendah, walaupun Indonesia kaya sumber
daya alam tetapi belum mampu diolah semua untuk peningkatan kesejahteraan
penduduk.
- Jumlah penduduk yang besar dan pertambahan yang cukup tinggi setiap
tahunnya.
- Tingkat teknologi penduduk masih rendah sehingga belum mampu mengolah
semua sumber daya alam yang tersedia.
Oleh karena itu upaya menaikan pendapatan perkapita, pemerintah melakukan usaha:
1) Meningkatkan pengolahan dan pengelolaan sumber daya alam yang ada.
2) Meningkatkan kemampuan bidang teknologi agar mampu mengolah sendiri
sumber daya alam yang dimiliki bangsa Indonesia.
3) Memperkecil pertambahan penduduk diantaranya dengan penggalakan program
KB dan peningkatan pendidikan.
4) Memperbanyak hasil produksi baik produksi pertanian, pertambangan,
perindustrian, perdagangan maupun fasilitas jasa (pelayanan)
5) Memperluas lapangan kerja agar jumlah pengangguran tiap tahun selalu
berkurang.
Coba Anda amati di lingkungan tempat tinggal Anda, bagaimanakah menurut
Anda pendapatan perkapita penduduk di daerah Anda? Apa yang
menyebabkan? Diskusikan dengan teman Anda dan laporkan hasil diskusi
Anda pada Guru Bina.
b. Tingkat Pendidikan Rendah
Walaupun bangsa Indonesia telah berusaha keras untuk meningkatkan tingkat
pendidikan namun karena banyaknya hambatan yang dialami maka hingga saat ini
tingkat pendidikan bangsa Indonesia masih tergolong rendah.
Sebagian besar penduduk hanya mampu menamatkan SD. Untuk mengetahui
perbandingan persentase pendidikan penduduk Indonesia, perhatikan tabel berikut ini!
37
Tabel 10. Prosentase penduduk yang menamatkan sekolah.
Pendidikan Tahun 1990
Perguruan Tinggi 4,6%
SLTA 19,6%
SLTP 17,5%
SD 28,7%
Tidak / belum tamat SD 22,2%
Tidak bersekolah 8,5%
Beberapa faktor penyebab rendahnya tingkat pendidikan penduduk Indonesia adalah:
1) Pendapatan perkapita penduduk rendah, sehingga orang tua/penduduk tidak
mampu sekolah atau berhenti sekolah sebelum tamat.
2) Ketidakseimbangan antara jumlah murid dengan sarana pendidikan yang ada
seperti jumlah kelas, guru dan buku-buku pelajaran. Ini berakibat tidak semua
anak usia sekolah tertampung belajar di sekolah.
3) Masih rendahnya kesadaran penduduk terhadap pentingnya pendidikan, sehingga
banyak orang tua yang tidak menyekolahkan anaknya.
Gambar 9. Sekolah sebagai sarana utama peningkatan kualitas penduduk.
Berbagai upaya telah ditempuh oleh pemerintah dalam mengatasi masalah
pendidikan. Usaha-usaha pemerintah untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia
yaitu:
- Menambah jumlah sekolah dari tingkat SD sampai dengan perguruan tinggi.
- Menambah jumlah guru (tenaga kependidikan) di semua jenjang pendidikan.
- Pelaksanaan program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun yang telah dimulai
tahun ajaran 1994/1995.
- Pemberian bea siswa kepada pelajar dari keluarga tidak mampu tetapi berprestasi
di sekolahnya.
- Membangun perpustakaan dan laboratorium di sekolah-sekolah.
- Menambah sarana pendidikan seperti alat ketrampilan dan olah raga.
- Meningkatkan pengetahuan para pendidik (guru/dosen) dengan penataran dan
pelatihan.
38
- Penyempurnaan kurikulum sekolah dalam rangka peningkatan mutu pendidikan.
- Menggalakkan partisipasi pihak swasta untuk mendirikan lembaga-lembaga
pendidikan dan ketrampilan.
Perlu Anda ketahui bahwa tanggung jawab terhadap keberhasilan peningkatan
pendidikan penduduk terletak di 3 komponen yaitu orang tua, masyarakat, dan
pemerintah.
Nah sekarang diskusikanlah dengan rekan-rekan Anda tentang apa yang
dapat dilakukan orang tua siswa dan masyarakat dalam membantu
meningkatkan pendidikan penduduk Indonesia. Hasil diskusi laporkanlah
kepada guru bina Anda.
c. Tingkat Kesehatan Rendah
Faktor-faktor yang dapat menggambarkan masih rendahnya tingkat kesehatan di
Indonesia adalah:
1) Banyaknya lingkungan yang kurang sehat.
2) Penyakit menular sering berjangkit.
3) Gejala kekurangan gizi sering dialami penduduk.
4) Angka kematian bayi tahun 1980 sebesar 108 per 1000 bayi dan tahun 1990
sebesar 71 per 1000 kelahiran bayi.
Masalah gizi yang masih dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah:
- kekurangan vitamin A
- kekurangan kalori protein
- kekurangan zat besi
- gondok
Usaha-usaha pemerintah untuk meningkatkan kualitas kesehatan penduduk
Indonesia yaitu:
1) Melaksanakan program perbaikan gizi.
2) Perbaikan lingkungan hidup dengan cara mengubah perilaku sehat penduduk,
serta melengkapi sarana dan prasarana kesehatan.
3) Penambahan jumlah tenaga medis seperti dokter, bidan, dan perawat.
4) Pencegahan dan pemberantasan penyakit menular.
5) Pembangunan Puskesmas dan rumah sakit.
6) Pemberian penyuluhan kesehatan kepada masyarakat.
7) Penyediaan air bersih.
8) Pembentukan Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu), kegiatan posyandu meliputi:
- Penimbangan bayi secara berkala
- Imunisasi bayi/balita
- Pemberian makanan tambahan
- Penggunaan garam oralit
- Keluarga berencana
- Peningkatan pendapatan wanita
39
Gambar 10. Kegiatan di Posyandu
Coba kamu amati tingkat kesehatan di daerahmu. Apakah tersedia sarana
dan prasarana medis? Bagaimana dengan penyuluhan kesehatan oleh
pemerintah setempat. Diskusikan dengan teman Anda dan laporkan hasilnya
kepada Guru Bina.
5. Komposisi penduduk sebagian besar berusia muda
Golongan usia muda adalah penduduk yang berusia 0-14. Kebutuhan penduduk usia
muda yang harus disediakan oleh pemerintah yaitu sarana pendidikan dan kesehatan.
Kebutuhan sarana pendidikan dan kesehatan yang disediakan pemerintah sering tidak
seimbang dengan jumlah penduduk. Oleh karena itu pemerintah terus menggalakkan
partisipasi pihak swasta agar bersedia membangun sekolah maupun rumah sakit.
Sampai di sini apakah Anda sudah memahami masalah kependudukan di Indonesia?
Selanjutnya perhatikan uraian berikut ini!
Dari uraian-uraian terdahulu dapat diketahui bahwa jumlah penduduk yang besar baru
akan menguntungkan apabila diikuti dengan kualitas atau mutu yang tinggi khususnya
bidang pendidikan dan kesehatan. Dalam suatu negara jumlah penduduk yang besar
dengan kualitas yang rendah, lebih merupakan beban atau tanggungan bagi pemerintah
daripada sebagai sumber daya tenaga dalam pembangunan.
Oleh karena itu setiap negara selalu mengupayakan peningkatan kualitas penduduknya.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia dimaksudkan untuk meningkatkan
kemampuan dan keterampilan kerja yang akhirnya akan meningkatkan taraf hidup. Melalui
berbagai cara peningkatan kualitas sumber daya manusia diharapkan dapat tercipta
manusia pembangunan Indonesia yang tangguh, berbudi luhur, cakap, terampil, percaya
diri, dan bersemangat membangun.
Sampai di sini pembahasan tentang masalah kependudukan dan upaya mengatasi
masalah kependudukan di Indonesia.
Akhirnya, saya ucapkan selamat karena Anda telah mempelajari modul ini dengan baik!
Untuk lebih memperdalam pemahaman Anda terhadap materi ini segeralah mengerjakan
tugas 2! Selamat belajar!
40
KEGIATAN 2
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan singkat dan jelas!
1. Sebutkan minimal 3 masalah pokok kependudukan di Indonesia!
2. Sebutkan 2 keuntungan jumlah penduduk yang besar!
3. Apakah tujuan pokok program Keluarga Berencana (KB) di Indonesia?
4. Faktor-faktor apakah yang menyebabkan memusatnya penduduk di pulau Jawa?
5. Jelaskan tujuan pelaksanaan transmigrasi!
6. Sebutkan 3 akibat dari rendahnya tingkat pendapatan perkapita!
7. Sebutkan faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya tingkat pendidikan penduduk di
Indonesia!
8. Usaha-usaha apakah yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas kesehatan
penduduk?
Setelah selesai mengerjakan tugas 2, cocokanlah jawaban Anda dengan kunci tugas yang
ada di bagian belakang modul ini!
Periksalah jawaban Anda, apabila jawaban benar maka tiap nomor soal diberi nilai 1 (satu).
Nilai dihitung dengan rumus:
Nilai = Jumlah jawaban benar x 10
Jumlah soal
Jika nilai Anda 7 atau lebih maka dipersilahkan mengikuti tes akhir modul. Jika belum
mencapai nilai 7 Anda harus membaca lagi materi dalam modul ini.
41
PENUTUP
Selamat! Anda telah menyelesaikan modul ini dengan baik. Untuk mengingat kembali materi
yang telah Anda pelajari, berikut ini disampaikan kesimpulan sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui jumlah penduduk dilakukan dengan 3 cara yaitu Sensus penduduk,
Survey penduduk dan Registrasi penduduk.
2. Jumlah penduduk Indonesia di wilayah Asia Tenggara menempati urutan pertama dan
di dunia menempati urutan ke empat.
3. Pertumbuhan penduduk dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu natalitas, mortalitas dan migrasi.
4. Besar kecilnya angka kematian bayi dapat dijadikan indikator tingkat kesehatan penduduk.
5. Dari komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin dapat dibuat piramida
penduduk yang dapat menjelaskan keadaan penduduk suatu negara / wilayah di waktu
yang akan datang.
6. Bentuk piramida penduduk ada tiga yaitu Limas, Granat dan Batu Nisan.
7. Kepadatan penduduk ada dua jenis yaitu Kepadatan Aritmatik dan kepadatan Agraris.
8. Kualitas sumber daya manusia atau penduduk dapat ditentukan dari tingkat
pendapatannya, tingkat pendidikannya dan tingkat kesehatannya.
9. Masalah-masalah pokok di bidang kependudukan di Indonesia adalah:
- Jumlah penduduk besar
- Pertumbuhan penduduk cepat
- Persebaran penduduk tidak merata
- Kualitas penduduk masih rendah
- Komposisi penduduk sebagian besar berusia muda.
10. Kualitas penduduk yang rendah diatasi dengan peningkatan pendapatan penduduk,
peningkatan pendidikan dan peningkatan mutu kesehatan penduduk.
Untuk menambah wawasan sebaiknya Anda harus membaca buku-buku yang relevan dengan
materi dalam modul ini.
Selanjutnya apabila Anda sudah memahami materi dalam modul ini, segeralah menghubungi
guru bina untuk mengikuti Tes Akhir Modul.
Nilai yang harus Anda capai dalam Tes Akhir Modul minimal 70/7,0 berarti dengan nilai
tersebut Anda dapat melanjutkan mempelajari modul selanjutnya.
Tapi jika nilai Anda dibawah 70/7,0 Anda harus mempelajari kembali modul ini pada bagian
materi yang Anda anggap sulit dan mintalah guru bina untuk membimbing Anda pada materi
tersebut. Semoga sukses.
42
TUGAS
KEGIATAN 1
1. Cara mengetahui jumlah penduduk suatu negara yaitu dengan melaksanakan sensus
penduduk, survey penduduk dan registrasi penduduk.
2. Perbedaan sensus de facto dan de jure:
- Sensus de facto yaitu penghitungan terhadap semua penduduk yang berada di daerah
sensus.
- Sensus de jure yaitu penghitungan terhadap penduduk yang benar-benar bertempat
tinggal di wilayah yang diadakan sensus atau sesuai KTP yang bersangkutan.
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk:
- Kelahiran (Natalitas)
- Kematian (Mortalitas)
- Perpindahan penduduk (migrasi)
4. Angka kematian bayi = 450 x 1000 = 90
5000
5. Pertambahan penduduk alami yaitu pertambahan penduduk yang dihitung dari selisih
antara jumlah kelahiran dan kematian.
6. Faktor anti natalitas yaitu faktor yang dapat menghambat terjadinya kelahiran sehingga
tingkat kelahiran menjadi rendah.
Contoh faktor yang termasuk anti natalitas yaitu:
- Pelaksanaan keluarga berencana (KB).
- Adanya pembatasan usia menikah dan pembatasan tunjangan anak bagi pegawai
negeri.
- Adanya penundaaan kawin karena mengikuti pendidikan.
7. Angka kelahiran 45 artinya tiap 1000 penduduk terdapat 45 bayi lahir selama satu tahun.
8. Piramida penduduk berbentuk limas, berarti:
- Jumlah penduduk usia muda lebih besar dibanding usia tua .
- Untuk masa mendatang jumlah penduduk bertambah lebih banyak.
- Jumlah kelahiran tinggi.
- Rata-rata penduduk tidak dapat mencapai usia tua.
9. Kepadatan penduduk agraris (KPA) dihitung dengan rumus :
KPA = Jumlah penduduk agraris
Luas lahan pertanian (Km2)
10. Kualitas sumber daya manusia dapat dilihat dari tingkat pendapatan, tingkat pendidikan
dan tingkat kesehatannya.
KEGIATAN 2
1. Masalah pokok kependudukan di Indonesia:
a. jumlah penduduk besar
b. pertumbuhan penduduk cepat
c. persebaran penduduk tidak merata
d. kualitas penduduk rendah
43
2. Manfaat/keuntungan jumlah penduduk besar yaitu:
a. Terpenuhinya kebutuhan tenaga kerja.
b. Tersedianya tenaga untuk mempertahankan kedaulatan dan keutuhan negara dari
ancaman yang berasal dari bangsa lain.
3. Tujuan pokok program keluarga berencana:
a. menurunkan angka kelahiran
b. meningkatkan kesehatan ibu dan anak untuk mencapai keluarga sejahtera.
4. Faktor-faktor penyebabnya adalah karena pulau Jawa:
a. Sebagai pusat pemerintahan.
b. Sebagian besar tanahnya subur.
c. Sebagai pusat kegiatan ekonomi sehingga banyak tersedia lapangan kerja.
d. Lengkapnya sarana pendidikan, kesehatan dan komunikasi.
5. Tujuan transmigrasi:
a. Meratakan persebaran penduduk di Indonesia.
b. Peningkatan taraf hidup transmigran.
c. Pemerataan pembangunan.
d. Meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa.
e. Pengolahan sumber daya alam.
6. Akibat dari rendahnya pendapatan perkapita:
a. Penduduk tidak mampu memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya.
b. Daya beli masyarakat rendah sehingga industri sulit berkembang karena hasil-hasil
industri tidak mampu dibeli oleh masyarakat.
c. Rendahnya kemampuan menabung sehingga pengumpulan modal untuk
pembangunan bangsa menjadi terhambat.
7. Penyebab rendahnya tingkat pendidikan penduduk Indonesia:
a. Pendapatan perkapita penduduk rendah, sehingga banyak penduduk tidak
bersekolah.
b. Ketidakseimbangan antara jumlah murid dengan jumlah sekolah.
c. Rendahnya kesadaran penduduk terhadap pentingnya pendidikan, akibatnya banyak
orang tua tidak menyekolahkan anaknya.
8. Usaha-usaha pemerintah untuk meningkatkan kualitas kesehatan penduduk yaitu:
a. Program perbaikan gizi.
b. Pembangunan Puskesmas dan rumah sakit.
c. Penambahan jumlah tenaga medis seperti dokter, perawat dan bidan.
d. Pencegahan dan pemberantasan penyakit menular.
e. Penyuluhan terhadap masyarakat tentang kesehatan.
f. Penyediaan air bersih.