GEOGRAFI NEWS

GEOGRAFI NEWS : Geografi memiliki cabang ilmu, antara lain; geografi sosial, geografi ekonomi, geografi budaya, geografi politik, geografi fisik, geografi regional dan geografi teknik. GEOGRAFI NEWS : Pengertian geografi dalam arti sempit adalah ilmu tentang bumi GEOGRAFI NEWS : Geografi dalam arti luas adalah ilmu yang mempelajari tentang perbedaan dan persamaan fenomena geosfer dari sudut pandang kewilayahan dan kelingkungan dalam konteks keruangan. GEOGRAFI NEWS : Geografi memiliki 3 pendekatan, yaitu ; 1. pendekatan ekologi atau lingkungan, 2. pendekatan regional complex atau kewilayahan, 3. pendekatan spatial atau keruangan. GEOGRAFI NEWS : Geografi menerapkan 4 prinsip dasar, yaitu; 1. prinsip distribusi, 2. prinsip interelasi, 3. prinsip diskripsi dan 4. prinsip korologi. GEOGRAFI NEWS : geografi mengkaji 2 jenis objek, antara lain ; 1. objek material, 2. objek formal. GEOGRAFI NEWS : konsep geograf ; konsep jarak, konsep letak, konsep interaksi, konsep pola, konsep aglomerasi, konsep keterjangkauan, konsep defferensiasi area, konsep topografi.

Jumat, 15 Oktober 2010

PENGINDERAAN JAUH

GEOGRAFI
Kelas : I (Satu)
Nomor Modul : Geo.I.04

PENGINDERAAN JAUH
 Penulis: Dra. Cut Meurah R.


DAFTAR ISI


PENDAHULUAN................................................................... 4

1: PENGERTIAN PENGINDERAAN JAUH.......................... 5
    Petunjuk .............................................................................. 5
    Uraian Materi ...................................................................... 5
    A. Pengertian Penginderaan Jauh ......................................... 6
    B. Masukan Data Penginderaan Jauh ................................... 7
    C. Alat Penginderaan Jauh.................................................... 7
    D. Sistem Penginderaan Jauh ................................................11
         TUGAS KEGIATAN 1 ................................................. 13

2: HASIL-HASIL PENGINDERAAN JAUH ......................... 15
    Petunjuk .............................................................................. 15
    Uraian Materi ...................................................................... 15
    A. Jenis Citra ....................................................................... 15
         TUGAS KEGIATAN 2 .................................................. 20
3: LANGKAH-LANGKAH YANG DITEMPUH DALAM
    MENDAPATKAN DATA DARI HASIL
    PENGINDERAAN JAUH.......... ..........................................21
    Petunjuk ............................................................................... 21
    Uraian Materi ....................................................................... 21
    A. Interpretasi Citra .............................................................. 21
    B. Unsur Interpretasi Citra .................................................... 23
    C. Interpretasi Citra pada Benteng Alam dan Benteng Budaya ..27
        TUGAS KEGIATAN 3 .................................................... 32

4: PEMANFAATAN PENGINDERAAN JAUH ..................... 33
    Petunjuk ............................................................................... 33
    Uraian Materi ....................................................................... 33
    A. Peningkatan Manfaat Penginderaan Jauh .......................... 33
    B. Berbagai Pemanfaatan Penginderaan Jauh ........................ 34
        TUGAS KEGIATAN 4 ................................................... 35

PENUTUP .............................................................................. 37
KUNCI KEGIATAN .............................................................. 38
DAFTAR PUSTAKA ............................................................. 40


PENDAHULUAN

        Penginderaan jauh merupakan suatu metode baru dengan menggunakan teknologi canggih, untuk membantu dalam mengumpulkan data atau informasi potensi bumi secara akurat (tepat) dengan waktuyang lebih cepat. Tujuan modul ini adalah untuk membekali Anda dalam memahami penginderaan jauh. Modul
ini dibagi menjadi empat kegiatan belajar, yaitu:
Kegiatan belajar 1 : Pengertian Penginderaan Jauh.
Kegiatan belajar 2 : Hasil-hasil Penginderaan Jauh.
Kegiatan belajar 3 : Langkah-langkah yang ditempuh dalam mendapatkan data dari Penginderaan Jauh.
Kegiatan belajar 4 : Pemanfaatan Penginderaan Jauh.
     Untuk tercapainya tujuan tersebut, Anda akan berhasil jika membaca modul ini dengan cara yang baik
dan benar. Untuk itu ikutilah langkah-langkah berikut ini:
    • Modul ini dapat Anda pelajari dalam waktu enam atau tujuh jam.
    • Dalam mempelajari setiap kegiatan belajar, jangan Anda lewatkan latihan/tugas yang telah disediakan. Karena dengan mengerjakannya, berarti Anda dapat mengetahui seberapa jauh Anda telah menguasai isi kegiatan belajar itu.Pelajari sekali lagi uraian pada modul ini dan catatlah bagian-bagian yang belum Anda
pahami, kemudian diskusikan dengan teman Anda atau tanyakan pada Tutor atau Guru Bina yang Anda anggap mampu.Dengan petunjuk di atas, semoga Anda menyukai materi modul ini, sehingga terpacu untuk
terus belajar dan mencari informasi penginderaan jauh lebih lanjut seperti dari koran, majalah atau buku-buku yang relevan.
Selamat belajar!


Kegiatan Belajar 1

PENGERTIAN PENGINDERAAN JAUH

       Setelah membaca kegiatan belajar ini Anda diharapkan dapat:
1. menjelaskan pengertian penginderaan jauh;
2. menyebutkan tenaga penginderaan jauh;
3. menjelaskan apa yang dimaksud dengan resolusi spasial;
4. membedakan antara sensor aktif dengan sensor pasif;
5. menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi tenaga matahari untuk sampai ke permukaan bumi; dan
6. menjelaskan istilah-istilah dalam penginderaan jauh.
       Apakah Anda pernah mendengar istilah penginderaan jauh? Penginderaan jauh dalam bahasa Inggris terjemahannya adalah Remote Sensing, sedangkan di Perancis lebih dikenal dengan istilah Teledetection, dan di Jerman disebut dengan Fernerkundung.Meskipun masih tergolong pengetahuan yang baru, pemakaian penginderaan jauh di Indonesia cukup pesat. Pemakaian penginderaan jauh itu antara lain untuk memperoleh
informasi yang tepat dari seluruh wilayah Indonesia yang luas. Informasi itu dipakai untuk berbagai keperluan seperti mendeteksi sumber daya alam, daerah banjir, kebakaran hutan, dan sebaran ikan di laut.
Pada gambar 1.1. berikut merupakan contoh-contoh hasil dari penginderaan jauh yang bermanfaat untuk mengetahui pergerakan asap kebakaran hutan.

Page 6

A. Pengertian Penginderaan Jauh
       Sekarang apakah yang dimaksud dengan Penginderaan Jauh? Penginderaan jauh dapat diserupakan dengan suatu proses membaca. Dengan menggunakan mata Anda bertindak sebagai alat pengindera (sensor) yang menerima cahaya yang dipantulkan dari halaman modul ini. Data yang diterima oleh mata Anda
berupa energi sesuai dengan jumlah cahaya yang dipantulkan dari bagian terang pada halaman modul ini. Data tersebut dianalisis atau ditafsir di dalam pikiran Anda agar dapat menerangkan bahwa bagian yang gelap pada halaman ini merupakan sekumpulan hurufhuruf yang menyusun kata-kata. Lebih dari itu, kata-kata tersebut menyusun kalimatkalimat, dan Anda menafsir arti informasi yang terdapat pada kalimat-kalimat itu.
Untuk lebih jelasnya, silahkan Anda perhatikan beberapa definisi berikut ini.
1. Penginderaan jauh adalah ilmu atau seni untuk memperoleh informasi tentang objek, daerah atau
    gejala,dengan jalan menganalisis data yang diperoleh dengan menggunakan alat, tanpa kontak langsung
    dengan objek, daerah atau gejala yang akan dikaji (Lillesand dan Kiefer, 1990).
2. Penginderaan jauh merupakan upaya untuk memperoleh, menemutunjukkan (mengidentifikasi)
    dan menganalisis objek dengan sensor pada posisi pengamatan daerah kajian (Avery, 1985).
3. Penginderaan jauh merupakan teknik yang dikembangkan untuk memperoleh danmenganalisis
    informasi tentang bumi. Informasi itu berbentuk radiasi elektromagnetik yang dipantulkan
    atau dipancarkan dari permukaan bumi (Lindgren, 1985).
Dari beberapa batasan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa penginderaan jauh
merupakan upaya memperoleh informasi tentang objek dengan menggunakan alat yang
disebut “sensor” (alat peraba), tanpa kontak langsung dengan objek.
Dengan kata lain dapat dinyatakan bahwa penginderaan jauh merupakan upaya untuk memperoleh data dari jarak jauh dengan menggunakan peralatan tertentu. Data yang diperoleh itu kemudian dianalisis dan dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.Data yang diperoleh dari penginderaan jauh dapat berbentuk hasil dari variasi daya, gelombang bunyi atau energi elektromagnetik. Sebagai contoh grafimeter memperoleh
data dari variasi daya tarik bumi (gravitasi), sonar pada sistem navigasi memperoleh data dari gelombang bunyi dan mata kita memperoleh data dari energi elektromagnetik.(Tentang tiga hal ini akan diuraikan lebih lanjut pada bagian lain).
       Jadi penginderaan jauh merupakan pemantauan terhadap suatu objek dari jarak jauh
dengan tidak melakukan kontak langsung dengan objek tersebut.
Kerjakan tugas berikut dengan santai, serius, selesai dan sukses (ingat 4 - s)!
1. Dari beberapa definisi yang telah diuraikan, cobalah Anda rumuskan definisi penginderaan jauh
    dengan bahasa Anda sendiri. Tuliskan jawaban Anda pada titik-titik di bawah ini!
    ................................................................................................................................
    ................................................................................................................................
   ................................................................................................................................
Page 7

B. Masukan Data Penginderaan Jauh

          Dalam penginderaan jauh didapat masukan data atau hasil observasi yang disebut citra.Citra dapat diartikan sebagai gambaran yang tampak dari suatu objek yang sedang diamati, sebagai hasil liputan atau rekaman suatu alat pemantau. Sebagai contoh, memotret bunga di taman. Foto bunga yang berhasil kita buat itu merupakan citra bunga tersebut. Menurut Simonett (1983): bahwa citra sebagai gambaran rekaman suatu objek (biasanya berupa suatu gambaran pada foto) yang didapat dengan cara optik, elektrooptik, optik mekanik atau elektronik. Di dalam bahasa Inggris terdapat dua istilah yang berarti citra dalam bahasa Indonesia, yaitu “image” dan “imagery”, akan tetapi istilah imagery dirasa lebih tepat penggunaannya (Susanto, 1986). Agar dapat dimanfaatkan maka citra tersebut harus diinterpretasikan atau diterjemahkan/
ditafsirkan terlebih dahulu. Interpretasi citra merupakan kegiatan mengkaji foto udara dan atau citra dengan maksud untuk mengidentifikasi objek dan menilai arti pentingnya objek tersebut (Estes dan
Simonett, 1975). Singkatnya interpretasi citra merupakan suatu proses pengenalan objek yang berupa
gambar (citra) untuk digunakan dalam disiplin ilmu tertentu seperti Geologi, Geografi, Ekologi, Geodesi dan disiplin ilmu lainnya.
        Dalam menginterpretasikan citra dibagi menjadi beberapa tahapan, yaitu:
• Deteksi ialah pengenalan objek yang mempunyai karakteristik tertentu oleh sensor.
• Identifikasi ialah mencirikan objek dengan menggunakan data rujukan.
• Analisis ialah mengumpulkan keterangan lebih lanjut secara terinci.

C. Alat Penginderaan Jauh

       Untuk melakukan penginderaan jarak jauh diperlukan alat sensor, alat pengolah data dan alat-alat lainnya sebagai pendukung. Oleh karena sensor tidak ditempatkan pada objek, maka perlu adanya wahana atau alat sebagai tempat untuk meletakkan sensor. Wahana tersebut dapat berupa balon udara, pesawat terbang,
satelit atau wahana lainnya (lihat gambar 1.2). Antara sensor, wahana, dan citra diharapkan selalu
berkaitan, karena hal itu akan menentukan skala citra yang dihasilkan. Berikut ini Wahana Penginderaan
Jauh (Lindgren, 1985).
1. Satelit2. Roket
3. Balon stratosfer
4. Pesawat udara
5. Helikopter

Page 8

        Dengan menggunakan wahana seperti di atas itulah maka alat penginderaan jauh ditempatkan. Semakin tinggi letak sensor maka daerah yang terdeteksi atau yang dapat diterima oleh sensor semakin luas. Jadi jangkauan penginderaannya semakin luas. Berdasarkan uraian National Academy of Sciences,(1977)
Keterangan:
I. Satelit dengan orbit 200 - 36.000 km;
II. Pesawat yang terbang rendah (> 15 km);
III. Pesawat yang terbang rendah (9 – 15 km);
IV. Pesawat yang terbang rendah (< 9 km).
(Sumber: Drs. Suryantoro MS, IKIP Malang).
        Alat sensor dalam penginderaan jauh dapat menerima informasi dalam berbagai bentuk antara lain sinar atau cahaya, gelombang bunyi dan daya elektromagnetik. Alat sensor digunakan untuk melacak, mendeteksi, dan merekam suatu objek dalam daerah jangkauan tertentu. Tiap sensor memiliki kepekaan tersendiri terhadap bagian spektrum elektromagnetik. Kemampuan sensor untuk merekam gambar terkecil disebut
resolusi spasial. Semakin kecil objek yang dapat direkam oleh sensor semakin baik sensor dan semakin baik resolusi spasial pada citra. Berdasarkan proses perekamannya sensor dapat dibedakan atas:
   1. Sensor Fotografi
      Proses perekamannya berlangsung seperti pada kamera foto biasa, atau yang kita kenal yaitu melalui proses kimiawi. Tenaga elektromagnetik yang diterima kemudian direkam pada emulsi film dan setelah diproses akan menghasilkan foto. Ini berarti, di samping sebagai tenaga, film juga berfungsi sebagai perekam, yang hasil akhirnya berupa foto udara, jika perekamannya dilakukan dari udara, baik melalui pesawat
udara atau wahana lainnya. Tapi jika perekamannya dilakukan dari antariksa maka hasil akhirnya disebut foto satelit atau foto orbital. Menurut Lillesand dan Kiefer, ada beberapa keuntungan menggunakan sensor
fotografi, yaitu:
   a. Caranya sederhana seperti proses pemotretan biasa.
   b. Biayanya tidak terlalu mahal.
   c. Resolusi spasialnya baik

Page 9

2. Sensor Elektronik
      Sensor elekronik berupa alat yang bekerja secara elektrik dengan pemrosesan menggunakan komputer. Hasil akhirnya berupa data visual atau data digital/numerik. Proses perekamannya untuk menghasilkan citra dilakukan dengan memotret data visual dari layar atau dengan menggunakan film perekam khusus. Hasil akhirnya berupa foto dengan film sebagai alat perekamannya dan tidak disebut foto udara
tetapi citra.Agar informasi-informasi dalam berbagai bentuk tadi dapat diterima oleh sensor, maka harus ada tenaga yang membawanya antara lain matahari. Informasi yang diterima oleh sensor dapat berupa:
1. Distribusi daya (forse).
2. Distribusi gelombang bunyi.
3. Distribusi tenaga elektromagnetik.
Informasi tersebut berupa data tentang objek yang diindera dan dikenali dari hasil rekaman berdasarkan karakteristiknya dalam bentuk cahaya, gelombang bunyi, dan tenaga elektromagnetik. Contoh: Salju dan batu kapur akan memantulkan sinar yang banyak (menyerap sinar sedikit) dan air akan memantulkan sinar sedikit (menyerap sinar banyak). Informasi tersebut merupakan hasil interaksi antara tenaga dan objek. Interaksi antara tenaga dan objek direkam oleh sensor, yang berupa alat-alat sebagai
berikut:
• Gravimeter : mengumpulkan data yang berupa variasi daya magnet.
• Magnetometer : mengumpulkan data yang berupa variasi daya magnet.
• Sonar : mengumpulkan data tentang distribusi gelombang dalam air.
• Mikrofon : mengumpulkan/menangkap gelombang bunyi di udara.
• Kamera : mengumpulkan data variasi distribusi tenaga elektromagnetik yang berupa sinar.
     Seperti telah disebutkan bahwa salah satu tenaga yang dimanfaatkan dalam penginderaan jauh antara lain berasal dari matahari dalam bentuk tenaga elektromagnetik (lihat tabel 1). Matahari merupakan sumber utama tenaga elektromagnetik ini. Di samping matahari sebagai sumber tenaga alamiah, ada juga sumber tenaga lain, yakni sumber tenaga buatan. Spektrum elektromagnetik dan bagian-bagiannya. Spektrum/saluran Panjang gelombang Keterangan Gamma 0,03 nm Diserap oleh atmosfer, tetapi benda radioaktif dapat diindera dari
pesawat terbang rendah. X 0,03 - 3 nm Diserap oleh atmosfer, sinar buatan digunakan dalam kedokteran.
Ultraviolet (UV) 3 nm - 0,4 μm 0,3 μm diserap oleh atmosfer. UV fotografik 0,3 - 0,4 μm Hamburan atmosfer berat sekali, diperlukan lensa kuarsa dalam kamera.
  •      Tampak 0,4 - 0,7 μm
  •      Biru 0,4 - 0,5 μm
  •     Hijau 0,5 - 0,6 μm
  •     Merah 0,6 - 0,7 μm
  •    Inframerah (IM) 0,7 - 1.000 μm Jendela atmosfer terpisah oleh saluran absorpsi.
  •    IM Pantulan 0,7 - 3 μm
  •    IM Fotografik 0,7 - 0,9 μm 
  •    Film khusus dapat merekam hingga panjang gelombang hampir 1,2 μm.
  • IM Termal 3 - 5 μm Jendela-jendela atmosfer dalam spektrum ini.
  • Gelombang mikro 8 - 14 μm Gelombang panjang yang mampu menembus awan, citra dapat dibuat dengan cara pasif dan aktif.
  • Radar 0,3 - 300 cm Penginderaan jauh sistem aktif.
Ka 0,3 - 300 cm Yang paling sering digunakan.
K 0,8 - 1,1 cm Yang paling sering digunakan.
Ku 1,1 - 1,7 cm
X 1,7 - 2,4 cm
C 2,4 - 3,8 cm
S 3,8 - 7,5 cm
L 7,5 - 15 cm
P 15 - 30 cm
Radio 30 - 100 cm Tidak digunakan dalam
penginderaan jauh. Sumber: Paine, 1981

Page 11

D. Sistem Penginderaan Jauh
     Penginderaan jauh dengan menggunakan tenaga matahari dinamakan penginderaan
jauh sistem pasif. Penginderaan jauh sistem pasif menggunakan pancaran cahaya, hanya dapat beroperasi
pada siang hari saat cuaca cerah. Penginderaan jauh sistem pasif yang menggunakan tenaga pancaran tenaga thermal, dapat beroperasi pada siang maupun malam hari. Citra mudah pengenalannya pada saat perbedaan suhu antara tiap objek cukup besar. Kelemahan penginderaan jauh sistem ini adalah resolusi spasialnya semakin kasar karena panjang gelombangnya semakin besar. Penginderaan jauh dengan menggunakan sumber tenaga buatan disebut penginderaan jauh sistem aktif. Penginderaan sistem aktif sengaja dibuat dan dipancarkan dari sensor yang kemudian dipantulkan kembali ke sensor tersebut untuk direkam. Pada
umumnya sistem ini menggunakan gelombang mikro, tapi dapat juga menggunakan spektrum tampak, dengan sumber tenaga buatan berupa laser. Penginderaan jauh yang menggunakan Matahari sebagai tenaga alamiah
disebut penginderaan jauh sistem pasif, sedangkan yang menggunakan sumber tenaga lain (buatan) disebut penginderaan jauh sistem aktif.
        Tenaga elektromagnetik pada penginderaan jauh sistem pasif dan sistem aktif untuk sampai di alat sensor dipengaruhi oleh atmosfer. Atmosfer mempengaruhi tenaga elektromagnetik yaitu bersifat selektif terhadap panjang gelombang, karena itu timbul istilah “Jendela atmosfer”, yaitu bagian spektrum elektromagnetik yang dapat mencapai bumi. Adapun jendela atmosfer yang sering digunakan dalam penginderaan jauh ialah spektrum tampak yang memiliki panjang gelombang 0,4 mikrometer hingga 0,7 mikrometer. Lihat tabel 1.1. Jadi kalau Anda perhatikan tabel tadi, spektrum elektromagnetik merupakan spektrum yang sangat luas,
hanya sebagian kecil saja yang dapat digunakan dalam penginderaan jauh, itulah sebabnya atmosfer disebut bersifat selektif terhadap panjang gelombang. Hal ini karena sebagian gelombang elektromagnetik mengalami hambatan, yang disebabkan oleh butirbutir yang ada di atmosfer seperti debu, uap air dan gas. Proses penghambatannya terjadi dalam bentuk serapan, pantulan dan hamburan.

Page 12

Setelah Anda membaca uraian dan melihat gambar tadi, cobalah Anda tuliskan gelombang elektromagnetik yang digunakan dalam penginderaan jauh! Spektrum/saluran Panjang gelombang
1. .... ....
2. .... ....
3. .... ....
4. .... ....
5. .... ....
        Setelah Anda memahami uraian di atas dan menjawab soal latihan, mari kita lanjutkan ke materi berikutnya. Faktor-faktor lain yang mempengaruhi jumlah tenaga matahari untuk sampai ke
permukaan bumi adalah:
1. Waktu (jam atau musim)
     Faktor waktu berpengaruh terhadap banyak sedikitnya energi matahari untuk sampai
ke bumi. Misalnya pada siang hari jumlah tenaga yang diterima lebih banyak
dibandingkan dengan pagi.
2. Lokasi
    Lokasi ini erat kaitannya dengan posisinya terhadap lintang geografi dan posisinya
terhadap permukaan laut. Misalnya di daerah khatulistiwa jumlah tenaga yang diterima
lebih banyak dari pada daerah lintang tinggi.
3. Kondisi cuaca
    Kondisi cuaca mempengaruhi adanya hambatan di atmosfer. Misalnya saat cuaca
berawan jumlah tenaga yang diterima lebih sedikit dari pada saat cuaca cerah.
Anda sudah menyelesaikan kegiatan belajar 1 dan memahaminya. Maka sebaiknya,
cobalah mengerjakan soal-soal pada tes mandiri. Seandainya mengalami kesulitan dalam
menjawab, maka diskusikanlah dengan teman-temanmu. Atau boleh juga ditanyakan
pada Guru Bina yang menguasai materi ini.

Page 13

KEGIATAN 1
Jawablah dengan singkat dan jelas!
1. Jelaskanlah salah satu pengertian penginderaan jauh!
2. Sebutkanlah tenaga yang diperlukan untuk menghubungkan objek dengan sensor dalam
    penginderaan jauh!
3. Bedakanlah antara sensor aktif dengan sensor pasif!
4. Jelaskanlah apa yang dimaksud dengan resolusi spasial!
5. Sebutkanlah faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah tenaga matahari untuk sampai ke
    permukaan bumi!
        Setelah Anda menjawab tugas/tes mandiri kegiatan 1, maka Anda boleh mencocokkan
jawaban Anda dengan kunci jawaban yang terdapat di akhir modul. Dan jika jawaban Anda
benar, saya ucapkan selamat! Dan lanjutkanlah belajar Anda pada kegiatan belajar berikutnya.

Page 14

D. HASIL-HASIL PENGINDERAAN JAUH
        Setelah membaca kegiatan belajar ini Anda diharapkan dapat:
1. menyebutkan jenis-jenis citra;
2. membedakan jenis-jenis citra berdasarkan beberapa variabel;
3. menunjukkan citra foto vertikal dengan citra foto condong;
4. menyebutkan warna yang digunakan dalam citra foto; dan
5. membedakan citra tunggal dengan citra multispektral.
Anda sudah menyelesaikan kegiatan belajar 1, selamat! Sekarang kita melanjutkan ke materi kegiatan belajar 2. Namun saya ingin tahu, apakah hasil fotografi yang Anda kenal sama dengan hasil penginderaan jauh?
Tentu tidak, bukan? Dan saya percaya Anda sudah mulai bisa membedakannya. Sekarang, coba Anda perhatikan uraian berikut ini. Semoga materi yang masih baru bagi Anda, memacu semangat dan keinginan untuk terus giat dalam belajar.
A. Jenis Citra
     Seperti telah diterangkan pada kegiatan belajar 1, bahwa masukan dalam penginderaan
jauh berupa bermacam-macam data. Hasil proses rekaman data penginderaan jauh
tersebut berupa:
• Data digital atau data numerik untuk dianalisis dengan menggunakan komputer.
• Data visual dibedakan lebih jauh atas data citra dan data non citra untuk dianalisis
dengan cara manual. Data citra berupa gambaran mirip aslinya, sedangkan data
non citra berupa garis atau grafik.Citra dapat dibedakan atas citra foto (photographic image) atau foto udara dan citra non foto (non photographic image). Perbedaan pokok keduanya disajikan pada tabel 2.1.

Kegiatan Belajar 2
Jenis Citra
Variabel pembeda
Citra foto Citra non foto
Sensor
Detektor
Proses perekaman
Mekanisme perekaman
Spektrum elektromagnetik
Kamera
Film
Fotografi/kimiawi
Serentak
Spektrum tampak dan
perluasannya.
Non kamera, mendasarkan
atas penyiaman (scanning)
kamera yang detektornya
bukan film.
Pita magnetik, termistor foto
konduktif, foto voltaik, dsb.
Elektronik
Parsial
Spektra tampak dan
perluasannya thermal, dan
gelombang mikro
.
Page 16

1. Citra Foto
    Citra foto adalah gambaran yang dihasilkan dengan menggunakan sensor kamera
(lihat gambar 2.1). Citra foto dapat dibedakan berdasarkan:
a. Spektrum Elektromagnetik yang digunakan
Berdasarkan spektrum elektromagnetik yang digunakan, citra foto dapat
dibedakan atas:
1) Foto ultra violet yaitu foto yang dibuat dengan menggunakan spektrum ultra
     violet dekat dengan panjang gelombang 0,29 mikrometer.
2) Foto ortokromatik yaitu foto yang dibuat dengan menggunakan spektrum
     tampak dari saluran biru hingga sebagian hijau (0,4 - 0,56 mikrometer).
3) Foto pankromatik yaitu foto yang dengan menggunakan spektrum tampak
     mata.
4) Foto infra merah yang terdiri dari foto warna asli (true infrared photo) yan  dibuat dengan
    menggunakan spektrum infra merah dekat sampai panjang gelombang 0,9 mikrometer
    hingga 1,2 mikrometer dan infra merah modifikasi (infra merah dekat) dengan sebagian
    spektrum tampak pada saluran merah dan saluran hijau.
Peta berdasarkan foto
Foto di sebelah kanan diambil dari
pesawat terbang. Tampak sebuah
kota kecil di gunung di Jepang.
Foto ini digunakan untuk membuat
peta yang terpampang di bawah.
Perhatikan foto itu dan lihat berapa
tempat yang dapat kalian kenali di
peta. Titik di dalam segitiga kecilkecil
itu patok duga, yakni tempat
yang ketinggian dan posisinya
diketahui dengan tepat. Pada peta,
elevasi suatu patok duga, yakni
tinggi patok itu dari permukaan
laut, dinyatakan dalam meter di
sebelahnya. Beberapa digambar
sebagai titik tanpa segitiga. Di
tengah atas terdapat sebuah
kontur dengan bilangan 300
berwarna cokelat. Setiap titik pada
kontur itu berelevasi 300 meter.
b. Sumbu kamera
Foto udara dapat dibedakan berdasarkan arah sumbu kamera ke permukaan
bumi, yaitu:
1) Foto vertikal atau foto tegak (orto photograph), yaitu foto yang dibuat dengan
sumbu kamera tegak lurus terhadap permukaan bumi.
Gambar 2.1. Contoh salah satu Citra foto.
17
2) Foto condong atau foto miring (oblique photograph), yaitu foto yang dibuat
dengan sumbu kamera menyudut terhadap garis tegak lurus ke permukaan
bumi. Sudut ini pada umumnya sebesar 10 derajat atau lebih besar. Tapi
apabila sudut condongnya masih berkisar antara 1 - 4 derajat, foto yang
dihasilkan masih digolongkan sebagai foto vertikal.
Foto condong masih dibedakan lagi menjadi:
a) Foto agak condong (low oblique photograph), yaitu apabila cakrawala
tidak tergambar pada foto.
b) Foto sangat condong (high oblique photograph), yaitu apabila pada foto
tampak cakrawalanya.
Beda antara foto vertikal, foto agak condong dan foto sangat condong disajikan
pada gambar 2.2. dan 2.3.
Gambar 2.2. Bentuk liputan foto udara.
(Sutanto, Penginderaan jauh jilid I, 1999).
Gambar 2.3. Blok bujur sangkar pada foto udara (Smith, 1943)
A = Foto vertikal, B = Foto agak condong, C = Foto sangat condong.
(Sutanto, Penginderaan jauh, jilid I, 1999).
c. Warna yang digunakan
Berdasarkan warna yang digunakan, citra foto dapat dibedakan atas:
1) Foto berwarna semua (false colour).
Warna citra pada foto tidak sama dengan warna aslinya. Misalnya pohonpohon
yang berwarna hijau dan banyak memantulkan spketrum infra merah,
pada foto tampak berwarna merah.
2) Foto berwarna asli (true colour).
Contoh: foto pankromatik berwarna.
A B C
18
d. Wahana yang digunakan
Berdasarkan wahana yang digunakan, ada 2 (dua) jenis citra, yakni:
1) Foto udara, dibuat dari pesawat udara atau balon (lihat kembali gambar 2.1).
2) Foto satelit/orbital, dibuat dari satelit (lihat gambar 2.4).
Demikian penjelasan tentang citra foto. Untuk mengetahui pemahaman Anda
tentang materi tadi, silahkan kerjakan latihan berikut ini. Selanjutnya Anda bisa
mempelajari materi tentang citra non foto.
Petunjuk:
Cobalah Anda bersama teman-teman mencari foto udara atau
pilihlah salah satu gambar foto udara pada modul ini, kemudian
sesuaikan urian di atas. Setelah itu tanyalah pada Guru Bina
Anda, apakah pertanyaan dan jawaban-jawaban Anda benar?
2. Citra Non Foto
Citra non foto adalah gambaran yang dihasilkan oleh sensor bukan kamera (lihat
gambar 2.4). Citra non foto dibedakan atas:
a. Spektrum elektromagnetik yang digunakan
Berdasarkan spektrum elektromagnetik yang digunakan dalam penginderaan,
citra non foto dibedakan atas:
1) Citra infra merah thermal, yaitu citra yang dibuat dengan spektrum infra merah
thermal. Penginderaan pada spektrum ini mendasarkan atas beda suhu objek
dan daya pancarnya pada citra tercermin dengan beda rona atau beda
warnanya.
2) Citra radar dan citra gelombang mikro, yaitu citra yang dibuat dengan spektrum
gelombang mikro. Citra radar merupakan hasil penginderaan dengan sistim
aktif yaitu dengan sumber tenaga buatan, sedang citra gelombang mikro
dihasilkan dengan sistim pasif yaitu dengan menggunakan sumber tenaga
alamiah.
b. Sensor yang digunakan
Berdasarkan sensor yang digunakan, citra non foto terdiri dari:
1) Citra tunggal, yakni citra yang dibuat dengan sensor tunggal, yang salurannya
lebar.
2) Citra multispektral, yakni citra yang dibuat dengan sensor jamak, tetapi
salurannya sempit, yang terdiri dari:
• Citra RBV (Return Beam Vidicon), sensornya berupa kamera yang
hasilnya tidak dalam bentuk foto karena detektornya bukan film dan
prosesnya non fotografik.
• Citra MSS (Multi Spektral Scanner), sensornya dapat menggunakan
spektrum tampak maupun spektrum infra merah thermal. Citra ini dapat
dibuat dari pesawat udara.
19
Gambar 2.4. Contoh citra non foto.
c. Wahana yang digunakan
Berdasarkan wahana yang digunakan, citra non foto dibagi atas:
1) Citra Dirgantara (Airborne Image), yaitu citra yang dibuat dengan wahana
yang beroperasi di udara (dirgantara).
Contoh: Citra infra merah thermal, citra radar dan citra MSS. Citra dirgantara
ini jarang digunakan.
2) Citra Satelit (Satellite/Spaceborne Image), yaitu citra yang dibuat dari antariksa
atau angkasa luar. Citra ini dibedakan lagi atas penggunaannya, yakni:
a) Citra satelit untuk penginderaan planet. Contoh: Citra satelit Viking (AS),
Citra satelit Venera (Rusia).
b) Citra satelit untuk penginderaan cuaca. Contoh: NOAA (AS), Citra Meteor
(Rusia).
c) Citra satelit untuk penginderaan sumber daya bumi. Contoh: Citra Landsat
(AS), Citra Soyuz (Rusia) dan Citra SPOT (Perancis).
d) Citra satelit untuk penginderaan laut. Contoh: Citra Seasat (AS), Citra
MOS (Jepang).
Demikian uraian tentang hasil-hasil penginderaan jauh. Setelah Anda mempelajari
kegiatan belajar 2 dan memahaminya, maka Anda dapat mengerjakan tugas/tes
mandiri di bawah ini.
20
KEGIATAN 2
Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat di bawah ini!
1. Hasil penginderaan jauh dapat berupa ....
a. angka dan garis d. garis dan lingkaran
b. gambar dan angka e. lingkaran dan kotak
c. kotak dan gambar
2. Gambar yang dihasilkan dengan menggunakan sensor kamera adalah ....
a. Citra non foto d. Citra
b. Detektor e. Film
c. Sensor
3. Foto yang dibuat dengan sudut condongnya masih berkisar antara 1 – 5 derajat, masih
digolongkan sebagai ....
a. High Oblique Photograph d. Foto Pankromatik
b. Low Oblique Photograph e. Foto Condong
c. Foto Vertikal
4. Jenis kamera untuk sudut normal (normal angle), besar sudut liputannya adalah ....
a. 0 – 45 derajat d. 75 – 100 derajat
b. 0 – 60 derajat e. 100 – 125 derajat
c. 60 – 75 derajat
5. Citra radar merupakan hasil penginderaan dengan sistem ....
a. aktif d. kimiawi
b. aktif dan pasif e. elektrik
c. pasif
6. Citra yang dibuat dengan wahana yang beroperasi di udara disebut ....
a. citra satelit d. citra dirgantara
b. citra foto e. citra multispektral
c. citra tunggal
7. Yang merupakan citra untuk penginderaan cuaca milik AS adalah ....
a. Viking d. SPOT
b. Venera e. MOS
c. NOAA
Setelah Anda menjawab tugas/tes mandiri kegiatan belajar 2, maka Anda boleh mencocokkan
jawaban Anda dengan kunci jawaban di akhir modul ini. Jika Anda sudah menjawab dengan
benar dan memahaminya, selamat! Berarti Anda sudah berjuang, silahkan lanjutkan pada
kegiatan belajar 3.
21
LANGKAH-LANGKAH YANG DITEMPUH
DALAM MENDAPATKAN DATA DARI
HASIL PENGINDERAAN JAUH
Setelah membaca kegiatan belajar ini, Anda diharapkan dapat:
1. menyebutkan 3 langkah untuk mendapatkan data geografi dari hasil
penginderaan jauh;
2. menjelaskan apa yang dimaksud dengan pengejaan ciri spektral;
3. menyebutkan 3 pengejaan ciri spektral;
4. membedakan unsur rona, warna dan bentuk dalam interpretasi citra;
5. mengidentifikasi bentang alam dengan mengamati hasil penginderaan jauh; dan
6. membedakan beberapa unsur bentang alam dengan bentang budaya.
Kini Anda mulai lagi masuk ke dalam kegiatan belajar 3. Anda perlu mengetahui
langkah-langkah apa saja untuk mendapatkan data hasil penginderaan jauh.
Langkah ini yang biasa dikenal dengan istilah Interpretasi Citra. Setelah diperoleh
masukan data penginderaan jauh, data tersebut harus diinterpretasikan atau
ditafsirkan artinya. Penafsiran inilah yang disebut interpretasi citra.
A. Interpretasi Citra
Menurut Este dan Simonett, 1975: Interpretasi citra merupakan perbuatan mengkaji foto
udara atau citra dengan maksud untuk mengidentifikasi objek dan menilai arti pentingnya
objek tersebut.
Jadi di dalam interpretasi citra, penafsir mengkaji citra dan berupaya mengenali objek
melalui tahapan kegiatan, yaitu:
• deteksi
• identifikasi
• analisis
Setelah melalui tahapan tersebut, citra dapat diterjemahkan dan digunakan ke dalam
berbagai kepentingan seperti dalam: geografi, geologi, lingkungan hidup, dan sebagainya.
Pada dasarnya kegiatan interpretasi citra terdiri dari 2 proses, yaitu melalui pengenalan
objek melalui proses deteksi dan penilaian atas fungsi objek.
1. a. Pengenalan objek melalui proses deteksi yaitu pengamatan atas adanya suatu
objek, berarti penentuan ada atau tidaknya sesuatu pada citra atau upaya untuk
mengetahui benda dan gejala di sekitar kita dengan menggunakan alat
pengindera (sensor).
Untuk mendeteksi benda dan gejala di sekitar kita, penginderaannya tidak
dilakukan secara langsung atas benda, melainkan dengan mengkaji hasil rekaman
dari foto udara atau satelit.
Kegiatan Belajar 3
22
b. Identifikasi.
Ada 3 (tiga) ciri utama benda yang tergambar pada citra berdasarkan ciri yang
terekam oleh sensor yaitu sebagai berikut:
• Spektoral
Ciri spektoral ialah ciri yang dihasilkan oleh interaksi antara tenaga
elektromagnetik dan benda yang dinyatakan dengan rona dan warna.
• Spatial
Ciri spatial ialah ciri yang terkait dengan ruang yang meliputi bentuk, ukuran,
bayangan, pola, tekstur, situs, dan asosiasi.
• Temporal
Ciri temporal ialah ciri yang terkait dengan umur benda atau saat perekaman.
2. Penilaian atas fungsi objek dan kaitan antar objek dengan cara menginterpretasi
dan menganalisis citra yang hasilnya berupa klasifikasi yang menuju ke arah teorisasi
dan akhirnya dapat ditarik kesimpulan dari penilaian tersebut. Pada tahapan ini,
interpretasi dilakukan oleh seorang yang sangat ahli pada bidangnya, karena hasilnya
sangat tergantung pada kemampuan penafsir citra.
Menurut Prof. Dr. Sutanto, pada dasarnya interpretasi citra terdiri dari dua kegiatan utama,
yaitu perekaman data dari citra dan penggunaan data tersebut untuk tujuan tertentu.
Lihat gambar 4.1.
Gambar 4.1. Sistem Penginderaan Jauh.
(Prof Dr. Sutanto, Penginderaan Jauh, jilid I, 1999)
Perekaman data dari citra berupa pengenalan objek dan unsur yang tergambar pada
citra serta penyajiannya ke dalam bentuk tabel, grafik atau peta tematik. Urutan kegiatan
dimulai dari menguraikan atau memisahkan objek yang rona atau warnanya berbeda
dan selanjutnya ditarik garis batas/delineasi bagi objek yang rona dan warnanya sama.
Kemudian setiap objek yang diperlukan dikenali berdasarkan karakteristik spasial dan
atau unsur temporalnya.
Sumber
Tenaga
Sensor
Data Visual
Non Citra
Citra
Digital
Aneka Pengguna
Data
Obyek
Atmosfer
Pantulan
Pancaran
23
Objek yang telah dikenali jenisnya, kemudian diklasifikasikan sesuai dengan tujuan
interpretasinya dan digambarkan ke dalam peta kerja atau peta sementara. Kemudian
pekerjaan medan (lapangan) dilakukan untuk menjaga ketelitian dan kebenarannya.
Setelah pekerjaan medan dilakukan, dilaksanakanlah interpretasi akhir dan pengkajian
atas pola atau susunan keruangan (objek) dapat dipergunakan sesuai tujuannya.
Untuk penelitian murni, kajiannya diarahkan pada penyusunan teori, sementara
analisisnya digunakan untuk penginderaan jauh, sedangkan untuk penelitian terapan,
data yang diperoleh dari citra digunakan untuk analisis dalam bidang tertentu seperti
geografi, oceanografi, lingkungan hidup, dan sebagainya. Untuk lebih jelasnya lihat
kembali gambar 4.1.
Dalam menginterpretasi citra, pengenalan objek merupakan bagian yang sangat penting,
karena tanpa pengenalan identitas dan jenis objek, maka objek yang tergambar pada
citra tidak mungkin dianalisis. Prinsip pengenalan objek pada citra didasarkan pada
penyelidikan karakteristiknya pada citra. Karakteristik yang tergambar pada citra dan
digunakan untuk mengenali objek disebut unsur interpretasi citra.
B. Unsur Interpretasi Citra
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengamati kenampakan objek dalam
foto udara, yaitu:
1. Rona dan Warna
Rona atau tone adalah tingkat kecerahan atau kegelapan suatu objek yang terdapat
pada foto udara atau pada citra lainnya. Pada foto hitam putih rona yang ada biasanya
adalah hitam, putih atau kelabu (lihat gambar 4.2). Tingkat kecerahannya tergantung
pada keadaan cuaca saat pengambilan objek, arah datangnya sinar matahari, waktu
pengambilan gambar (pagi, siang atau sore) dan sebagainya.
Pada foto udara berwarna, rona sangat dipengaruhi oleh spektrum gelombang
elektromagnetik yang digunakan, misalnya menggunakan spektrum ultra violet,
spektrum tampak, spektrum infra merah dan sebagainya. Perbedaan penggunaan
spektrum gelombang tersebut mengakibatkan rona yang berbeda-beda. Selain itu
karakter pemantulan objek terhadap spektrum gelombang yang digunakan juga
mempengaruhi warna dan rona pada foto udara berwarna.
Gambar 4.2. Rona fotografi diukur dalam bayangan dari: kelabu putih pada A, kelabu
muda pada B, kelabu suram pada C, dan kelabu hitam pada D. Dapat juga dengan pola
yang jelas: E = seragam; F = berbintik; G = bergaris; H = berkerak; I = batas
ketajaman; J = tak jelas. (David, 1993).
a b c d
1
2
3
4
G
I
H J C
A
D E
F
B
24
2. Bentuk
Bentuk-bentuk atau gambar yang terdapat pada foto udara merupakan konfigurasi
atau kerangka suatu objek. Bentuk merupakan ciri yang jelas, sehingga banyak objek
yang dapat dikenali hanya berdasarkan bentuknya saja. (Lihat gambar 4.3).
Contoh: 1) Gedung sekolah pada umumnya berbentuk huruf I, L, U atau empat
persegi panjang.
2) Gunung api, biasanya berbentuk kerucut.
Gambar 4.3. Foto udara pankromatik hitam putih pabrik gula Madukismo
di Yogyakarta, tahun 1959. 1 : 7.500 (atas perkenan Bakosurtanal).
3. Ukuran
Ukuran merupakan ciri objek yang antara lain berupa jarak, luas, tinggi lereng dan
volume. Ukuran objek pada citra berupa skala, karena itu dalam memanfaatkan ukuran
sebagai interpretasi citra, harus selalu diingat skalanya.
Contoh: Lapangan olah raga sepakbola dicirikan oleh bentuk (segi empat) dan
ukuran yang tetap, yakni sekitar (80 m - 100 m).
4. Tekstur
Tekstur adalah frekwensi perubahan rona pada citra. Ada juga yang mengatakan
bahwa tekstur adalah pengulangan pada rona kelompok objek yang terlalu kecil
untuk dibedakan secara individual. Tekstur dinyatakan dengan: kasar, halus, dan
sedang (lihat gambar 4.4).
Misalnya: Hutan bertekstur kasar, belukar bertekstur sedang dan semak bertekstur
halus.
25
Gambar 4.4. Foto udara pankromatik hitam putih daerah dekat
Kota Yogyakarta, tahun 1959. 1 : 7.500 (atas perkenan Bakosurtanal).
Pabrik dapat dikenali dengan bentuknya yang serba lurus dan ukurannya yang besar
(a), jauh lebih besar dari ukuran rumah mukim pada umumnya. Pabrik itu berasosiasi
dengan lori yang tampak pada foto dengan bentuk empat persegi panjang dan ronanya
kelabu, mengelompok dalam jumlah besar (b). Lori pada umumnya digunakan untuk
mengangkut tebu dari sawah ke pabrik gula. Oleh karena itulah maka pabrik itu
diinterpretasikan sebagai pabrik gula. Pada saat pemotretannya, pabrik itu sedang
aktif menggiling tebu. Hal ini dapat diketahui dari asapnya yang mengepul tebal dan
tertiup angin ke arah barat daya. Pola perumahan yang teratur dan letaknya yang
berdekatan dengan pabrik gula mengisyaratkan bahwa perumahan itu merupakan
perumahan karyawan pabrik gula (c).
Atap pabrik gula maupun atap perumahan karyawannya yang berona cerah
mengisyaratkan bahwa bangunannya merupakan bangunan baru. Hal ini diperkuat
oleh kenyataan bahwa pohon-pohonan di sekitar rumah tersebut baru mulai tumbuh.
Tanaman pada (a) bertekstur halus, tanaman tebu (b) yang tampak pada tepi kanan
dan tepi atas foto bertekstur sedang, tanaman pekarangan (c) dan kebun kelapa
bertekstur kasar. Di samping bertekstur sedang, tanaman tebu juga ditandai dengan
tekstur yang seragam untuk daerah cukup luas. Hal ini disebabkan karena
penggarapannya dan penanaman dapat dilakukan secara serentak. Bagi tekstur
tanaman lain pada sawah yang diusahakan oleh petani, teksturnya berbeda dari
petak yang satu ke petak lainnya.
Pada (d) terdapat pohon kelapa yang dapat dikenali berdasarkan tajuknya yang
berbentuk bintang. Berbeda dengan bagian lain yang tanaman pekarangannya berupa
campuran berbagai jenis pohon, pada bagian (d) ini yang dominan adalah pohon
kelapa.
Bayangan juga merupakan salah satu unsur interpretasi citra yang penting. Di dalam
contoh ini, bayangan dapat digunakan untuk mengetahui beda tinggi relatif antara
tanaman tebu dan tanaman pekarangan. Tinggi pohon kelapa tampak sekitar 5 - 6
kali tinggi tanaman tebu.
26
5. Pola
Pola atau susunan keruangan merupakan ciri yang menandai bagi banyak objek
bentukan manusia dan bagi beberapa objek alamiah.
Contoh: Pola aliran sungai menandai struktur geologis. Pola aliran trelis menandai
struktur lipatan. Permukiman transmigrasi dikenali dengan pola yang teratur,
yaitu ukuran rumah dan jaraknya seragam, dan selalu menghadap ke jalan.
Kebun karet, kebun kelapa, kebun kopi mudah dibedakan dari hutan atau
vegetasi lainnya dengan polanya yang teratur, yaitu dari pola serta jarak
tanamnya.
6 Bayangan
Bayangan bersifat menyembunyikan detail atau objek yang berada di daerah gelap.
Meskipun demikian, bayangan juga dapat merupakan kunci pengenalan yang penting
bagi beberapa objek yang justru dengan adanya bayangan menjadi lebih jelas.
Contoh: Lereng terjal tampak lebih jelas dengan adanya bayangan, begitu juga
cerobong asap dan menara, tampak lebih jelas dengan adanya bayangan.
Foto-foto yang sangat condong biasanya memperlihatkan bayangan objek
yang tergambar dengan jelas, sedangkan pada foto tegak hal ini tidak terlalu
mencolok, terutama jika pengambilan gambarnya dilakukan pada tengah
hari.
7. Situs
Situs adalah letak suatu objek terhadap objek lain di sekitarnya. Misalnya permukiman
pada umumnya memanjang pada pinggir beting pantai, tanggul alam atau sepanjang
tepi jalan. Juga persawahan, banyak terdapat di daerah dataran rendah, dan
sebagainya.
8. Asosiasi
Asosiasi adalah keterkaitan antara objek yang satu dengan objek yang lainnya.
Contoh: Stasiun kereta api berasosiasi dengan jalan kereta api yang jumlahnya lebih
dari satu (bercabang).
9. Konvergensi Bukti
Konvergensi bukti ialah penggunaan beberapa unsur interpretasi citra sehingga
lingkupnya menjadi semakin menyempit ke arah satu kesimpulan tertentu.
Contoh: Tumbuhan dengan tajuk seperti bintang pada citra, menunjukkan pohon
palem. Bila ditambah unsur interpretasi lain, seperti situsnya di tanah becek
dan berair payau, maka tumbuhan palma tersebut adalah sagu. Untuk
lebih jelasnya perhatikan gambar 4.5.
Gambar 4.5. Contoh konvergensi bukti.
KELAPA
KELAPA
SAWIT
NIPAH
ENAU
SAGU
NIPAH
ENAU
SAGU
SAGU
ENAU
SAGU
BENTUK
(tajuk berbentuk
bintang)
POLA
(tidak teratur)
UKURAN
(tinggi ≥ 10 m)
SITUS
(air payau)
27
Nah, Anda telah selesai mempelajari materi tentang unsur interpretasi citra. Untuk
itu, coba Anda kerjakan latihan berikut ini!
Cobalah Anda cari 15 istilah-istilah yang berhubungan dengan
penginderaan jauh baik secara horizontal, vertikal maupun bentuk
diagonal pada kotak berikut ini!
S N A C I J K L M N O P Q R S T U V W I
H E B D K N D E T E K S I H Y Z S O D X
I L N E R U T S K E T V U X T S R E L Y
J M C S Z C E E Y X W V W P Q R N U X Z
K L D F O D F G R T U E S P A T I A L R
I M E G H R H R S P N O Q R I U V W I S
S N P O L A Q K L M R P Z F S A U X A R
A O F H R F K L M N O E I O T T A Y R O
I P G T O X G W S P E K T O R A L Z I N
S Q I N T E M P O R A L K A J I N W N A
O C H M I J S Q P S O N L M S S O M X W
S R I L K J I H I G F E D C B I A Z Y V
A S J K L M N O P Q B E N T U K R S T U
Setelah Anda menjawab tugas/latihan di atas, semoga pengetahuan dan pemahaman
tentang penginderaan jauh semakin dalam, dan teruslah bersemangat mempelajarinya.
Dengan harapan besar, Anda semakin sukses di materi berikutnya. OKE?
C. Interpretasi Citra pada Bentang Alam dan Bentang Budaya
Bentang alam dan bentang budaya merupakan objek dari penginderaan jauh. Melalui
metode penginderaan jauh, keduanya dapat direkam oleh sensor sehingga menjadi citra.
Dengan interpretasi citra, unsur-unsur bentang alam dan bentang budaya dapat dikenali
dan hasilnya dapat dimanfaatkan sesuai dengan tujuan penelitian.
Di bawah ini disajikan contoh pengenalan unsur bentang alam dan bentang budaya dari
citra penginderaan jauh yang disarikan oleh Prof. Dr. Sutanto dalam bukunya berjudul
Penginderaan Jauh, tahun 1992.
1. Unsur Bentang Alam
a. Sungai
Sungai memiliki tekstur permukaan air yang seragam dengan rona yang gelap
jika airnya jernih, atau cerah jika keruh. Arah aliran sungai ditandai oleh bentuk
sungai yang lebar pada bagian muara, pertemuan sungai memiliki sudut lancip
28
sesuai dengan arah aliran, perpindahan meander ke arah samping dan ke arah
bawah (muara), gosong sungai meruncing ke arah hulu dan melebar ke arah
muara (lihat gambar 4.6 dan 4.7).
b. Dataran Banjir
Dataran banjir memiliki permukaan yang rata dengan posisi lebih rendah dari
daerah sekitar. Kadang-kadang dijumpai tempat-tempat yang tidak rata karena
adanya bekas saluran atau adanya oxbow lake (danau tapal kuda). Dataran banjir
memiliki rona yang seragam atau kadang-kadang tidak seragam, dan terdapat
sungai yang posisinya kadang-kadang agak jauh.
c. Kipas Aluvial dan Kerucut Aluvial
1) Kipas aluvial berbentuk kipas dengan permukaan halus. Lereng bawahnya
landai (1 – 2 derajat) dengan bagian atas yang curam, rona yang putih sampai
kelabu putih dengan bagian bawah lebih gelap karena adanya vegetasi yang
padat.
Gambar 4.6. Sungai Kubu, Sumatera Utara
(Sumber: I Made Sandy, Geografi Regional, hal. 76).
Gambar 4.7. Foto udara pankromatik hitam putih sebagian Kota Samarinda,
skala 1 : 5.000 (atas perkenan Bakosurtanal).
Sungai bermeander
SUNGAI KUBU
SUMATERA UTARA
Tg. Pulaualang Kecil
S. KUBU
29
Kapal besar dan kecil dapat dikenali dengan mudah, dan dapat dihitung bila
perlu. Rumahpun demikian pula halnya. Rumah kecilpun dapat dikenali dan
diukur luasnya bila diperlukan. Air Sungai Mahakam yang berona cerah
menunjukkan bahwa air itu keruh.
2) Kerucut aluvial bentuknya seperti kipas aluvial dengan ukuran lebih kecil.
Lerengnya curam (bisa mencapai 20 derajat).
d. Guguk Pasir (Beach Ridge)
Gubuk pasir berbentuk sempit dan memanjang, lurus atau melengkung, igir
rendah dengan permukaan air yang datar, sejajar sama lain dan sejajar pantai.
Tak terdapat aliran permukaan dan erosi. Pada kawasan terbukti bentuknya sesuai
garis tinggi. Daerah ini sering dimanfaatkan untuk tempat tinggal atau jalan.
e. Hutan Bakau
Hutan bakau memiliki rona sangat hitam karena daya pantul terhadap cahaya
rendah, ketinggian pohon seragam dan tumbuh pada pantai yang becek, tepi
sungai atau peralihan air payau.
f. Hutan Rawa
Hutan rawa memiliki rona dan tekstur tidak seragam. Hal ini disebabkan karena
ketinggian pohonnya berbeda. Terletak antara hutan bakau dengan hutan rimba
di kawasan pedalaman.
g. Sagu dan Nipah
Sagu dan nipah tergolong jenis palma. Perbedaannya adalah:
1) Sagu memiliki daun yang membentuk roset (bintang) sedang nipah tidak.
2) Sagu memiliki rona yang gelap sedang nipah berona cerah dan seragam.
3) Sagu tumbuh berkelompok sedang nipah tidak.
4) Tangkai bunga sagu memantulkan cahaya putih yang berasal dari tajuk bunga
sedang nipah tidak.
2. Unsur Bentang Budaya
a. Jalan Raya dan Jalan Kereta Api
Jalan raya dan jalan kereta api memiliki bentuk memanjang, lebarnya seragam
dan relatif lurus. Tekstur halus serta rona yang kontras dengan daerah sekitar
dan pada umumnya cerah. Simpang jalan tegak lurus atau mendekati tegak lurus
(lihat gambar 4.8).
b. Terowongan dan Jembatan
1) Pada terowongan nampak seperti jalan atau jalan kereta api yang tiba-tiba
hilang pada satu titik dan timbul lagi pada titik yang lain.
2) Pada jembatan nampak adanya sungai atau saluran irigasi yang menyilang
jalan, terdapat bayangan karena perbedaan tinggi antara jembatan dengan
sungai. Badan jembatan umumnya lebih sempit dari jalan yang
dihubungkannya.
c. Stasiun Kereta Api, Terminal Bus, dan Bandar Udara
1) Pada stasiun kereta api terdapat bangunan rumah yang terpisah dari
sekitarnya, nampak cabang rel kereta api dan gerbong kereta api. Pada
stasiun besar nampak rel yang hilang pada satu sisi rumah dan timbul kembali
pada sisi yang lain.
30
2) Pada terminal bus nampak kawasan yang datar, teratur dan luas, terdapat
bangunan besar dengan deretan bus yang berjajar ke arah samping dan
jaraknya rapat.
3) Pada bandar udara nampak lapangan yang luas, datar dan tekstur halus.
Landasan yang lurus, lebar dengan pola yang teratur nampak jelas. Terdapat
gedung terminal, tempat parkir pesawat dan kadang-kadang nampak pesawat
terbangnya.
d. Lapangan Sepakbola
Berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran teratur (5 : 4), dengan rona
cerah dan tekstur yang halus. Pada foto skala 1 : 5.000 nampak gawang di tengah
garis belakang.
e. Rumah Permukiman
1) Rumah mukim berbentuk empat persegi panjang, terdapat bayangan di
tengah-tengah bagian atapnya, terletak dekat jalan dan ukuran rumah relatif
kecil (lihat gambar 4.8 dan 4.9).
2) Gedung sekolah bentuknya seperti I, L atau U dengan halaman yang teratur
dan bersih serta luas.
3) Rumah sakit merupakan bangunan seragam, besar dan memanjang, pola
teratur dengan deretan bangunan yang terpisah satu sama lain yang
dihubungkan oleh bangunan penghubung. Memiliki halaman yang luas untuk
parkir dan letaknya di tepi jalan.
4) Pabrik/industri memiliki gedung dengan ukuran besar dan pada umumnya
memanjang, beberapa gedung sering bergabung dengan jarak yang dekat
(rapat). Terletak di pinggir jalan, terdapat tempat bongkar muat barang,
kadang-kadang nampak tangki air/bahan bakar, cerobong asap dan
sebagainya (lihat gambar 4.9).
5) Pasar memiliki bentuk dan ukuran gedung yang teratur dan seragam. Pola
teratur dengan jarak rapat, terletak di tepi jalan besar dan nampak konsentrasi
kendaraan bermotor dan tidak bermotor.
f. Tanah Pertanian dan Perkebunan
1) Sawah berupa petak-petak persegi panjang pada daerah datar, pada daerah
miring bentuk petak mengikuti garis tinggi. Sering nampak saluran irigasi.
Jika pada sawah tersebut terdapat tanaman padi, memiliki tekstur yang halus
dengan rona gelap pada usia muda, abu-abu pada usia 2 bulan dan cerah
pada usia tua. Jika ditanami tebu, tekstur lebih kasar dari padi dan tampak
jalur lariknya. Tekstur dan rona nampak seragam pada kawasan yang luas.
31
Gambar 4.8. Interpretasi citra dari foto udara kawasan Slipi dan sekitarnya,
Jakarta Barat: 1) jalan; 2) permukiman penduduk; 3) rel kereta api;
4) lapangan rumput; 5) perkantoran.
Gambar 4.9. Interpretasi citra kawasan Cakung, Jakarta: 1) gedung; 2) jalan;
3) sungai; 4) permukiman penduduk; 5) kawasan industri; 6) daerah rendah
ditutupi tumbuhan air; 7) daerah genangan air keruh.
(Dinas Topografi DKI Jakarta, 1979).
2) Perkebunan karet memiliki jalur lurus dengan tinggi pohon seragam, jarak
tanaman dalam jalur teratur demikian juga jarak antar jalur. Tekstur mirip
beledu dengan rona yang gelap. Terletak pada ketinggian 50 - 60 m dari
permukaan laut dengan relief miring.
3) Perkebunan kopi tampak sebagai deretan lurus titik-titik hitam dan latar
belakang cerah. Pohon pelindung lebih tinggi dan lebih jarang. Jarak tanaman
teratur (3 - 4 m) dan tinggi tanaman 3 - 4 m. Terletak pada kawasan yang
miring sampai ketinggian 1.500 m dari permukaan laut. Tanahnya gembur
dan mampu meresap air sampai dalam, dengan curah hujan lebih dari 2000
m setiap tahun.
32
4) Perkebunan kelapa memiliki pola yang teratur dengan rona yang cerah dan
jarak tanaman sekitar 10 m dengan tinggi pohon mencapai 15 m. Terdapat
pada daerah yang mudah meresap air dengan curah hujan yang cukup
banyak. Tajuk pohon berbentuk bintang.
5) Perkebunan kelapa sawit memiliki tajuk yang rapat dan berbentuk bintang.
Teksturnya lebih halus dari pada tanaman kelapa, rona gelap dengan jarak
tanaman teratur (6 - 9 m) dan curah hujan 2.000 mm - 4.000 mm per tahun.
Setelah Anda mempelajari kegiatan belajar 4 dan memahaminya, maka Anda
dapat mengerjakan tugas/tes mandiri di bawah ini.
KEGIATAN 3
Jawablah dengan singkat dan jelas!
1. Sebutkanlah langkah-langkah untuk mendapatkan data geografi dari hasil penginderaan
jauh!
2. Jelaskan 3 (tiga) perbedaan ciri yang terekam oleh sensor!
3. Apakah yang mempengaruhi rona dan warna? Berikan 3 contoh!
4. Apa bedanya antara citra foto dengan citra non foto?
5. Sebutkanlah 3 (tiga) contoh pengenalan objek berdasarkan bentuk!
Setelah Anda menyelesaikan jawaban tes mandiri tugas kegiatan belajar 3, maka silahkan
Anda mencocokkan jawaban dengan kunci jawaban yang terdapat di akhir kegiatan/modul
ini.
33
PEMANFAATAN PENGINDERAAN JAUH
Setelah membaca kegiatan belajar ini, Anda diharapkan dapat:
1. menyebutkan manfaat penginderaan jauh sebagai salah satu sumber
informasi;
2. menjelaskan alasan mengapa pemanfaatan penginderaan jauh mengalami
peningkatan yang pesat;
3. menyebutkan pada bidang apa saja penginderaan jauh dapat bermanfaat;
4. menyebutkan 3 manfaat dalam bidang sumber daya bumi dan lingkungan; dan
5. membedakan antara manfaat satelit NOAA, SPOT dan Seasat.
Pengetahuan Anda kini semakin banyak, dan pemahamanpun tentang
penginderaan jauh semakin baik. Saya percaya itu, asal Anda terus giat dan
mempunyai semangat tinggi untuk maju. Maka marilah kita lanjutkan pada
kegiatan belajar berikutnya. Selamat belajar!
A. Peningkatan Manfaat Penginderaan Jauh
Anda tahu pada saat ini, pemanfaatan penginderaan jauh sebagai salah satu sumber
informasi telah menunjukkan peningkatan yang cukup pesat. Beberapa alasan mengapa
pemanfaatan penginderaan jauh mengalami peningkatan antara lain:
1. Melalui penggunaan citra akan diperoleh gambaran objek permukaan bumi dengan
wujud dan posisi yang mirip dengan kenyataannya, relatif lengkap, dan dapat meliput
wilayah yang luas.
2. Dengan adanya teknologi, objek yang terekam dalam foto udara memiliki kesan 3
dimensi.
3. Melalui citra, dapat diketahui gejala atau kenampakan di permukaan bumi seperti
kandungan sumber daya mineral suatu daerah, jenis batuan, dan lain-lain dengan
cepat, yaitu melalui citra yang menggunakan sinar infra merah.
4. Citra dapat dengan cepat menggambarkan objek yang sangat sulit dijangkau oleh
pengamatan langsung (lapangan). Contohnya satu lembar foto udara meliputi luas
132 km2 direkam dalam waktu kurang 1 detik.
5. Dapat menggambarkan atau memetakan daerah bencana alam dalam waktu yang
cepat seperti daerah yang terkena gempa, wilayah banjir, dan sebagainya.
6. Melalui penginderaan jauh dapat diperoleh data atau informasi yang cepat, tepat
dan akurat.
Kegiatan Belajar 4
34
B. Berbagai Pemanfaatan Penginderaan Jauh
Penginderaan jauh bermanfaat dalam berbagai bidang kehidupan, khususnya di bidang
kelautan, hidrologi, klimatologi, lingkungan dan kedirgantaraan.
1. Manfaat di bidang kelautan (Seasat, MOSS)
• Pengamatan sifat fisis air laut.
• Pengamatan pasang surut air laut dan gelombang laut.
• Pemetaan perubahan pantai, abrasi, sedimentasi, dan lain-lain.
2. Manfaat di bidang hydrologi (Landsat, SPOT)
• Pengamatan DAS.
• Pengamatan luas daerah dan intensitas banjir.
• Pemetaan pola aliran sungai.
• Studi sedimentasi sungai.
• Dan lain-lain.
3. Manfaat di bidang klimatologi (NOAA, Meteor dan GMS)
• Pengamatan iklim suatu daerah.
• Analisis cuaca.
• Pemetaan iklim dan perubahannya.
• Dan lain-lain.
4. Manfaat dalam bidang sumber daya bumi dan lingkungan (landsat, Soyuz,
SPOT)
• Pemetaan penggunaan lahan.
• Mengumpulkan data kerusakan lingkungan karena berbagai sebab.
• Mendeteksi lahan kritis.
• Pemantauan distribusi sumber daya alam.
• Pemetaan untuk keperluan HANKAMNAS.
• Perencanaan pembangunan wilayah.
• Dan lain-lain.
5. Manfaat di bidang angkasa luar (Ranger, Viking, Luna, Venera)
• Penelitian tentang planet-planet (Jupiter, Mars, dan lain-lain).
• Pengamatan benda-benda angkasa.
• Dan lain-lain.
Dari uraian di atas, jelaslah betapa besar manfaat pengamatan penginderaan jauh bagi
dunia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Oleh karena itu pengetahuan mengenai
penginderaan jauh ini semakin perlu ditingkatkan dan dilembagakan.
Anda telah menyelesaikan materi kegiatan belajar 4, dan melihat begitu banyak manfaat
penginderaan jauh dalam berbagai kehidupan dan dunia ilmu pengetahuan. Nah,
sekarang bagaimana dengan Anda? Masih terus bersemangat untuk terus
mempelajarinya? Ya, saya percaya Anda pasti ingin terus mengetahui materi ini lebih
lanjut, tapi sebelumnya jawab dulu tes mandiri di bawah ini, selamat menjawab!
35
KEGIATAN 4
1. Jelaskanlah mengapa pemanfaatan penginderaan jauh mengalami peningkatan yang
cukup pesat!
2. Sebutkanlah 3 manfaat penginderaan jauh dalam bidang sumber daya bumi dan
lingkungan!
3. Sebutkan juga 3 manfaat penginderaan jauh dalam bidang Klimatologi!
4. Satelit apakah yang dipergunakan untuk penelitian tentang planet-planet?
Anda telah selesai mengerjakan tugas kegiatan belajar 4. Sebaiknya Anda cocokkan dahulu
jawaban tes mandiri Anda dengan kunci jawaban yang tersedia pada akhir modul ini. Bila
hasilnya baik minta tes akhir modul pada guru bina Anda. Tapi bila hasilnya belum memuaskan,
silahkan ulangi lagi mempelajari modul ini. Catatlah hal-hal yang Anda anggap sulit, untuk
ditanyakan kepada guru bina Anda saat tatap muka.
36
37
PENUTUP
Selamat! Anda sudah dengan baik mempelajari materi modul ini. Dengan memahami isi
modul ini Anda berarti sudah mengerti apa itu penginderaan jauh dan manfaatnya untuk
berbagai bidang kehidupan maupun kemajuan ilmu dan teknologi.
Hal-hal penting yang telah Anda pelajari adalah:
Penginderaan jauh dapat diartikan sebagai ilmu atau teknik untuk mendapatkan informasi
tentang objek, wilayah atau gejala dengan cara menganalisis data-data yang diperoleh dari
suatu alat, tanpak kontak langsung dengan objek, wilayah atau gejala tersebut.
Perlengkapan yang diperlukan dalam proses penginderaan jauh antara lain:
a. Sumber energi, terdiri dari sumber energi alamiah (matahari) dan sumber energi buatan.
b. Sensor atau alat pengindera, terdiri dari sensor fotografi (kamera) dan sensor elektronik.
c. Wahana atau kendaraan yang digunakan, yaitu pesawat udara atau satelit maupun radar.
Produk penginderaan jauh adalah citra, yaitu gambaran yang tampak dari suatu objek yang
sedang diamati sebagai hasil liputan atau rekaman suatu alat pemantau atau sensor. Citra
dapat berupa foto udara dan non foto. Citra foto dapat diklasifikasikan berdasarkan:
a. Spektrum elektromagnetik yang digunakan.
b. Sumbu kamera yang digunakan.
c. Jenis kamera yang digunakan.
d. Jenis wahana yang digunakan.
e. Wahana yang digunakan.
Berdasarkan spektrum elektromagnetik yang digunakan, foto dibedakan atas foto ultra violet,
ortokromatik, pankromatik dan infra merah. Berdasarkan posisi sumbu kamera saat
pemotretan, foto dibedakan atas foto udara condong, dan foto udara tegak. Berdasarkan
wahana yang digunakan, foto dibedakan atas foto udara dan foto satelit.
Termasuk dalam citra non foto antara lain Citra Satelit, Citra Infra Merah Thermal, Citra
radar, Citra MSS, dan lain-lain. Wahana yang digunakan dalam pembuatan citra non foto
antara lain satelit dan radar. Beberapa contoh satelit penginderaan jauh adalah SPOT, NOAA,
GMS, Landsat dan sebagainya. Wahana radar adalah SLAR.
Untuk menganalisis foto udara dengan baik, harus diperhatikan bentuk, ukuran, pola,
bayangan, rona, tekstur dan situs dari objek yang sedang diamati.
Dengan demikian Anda mampu menjelaskan penginderaan jauh sebagai pengertian dasar
pengetahuan geografi. Untuk mengukur pengetahuan yang sudah Anda miliki, sebaiknya
Anda mendatangi sekolah penyelenggara dan melalui guru binaan mintalah Tes Akhir Modul.
Jika Anda belum mencapai 75%, silahkan Anda mempelajari kembali modul ini. Dan menjawab
kembali tes/soal-soal yang disediakan untuk mengukur kemampuan Anda sehingga mencapai
75%. Setelah itu Anda boleh melanjutkan ke materi atau modul berikutnya. Selamat berjuang!
Dan sukses selalu menyertai Anda!
38
KEGIATAN 1
1. Penginderaan jauh ialah ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang objek, daerah,
atau gejala dengan jalan menganalisis data yang diperoleh dengan menggunakan alat
tanpa kontak langsung terhadap objek, daerah, atau gejala yang dikaji (menurut Lillesand
dan Kiefer, 1979).
2. Untuk mendapatkan informasi tentang objek yang diindera, diperlukan tenaga yang
membawanya, yaitu:
a. Distribusi daya
b. Distribusi gelombang bunyi
c. Distribusi tenaga elektromagnetik
3. Beda antara sensor aktif dengan sensor pasif adalah:
a. Sensor aktif adalah sensor yang dilengkapi dengan alat pemancar dan alat penerima
pantulan gelombang, misalnya penginderaan jauh radar dan penginderaan jauh sinar.
b. Sensor pasif adalah sensor yang hanya dilengkapi dengan alat penerima pantulan
gelombang. Misalnya penginderaan jauh satelit.
4. Yang dimaksud dengan resolusi spasial adalah kemampuan sensor untuk merekam
gambar terkecil.
5. Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah tenaga matahari untuk sampai ke permukaan
bumi adalah:
a. Waktu
b. Lokasi
c. Kondisi cuaca
KEGIATAN 2
1. B 5. A
2. D 6. D
3. C 7. C
5. C
KEGIATAN 3
1. Langkah-langkah untuk mendapatkan data geografi dari hasil penginderaan jauh adalah:
a. deteksi;
b. identifikasi; dan
c. analisis
39
2. Perbedaan ciri yang terekam oleh sensor, yaitu:
• Spektoral, ialah ciri yang dihasilkan oleh interaksi antara tenaga elektromagnetik
dan benda yang dinyatakan dengan rona dan warna.
• Spasial, ialah ciri yang terkait dengan ruang yang meliputi bentuk, ukuran, bayangan,
pola, tekstur, situs, dan asosiasi.
• Temporal, ialah ciri yang terkait dengan umur benda atau saat perekaman.
3. Yang dapat mempengaruhi rona dan warna adalah spektrum gelombang elektromagnetik
yang digunakan.
Contohnya: a. spektrum ultra violet
b. spektrum tampak
c. spektrum infra merah
4. Beda citra foto dan non foto adalah:
a. Citra foto adalah foto yang dibuat dengan pesawat terbang dengan menggunakan
kamera sebagai sensornya.
b. Citra non foto adalah foto yang dibuat dengan satelit dan menggunakan bagian
spektrum elektromagnetik.
5. Tiga pengenalan objek berdasarkan bentuk adalah:
• Gedung sekolah biasanya berbentuk huruf L, U, dll.
• Gunung berapi berbentuk kerucut.
• Tajuk pohon palma berbentuk bintang.
KEGIATAN 4
1. Tiga manfaat penginderaan jauh sebagai salah satu sumber informasi adalah:
a. Karena melalui citra dapat diketahui objek permukaan bumi dengan wujud dan posisi
yang mirip dengan kenyataan.
b. Citra dapat dengan cepat menggambarkan objek yang sulit dijangkau oleh
pengamatan langsung.
c. Data atau informasi tentang kenampakan permukaan bumi didapat secara cepat,
tepat dan akurat.
2. Dalam bidang: hydrologi, kelautan dan klimatologi.
3. Manfaat penginderaan jauh dalam bidang klimatologi antara lain untuk:
a. Pengamatan iklim suatu daerah
b. Analisis cuaca
c. Pemetaan iklim dan perubahannya
d. Dan lain-lain
4. Satelit yang dipergunakan untuk penelitian tentang planet-planet adalah satelit Ranger,
Viking, Luna dan Venera.
40
DAFTAR PUSTAKA
Estes J.E., Imaging with Photographic and Nonphotographic Sensor System, In :
Remote Sensing Tehciques for Environtmental Analysis, California: Hamilton
Publishing Compagny, 1974.
Lillesand, Kiefer, Penginderaan jauh dan Interpretasi Citra, Gajah Mada University
Press, 1988.
Lindgren, D.T., Land use Planning and Remote Sensing, Doldrecht: Martinus Nijhoff
Publisher, 1985.
Drs. Mamat Ruhimat, Penuntun Belajar Geografi I, Bandung: Ganeca Exact.
Sutanto, prof., Penginderaan jauh, Jilid I, Fakultas Geografi, Gajah Mada University
Press, 1998.
Tim Geografi SMU DKI, Kurikulum 1994 Suplement GBPP 1995, Geografi SMU
Jilid IA, Jakarta: Erlangga.

Sabtu, 24 Juli 2010

DIANTARA LANGIT DAN BUMI



42. Asy Syuura

29. Di antara (ayat-ayat) tanda-tanda-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang melata Yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya.

Senin, 19 Juli 2010

DASAR-DASAR GEOGRAFI ( Kls X )

GEOGRAFI ( Kls X )

Tujuan Pembelajaran:
Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan mampu untuk menjelaskan tentang:
1. konsep dasar ilmu geografi,
2. pendekatan ilmu geografi,
3. prinsip-prinsip ilmu geografi,
4. aspek-aspek ilmu geografi, dan
5. gejala-gejala geografi dalam kehidupan sehari-hari.
ewasa ini perkembangan ilmu geografi mengalami kemajuan yang
sangat pesat dan menjadi ilmu yang terintegrated (antarbidang). Misalnya, dalam
perencanaan proyek pembangunan untuk pemilihan lokasi transmigrasi, ilmu
geografi (dan dibantu ilmu-ilmu yang lain) sangat menunjang dalam hal kesesuaian
letak lokasi transmigrasi. Di sini ilmu geografi tidak hanya mengkaji aspek fisik
daerah, tetapi juga aspek manusia, aspek budaya, dan aspek lingkungan
hidupnya. Sungguh luas bukan, kajian ilmu geografi? Dalam bab ini Anda akan
mempelajari lebih lanjut tentang dasar-dasar ilmu geografi.
D
Sumber: Tempo, Juni 5-11 Juni 2006
2 Geografi SMA/MA Kelas X
M O T I V A S I
Dasar-Dasar
Ilmu Geografi
1. PendekatanPenelitian Geografi
2. Ruang LingkupGeografi
3. Prinsip-PrinsipGeografi
4. Aspek-AspekGeografi dan Gejala-Gejalanya dalam Kehidupan
5. Definisi Geografi
6. Objek Studi Geografi
Pelajarilah bab ini dengan saksama agar Anda dapat mengerti dan memahami tentang
ilmu-ilmu geografi sehingga Anda dapat lebih mendalami kajian ilmu geografi. Mari kita belajar.
Peta Konsep
Kata Kunci :
  • Kajian Wilayah
  • Interaksi Manusia dengan Lingkungan Fisik
  • Sebaran dan Kaitan Manusia dengan Aspek-Aspek Keruangan
  • Objek Material
  • Objek Formal
  • Pendekatan Keruangan
  • Pendekatan Ekologi
  • Pendekatan Kompleks Wilayah
  • Geografi Fisik
  • Geografi Manusia
  • Geografi Regional
  • Prinsip Distribusi
  • Prinsip Interrelasi
  • Prinsip Deskripsi
  • Prinsip Korologi
  • Cuaca
  • Iklim
  • Gempa Bumi
  • Vulkanisme
  • Angin
  • Aspek Geografi
  • Gejala
Geografi
1. Geografi 7. Pendekatan kompleks wilayah
2. Geosfer 8. Pendekatan ekologi
3. Objek material 9. Konsep esensial geografi
4. Objek formal 10. Geografi manusia
5. Region (wilayah) 11. Geografi fisik
6. Pendekatan keruangan 12. Geografi regional
Terdiri atas
Mempelajari
tentang
Terdiri atas
Terdiri atas
Meliputi
Meliputi
Mempelajari
tentang
Mempelajari tentang
Dasar-Dasar Ilmu Geografi 3
A. Definisi Geografi
Istilah Geografi berasal dari bahasa Yunani geo yang artinya bumi dan
graphien yang artinya pencitraan. Geografi adalah ilmu pengetahuan yang
menggambarkan segala sesuatu yang ada di permukaan bumi. Beberapa definisi
Geografi yang dikemukakan para ahli geografi, antara lain sebagai berikut.
1. Bintarto (1977)
Geografi adalah ilmu pengetahuan yang mencitrakan, menerangkan sifatsifat
bumi, menganalisis gejala-gejala alam, dan penduduk, serta mempelajari
corak yang khas mengenai kehidupan dan berusaha mencari fungsi dari unsurunsur
bumi dalam ruang dan waktu. Di sini dijelaskan bahwa geografi tidak
hanya mempelajari alam (bumi) beserta gejala-gejalanya, tetapi geografi juga
mempelajari manusia beserta semua kebudayaan yang dihasilkannya.
2. Vernor E. Finch dan Glen Trewartha (1980)
Geografi adalah deskripsi dan penjelasan yang menganalisis permukaan
bumi dan pandangannya tentang hal yang selalu berubah dan dinamis, tidak
statis dan tetap. Dari pengertian di atas Vernor & Glen menitikberatkan pada
aspek fisik yang ada di bumi yang selalu berubah dari masa ke masa.
Contoh:
a. Perubahan cuaca maupun iklim pada suatu tempat atau wilayah.
b. Perubahan kesuburan tanah akibat dari proses erosi dan pelapukan yang
sangat tinggi.
3. Hartshorne (1960)
Geografi adalah ilmu yang berkepentingan untuk memberikan deskripsi
yang teliti, beraturan, dan rasional tentang sifat variabel permukaan bumi. Dalam
pandangan Hartshorne, geografi adalah suatu ilmu yang mampu menjelaskan
tentang sifat-sifat variabel permukaan bumi secara teliti, beraturan, dan rasional.
Contoh, seorang ahli geografi setelah melakukan analisis kewilayahan mampu
membagi suatu wilayah menjadi beberapa satuan lahan yang potensial maupun
lahan yang tidak potensial. Pembagian ini didasarkan pada beberapa parameter
kebumian yang sesuai dengan syarat-syarat peruntukannya.
4. Yeates (1963)
Geografi adalah ilmu yang memerhatikan perkembangan rasional dan lokasi
dari berbagai sifat yang beraneka ragam di permukaan bumi. Dalam pandangan
Yeates, geografi adalah ilmu yang berperanan dalam perkembangan suatu lokasi
yang dipengaruhi oleh sifat-sifat yang ada di permukaan bumi dengan tidak
mengenyampingkan alasan-alasan yang rasional.
5. Alexander (1958)
Geografi adalah studi tentang pengaruh lingkungan alam pada aktivitas
manusia. Dalam pandangan Alexander inilah mulai dibahas tentang hubungan
4 Geografi SMA/MA Kelas X
timbal balik antara aktivitas manusia serta pengaruhnya terhadap lingkungan
alam. Contoh, penebangan hutan yang tidak terkendali oleh manusia
mengakibatkan terjadinya kerusakan lahan dan penggundulan hutan, yang dapat
menyebabkan terjadinya bencana banjir dan tanah longsor.
6. Karl Ritther (1859)
Geografi adalah suatu telaah mengenai
bumi sebagai tempat hidup
manusia. Dalam kajiannya, studi
geografi mencakup semua fenomena
yang terdapat di permukaan bumi,
baik alam organik maupun alam anorganik
yang terkait dengan kehidupan
manusia, termasuk aktivitas
manusia juga turut dibahas. Contohnya,
sungai adalah bagian dari
alam anorganik yang mempunyai
kaitan langsung dengan kehidupan
manusia.
7. Von Ricthoffen (1905)
Geografi adalah studi tentang gejala dan sifat-sifat permukaan bumi serta
penduduknya yang disusun berdasarkan letaknya, dan mencoba menjelaskan
hubungan timbal balik antara gejala-gejala dan sifat tersebut.
8. Paul Vidal de La Blace (1915)
Geografi adalah studi tentang kualitas negara-negara, di mana penentuan
suatu kehidupan tergantung bagaimana manusia mengelola alam ini.
Dari definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa pada intinya ilmu
geografi terpusat pada gejala geosfer dalam kaitan hubungan persebaran dan
interaksi keruangan.
Bila kita perhatikan, terdapat suatu kesan bahwa definisi geografi selalu
mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan dan tingkat keluasan ilmu
geografi saat definisi itu dikemukakan. Namun, jika dicermati lebih jauh terdapat
suatu kesamaan sudut pandang dari para ahli tersebut, mereka memandang
permukaan bumi sebagai lingkungan yang memengaruhi kehidupan manusia,
di mana manusia mempunyai pilihan untuk membangun atau merusaknya.
Persamaan pandang yang lain adalah adanya suatu perhatian dari definisi
geografi yang menelaah tentang persebaran manusia dalam ruang dan keterkaitan
manusia dengan lingkungannya. Jelaslah di sini bahwa kajian ilmu geografi
yang paling utama adalah menelaah bumi dalam konteks hubungannya dengan
kehidupan manusia.
Gambar 1.1 Sungai fenomena alam anorganik yang
dikaji dalam geografi.
Sumber: Indonesian Heritage, Grolier, 2002
Dasar-Dasar Ilmu Geografi 5
BERPIKIR KRITIS
1. Buatlah kelompok diskusi 4 – 5 orang.
2. Coba diskusikan persamaan dan perbedaan definisi geografi dari
beberapa ahli geografi dengan mengisi tabel seperti di bawah ini.
Buatlah tabel di buku tugas Anda.
3. Kumpulkan hasil diskusi Anda kepada bapak atau ibu guru untuk dinilai.
B. Objek Studi Geografi
Objek studi geografi dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu objek material
dan objek formal.
1. Objek Material
Objek material geografi adalah sasaran atau isi kajian geografi. Objek
material yang umum dan luas adalah geosfer (lapisan bumi), yang meliputi:
a. Litosfer (lapisan keras), merupakan lapisan luar dari bumi kita. Lapisan ini
disebut kerak bumi dalam ilmu geologi.
b. Atmosfer (lapisan udara), terutama adalah lapisan atmosfer bawah yang
dikenal sebagai troposfer.
c. Hidrosfer (lapisan air), baik yang berupa lautan, danau, sungai dan air tanah.
d. Biosfer (lapisan tempat hidup), yang terdiri atas hewan, tumbuhan, dan
manusia sebagai suatu komunitas bukan sebagai individu.
e. Pedosfer (lapisan tanah), merupakan lapisan batuan yang telah mengalami
pelapukan, baik pelapukan fisik, organik, maupun kimia.
Jadi secara nyata objek material geografi meliputi gejala-gejala yang terdapat
dan terjadi di muka bumi, seperti aspek batuan, tanah, gempa bumi, cuaca,
iklim, gunung api, udara, air serta flora dan fauna yang terkait dengan kehidupan
manusia.
2. Objek Formal
Objek formal adalah sudut pandang dan cara berpikir terhadap suatu gejala
di muka bumi, baik yang sifatnya fisik maupun sosial yang dilihat dari sudut
pandang keruangan (spasial). Dalam geografi selalu ditanyakan mengenai di
....
....
....
....
....
....
....
....
....
....
....
....
No Bintarto Vernor Hartshorne Yeates Alexander Ritther
1. Objek kajian
2. Hal yang
ditekankan
6 Geografi SMA/MA Kelas X
mana gejala itu terjadi, dan mengapa gejala
itu terjadi di tempat tersebut. Di sini ilmu
geografi diharapkan mampu menjawab
berbagai pertanyaan sebagai berikut.
1) Apa (what), berkaitan dengan struktur,
pola, fungsi dan proses gejala atau kejadian
di permukaan bumi.
2) Di mana (where), berkaitan dengan tempat
atau letak suatu objek geografi di permukaan
bumi.
3) Berapa (how much/many), berkaitan dengan
hal-hal yang menyatakan ukuran (jarak,
luas, isi, dan waktu) suatu objek
geografi dalam bentuk angka-angka.
4) Mengapa (why), berkaitan dengan rangkaian
waktu dan tempat, latar belakang,
atau interaksi dan interdependensi suatu
gejala, peristiwa, dan motivasi manusia.
5) Bagaimana (how), berkaitan dengan penjabaran suatu pola, fungsi, dan
proses gejala dan peristiwa.
6) Kapan (when), berkaitan dengan waktu kejadian yang berlangsung, baik
waktu yang lampau, sekarang, maupun yang akan datang.
7) Siapa (who), berkaitan dengan subjek atau pelaku dari suatu kejadian atau
peristiwa.
Sebagai contoh suatu daerah yang mengalami kekeringan. Dalam
memandang peristiwa ini pertanyaan yang harus dijawab seperti berikut.
1) Apa (what), yang terjadi?
Jawab: kekeringan.
2) Di mana (where) kekeringan itu terjadi?
Jawab: di Kabupaten Gunung Kidul.
3) Berapa (how much/many) banyak air yang masih bisa dimanfaatkan?
Jawab: bila dalam keadaan normal, debit sungai mencapai 1 l/S, namun
saat kemarau panjang sama sekali tidak ada debit.
4) Mengapa (why) kekeringan itu bisa terjadi?
Jawab: karena pengaruh iklim dan faktor litologi penyusun di kawasan
tersebut.
5) Bagaimana (how) kekeringan itu berlangsung?
Jawab: kekeringan melanda seluruh kawasan batu gamping di wilayah
gunung kidul, hal ini ditandai dengan mengeringnya sumur-sumur penduduk,
sungai, dan telaga atau sumber mata air yang ada.
6) Kapan (when) kekeringan itu terjadi?
Jawab: terutama pada musim kemarau tiba (April – Oktober).
Dalam objek formal ada tiga hal
pokok dalam sudut pandang keruangan,
yang terdiri atas:
a. pola dari sebaran gejala tertentu
di muka bumi (spatial paterns),
b. keterkaitan atau hubungan
sesama antargejala (spatial
system), dan
c. perkembangan atau perubahan
yang terjadi pada suatu gejala
(spatial process).
Jadi, objek formal geografi adalah
cara pandang atau cara berpikir
terhadap objek material dari sudut
pandang keruangan (spatial) yang
meliputi pola, sistem, dan proses.
InfoGeo
Dasar-Dasar Ilmu Geografi 7
AYO MENELITI
7) Siapa (who) yang harus terlibat dalam mengatasi kekeringan tersebut?
Jawab: seluruh lapisan masyarakat, pemerintah daerah, akademisi, dan
pemerintah pusat.
Carilah permasalahan geosfer yang ada di tempat tinggal Anda! Coba Anda
telaah dengan cara pendekatan geografi untuk menjawab pertanyaanpertanyaan:
apa, di mana, berapa, mengapa, bagaimana, kapan, siapa.
Serahkan hasil kajian tersebut kepada bapak atau ibu guru untuk dinilai!
C. Ruang Lingkup Ilmu Geografi
Ruang lingkup ilmu geografi secara umum adalah sama luasnya dengan
objek studi yang menjadi kajian dari ilmu geografi, yaitu meliputi semua gejala
geosfer, baik gejala alam maupun gejala sosial, serta interaksi antara manusia
dengan lingkungannya.
Ruang lingkup studi ilmu geografi yaitu:
1. kajian terhadap wilayah (region);
2. interaksi antara manusia dengan lingkungan fisik yang merupakan salah
satu bagian dari keanekaragaman wilayah;
3. persebaran dan kaitan antara penduduk (manusia) dengan aspek-aspek
keruangan dan usaha manusia untuk memanfaatkannya.
Gambar 1.2 Suasana kekeringan.
Sumber: Tempo, 18–24 Agustus 2003
8 Geografi SMA/MA Kelas X
BERPIKIR KRITIS
Kenyataan yang ada sekarang ini, ketiga ruang lingkup ilmu geografi tersebut
telah terintegrasi pada suatu analisis wilayah (region). Hal ini disebabkan karena
analisis suatu wilayah pada hakikatnya adalah kajian yang komprehensif dan
terpadu antara unsur-unsur yang ada di wilayah tersebut, seperti unsur lokasi,
fisik, sosial juga interaksi dan interrelasi antarunsur.
Skema Ruang Lingkup Studi Ilmu Geografi
Diskusikan dengan teman sebangku Anda tentang skema ruang lingkup
studi ilmu geografi di atas, dan jelaskan dengan kata-kata Anda sendiri!
Tulislah hasilnya dan serahkan kepada bapak atau ibu guru untuk dinilai.
D. Pendekatan Penelitian Geografi
Dalam geografi terpadu, para ahli geografi tidak hanya memfokuskan
kajiannya pada objek material, tetapi lebih menekankan pada sudut pandang
keilmuannya. Menurut Peter Hagget untuk menemukan masalah geografi, maka
digunakan tiga bentuk pendekatan, yaitu pendekatan keruangan, pendekatan
ekologi, dan pendekatan kompleks wilayah.
Gambar 1.3 Skema ruang lingkup ilmu geografi.
Litosfer
Hidrosfer
Atmosfer
Biosfer
Antroposfer
Geografi Geosfer
Kulit bumi
Air
Udara
Tumbuhan/
hewan
Manusia
Geologi
Geomorfologi
Ilmu tanah
Mineralogi
Hidrologi
Oceanografi
Meteorologi
Klimatologi
Bio geografi
Ekologi
Geo - penduduk
Geo - ekonomi
Region Geo - regional
Objek material Objek formal
Wilayah
Dasar-Dasar Ilmu Geografi 9
1. Pendekatan Keruangan
Fenomena geografi berbeda dari wilayah
yang satu dengan wilayah yang lain dan mempunyai
pola keruangan/spasial tertentu (spatial
structure). Tugas para ahli geografi adalah
menjawab pertanyaan mengapa pola
keruangan dari fenomena geografi tersebut
terstruktur seperti itu, dan bagaimana terjadinya
(spatial process). Berdasarkan perbedaan
ini timbul interaksi antarwilayah dalam
bentuk adanya pergerakan manusia, barang
dan jasa. Tema analisis keruangan merupakan
ciri utama dari geografi, selain itu, analisis
keruangan juga paling kuat kemampuannya
untuk melakukan perumusan
(generalisasi) dalam rangka
menyusun teori. Misal, contoh
konkret penggunaan pendekatan
keruangan untuk mengkaji antara
tingkat kemiringan lereng, jenis
tanah, dan vegetasi dengan terjadinya
erosi.
2 Pendekatan Ekologi
Analisis ekologi memandang
rangkaian fenomena dalam satu
kesatuan ruang. Fenomena geografi
membentuk suatu rangkaian yang saling berkaitan di dalam sebuah sistem,
dengan manusia sebagai unsur utamanya. Memang benar bahwa tanpa manusia
pun proses alam tetap berlangsung dalam keseimbangan yang serasi. Justru
dengan campur tangan manusia maka keseimbangan kadang-kadang menjadi
terganggu dan bahkan sampai ke tingkat yang mengkhawatirkan.
Tidak mengherankan bahwa banyak di antara para ahli geografi
memasukkan analisis ekologi sebagai salah satu analisis geografi yang penting
di samping analisis geografi lainnya. Analisis ekologi ini banyak digunakan dalam
kehidupan manusia, antara lain untuk mengkaji siklus hidrologi, siklus erosi,
pengelolaan DAS, serta pengelolaan lingkungan dan sumber daya. Kelemahan
analisis ekologi terletak pada kekuatan perumusan yang lebih kecil dibanding
dengan analisis keruangan. Sebagai akibatnya, kekuatan untuk membuahkan
teori pun lebih kecil pula dan keunggulannya terletak pada fokus yang lebih
besar terhadap masalah lingkungan.
Gambar 1.4 Kemiringan lereng bentuk kajian
pendekatan keruangan.
Sumber: Mengenal Ilmu, Gunung, Grolier, 2001
Pada saat ini, data keruangan
tersedia dalam format SIG atau
format-format yang kompatibel
dengan SIG. Untuk bidang/disiplin
ilmu lain yang berbeda dan
menghasilkan berbagai data spasial,
dapat dipresentasikan hasilhasil
kerjanya (output) dalam bentuk
SIG. Analisis keruangan dapat
dijadikan alat komunikasi antarberbagai
disiplin ilmu, sekaligus merupakan
sarana pertukaran data
yang efektif.
Edi Prahasta, 2002 : 8
InfoGeo
10 Geografi SMA/MA Kelas X
PRODUCTIVITY
3. Pendekatan Kompleks Wilayah
Analisis kompleks wilayah merupakan perpaduan antara analisis keruangan
dan analisis ekologi. Kelemahan analisis kompleks wilayah adalah kurang jelasnya
struktur serta fokus yang berorientasi pada masalah. Keunggulannya terletak
pada fungsinya sebagai sintesis yang memungkinkan pemahaman secara holistik
dan komprehensif atas wilayah. Hal ini sangat diperlukan di dalam pengelolaan
lingkungan dan sumber daya. Pendekatan kompleks wilayah sebagai salah satu
analisis geografi antara lain dikemukakan oleh Hartshorne (1939), Luckermann
(1964), Broek (1965), Mitchell (1979), dan Hagget (1983).
Carilah berita dari berbagai media massa tentang contoh-contoh peristiwa
yang ada kaitannya dengan pendekatan ilmu geografi. Buatlah kliping dari
kumpulan berita yang telah Anda dapatkan tersebut. Kumpulkan kepada
bapak atau ibu guru untuk dinilai.
E. Konsep Esensial Geografi
Konsep esensial ilmu geografi mencakup konsep lokasi, jarak,
keterjangkauan, morfologi, aglomerasi, nilai kegunaan, pola, deferensiasi areal,
interaksi, dan keterkaitan keruangan.
1. Konsep Lokasi
Konsep lokasi menjadi ciri khusus ilmu pengetahuan geografi. Secara pokok,
konsep lokasi dibedakan menjadi dua, sebagai berikut.
a. Lokasi Absolut
Lokasi ini menunjukkan letak yang tetap terhadap sistem grid atau koordinat.
Untuk menentukan lokasi ini, harus menggunakan letak secara astronomis,
yaitu berdasarkan garis lintang dan garis bujur. Letak absolut bersifat tetap dan
tidak berubah. Contohnya adalah suatu titik berlokasi pada 3 °LS dan 130 °BT
terdapat di Papua. Selama standar penghitungan astronomis masih digunakan,
maka titik lokasi tersebut tidak akan berubah.
Dasar-Dasar Ilmu Geografi 11
b. Lokasi Relatif
Lokasi relatif sering disebut dengan
letak geografis. Lokasi relatif sifatnya
berubah-ubah dan sangat berkaitan
dengan keadaan sekitarnya.
Contohnya adalah suatu daerah yang
terpencil dan sangat jarang penduduknya,
tetapi setelah bertahuntahun
ternyata di daerah itu kaya akan
tambang, sehingga menyebabkan
daerah tersebut menjadi ramai penduduk.
2. Konsep Jarak
Jarak berkaitan erat dengan lokasi, dan dinyatakan dengan ukuran jarak
lurus di udara yang mudah diukur pada peta. Jarak dapat juga dinyatakan sebagai
jarak tempuh, baik yang berkaitan dengan waktu perjalanan yang diperlukan
maupun dengan satuan biaya angkutan. Jarak sebagai pemisah antara dua
tempat bisa berubah sesuai dengan perkembangan zaman.
Jarak pada hakikatnya adalah pemisah antarwilayah atau tempat, tetapi
pengertian pemisah sekarang ini berubah sejalan dengan kemajuan-kemajuan
antara lain di bidang teknologi (khususnya sarana transportasi) dan komunikasi.
Gambar 1.6 Contoh lokasi relatif adalah daerah
pertambangan yang mula-mula sepi menjadi ramai.
Foto:Lokasi pertambangan
Sumber: Gatra, 17 Agustus 2002
Gambar 1.5 Peta Pulau Irian
Sumber: Atlas Indonesia, Depdikbud,1992
12 Geografi SMA/MA Kelas X
Dengan berbagai teknologi transportasi (pesawat terbang dan kereta api express)
dan teknologi komunikasi mutakhir (telepon seluler, mesin faksimili, dan internet)
orang dapat dengan mudah dan cepat dalam berhubungan dengan orang lain,
sehingga dewasa ini jarak bukan merupakan suatu faktor pemisah atau
penghambat dalam kehidupan manusia.
3. Konsep Keterjangkauan
Keterjangkauan tidak selalu berhubungan dengan jarak. Keterjangkauan lebih
berhubungan dengan kondisi medan yang berkaitan dengan sarana angkutan
dan transportasi yang digunakan. Suatu tempat yang tidak memiliki jaringan
transportasi dan komunikasi yang memadai maka dapat dikatakan daerah tersebut
terisolasi atau terpencil. Ada beberapa penyebab suatu daerah mempunyai
aksesibilitas atau keterjangkauan yang rendah, di antaranya kondisi topografi daerah
tersebut yang bergunung, berhutan lebat, rawa-rawa, atau berupa gurun pasir.
Keterjangkauan atau aksesibilitas
suatu daerah yang masih rendah lamakelamaan
akan berubah menjadi lebih
baik seiring dengan perkembangan
kema-juan perekonomian dan teknologi.
Sebagai contoh kondisi fisik di wilayah
Pulau Jawa yang relatif datar mempunyai
aksesibilitas yang tinggi, dibandingkan
dengan Pulau Irian (Papua) yang
aksesibilitasnya rendah karena wilayahnya
berupa pegunungan dengan
lerengnya yang terjal.
4. Konsep Morfologi
Morfologi merupakan perwujudan bentuk daratan muka bumi sebagai hasil
pengangkatan atau penurunan wilayah seperti erosi dan pengendapan atau sedimentasi.
Melihat peristiwa tersebut ada wilayah yang berbentuk pulau, pegunungan,
dataran, lereng, lembah, dan dataran aluvial. Morfologi dataran adalah
perwujudan wilayah yang biasanya digunakan manusia sebagai tempat bermukim,
untuk usaha pertanian, dan perekonomian. Pada umumnya, penduduk terpusat
pada daerah-daerah lembah sungai besar dan tanah datar yang subur. Wilayah
pegunungan dengan lereng terjal sangat jarang digunakan sebagai permukiman.
5. Konsep Aglomerasi
Aglomerasi atau pemusatan adalah kecenderungan persebaran penduduk
yang bersifat mengelompok pada suatu wilayah yang relatif sempit dan bersifat
menguntungkan, karena kesamaan gejala ataupun faktor-faktor umum yang
menguntungkan. Penduduk di perkotaan cenderung tinggal secara mengelompok
pada tingkat sosial yang sejenis seperti permukiman elit atau mewah, permukiman
Gambar 1.7 Kota dengan aksesibilitas yang tinggi.
Lalu lintas di kota
Sumber: Dokumen Haryana, 2006
Dasar-Dasar Ilmu Geografi 13
KECAKAPAN SOSIAL
khusus pedagang, kompleks perumahan
pegawai negeri, atau permukiman
kumuh. Di daerah pedesaan,
pada umumnya penduduk
mengelompok di daerah dataran yang
subur.
Salah satu keuntungan yang
didapat dengan adanya aglomerasi
(pemusatan) penduduk dengan
tingkat kepadatan yang tinggi adalah
dimungkinkannya suatu sistem
ekonomi yang memanfaatkan jumlah
penduduk yang besar sebagai daerah
pemasaran atau pelayanan, namun
meliputi wilayah yang sempit.
Dari sini dimungkinkan suatu efisiensi
yang tinggi dalam produksi pengangkutan
barang maupun pengadaan
sarana pelayanan umum.
Buatlah sebuah karangan singkat tentang aglomerasi/pemusatan penduduk
dengan tema (pilih salah satu):
1. Permukiman kumuh
2. Perumahan elit
Kumpulkan hasil pekerjaan Anda kepada bapak atau ibu guru untuk dinilai.
6. Konsep Nilai Kegunaan
Nilai kegunaan suatu fenomena
di muka bumi bersifat relatif, artinya
nilai kegunaan itu tidak sama, tergantung
dari kebutuhan penduduk yang
bersangkutan. Misalnya, penduduk
yang tinggal di daerah pegunungan,
mereka menganggap daerah pegunungan
tidak memiliki nilai kegunaan
karena mereka berorientasi
pada sumber-sumber pertanian di daerah
dataran subur di bagian bawah (kaki
gunung). Sebaliknya, penduduk kota
Gambar 1.8 Pemukiman padat dan kumuh, salah satu
bentuk aglomerasi di perkotaan.
Sumber: Dokumen Haryana, 2006
Gambar 1.9 Pegunungan yang mempunyai nilai
kegunaan sebagai sarana rekreasi bagi orang kota.
Sumber: Calendar Catalogue, 1997
14 Geografi SMA/MA Kelas X
menganggap pegunungan memiliki nilai kegunaan yang tinggi untuk rekreasi,
karena suasana alami pegunungan dapat menghilangkan penat akan hiruk pikuk
suasana perkotaan.
7. Konsep Pola
Geografi mempelajari pola-pola, bentuk, dan persebaran fenomena di
permukaan bumi. Geografi juga berusaha memahami makna dari pola-pola
tersebut serta berusaha untuk memanfaatkannya. Pola berkaitan dengan susunan,
bentuk, dan persebaran fenomena dalam ruang muka bumi. Fenomena yang
dipelajari adalah fenomena alami dan fenomena sosial. Fenomena alami seperti
aliran sungai, persebaran vegetasi, jenis tanah, dan curah hujan. Fenomena sosial
misalnya, persebaran penduduk, mata pencaharian, permukiman, dan lain-lain.
Contoh Penerapan konsep pola di kawasan perkotaan yaitu, manusia membangun
kawasan permukiman dengan pola sedemikain rupa agar memudahkan
masyarakat mencapai tempat kerja, sekolah, pasar, sehingga mudah menciptakan
kehidupan sehari-hari yang nyaman dan sejahtera.
8. Konsep Deferensiasi Areal
Wilayah pada hakikatnya adalah suatu perpaduan antara berbagai unsur, baik
unsur lingkungan alam ataupun kehidupan. Hasil perpaduan ini akan menghasilkan
ciri khas bagi suatu wilayah (region). Misalnya, wilayah pedesaan dengan corak
khas area persawahan sangat berbeda dengan wilayah perkotaan yang terdiri
atas area permukiman, pusat-pusat perdagangan dan terkonsentrasinya berbagai
utilitas kehidupan.
Wilayah pedesaan dan perkotaan ini secara bersama-sama dan terus-menerus
mengalami perubahan dari waktu ke waktu (bersifat dinamis). Deferensiasai areal
juga berakibat terjadinya interaksi penduduk antarwilayah, misalnya mobilisasi penduduk
(transmigrasi, urbanisasi, imigrasi dan emigrasi), dan pertukaran barang dan jasa.
9. Konsep Interaksi/ Interdependensi
Interaksi adalah kegiatan saling memengaruhi
daya, objek, atau tempat yang
satu dengan tempat lainnya. Setiap tempat
mengembangkan potensi sumber
daya alamnya dan kebutuhan yang tidak
selalu sama dengan tempat lain. Perbedaan
tersebut mengakibatkan terjadinya
interaksi dan interdependensi antarwilayah.
Interaksi antara daerah pedesaan
dan perkotaan sangat penting peranannya
untuk pemenuhan kebutuhan hidup di
antara keduanya. Bentuk interaksi terse-
Gambar 1.10 Proses pengangkutan hasil pertanian
sayur mayur dari desa ke kota bentuk interaksi yang
terjadi antara desa dan kota.
Truk pengangkut sayur
Sumber: Indonesian Heritage, 2003
Dasar-Dasar Ilmu Geografi 15
AYO MENELITI
but misalnya proses pengangkutan hasil pertanian dari desa ke kota, dan proses
pengangkutan mesin pertanian dari kota ke desa. Interaksi juga terjadi antara
kota yang satu dengan kota yang lain baik dalam bentuk pertukaran barang dan
jasa, maupun perpindahan penduduk. Interaksi keruangan terjadi antara unsur
atau fenomena setempat dengan fenomena alam ataupun kehidupan.
10. Konsep Keterkaitan Keruangan
Keterkaitan keruangan atau asosiasi keruangan adalah derajat keterkaitan
persebaran suatu fenomena dengan fenomena lain di suatu tempat atau ruang.
Fenomena yang dimaksud adalah fenomena alam dan fenomena kehidupan
sosial. Contohnya adalah keterkaitan antara tingkat erosi dengan kesuburan
tanah. Semakin besar tingkat erosi maka kesuburan tanah semakin berkurang.
Coba perhatikan di daerah tempat tinggal Anda, carilah bentuk-bentuk
aglomerasi yang ada, Deskripsikan dengan sudut pandang objek formal
geografi. Serahkan hasilnya kepada bapak/ibu guru untuk dinilai.
F. Prinsip-Prinsip Geografi
Secara teoritis dalam mempelajari geografi perlu dijiwai oleh prinsip-prinsip
geografi yang meliputi prinsip distribusi, prinsip interrelasi, prinsip deskripsi,
dan prinsip korologi.
1. Prinsip Distribusi
Prinsip ini pada hakikatnya adalah terjadi persebaran gejala-gejala geosfer
yang ada di permukaan bumi, di mana distribusi (penyebarannya) berbeda antara
satu tempat dengan tempat lainnya. Gejala geografi baik yang menyangkut
kondisi fisik maupun sosial tersebar luas di permukaan bumi, tetapi
penyebarannya tidaklah merata antara wilayah satu dengan wilayah lainnya.
Dengan jalan menggambarkan dan memerhatikan persebaran gejala-gejala
geografi di permukaan bumi maka dapat diungkapkan masalah-masalah yang
berkaitan dengan gejala dan fakta tersebut, bahkan selanjutnya dapat digunakan
untuk meramalkan keadaan pada masa yang akan datang. Prinsip distribusi
dalam ruang ini menjadi kunci pertama dalam studi geografi. Berdasarkan pada
prinsip distribusi ini, selanjutnya dapat ditetapkan prinsip-prinsip yang lain.
16 Geografi SMA/MA Kelas X
Sebagai contoh persebaran kandungan minyak bumi dan gas di wilayah
Indonesia tidaklah merata, lebih banyak terkonsentrasi di wilayah Indonesia bagian
barat, sedangkan di wilayah Indonesia bagian timur lebih banyak mengandung
bahan mineral.
2. Prinsip Interrelasi
Prinsip ini menyatakan bahwa
terdapat hubungan antara gejala geografi
yang satu dengan gejala geografi yang lain
di muka bumi. Oleh karena itu setelah
dilihat persebaran gejala geografi dalam
satu ruang atau wilayah tertentu maka
dapat pula diungkapkan hubungan antara
gejala geografi satu dengan gejala geografi
lainnya. Selain itu dapat pula diungkapkan
hubungan antara gejala-gejala yang ada
di permukaan bumi. Misalnya hubungan
antara gejala fisik dengan gejala fisik,
antara gejala fisik dengan gejala sosial dan
antara gejala sosial dengan gejala sosial.
Dari interrelasi tersebut dapat diungkapkan
karakteristik geografi dari suatu
wilayah. Sebagai contoh, usaha pembukaan
lahan di hutan untuk keperluan area pertambangan akan menyebabkan terjadinya
penebangan hutan dan berubahnya ekosistem satwa dan tumbuhan di area hutan
tersebut.
Gambar 1.11 Peta persebaran hasil tambang di Indonesia (2002)
Ilustrasi : Taufiq, 2006
Gambar 1.12 Penebangan hutan untuk pembukaan
lahan, salah satu bentuk prinsip interrelasi.
Gambar orang menebang
hutan dengan peralatan
berat
Sumber: Connexions, 2004
Dasar-Dasar Ilmu Geografi 17
3. Prinsip Deskripsi
Prinsip ini pada intinya memberikan penjelasan yang lebih mendalam
tentang karakteristik yang spesifik pada gejala geografi. Gejala geografi
berdimensi titik, garis, bidang, dan ruang. Prinsip deskripsi ini tidak saja
dilaksanakan dengan menggunakan uraian dan peta melainkan juga dapat
dilakukan dengan menggunakan
diagram, grafik, maupun tabel.
Bentuk-bentuk deskripsi harus
dapat memberikan penjelasan
kepada para pembaca agar dapat
memahami tentang makna yang
dibahas. Prinsip deskripsi digunakan
untuk menjelaskan karakteristik
gejala geografi yang dipelajari, hubungan
antargejala, dan distribusi
keruangannya. Dalam geografi
urutan kegiatannya antara lain
pengumpulan data, klasifikasi data,
pemetaan, deskripsi tiap satuan
pemetaan. Jadi deskripsi baru dapat
dibuat setelah dilakukan pemetaan
tentang kajian geografi yang dimaksud.
4. Prinsip Korologi
Prinsip ini melihat permasalahan
geografi dari sudut pandang
persebaran, interelasi dan interaksinya
dalam suatu wilayah (region) dan
ruang tertentu. Ruang ini menunjukkan
karakteristik kesatuan gejala
geografi, kesatuan fungsi, dan
kesatuan bentuk. Misal kita melihat
definisi bumi, tidak hanya meliputi
bagian luar dari kerak bumi tetapi
mencakup pula lapisan atmosfer
yang mengelilinginya, termasuk air
yang ada di bumi, baik air yang ada
di permukaan bumi maupun air
tanah, serta makhluk hidup yang ada di dalamnya.
Gambar 1.13 Peta curah hujan contoh bentuk penerapan
prinsip deskripsi.
Sumber: www. Wikipedia, 2006
Gambar 1.14 Bumi dengan segala isinya dipandang
dari prinsip korologi.
Sumber: Dokumentasi Haryana, 2006
> 1.200 mm
800-1199 mm
600-799 mm
400-599 mm
200-399 mm
< 200 mm
GARIS BALIK SELATAN
Sidney
Brisbane
Canberra
18 Geografi SMA/MA Kelas X
BERPIKIR KRITIS
Secara keseluruhan dapat dikemukakan bahwa dalam mengkaji gejala
geografi pada suatu wilayah baik sempit maupun luas harus ditunjukkan
mengenai persebaran gejala geografi, interrelasi antargejala, deskripsi masingmasing
gejala dan hubungan keruangannya.
Dalam memandang kasus tsunami di Nanggroe Aceh Darusalam tahun
2005 lalu, prinsip geografi mana yang Anda pilih untuk menelaah kasus
tersebut. Cari fakta-fakta yang terkait dari internet atau media masa. Tulis
hasil telaah Anda untuk bahan diskusi kelas. Hasil diskusi serahkan kepada
bapak atau ibu guru untuk dinilai.
G. Ilmu Penunjang Geografi
Dalam mempelajari ilmu geografi diperlukan ilmu-ilmu lain, sebagai berikut.
1. Geomorfologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang bentuk
muka bumi dan proses terjadinya.
2. Hidrologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang air baik di
permukaan maupun di bawah permukaan tanah.
3. Geologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang bumi, meliputi
asal terjadinya, struktur, komposisi sejarah, serta proses alamiahnya.
4. Botani adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang dunia tumbuhan
dan persebarannya.
5. Oceanografi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang laut, beserta
isinya.
6. Meteorologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang keadaan cuaca.
7. Klimatologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang keadaan
iklim.
8. Biologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang makhluk hidup
di permukaan bumi.
9. Demografi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang aspek-aspek
kependudukan.
10. Zoologi adalah ilmu yang mempelajari tentang hewan dan persebarannya
di muka bumi.
11. Antropologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang manusia
dan kebudayaannya.
12. Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang pola pergaulan
manusia dalam masyarakat.
13. Ekologi adalah cabang dari ilmu biologi yang mempelajari tentang hubungan
antarorganisme dan antara organisme dengan lingkungan.
14. Ekonomi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang usaha-usaha
manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam mencapai kemakmuran.
Dasar-Dasar Ilmu Geografi 19
AYO MENELITI
15. Astronomi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang antariksa,
proses-proses pembentukannya, dan benda-benda antariksa.
16. Geografi politik adalah cabang ilmu geogarfi yang khusus mempelajari
tentang kondisi-kondisi geografis ditinjau dari sudut pandang politik dan
kepentingan negara.
17. Geografi fisik adalah cabang
ilmu geografi yang mempelajari
tentang bentuk dan
struktur permukaan bumi,
yang mencakup aspek geomorfologi
dan hidrologi.
18. Geografi manusia adalah
cabang ilmu geografi yang
mempelajari tentang aspek
sosial, ekonomi dan budaya
penduduk.
19. Geografi regional adalah
cabang ilmu geografi yang
mempelajari tentang suatu
kawasan tertentu secara
khusus, misalnya geografi
Asia tenggara dan geografi
timur tengah.
Amatilah suatu proyek pembangunan yang ada di sekitar tempat tinggal
Anda (misal pembangunan waduk, reboisasi, perbaikan jalan, dan
sebagainya). Diskusikan dengan kelompok belajar Anda, ilmu-ilmu
penunjang geografi apa saja yang terlibat dan apa kontribusinya terhadap
pelaksanaan proyek tersebut. Buatlah tabel seperti di bawah ini di buku
tugas Anda, dari hasil pengamatan Anda isilah tabel tersebut. Serahkan
kepada bapak atau ibu guru untuk dinilai.
Gambar 1.15 Ilmu-ilmu penunjang geografi
Ilustrasi: Haryana, 2006
No
1.
2.
3.
4.
Dan seterusnya
Ilmu Penunjang
Geografi
Proyek
Pembangunan
Kontribusi
...
...
...
...
...
...
...
...
...
...
...
...
...
...
...
20 Geografi SMA/MA Kelas X
H. Aspek-Aspek Geografi dan Gejala-Gejalanya dalam Kehidupan
1. Aspek-Aspek Geografi
Secara garis besar, dalam menelaah dan mengkaji geografi dapat
diklasifikasikan menjadi geografi fisik, geografi manusia, dan geografi regional.
a. Geografi Fisik
Geografi fisik adalah cabang dari
ilmu geografi yang mempelajari gejala
fisik dari permukaan bumi yang
meliputi tanah, air, dan udara dengan
segala prosesnya. Selain itu, geografi
fisik juga mengkaji gejala-gejala alamiah
permukaan bumi yang menjadi
lingkungan hidup manusia. Geografi
fisik dapat dijadikan pelengkap dalam
mempelajari geografi manusia, sehingga
keduanya tidak dapat dipisahkan.
Sesuai dengan pembagian geografi ortodok, geografi fisik terdiri atas geomorfologi,
hidrologi, klimatologi, pedologi, dan lain-lain.
b. Geografi Manusia
Geografi manusia adalah cabang dari ilmu geografi yang mempelajari semua
aspek gejala di permukaan bumi yang mengambil manusia sebagai objek
utamanya. Sesuai dengan pembagian geografi ortodok, geografi manusia dapat
dibagi menjadi geografi ekonomi, geografi penduduk, geografi perkotaan, dan
geografi pedesaan.
c. Geografi Regional
Geografi regional merupakan perpaduan dari geografi fisik dan geografi
manusia. Geografi regional merupakan studi tentang variasi persebaran gejala
dalam ruang pada waktu tertentu baik lokal, nasional, maupun kontinental.
Melalui analisis geografi regional, karakteristik yang khas dari suatu wilayah
dapat ditonjolkan, sehingga perbedaan wilayah dapat terlihat jelas. Dalam studi
geografi regional, semua gejala geografi ditinjau dan dideskripsikan secara
berkaitan dalam hubungan integrasi dan interrelasi keruangan.
2. Gejala Geografi dalam Kehidupan Sehari-Hari
Beberapa gejala geografi yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari
antara lain cuaca, iklim, gempa bumi, vulkanisme, angin, dan lain-lain.
a. Cuaca
Cuaca adalah keadaan rata-rata pada suatu tempat, meliputi daerah yang
sempit, dan waktunya relatif singkat. Cuaca sangat memengaruhi kehidupan
manusia di muka bumi. Keadaan cuaca dapat diperkirakan dengan cara
Gambar 1.16 Bentuk geografi fisik dari bentang
alam.
Sumber: Fotomedia, No 6-II, 2003
Dasar-Dasar Ilmu Geografi 21
pengamatan. Pengamatan dilakukan
terhadap unsur-unsur cuaca misalnya
suhu udara, tekanan udara,
kelembapan, angin, keadaan awan,
dan curah hujan.
b. Iklim
Iklim merupakan rata-rata
keadaan cuaca pada suatu wilayah
yang luas dan dalam waktu yang
lebih lama. Iklim sangat berpengaruh
pada pergantian musim
yang ada di Indonesia. Keberadaan musim penghujan dan musim kemarau di
Indonesia sangat berpengaruh pada kehidupan petani khususnya untuk kelangsungan
hidup tanaman-tanaman semusim, di mana pada musim kemarau petani
akan menanam palawija dan pada musim penghujan petani akan menanam
padi. Keadaan iklim di permukaan bumi sangat bervariasi tergantung pada
letak lintang dan bentuk daerah. Unsur-unsur iklim antara lain, pola suhu atau
temperatur udara, pola tekanan udara, dan pola kelembapan udara.
3. Gempa Bumi
Gempa bumi adalah gejala alam yang memengaruhi kehidupan manusia.
Gempa bumi dapat dibedakan menjadi tiga yaitu gempa bumi runtuhan (terban),
gempa bumi tektonik, dan gempa bumi vulkanik. Contoh, gempa bumi
tektonik adalah gempa yang terjadi di Yogyakarta dan sebagian Jawa Tengah
yang banyak menimbulkan korban jiwa dan rusaknya bangunan yang ada di
wilayah tersebut. Manusia sampai saat ini hanya bisa meramalkan akan adanya
Gambar 1.17 Awan merupakan salah satu unsur
cuaca.
Sumber: Dokumen Haryana, 2006
Sumber: Vissier, 1984
Gambar 1.18 Iklim dunia menurut Thornwhite
22 Geografi SMA/MA Kelas X
gempa bumi, tetapi belum bisa memastikan
kapan terjadinya gempa bumi, sehingga hal
yang terpenting adalah kewaspadaan penyelamatan
diri ketika terjadi bencana tersebut.
4. Vulkanisme
Vulkanisme adalah peristiwa naiknya
magma dari dalam perut bumi menuju permukaan
bumi. Magma merupakan campuran
batu-batuan dalam keadaan cair, liat, dan
sangat panas. Aktivitas magma sangat dipengaruhi
oleh tingginya suhu magma dan banyaknya
gas yang terkandung di dalamnya. Magma
dapat berbentuk gas, padat, dan cair. Aktivitas
gunung api tidak hanya menimbulkan kerugian
tetapi juga dapat memberikan keuntungan
di antaranya daerah di sekitar gunung api
sangat subur sehingga hasil pertaniannya
sangat besar.
5. Angin
Perbedaan tekanan udara di beberapa tempat menimbulkan aliran udara
dari tempat yang bertekanan tinggi ke tempat bertekanan rendah yang disebut
dengan angin. Untuk mengetahui arah angin dapat digunakan bendera angin
dan untuk mengetahui kecepatan angin di gunakan alat yang di sebut dengan
anemometer. Angin terjadi sepanjang tahun atau setiap musim dengan intensitas
yang berbeda-beda. Angin sangat diperlukan manusia, khususnya bagi para
nelayan yang menggantungkan pada arah dan kecepatan angin dalam aktivitasnya
mencari ikan di laut.
Gambar 1.21 Arah gerakan angin
Ilustrasi: Haryana, 2006
Gambar 1.20 Salah satu bentuk aktivitas
vulkanik.
Gunung api meletus
Sumber: Insight Guides, 2002
Sumber: Dokumen Haryana, 2006
Gambar 1.19 Bangunan runtuh akibat
gempa.
Dasar-Dasar Ilmu Geografi 23
RANGKUMAN
REFLEKSI
AYO MENELITI
Buatlah bendera angin dengan teman sekelas Anda, lakukan percobaan di
luar kelas, dengan menggunakan bendera angin tersebut. Dapatkah kalian
melihat ke mana arah angin bertiup pada saat itu?
Setelah memelajari bab ini, Anda diharapkan mampu memahami tentang:
1. Konsep dasar ilmu geografi.
2. Pendekatan ilmu geografi.
3. Prinsip-prinsip ilmu geografi.
4. Aspek-aspek ilmu geografi.
5. Gejala-gejala geografi dalam kehidupan sehari-hari.
Bila masih belum paham, pelajarilah kembali, atau tanyakan kepada bapak
atau ibu guru sebelum Anda melanjutkan ke bab selanjutnya.
1. Geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang suatu gejala atau fenomena
yang ada di permukaan bumi dilihat dari sudut pandang keruangan.
2. Objek studi ilmu geografi meliputi objek material dan objek formal.
Objek material meliputi gejala-gejala fisik yang ada di permukaan bumi.
Objek formal adalah sudut pandang atau cara berpikir terhadap suatu
gejala di permukaan bumi.
3. Ruang lingkup ilmu geografi meliputi kajian wilayah, interaksi antara
manusia dengan lingkungan, persebaran dan kaitan serta usaha manusia
untuk memanfaatkan alam.
4. Pendekatan ilmu geografi meliputi pendekatan keruangan, pendekatan
ekologi, dan pendekatan kompleks wilayah.
5. Konsep esensial geografi meliputi konsep lokasi, jarak, keterjangkauan,
morfologi, aglomerasi, nilai kegunaan, pola, deferensiasi areal, interaksi,
dan keterkaitan keruangan.
6. Prinsip-prinsip dalam ilmu geografi meliputi prinsip distribusi, prinsip
interrelasi, prinsip deskripsi, dan prinsip korologi.
7. Ilmu penunjang geografi di antaranya geomorfologi, hidrologi, geologi,
botani, oceanografi, meteorologi, klimatologi, biologi, demografi,
zoologi, antropologi, sosiologi, ekologi, ekonomi, astronomi, geografi
politik, geografi manusia, dan geografi regional.
24 Geografi SMA/MA Kelas X
8. Apsek-aspek ilmu geografi yaitu, geografi fisik, geografi manusia, dan
geografi regional.
9. Gejala-gejala geografi yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari
antara lain cuaca, iklim, gempa bumi, aktivitas vulkanisme, dan angin.
A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar!
Kerjakan di buku tugas Anda!
1. Pakar geografi yang mendefinisikan bahwa geografi merupakan ilmu
pengetahuan yang mencitrakan, menerangkan sifat-sifat bumi,
menganalisis gejala-gejala alam, dan penduduk serta mempelajari corak
yang khas mengenai kehidupan dan berusaha mencari fungsi dari unsurunsur
bumi dalam ruang dan waktu adalah ….
a. Alexander d. Bintarto
b. Hartshorne e. Yeates
c. Vernor E. Finch
2. Objek studi geografi pada hakikatnya adalah geosfer. Di bawah ini yang
tidak termasuk dalam geosfer adalah .…
a. atmosfer d. hemisfer
b. antroposfer e. biosfer
c. litosfer
3. Dalam objek geografi formal terdapat pertanyaan tentang “how many/
how much”. Pertanyaan tersebut berkaitan dengan ….
a. waktu peristiwa
b. subjek dari peristiwa
c. ukuran dari objek geografi
d. tempat atau lokasi peristiwa
e. sebab-sebab terjadinya suatu peristiwa
4. Pokok-pokok ruang lingkup studi ilmu geografi:
1. Region
2. Interaksi antara manusia dengan alam
3. Kebudayaan manusia dan akibatnya terhadap alam
4. Persebaran aspek manusia dengan pola keruangan
Pernyataan di atas yang benar adalah….
a. 1,2, dan 3 d. 1,2, dan 4
b. 2,3, dan 4 e. 1,3, dan 4
c. 1 dan 4
UJI KOMPETENSI
Dasar-Dasar Ilmu Geografi 25
5. Konsep esensial geografi yang berkaitan dengan bentuk muka bumi
adalah….
a. morfologi d. jarak
b. aglomerasi e. nilai kegunaan
c. aksesibilitas
6. Ilmu penunjang geografi yang mempelajari lautan beserta isi dan
morfologinya disebut ….
a. geomorfologi d. biologi
b. oceanografi e. antropologi
c. hidrologi
7. Di bawah ini adalah ilmu penunjang geografi, kecuali ….
a. psikologi d. zoologi
b. geomorfologi e. klimatologi
c. botani
8. Gejala geografi dalam kehidupan sehari-hari yang sangat membantu
para nelayan tradisional adalah ….
a. angin d. vulkanisme
b. awan e. gempa bumi
c. kabut
9. Konsep esensial geografi yang mempelajari bentuk dan persebaran
fenomena-fenomena di permukaan bumi adalah konsep ….
a. deferensiasi areal d. pola
b. interaksi e. aglomerasi
c. interdependensi
10. Permukiman kumuh yang sering kita temukan di sepanjang rel kereta api,
di kolong jembatan, dan di bantaran sungai merupakan bentuk dari ….
a. aglomerasi d. deferensiasi areal
b. interaksi e. pola
c. interdependensi
11. Pendekatan dalam ilmu geografi yang memandang manusia sebagai
subjek dalam satu kesatuan ruang adalah pendekatan….
a. kompleks wilayah d. sejarah
b. ekologi e. deskripsi
c. keruangan
12. Peta, grafik, tabel data, dan diagram akan sangat membantu dalam
melihat karakteristik yang spesifik dari suatu gejala geografi. Pernyataan
di atas adalah salah satu dari prinsip geografi yaitu prinsip….
a. distribusi d. korologi
b. interrelasi e. keruangan
c. deskripsi
26 Geografi SMA/MA Kelas X
13. Cabang ilmu geografi yang mempelajari tentang aspek sosial, ekonomi,
dan budaya dari manusia adalah….
a. geografi fisik d. geografi regional
b. geografi politik e. geografi matematik
c. geografi manusia
14. Di bawah ini merupakan gejala-gejala geografi dalam kehidupan seharihari,
kecuali….
a. pergantian cuaca
b. arus laut dan gelombang laut
c. satelit komunikasi yang mengelilingi bumi
d. aktivitas magma pada gunung api
e. banjir yang terjadi pada waktu musim hujan
15. Salah satu cabang ilmu geografi yang mempelajari tentang asal usul
terjadinya bumi, struktur, komposisi, dan sejarahnya adalah….
a. oceanografi d. geologi
b. klimatologi e. hidrologi
c. demografi
B. Jawablah dengan singkat dan jelas!
1. Jelaskan konsep geografi menurut pakar geografi Indonesia, R. Bintarto
(1977)!
2. Jelaskan mengapa seorang ahli geografi mempunyai peranan yang
penting dalam merencanakan dan mengembangkan potensi suatu
daerah!
3. Apakah perbedaan dari pendekatan keruangan dan pendekatan
kompleks wilayah?
4. Sebut dan jelaskan konsep esensial geografi!
5. Jelaskan kelebihan dan kekurangan dari tiga model pendekatan penelitian
geografi!
6. Salah satu konsep geografi adalah aglomerasi. Jelaskan pengertian
aglomerasi dan beri contoh bentuk aglomerasi yang ada di perkotaan!
7. Jelaskan apakah konsep jarak itu bersifat dinamis atau statis, berikan
contohnya!
8. Jelaskan dan berikan contoh tentang lokasi absolut dan lokasi relatif!
9. Sebut dan jelaskan beberapa gejala geografi yang sering terjadi dalam
kehidupan manusia!
10. Jelaskan tentang ruang lingkup studi ilmu