GEOGRAFI NEWS

GEOGRAFI NEWS : Geografi memiliki cabang ilmu, antara lain; geografi sosial, geografi ekonomi, geografi budaya, geografi politik, geografi fisik, geografi regional dan geografi teknik. GEOGRAFI NEWS : Pengertian geografi dalam arti sempit adalah ilmu tentang bumi GEOGRAFI NEWS : Geografi dalam arti luas adalah ilmu yang mempelajari tentang perbedaan dan persamaan fenomena geosfer dari sudut pandang kewilayahan dan kelingkungan dalam konteks keruangan. GEOGRAFI NEWS : Geografi memiliki 3 pendekatan, yaitu ; 1. pendekatan ekologi atau lingkungan, 2. pendekatan regional complex atau kewilayahan, 3. pendekatan spatial atau keruangan. GEOGRAFI NEWS : Geografi menerapkan 4 prinsip dasar, yaitu; 1. prinsip distribusi, 2. prinsip interelasi, 3. prinsip diskripsi dan 4. prinsip korologi. GEOGRAFI NEWS : geografi mengkaji 2 jenis objek, antara lain ; 1. objek material, 2. objek formal. GEOGRAFI NEWS : konsep geograf ; konsep jarak, konsep letak, konsep interaksi, konsep pola, konsep aglomerasi, konsep keterjangkauan, konsep defferensiasi area, konsep topografi.

Jumat, 19 Agustus 2016

AKTUALISASI DAN IMPLEMENTASI PENDIDIKAN GEOGRAFI DALAM PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PEMAHAMAN WILAYAH GEOGRAFI INDONESIA SEBAGAI DASAR PEMBENTUKAN KARAKTER DAN KEDAULATAN BANGSA

Dalam mengaktualisasi dan mengimplementasikan pendidikan geografi guna meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang wilayah geografi Indonesia sekaligus menjadi dasar pembentukan karakter bangsa dan kedaulatan bangsa sehingga tidak mudah dihasut oleh faham-faham asing yang bertujuan menceraiberai nilai-nilai kebangsaan. Pengimplementasian “Jati Diri Keilmuan Geografi” 9 | R u m a h S u l u h dan aktualisasi pemahaman “peta wilayah geografi Indonesia” yang menggambarkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), seperti ditunjukkan pada Gambar 1 merupakan syarat mutlak bagi pembentukan karakter bangsa dan kedaulatan bangsa Indonesia. Gambar 1. Peta Negara Kesatuan Republik Indonesia (BIG, 2014) Estafet kepemimpinan Presiden I RI hingga Presiden VI RI akhirnya menghasilkan wilayah geografi Indonesia (Gambar 1) sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus dipertahankan (sebagai harga mati) jangan sampai terulang akan kehilangan sebagian wilayah geografi Indonesia lagi. Kehilangan kepercayaan diri bangsa Indonesia harus terangkat kembali dengan kepemimpinan Presiden VII RI terpilih (JOKOWI-JK) melalui perjuangan “Kabinet Indonesia Hebat”. Salah satu program yang mendesak bagi bangsa Indonesia dalam menjaga kewibawaan dan keutuhan NKRI sebagai bangsa yang berkepribadian mandiri adalah menjaga wilayah perbatasan RI. Bangsa Indonesia harus mampu menjaga pulau-pulau terluar yang berbatasan dengan wilayah negara tetangga, baik yang berupa batas daratan (Malaysia, Timor Leste, dan 10 | R u m a h S u l u h Papua New Guinea) dan yang berupa batas laut/lautan (Pilippina, Singapura, Vietnam, Thailand, Palau, Australia, India). Pengimplementasian pemahaman wilayah geografi Indonesia yang berbatasan dengan 10 wilayah negara asing tersebut menjadi tugas bangsa Indonesia untuk menjaga
kedaulatan negara. Pengetahuan dan pemahaman kemaritiman dan kepulauan di Indonesia harus diperkuat dan disosialisasikan ke seluruh bangsa Indonesia. Keilmuan Geografi Kewilayahan (regional geography) yang diperkuat dengan ilmu Penginderaan Jauh (remote sensing technology) dan ilmu Lingkungan (environmental sciences) merupakan perangkat kuat untuk mengaktualisasikan pemahaman dan penguasaan wilayah geografi Indonesia yang sebagaian besar berupa wilayah maritim. Kepedulian Alumni UGM terhadap permasalahan urgen tentang permasalahan kemaritiman Indonesia melalui Munas ke 12 Kagama tanggal 6-9 November 2014 di Sulawesi Utara dengan tema “Revitalisasi Negara Maritim Yang Berdaulat”. Dengan ilmu dan teknologi Penginderaan Jauh mampu menggambarkan dan menjelaskan wilayah geografi Indonesia mulai dari Sabang hingga Merauke untuk mengetahui potensi sumberdaya alam berikut kendala-kendala yang dihadapi sehingga dapat digunakan untuk pemantauan apabila terjadi kehilangan atau pencurian oleh bangsa asing. Dengan ilmu dan rekayasa Lingkungan mampu mengembalikan kerusakan dan kehilangan fungsi sumberdaya alam sebagai modal dasar pembangunan sehingga mampu menjaga keseimbangan ekosistem daratan, laut, dan atmosfer sebagai satu kesatuan ekosistem dunia khususnya di wilayah geografi Indonesia. Dengan kata lain dengan Keilmuan Geografi dengan segala ilmu-ilmu pendukungnya mampu menyatukan bangsa di wilayah NKRI. 
Dikutip dari  Prof. Totok Gunawan ( Fakultas Geografi UGM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar