GEOGRAFI NEWS

GEOGRAFI NEWS : Geografi memiliki cabang ilmu, antara lain; geografi sosial, geografi ekonomi, geografi budaya, geografi politik, geografi fisik, geografi regional dan geografi teknik. GEOGRAFI NEWS : Pengertian geografi dalam arti sempit adalah ilmu tentang bumi GEOGRAFI NEWS : Geografi dalam arti luas adalah ilmu yang mempelajari tentang perbedaan dan persamaan fenomena geosfer dari sudut pandang kewilayahan dan kelingkungan dalam konteks keruangan. GEOGRAFI NEWS : Geografi memiliki 3 pendekatan, yaitu ; 1. pendekatan ekologi atau lingkungan, 2. pendekatan regional complex atau kewilayahan, 3. pendekatan spatial atau keruangan. GEOGRAFI NEWS : Geografi menerapkan 4 prinsip dasar, yaitu; 1. prinsip distribusi, 2. prinsip interelasi, 3. prinsip diskripsi dan 4. prinsip korologi. GEOGRAFI NEWS : geografi mengkaji 2 jenis objek, antara lain ; 1. objek material, 2. objek formal. GEOGRAFI NEWS : konsep geograf ; konsep jarak, konsep letak, konsep interaksi, konsep pola, konsep aglomerasi, konsep keterjangkauan, konsep defferensiasi area, konsep topografi. GEOGRAFI NEWS : TEMPO.CO, TOKYO—Pemerintah Jepang berjanji akan turun tangan mengatasi krisis di reaktor nuklir Daiichi, Fukushima, Senin 2 September 2013. Perdana Menteri Shinzo GEOGRAFI NEWS : Damaskus - Badan urusan pengungsi PBB (UNHCR)memperkirakan sebanyak 7 juta warga Suriah kehilangsn tempat tinggal sejak konflik berkecamuk Maret 2011 GEOGRAFI NEWS : Menurut Reuters, mengutip para ahli AS itu, asteroid ”2003 QQ47” akan dipantau secara cermat selama dua bulan mendatang. Tanggal potensial ia bakal menerjang Bumi, adalah 21 Maret 2014. Tetapi, para pakar astronomi AS-Inggris tersebut mengatakan risiko bertabrakan dapat dikurangi, bergantung pada data lebih lanjut yang sedang mereka kumpulkan. Andaikata menabrak Bumi, hantaman asteroid itu akan sama dahsyatnya dengan ledakan 20 juta bom atom yang pernah dijatuhkan di Hiroshima, Jepang, kata seorang jubir Near Earth Object Information Centre (NEOIC), kepada radio BBC.

Selasa, 18 Januari 2011

LINGKUNGAN HIDUP

LINGKUNGAN HIDUP DAN
PEMBANGUNAN
Penulis : Drs. Soleh Suhendar
Penyunting Materi : Drs. Eko Tri Rahardjo, M.Pd
Penyunting Media : Drs. Waldopo, M.Pd
Mata Pelajaran : Geografi
K e l a s : X
Nomor Modul : Geo.X.09
DAFTAR ISI
IDENTITAS
DAFTAR ISI
PENDAHULUAN
Kegiatan Belajar 1: KUALITAS LINGKUNGAN HIDUP DAN
KETERBATASAN LINGKUNGAN .................................. 5
Petunjuk .......................................................................... 5
Uraian Materi .................................................................. 5
A. Kualitas Lingkungan Hidup ......................................... 5
B. Keterbatasan Ekologis Dalam Pembangunan dan
Upaya Pelestariannya ................................................. 7
TUGAS KEGIATAN 1 ....................................................... 12
Kegiatan Belajar 2: JARINGAN INTERAKSI UNSUR-UNSUR LINGKUNGAN
WILAYAH, DAN PERSEBARAN KONSERVASI, USAHA
PELESTARIAN KEKAYAAN ALAM DAN
LINGKUNGAN ................................................................ 13
Petunjuk .......................................................................... 13
Uraian Materi .................................................................. 13
A. Jaringan Interaksi Unsur-unsur
Lingkungan ................................................................... 13
B. Wilayah Yang Dikonservasi ......................................... 16
C. Persebaran Wilayah Konservasi .................................. 20
D. Usaha Pelestarian Kekayaan Alam dan
Lingkungan ................................................................... 25
TUGAS KEGIATAN 2 ....................................................... 28
PENUTUP ........................................................................................................ 29
DAFTAR ISTILAH ......................................................................................... 30
KUNCI KEGIATAN ........................................................................................... 32
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... 33
PENDAHULUAN
Selamat atas keberhasilan Anda yang telah menyelesaikan modul tentang “LAUT
DAN PESISIR”. Sekarang Anda diminta mempelajari modul terakhir di kelas X, yang
membahas “LINGKUNGAN HIDUP DAN PEMBANGUNAN”
Setelah mempelajari modul ini Anda diharapkan dapat: mendeskripsikan kualitas
lingkungan hidup (biofisik, sosial, ekonomi, budaya), menganalisis keterbataan
ekologis dalam pembangunan dan upaya pelestariannya, memberi contoh jaringan
interaksi unsur-unsur lingkungan, menyebutkan wilayah-wilayah yang perlu
dikonservasi, penyebaran wilayah konservasi di Indonesia, dan menjelaskan usahausaha
pelestarian kekayaan alam dan lingkungan.
Pengetahuan ini sangat berguna bagi Anda dan semua orang, sebab semua orang
harus terlibat secara aktif untuk menjaga lingkungan hidup. Apalagi bagi orang yang
akan aktif menjadi kelompok pesinta alam atau aktifis lingkungan.
Beberapa petunjuk agar Anda sukses mempelajari modul ini:
1. Belajarlah secara terjadwal di rumah dengan disiplin.
2. Mencatat hal-hal yang belum dipahami, kemudian mendiskusikan dengan teman
belajar/kelompok belajar di TKB, atau ditanyakan kepada guru bina atau orang
lain yang paham.
3. Melakukan pengamatan di lingkungan tempat tinggal Anda atau membaca dari
berbagai media lain tentang kerusakan lingkungan hidup.
4. Mempelajari buku-buku paket atau sember-sumber lain yang membahas uraian
yang sama, agar Anda lebih mendalam menguasai materi.
5. Untuk mengetahui tingkat penguasaan materi yang sedang Anda pelajari, kerjakan
latihan-latihan soal yang telah disediakan dan tidak pula menilai diri sendiri sejauh
mana penguasaan Anda tentang materi yang dibahas.
6. Jika Anda sudah merasa menguasai dan memahami modul ini, mintalah kepada
guru bina untuk Tes Akhir Modul (TAM) dan tanyakan nilainya. Apabila Anda
mendapat skor kurang dari 7.5, Anda harus mengulangi lagi materi yang belum
Anda pahami.
Modul ini dibagi dalam 2 kegiatan belajar, yaitu :
Kegiatan 1, membahas tentang :
a. Kualitas lingkungan hidup berdasarkan biofisik, sosial ekonomi, dan budaya.
b. Keterbatasan ekonomi dalam pembangunan dan upaya pelestariannya.
Kegiatan 2, membahas tentang :
a. Jaringan interaksi unsur-unsur lingkungan
b. Wilayah yang dikonservasi
c. Persebaran wilayah yangg dikonservasi
d. Usaha pelestarian kekayaan alam dan lingkungan
4
Untuk meyelesaikan modul ini diperlukan waktu 4 x 45 menit termasuk waktu untuk
meyelesaikan tugas.
Akhir kata, yakinlah dengan usaha yang sungguh Anda akan berhasil, sukses untuk
Anda !
Selamat belajar !
5
Kegiatan Belajar 1
KUALITAS LINGKUNGAN HIDUP DAN
KETERBATASAN LINGKUNGAN
Setelah mempelajari kegiatan belajar 1 ini, Anda diharapkan dapat:
1. membedakan pengertian lingkungan biofisik, lingkungan sosial
ekonomi, dan lingkungan budaya.
2. menjelaskan keterbatasan ekologi dalam pembangunan
3. menjelaskan upaya pelestarian lingkungan hidup
Pernahkah Anda memperhatikan lingkungan di sekitar rumah Anda,
bagaimana kondisinya? Apakah bagus atau sudah rusak? Untuk lebih
memahami kondisi lingkungan hidup dan pembangunan pelajari uraian
berikut ini !
A. KUALITAS LINGKUNGAN HIDUP
1. Lingkungan Hidup
Manusia hidup di bumi tidaklah sendirian, melainkan bersama mahkluk lain
yaitu tumbuhan, hewan dan jasad renik. Mahkluk hidup yang lain itu bukanlah
sekedar kawan hidup yang hidup bersama secara netral atau pasif terhadap
manusia, melainkan hidup manusia itu terkait erat pada mereka. Tanpa mereka
manusia tidaklah dapat hidup. Kenyataan ini dapat kita lihat dengan
mengandaikan di bumi ini tidak ada hewan dan tumbuhan. Dari manakah kita
mendapat oksigen dan makanan? Sebaliknya seandainya tidak ada manusia,
tumbuhan, hewan dan jasad renik akan dapat melangsungkan kehidupannya
seperti terlihat dari sejarah bumi sebelum ada manusia. Karena itu anggapan
bahwa manusia adalah mahkluk yang paling berkuasa sebenarnya tidak benar.
Seharusnya kita menyadari bahwa kitalah yang membutuhkan mahkluk hidup
yang lain untuk kelangsungan hidup kita dan bukannya mereka yang
membutuhkan kita untuk kelangsungan hidup mereka.
Secara umum di masyarakat sering disebut istilah “lingkungan hdiup” cukup
dengan “lingkungan saja”. Anda tentu bertanya apa sih yang dimaksud dengan
lingkungan hidup?
Lingkungan hidup adalah suatu sistem komplek yang berada di luar individu
yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan organisme.
6
Lingkungan hidup itu terdiri dari dua komponen yaitu komponen abiotik dan
biotik :
a. Komponen abiotik, yaitu terdiri dari benda-benda mati seperti air, tanah, udara,
cahaya, matahari dan sebagainya.
b. Komponen biotik, yaitu terdiri dari mahkluk hidup seperti hewan, tumbuhan
dan manusia.
Komponen-komponen yang ada di dalam lingkungan hidup merupakan satu
kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dan membentuk suatu sistem kehidupan
yang disebut ekosistem. Suatu ekosistem akan menjamin keberlangsungan
kehidupan apabila lingkungan itu dapat mencukupi kebutuhan minimum dari
kebutuhan organisme.
2. KUALITAS LINGKUNGAN HIDUP
Pengertian tentang mutu lingkungan sangatlah penting, karena merupakan dasar
dan pedoman untuk mencapai tujuan pengelolaan lingkungan. Perbincangan
tentang lingkungan pada dasarnya adalah perbincangan tentang mutu lingkungan.
Namun dalam peribahasa itu apa yang dimaksud dengan mutu lingkungan tidak
jelas. Mutu lingkungan hanyalah dikaitkan dengan masalah lingkungan misalnya
pencemaran, erosi, dan banjir. Pada yang dimadsud dengan kualitas lingkungan?
Secara sederhana kualitas lingkungan hidup diartikan sebagai keadaan
lingkungan yang dapat memberikan daya dukung yang optimal bagi kelangsungan
hidup manusia di suatu wilayah. Kualitas lingkungan itu dicirikan antara lain dari
suasana yang membuat orang betah/kerasan tinggal ditempatnya sendiri.
Berbagai keperluan hidup terpenuhi dari kebutuhan dasar/fisik seperti makan
minum, perumahan sampai kebutuhan rohani/spiritual seperti pendidikan, rasa
aman, ibadah dan sebagainya.
Kualitas lingkungan hidup dibedakan berdasarkan biofisik, sosial ekonomi, dan
budaya yaitu :
a. Lingkungan biofisik adalah lingkungan yang terdiri dari komponen biotik dan
abiotik yang berhubungan dan saling mempengaruhi satu sama lain. Komponen
biotik merupakan makhluk hidup seperti hewan, tumbuhan dan manusia,
sedangkan komponen abiotik terdiri dari benda-benda mati seperti tanah, air,
udara, cahaya matahari. Kualitas lingkungan biofisik dikatakan baik jika terjadi
interaksi antar komponen berlangsung seimbang.
b. Lingkungan sosial ekonomi, adalah lingkungan manusia dalam hubungan
dengan sesamanya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Standar kualitas
lingkungan sosial ekonomi dikatakan baik jika kehidupan manusia cukup
sandang, pangan, papan, pendidikan dan kebuthan lainnya.
c. Lingkungan budaya adalah segala kondisi, baik berupa materi (benda)
maupun nonmateri yang dihasilkan oleh manusia melalui aktifitas dan
kreatifitasnya. Lingkungan budaya dapat berupa bangunan, peralatan,
pakaian, senjata. Dan juga termasuk non materi seperti tata nilai, norma, adat
7
istiadat, kesenian, sistem politik dan sebagainya. Standar kualitas lingkungan
diartikan baik jika di lingkungan tersebut dapat memberikan rasa aman,
sejahtera bagi semua anggota masyarakatnya dalam menjalankan dan
mengembangkan sistem budayanya.
Bagaimana sampai di sini, apakah masih ada yang belum dimengerti? Kalau
masih ada coba sekali lagi atau tanyakan kepada guru bina.
Sekarang coba Anda ceritakan kondisi tempat tinggal di sekitar Anda mengenai
hal-hal berikut ini :
1. Uraikan tentang kualitas lingkungan hidup?
2. Apakah ada tanda-tanda kerusakan lingkungan hidup akibat pencemaran?
3. Tugas dikerjakan pada kertas tersendiri dan diserahkan kepada guru bin
Anda?
B. KETERBATASAN EKOLOGIS DALAM PEMBANGUNAN DAN UPAYA
PELESTARIANNYA
1. Pengertian ekologi
Orang yang pertama kali memperkenalkan istilah ekologi adalah Earns
Hacckel (1834 – 1919) pada tahun 1860. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani,
yaitu “oikos” yang berarti rumah dan “logos” yang berarti ilmu. Secara harfiah
ekologi adalah ilmu tentang mahkluk hidup dalam rumahnya, atau dapat
diartikan juga sebagai ilmu tentang rumah tangga mahkluk hidup.
Menurut Miller (1975), ekologi adalah ilmu mengenai hubungan timbal balik
antara organisme dan sesamanya serta dengan lingkungan tempat tinggalnya.
Menurut Odum (1971) ekologi adalah suatu sendi yang mempelajari struktur
dan fungsi ekosistem. Struktur di sini menunjukan suatu keadaan atau susunan
dari sistem ekologi pada waktu dan tempat tertentu. Keadaan itu termasuk
kepadatan/kerapatan, biomas, penyebaran potensi unsur-unsur hara (materi),
energi, faktor-faktor fisik dan kimia lainnya yang mencirikan keadaan sistem
tersebut yang kadang-kadang mengalami perubahan. Sedangkan fungsinya
menggambarkan peran setiap komponen yang ada dalam sistem ekologi atau
ekosistem. Jadi pokok utama ekologi adalah mencari pengertian bagaimana
fungsi organisme di alam.
Ekologi berkaitan dengan berbagai ilmu pengetahuan yang relevan dengan
kehidupan (peradaban) manusia, seorang yang belajar ekologi sebenarnya
bertanya tentang berbagai hal tersebut :
a. Bagaimana alam bekerja?
b. Bagaiman suatu spesies beradaptasi dalam habitannya?
c. Apa yang mereka perlukan dari habitatnya itu untuk dapat dimanfaatkan
guna melangsungkan kehidupan?
d. Bagaimana mereka mencukupi kebutuhannya akan unsur hara (materi)
dan enerjgi ?
e. Bagaimana mereka berinteraksi dengan spesies lainnya?
f. Bagaimana individu-individu dalam spesies itu diatur dan berfungsi sebagai
populasi, bagaimana keindahan ekosistem tercipta?
8
2. Keterbatasan ekologi
Planet bumi yang menjadi tempat tinggal makhluk hidup untuk tumbuh dan
berkembang biak memiliki keterbatasan-keterbatasan dalam mencukupi
kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Dalam perkembanganya pada organisme
mengalami seleksi alam, misalnya telur ikan yang beribu-ribu itu dari induknya,
yang dapat hidup terus hingga dewasa hanya beberapa ekor saja. Untuk
jelasnya lihat gambar berikut :
Gambar Skema representasi dari angka kematian ikan laut. Hanya beberapa
ikan yang bertahan hingga dewasadari 100 telur.
Begitu juga tiram, binatang laut ini dapat menghasilkan 500 milion telur sekali
bertelur. Jika semua telur-telur itu berkembang menjadi tiram-tiram dewasa
dan semua keturunannya hidup, maka sesudah generasi keempat kita dapat
menemukan tumpukan tiram-tiram seluas bumi selama 8 tahun. Demikian
pula tumbuhan mempunyai kemampuan berkembang biak secara bepat jika
spora-spora atau biji-biji yang desebarkan tumbuh semua menjadi dewasa,
maka populasi tumbuhan akan naik luar biasa. Demikianlah seleksi alam
selalu terjadi.
Semua hewan dan tumbuhan cenderung untuk tumbuh bereproduksi dan mati,
sampai dikurangi oleh pengaruh lingkungan, faktor yang mula-mula
menghentikan pertumbuhan dan penyebaran dari organisme disebut faktor
pembatas. Hal ini terjadi pada makhluk hidup, sedangkan pada lingkungan
hidup secara luas mempunyai keterbatasan. Lahan pertanian yang tadinya
subur karena diolah terus menerus, maka kesuburannya menjadi berkurang.
Apabila pada lahan tersebut penduduknya bertambah, maka “beban”nya
menjadi bertambah pula karena dipacu untuk memproduksi melebihi
kapasitasnya dengan cara diberi pupuk dan sebagainya. Sebagai akibat dari
hal tersebut maka lahan itu mengalami penurunan kemampuan produksi
ataupun yang disebut dengan deteriorasi lingkungan. Kondisi lingkungan yang
dalam keadaan produktifitasnya optimal dan seimbang secara ekologi
9
dikatakan dalam kodisi homeostatis. Deteriorasi lingkungan salah satunya
ditandai oleh pemulihan produktifitas yang berjalan lambat.
Sebagai contoh digambarkan oleh Hagget (1983) pada petani sistem ladang
berpindah yang tanah kurang subur dan daerahnya luas dengan penduduk
jarang. Pada gambar 1 dan 2 berikut dijelaskan hunungan tingkat kesuburan
tanah dengan waktu.
Pada gambar 1 pemulihan kesuburan lahan dapat tercapai karena cukup
waktu. Apabila jumlah penduduk bertambah banyak, maka waktu pemulihan
kesuburan lahan menjadi pendek sehingga kesuburannya belum pulih lahan
mulai ditanami lagi. Sebagai akibatnya maka kesuburannya akan semakin
merosot (lihat gambar 2). Hal ini juga terjadi pada lahan daerah yang
seharusnya kemampuan ditanami padi 1 tahun sekali dipacu untuk panen 1
tahun menjadi 2 kali dengan berbagai cara akibatnya kesuburan lahan cepat
menurun.
Sampai di sini, apakah Anda sudah memahami uraian materi tersebut?
Kalau sudah kerjakan soal latihan berikut!
Amatilah lingkungan di sekitar tempat tinggal Anda, apakah terjadi
keterbatasan ekologi?
Kalau ya, bagaimana upaya menanggulanginya? Diskusikan hasil pengamatan
Anda bersama teman-taman dan laporkan hasil diskusi tersebut pada guru
bina Anda?
3. Upaya pelesterian lingkungan hidup
Pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah dan seluruh rakyat
Indonesia bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan
masyarakatnya. Dalam proses pembangunan itu tentu akan mempengaruhi
dan dipengaruhi oleh lingkungan hidup.
Pembangunan tidak saja mendatangkan manfaat, tatapi juga membawa resiko
waktu (tahun)
waktu (tahun)
1
2
kesuburan
tetap
kesuburan
yang
seharusnya
kesuburan
menurun
waktu pemulihan
kesuburan makin pendek
ditanami ditanami ditanami
ditinggalkan ditinggalkan ditinggalkan
laju pemulihan kesuburan laju pengurangan kesuburan
10
kerusakan lingkungan. Kita melihat di sekitar kita misalnya hutan diubah
menjadi lahan sawah untuk memproduksi bahan makanan, dengan perubahan
lahan hutan menjadi lahan sawah ini akan menggangu keseimbangan ekologi.
Sungai kita bendung untuk mendapatkan manfaat listrik, bertambahnya
saluran irigasi, dan terkendalinya banjir. Resikonya ialah tergusurnya
kampung dan sawah penduduk setempat, dan punahnya jenis hewan dan
tumbuhan tertentu. Kayu di hutan kita tebang, devisa dari ekspor kayu kita
dapatkan, sebaliknya kita menghadapi resiko kepunahan hewan dan
tumbuhan, bertambahnya erosi tanah, rusaknya tata air, dan terjadinya hutan
alang-alang. Sarana transportasi kita tambah, hubungan satu tempat ke
tempat lain menjadi mudah, tetapi resikonya pencemaran udara dan
kebisingan, serta kecelakaan lalu lintas. Silahkan Anda boleh mencari contoh
lain lagi dan laporkan pada guru bina Anda.
Faktor lingkungan yang diperlukan untuk mendukung pembangunan yang
berkesinambungan adalah
a. Terpeliharanya proses ekologi yang esensial. Di alam terdapat proses
ekologi yang menjadi penopang kehidupan kita. Rusaknya proses ekologi
itu akan membahayakan kehidupan kita dibumi.
b. Tersedianya sumber daya cukup. Pembangunan adalah usaha untuk
dapat menaikan manfaat yang kita dapatkan dari sumber daya. Kenaikan
manfaat itu dapat kita capai dengan menggunakan lebih banyak sumber
daya, menaikkan efisiensi penggunaan sumber daya (tanpa menaikan
jumlah sumber daya yang kita pakai), dan mencari sumber daya alternatif
(BBM, sumber daya genetis, sumber daya manusia).
c. Lingkungan sosial budaya yang sesuai. Lingkungan sosial budaya sangat
penting bagi kesinambungan pembangunan, sebab pembangunan
dilakukan oleh dan untuk manusia yang hidup di dalam kondisi sosial
budaya tertentu. Beberapa hal perlu diperhatikan seperti: pemerataan
pembangunan, persaingan dalam mendapat sumber daya yang
dibutuhkan, pembangunan masyarakat terasing, serta penguasaan ilmu
dan teknologi.
Dalam melaksanakan berbagai proyek pembangunan agar tidak
menimbulkan dampak besar yang merugikan lingkungan, maka dilakukan
usaha-usaha antara lain:
1) Sebelum pelaksanaan pembangunan terlebih dahulu dilakukan suatu
analisis yang biasa disebut Analisis Dampak Lingkungan (ADL), tahap
ini merupakan sarana untuk memeriksa kelayakan rencana suatu
proyek yang akan dilaksanakan, seperti yang diatur oleh UU No. 4
tahun 1982 pasal 16, yang berbunyi “setiap rencana yang diperkirakan
mempunyai dampak penting terhadap lingkungan, wajib dilengkapi
dengan analisis mengenai dampak lingkungan yang pelaksanaannya
diatur dengan peraturan pemerintah.
2) Bagi kasus-kasus proyek yang telah jadi, digunakan metode Analisa
Manfaat dan Resiko Lingkungan (AMRIL).
11
Bagaimana sampai di sini, apakah masih ada yang sulit Anda pahami?
Jika ada pelajari sekali lagi! Kalau belum paham juga tanyakan pada
guru pamong/guru bina Anda.
Gambar. Waduk menggusur petani yang hidup di lembah sungai yang
dibendung. Sementara itu manfaat listrik masih banyak melampaui mereka
dan belum menciptakan lapangan pekerjaan bagi mereka (A). Akibatnya
tekanan penduduk terhadap lahan meningkat. Hutan rusak, erosi dan
pedangkalan waduk dipercepat (B)
Foto : Otto Soemarwoto/Soetopo
Majalah OIKOS (Swedia) 33: 190-195(1979)
(a)
(b)
12
KOSA KATA
Abiotik : benda mati seperti tanah, air, udara.
Biotik : makhluk hidup seperti hewan, tumbuhan, dan
manusia.
Deteriorasi : kemampuan penurunan produksi
Ekosistem : satu kesatuan komponen biotik dan abiotik.
Habitat : tempat tinggal makhluk hidup.
Homeostatis : kondisi lingkungan dalam keadaan produktifitas
optimum dan seimbang.
Jasad renik
(mikroorganisme) : makhluk hidup yang sangat kecil hanya dapat dilihat
dengan mikroskop.
Komponen : unsur-unsur
TUGAS 1
1. Jelaskan 2 komponen lingkungan hidup!
2. Apakah yang dimaksud dengan keterbatasan ekologis, dan berikanlah
contohnya?
13
JARINGAN INTERAKSI
UNSUR-UNSUR LINGKUNGAN, WILAYAH DAN
PERSEBARAN KONSERVASI, USAHA PELESTARIAN
KEKAYAAN ALAM DAN LINGKUNGAN.
Setelah mempelajari kegiatan belajar 2 ini, Anda diharapkan dapat:
1. memberi contoh jaringan interaksi unsur-unsur lingkungan
2. menyebutkan wilayah-wilayah yang perlu dikonservasi
3. menunjukkan penyebaran wilayah yang dikonservasi di Indonesia
4. menjelaskan usaha-usaha pelestarian kekayaan alam dan lingkungan.
Setelah menyelesaikan materi kegiatan 1, tentu Anda telah memahami
apa yang dimaksud dengan kualitas lingkungan hidup dan keterbatasan
lingkungan. Sekarang kita akan membahas bagaimana unsur-unsur yang
ada dalam lingkungan saling mempengaruhi, wilayah mana saja yang perlu
dikonservasi (dilestarikan, diawetkan) dan penyebarannya di Indonesia serta usahausaha
pelestarian kekayaan alam dan lingkungan. Untuk jelasnya silahkan Anda
pelajari materi berikut ini.
A. JARINGAN INTERAKSI UNSUR-UNSUR LINGKUNGAN
Apakah Anda masih ingat apa yang menjadi unsur-unsur/komponen-komponen
lingkungan pada pembahasan yang lalu? Baiklah sekarang kita akan
membahasnya.
Lingkungan hidup pada dasarnya terdiri dari komponen-komponen sebagai berikut:
1. komponen fisik (abiotik) seperti air, tanah, batuan, iklim dan sebagainya.
2. komponen biotik seperti tumbuhan, hewan, dan jasaf renik (mikroorganisme).
Kedua komponen atau unsur di atas tidak berdiri sendiri-sendiri, tetapi memiliki
keterkaitan antara satu unsur dengan unsur lainnya. Perubahan pada salah satu
unsur akan memberikan pengaruh pada unsur yang lain. Jadi lingkungan hidup
itu merupakan suatu sistem yang didalamnya terdiri dari berbagai subsistem.
Subsistem itulah yang dinamakan dengan unsur atau komponen lingkungan hidup.
Hubungan antara manusia dengan lingkungannya berlangsung karena manusia
membutuhkan bantuan lingkungan untuk hidupnya seperti air untuk minum,
Kegiatan Belajar 2
14
makanan, pakaian, rumah, bahkan oksigen untuk bernapas yang kesemua bahanbahannya
di dapat dari alam. Ketika jumlah manusia masih sedikit, hubungan
antara manusia dengan lingkungannya berlangsung seimbang bahkan ada kesan
bahwa persediaan sumber daya lama tidak akan pernah habis. Namun ketika
jumlah manusia makin banyak, sementara jumlah sumber daya alam relatif tetap,
maka kelangsungan hidup manusia mulai terancam, akhirnya muncullah berbagai
anjuran dan himbauan untuk menghemat dan mengkonservasi sumber daya alam.
Pada tahapan ini lalu muncul komponen lain yang ikut mempengaruhi kehidupan
ekologi yaitu komponen budaya manusia.
Sebagai contoh pada jaringan interaksi unsur-unsur lingkungan misalnya hutan
sebagai salah satu faktor ekologi dalam sistem pendukung kehidupan. Hutan
melakukan proses fotosintesis.
Gambar. Hutan lebat
Yang menghasilkan oksigen yang kita perlukan untuk pernapasan kita. Apabila
proses fotosintesis terhenti atau menurun dengan drastis karena hutan atau
tumbuhan pada umumnya habis atau sangat berkurang, kandungan oksigen di
udara akan menurun dan kehidupan kita akan terganggu. Hutan juga mempunyai
fungsi hidro-orologi, yaitu melindungi tata air dan tanah dari erosi. Kerusakan
hutan akan mengakibatkan rusaknya tata air dan terjadinya erosi tanah, yang
berarti menurunkan produksi dan menambah biaya produksi serta mengurangi
pendapatan para petani. Rusaknya hutan juga mengakibatkan pendangkalan
sungai, waduk, dan saluran irigasi, menurunkan produksi ikan, dan memperbesar
bahaya banjir.
15
Gambar. Hutan rusak
Jelaslah hutan mempunyai peranan penting dalam menjaga terpenuhinya
kebutuhan dasar untuk kelangsungan hidup hayati, yaitu udara, air dan pangan.
Di sini terlihat bahwa komponen manusialah yang paling banyak berperan dalam
kerusakan hutan tersebut. Untuk menangani masalah lingkungan hidup diperlukan
pendekatan sistemik, yaitu pendekatan pemecahan masalah meliputi seluruh
sistem atau seluruh komponen yang terkait di dalam sistem tersebut, contohnya
dalam menangani kelangsungan jaringan PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air).
PLTA melibatkan unsur hulu sungai, hilir sungai, pemakai (pelanggan), manajemen
dan sebagainya.
Unsur hulu, pembangkit listrik memerlukan debit air sungai yang stabil, untuk itu
hutan di hulu sungai harus terjaga dengan baik. Agar penduduk di hulu tidak
merusak hutan maka perlu pendekatan khusus terhadap para penduduk.
Unsur hilir, di bagian hilir terdapat jaringan listrik yang harus dipelihara dengan
baik maka diperlukan biaya.
Untuk menjaga daerah hulu, dan membiayai jaringan listrik serta lain-lainnya,
maka pembayaran pelanggan harus lancar.
Jadi agar PLTA dapat berfungsi optimal maka seluruh komponen terkait harus
ditangani menyeluruh sebagai suatu sistem. Inilah yang disebut pendekatan
sistemik.
Sampai disini apakah Anda sudah memahami uraian tersebut? Kalau belum baca
lagi uraian tersebut, dan jika sudah memahami kerjakan latihan soal berikut.
16
Lingkungan hidup terdiri dari lingkungan fisik, lingkungan biotik dan
lingkunan budaya. Coba Anda uraikan keterkaitan unsur-unsur tersebut!
Diskusikan hal ini dengan teman-teman Anda dan laporkan hasilnya pada
guru bina Anda!
B. WILAYAH YANG DIKONSERVASI
1. Pengertian Konservasi
Jumlah manusia terus berkembang, maka kebutuhan hidupnya juga
meningkat baik jenisnya maupun jumlahnya. Sumber daya alam di bumi terus
dikuras dan dieksploitasi yang mengakibatkan persedian makin menipis
bahkan nyaris habis untuk generasi berikutnya. Berdasarkan keadaan itulah
maka manusia mulai menyadari perlunya menjaga, melestarikan, dan
memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana yang dikenal dengan
konservasi.
Konservasi dalam arti sederhana adalah pengawetan, perlindungan, atau
penyelamatan sumber daya alam. Berdasarkan UU No. 5 Tahun 1990.
Konservasi adalah pengelolaan sumber daya lingkungan yang
pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan
persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas
keanekaragaman dan nilainya.
Gambar. Kambing hutan yang langka di daerah hutan tropis
di Sumatera (Herman Haeruman, 1980)
2. Wilayah Yang Dikonservasi
Wilayah-wilayah yang perlu dikonservasi untuk menjaga kelestarian
lingkungan hidup antara lain sebagai berikut:
a. Daerah resapan air
Air hujan yang jatuh ke permukaan bumi, ada yang meresap ke dalam
tanah ada pula yang mengalir ke sungai menjadi air sungai yang
seterusnya mengalir kelaut. Air ini merupakan cadangan air yang dapat
digunakan pada musim kemarau oleh tumbuhan, hewan, dan manusia.
17
Daerah resapan air merupakan daerah yang perlu dilindungi. Jika daerah
ini rusak maka air hujan tidak dapat meresap ke dalam tanah tetapi akan
mengalir kelaut. Pada musim hujan akan terjadi banjir dan musim kemarau
kering. Hutan juga berfungsi sebagai daerah resapan air, oleh karena itu
perlu dilindungi.
Gambar. Hutan lebat didaerah pegunungan
b. Daerah rawan erosi dan longsor
Daerah ini memiliki topografi yang terjal, misalnya perbukitan dengan
lereng yang curam, memiliki lapisan tanah yang tebal, dan curah hujan
yang tinggi. Daerah ini jika tidak dilindungi akan menjadi ancaman terjadi
erosi dan tanah longsor. Lapisan tanah yang ada akan terhanyut dan
menjadi tanah yang tandus dan gersang, atau terjadi longsor yang
mengakibatkan bencana bagi orang disekitarnya. Cara perlindungannya
adalah membiarkan wilayah tersebut menjadi hutan alami, atau jika
ditebang harus direboisasi dengan jenis tanaman tahunan dan tidak diolah
lagi oleh manusia.
Gambar. Perbukitan dengan lereng terjal
18
c. Lahan potensial dan subur
Lahan potensi dan subur merupakan lahan pertanian yang sangat produktif
memberikan hasil bahan pangan. Daerah ini perlu dilindungi dengan cara
menjaga lahan agar tidak dialihfungsikan menjadi lahan industri atau
pemukiman, dan dijaga agar tidak tercemar tanahnya.
Gambar. Petani sedang membajak sawah dengan kerbau
d. Hutan mangrove/bakau
Hutan mangrove yang tumbuh di pantai dapat melindungi pandai dari
gempuran ombak, mengendapkan lumpur dan merupakan tempat udang
atau ikan mencari makan. Jika hutan mangrove ini rusak akan terjadi
abrasi laut yang menghancurkan dan mengerosi pantai. Komunitas ikan
dan udang akan musnah.
Gambar. Hutan Bakau
e. Habitat hewan dan tumbuhan langka
Beberapa jenis flora dan fauna kini semakin sulit ditemui karena banyak
diburu untuk tujuan tertentu seperti dimakan, untuk obat, perhiasan.
Habitatnya perlu dilindungi agar hewan dan tumbuhan tidak mengalami
kepunahan dengan ditetapkan sebagai kawasan cagar alam dan suaka
margasatwa.
19
Gambar. Badak bercula satu di hutan Ujung Kulon
f. Air tanah
Sejalan dengan makin pesatnya perkembangan penduduk, industri,
kegiatan pertanian dan perkebunan, peternakan dan kegiatan–kegiatan
lain yang banyak membutuhkan air tawar, maka air tanah perlu dilindungi.
Di daerah pesisir pengambilan air tanah yang berlebihan dapat
mengakibatkan intrusi air laut sehingga air tanah yang tadinya tawar
menjadi payau atau asin. Di daerah tertentu air tanah tercemar bahan
berbahaya dan polusi limbah dari pabrik sehingga tidak bisa digunakan
bagi berbagai kepentingan. Untuk melindungi air tanah ini perlu digalakan
cara pembuatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk menetralkan
air limbah sebelum dibuang ke sungai.
Gambar. Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)
20
Bagaimana? Tentu wawasan Anda tentang lingkungan hidup sudah
bertambah.
Coba Anda pikirkan! Mengapa di dunia ini perlu ada penetapan wilayahwilayah
yang perlu dikonservasi (dilindungi)? Tulis jawaban Anda pada
kertas tersendiri dan serahkan kepada guru bina!
C. PERSEBARAN WILAYAH KONSERVASI
Anda tentu akan bertanya dimana saja wilayah konservasi di dunia dan juga di
Indonesia? Uraian ini akan menjawab pertanyaan tersebut!
1. Wilayah konservasi di dunia
wilayah-wilayah konservasi di dunia telah didirikan di beberapa negara antara
lain sebagai berikut:
a. Taman Nasional di Amerika Serikat, Kanada, Australia.
Gambar. Taman Nasional Bryce Canyon Utah, AS
b. Pembatasan penangkapan ikan sarden di California, dan ikan salem di
samudera Atlantik.
c. Di Srilangka dibuat danau buatan yang disebut tanki, berfungsi
menampung curah hujan di musim hujan.
d. Di Iran di daerah yang beriklim sangat kering, terdapat sebuat sistem air
bawah tanah yang dibuat beabad-abad yang lalu.
e. Di Amerika Serikat dibangun tandon-tandon air kecil berjumlah lebih dari
1000 tandon dalam satu tahun.
f. Di Australia dibangun proyek sungai salju yang berfungsi memasok air
untuk tenaga listrik.
g. Di Amerika utara sedang dibangun proyek sungai salju.
21
Gambar. Sungai salju
2. Wilayah konservasi di Indonesia
Indonesia merupakan negara kepulauan dengan jumlah mencapai 17504
pulau. Seribu pulau tersebut terdiri dari berbagai macam habitat seperti: lautan,
pantai dengan hutan mangrovenya, hutan dataran rendah, hutan pegunungan,
padang rumput, hutan rawa gambut dan sebagainya yang masing-masing
habitat memiliki beragam makhluk hidup atau organisme sebagai penghuninya.
Luas seluruh kepulauan Indonesia mencapai 1,3 % dari luas permukaan bumi
yang dihuni berbagai spesies flora dan fauna dengan jumlamnya diperkirakan
mencapai 17 % dari seluruh spesies yang ada di bumi. Secara umum jenis
keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia mencakup 11 % tanaman
berbunga, 12 % mamalia, 16 % amfibi dan reptil, 17 % burung, 37 % ikan.
Gambar. Suaka alam. Disini hewan, tumbuh-tumbuhan dan sumber hayati
lainnya dilindungi.
22
Mengingat begitu banyaknya keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia
yang perlu dilndungi dan dilestarikan, maka perlu ada suaka alam. Suaka
alam merupakan usaha konservasi flora dan fauna secara umum yang
mencakup cagar alam, dan suaka margasatwa.
Suaka margasatwa merupakan kawasan suaka alam yang memiliki ciri khas
berupa keanekaragaman atau keunikan jenis satwanya, jadi suaka
margasatwa adalah suaka alam bagi kelangsungan hidup satwa tertentu agar
tidak punah. Cagar alam yaitu suaka alam yang dilindungi agar
perkembangannya terjadi secara alami karena mempunyai kekhasan
tumbuhan, hewan dan ekosistemnya.
Taman Nasional yaitu wilayah pelestarian alam yang ekosistemnya masih
asli dan dikelola untuk kepentingan pendidikan, ilmu pengetahuan, penelitian,
rekreasi dan pariwisata.
Daerah-daerah Indonesia yang telah ditetapkan sebagai lokasi Taman
Nasional, dapat Anda perhatikan pada tabel berikut ini!
Tabel Lokasi Taman Nasional di Indonesia
No. Nama Taman Nasional Luas (ha)
1. Gunung Leusera
a. Suaka Margasatwa Leuser 416.500
b. Suaka Margasatwa Sekundur 79.000
c. Suaka Margasatwa Langkat Sel 75.175
d. Suaka Margasatwa Langkat Bar 52.900
e. Suaka Margasatwa Kappi 150.000
f. Suaka Margasatwa Kluet 20.000
2. Sumatera Selatan 156.800
3. Way Kambas 130.000
4. Ujung Kulon 52.475
5. Gunung Gede-Pangrango 17.000
6. Baluran 25.000
7. Meru Betiri 50.000
8. Komodo 59.000
9. Tanjung Puting 305.000
10. Kutai 200.000
11. Lore Kalamanta 250.000
12. Pangandaran 530
13. Bromo-Tengger 60.000
Selain di wilayah daratan, kawasan konservasi juga ada yang ditetapkan di
wilayah laut. Wilayah konservasi di kawasan laut, dapat diperhatikan pada
tabel berikut!
23
Tabel Kawasan Konservasi Laut
No. Lokasi Kawasan Habitat dan Biota
1. Pulau Pombo-Maluku Terumbu karang
2. Taman Laut Banda Satwa liar
3. Pulau Kasa-Maluku Terumbu karang
4. Kep. Seribu-Jakarta Satwa liar, terumbu karang, bakau
5. Pulau Semama-Kaltim Terumbu karang
6. Pulau Sangalaki-Kaltim Terumbu karang
7. Pulau Weh-Aceh Terumbu karang
8. Kep. Karimata Terumbu karang
9. Sangiang-Banten Terumbu karang
10. Karimun-Jawa Tengah Terumbu karang, bakau, burung laut
11. Pulau Moyo-NTB Terumbu karang
12. Bunaken Sulut Taman laut, penyu, ikan hias
13. Arakan-Sulut Duyung, bakau
24
Untuk mengetahui persebaran daerah konservasi sumber daya alam
hayati di Indonesia dapat dilihat pada peta berikut.
25
D. USAHA PELESTARIAN KEKAYAAN ALAM DAN LINGKUNGAN
Karena tekanan penduduk yang besar terhadap lingkungan untuk memenuhi
berbagai kebutuhan hidupnya, pada saat ini banyak terjadi berbagai kerusakan
lingkungan yang harus segera ditangani agar tidak bertambah parah antara lain
seperti:
1. Rehabilitasi dan reklamasi lahan kritis
Usaha ini bertujuan untuk mengembalikan lahan kritis menjadi lahan yang
subur lagi atau dapat dimanfaatkan manusia untuk kepentinganya. Dengan
usaha ini keadaan lahan dipulihkan ke keadaan semula atau kerusakan lahan
kritis tidak bertambah meluas. Kerusakan lahan kritis bisa terjadi karena erosi
tanah, lereng curam yang mengakibatkan tanah longsor, bekas aktifitas
manusia seperti penggalian bahkan tambang emas, timah, pengambilan pasir
darat untuk bangunan dan sebagainya.
Gambar. Orang melakukan reboisasi
2. Program kali bersih
Sungai merupakan sarana penting untuk menunjang kehidupan manusia
seperti untuk air minum, mandi, memasak, mencari ikan, budidaya ikan
(keramba) dan sarana transportasi. Di kota-kota besar sungai sering menjadi
tempat buang sampah. Untuk itu perlu adanya kesadaran dari semua pihak
untuk menjaga lingkungan sungai agar bisa dimanfaatkan oleh semua orang
dengan tidak ada rasa waswas akan tercemar.
Gambar. Program kali bersih (Prokasih) merupakan salah satu upaya untuk
memperbaiki kualitas
26
3. Pengelolaan pantai dan lautan
Pantai dan lautan sering mengalami kerusakan karena berbagai kegiatan
manusia seperti mengambil terumbu karang dengan menggunakan bom,
mengambil jenis-jenis ikan tertentu dengan bahan kimia beracun, pembuangan
limbah industri yang mencemari lingkungan mengakibatkan matinya ikan-ikan,
kebocoran minyak akibat tabrakan dan sebagainya. Untuk itu kita wujud upaya
misalnya memberikan hukuman yang benar bagi para perusak pantai dan
lautan.
4. Pengembangan dan pengelolaan keanekaragaman hayati
Keanekaragaman hayati merupakan kekayaan umat manusia yang sangat
berharga semua orang diberbagai tempat di dunia dapat mengambil manfaat.
Manakala terjadi kepunahan maka kerugian bagi umat manusia sebab tidak
akan ada penggantinya lagi. Untuk melindungi, mengembangkan dan
melestarikannya maka ditetapkan wilayah konservasi seperti Taman Nasional,
cagar alam, suaka margasatwa. Usaha-usaha yang dilakukan dengan
pengembangbiakan, penangkaran, pembudidayaan baik hewan maupun
tumbuhan langka, pelarangan jual beli binatang langka atau yang dilindungi,
menindak para pemburu binatang liar, penetapan undang-undang perlindungan
alam.
5. Program pengendalian intrusi air asin
Di daerah pantai sering terjadi air asin meresap jauh ke daratan. Sumur-sumur
penduduk atau pompa air menjadi payau rasanya sehingga tidak bisa dipakai
untuk keperluan minum dan masak. Penduduk harus mengambil air tawar
dari daerah lain yang cukup jauh atau membeli, hal ini tentu menjadi beban
ekonomi. Terjadinya intrusi air asin ini karena berbagai hal seperti pengambilan
air tanah tidak terkendali (pabrik, rumah tangga), penggundulan hutan di daerah
sekitar pantai, tidak terlindunginya daerah resapan air, terlalu banyaknya
pemukiman penduduk. Oleh karena itu perlu dilakukan usaha-usaha nyata
seperti menghijaukan daerah pantai dengan tanaman bakau dan lain-lain.
Carilah informasi dari koran, majalah atau media lain tentang kerusakan
lingkungan hidup baik yang terjadi di Indonesia maupun yang terjadi luar
negeri. Berikan komentar analisisnya!
27
KOSAKATA
Abrasi : erosi oleh ombak laut
Absorpsi : penyerapan
Debit : banyaknya volume air persatuan waktu
Cagar alam : daerah yang dilindungi karena mempunyai kekhasan
tumbuhan, hewan dan ekosistemnya.
Eksploitasi : mengambil atau mengusahakan sesuatu
Habitat : tempat tinggal mahkluk hidup
Intrusi : peresapan
Konservasi : perlidungan pelestarian, pengawetan
Reboisasi : penanaman kembali hutan gundul
Reklamasi : pengubahan lahan menjadi lebih baik
Sistemik : keseluruhan komponen yang terkait dalam sistem
Suaka margasatwa : daerah perlindungan bagi hewan tertentu
Taman Nasional : wilayah pelestarian alam yang ekosistemnya masih asli
Topografi : tinggi rendahnya permukaan bumi
Transpirasi : penguapan
28
TUGAS 2
1. Sebutkan wilayah-wilayah yang perlu dikonservasi untuk menjaga
kelestarian lingkungan hidup?
2. sebutkan usaha-usaha pelestarian kekayaan alam dan lingkungan?
29
PENUTUP
Kita panjatkan syukur ke hadirat Tuhan, Anda telah selesai mempelajari modul tentang
“Lingkungan Hidup dan Pembangunan”. Belajar Anda dikatakan berhasil bila
telah mengerjakan dengan baik latihan-latihan soal, tugas-tugas, dan melaksanakan
Tes Akhir Modul (TAM) dengan nilai minimum 7.5.
Sukses bagi Anda bila semua itu telah dilaksanakan. Semoga ilmu dan pengetahuan
yang diperoleh akan memacu semangat dan memotifasi diri untuk maju dalam
mengapai cita-cita.
Pada akhir modul ini akan dikategorikan beberapa hal yang perlu Anda ketahui seperti:
rangkuman/kesimpulan, kunci tugas, dan daftar pustaka.
30
DAFTAR ISTILAH
~ Lingkungan hidup adalah suatu sistem kompleks yang berada di luar individu
yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan organisme.
~ Lingkungan hidup terdiri dari dua komponen, yaitu komponen abiotik dan komponen
biotik. Komponen abiotik terdiri dari bernda-benda mati seperti air, tanah, udara,
dan sebagainya, sedangkan komponen biotik terdiri dari makhluk hidup seperti
hewan, tumbuhan dan manusia.
~ Kualitas lingkungan hidup adalah keadaan lingkungan yang dapat memberikan
daya dukung yang optimal bagi kelangsungan hidup manusia di suatu wilayah.
~ Lingkungan biofisik adalah lingkungan yang terdiri dari komponen biotik dan abiotik
yang berhubungan dan saling mempengaruhi satu sama lain.
~ Lingkungan sosial ekonomi adalah lingkungan manusia dalam hubunganya
dengan sesamanya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya
~ Lingkungan sosial budaya adalah segala kondisi baik berupa materi (benda)
maupun non materi yang dihasilkan oleh manusia melalui aktifitas dan
kreatifitasnya.
~ Ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara organisme
dan sesamanya serta dengan lingkungan tempat tinggalnya
~ Makhluk hidup yang tumbuh dan berkembang mengalami seleksi alam dan
dikurangi oleh pengaruh lingkungan (faktor pembatas).
~ Deteriorasi lingkungan: lahan yang telah mengalami penurunan kemampuan
produksinya karena dipacu untuk memproduksi melebihi kapasitasnya
~ Dalam melaksanakan proyek pembangunan agar tidak merusak lungkungan
dilakukan usaha: 1. Analisis dampak lingkungan (ADL) sebelum pelaksanaan
pembangunan dan 2. Analisis manfaat dan resiko lingkungan (AMRIL) pada
proyek-proyek yang telah jadi.
~ Lingkungan hidup merupakan suatu sistem, perubahan pada salah satu unsur
akan memberikan pengaruh pada unsur lainya.
~ Masalah lingkungan hidup ditangani dengan pendekatan sistemik, yaitu
pemecahan masalah meliputi seluruh sistem atau seluruh komponen yang terkait
di dalam sistem tersebut.
31
~ Konservasi adalah pengawetan, perlindungan, atau peyelamatan sumber daya
alam.
~ Wilayah-wilayah yang perlu dikonservasi adalah daerah resapan air, daerah rawan
erosi dan longsor, lahan potensial dan lahan subur, hutan mangrove/bakau. Habitat
hewan dan tumbuhan langka, air tanah.
~ Untuk melindungi keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia maka sudah
ditetapkan di daerah-daerah tertentu seperti kawasan cagar alam, suaka
margasatwa, taman nasional.
~ Usaha-usaha pelestarian kekayaan alam dan lingkungan antara lain: rehabilitari
dan reklamasi lahan kristis, program kali bersih, pengelolaan pantai dan lautan,
pengembangan dan pengelolaan keanekaragaman hayati, program pengendalian
intrusi air asin.
32
Tugas 1
1. a. komponen abiotik, yaitu terdiri dari benda-benda mari seperti air,
tanah, udara, cahaya matahari dan sebagainya.
b. komponen biotik, yaitu terdiri dari makhluk hidup seperti hewan,
tumbuhan, dan manusia.
2. yaitu kondisi lingkungan yang tidak bisa dikembangkan lagi karena
lingkungan di sekitarnya membatasi pertumbuhan/perkembangan
organisme atau komponen abiotik tidak bisa dipacu lagi untuk
berkembang karena adanya seleksi alam, adanya faktor pembatas.
Tugas 2
1. daerah resapan air, daerah rawan erosi, lahan potensial dan lahan subur, hutan
mangrove, habitat hewan dan tumbuhan langka, air tanah.
2. rehabilitasi dan reklamasi lahan kritis, program kali bersih, pengelolaan pantai
dan kelautan, pengelolaan dan pengembangan keanekaragaman hayati, program
pengendalian intrusi air asin.
33
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Yani dkk, Geografi untuk SMA kelas 1, Bandung, Grafindo, 2004
L. Iskandar, drs, Geografi 1 SMA kelas X, Bandung, Remaja Rosdakarya,2004
Otto Soemarwoto, Ekologi Lingkungan Hidup dan Pembangunan, Jakarta,
Djambatan, 1983
Zoer’ Aini Djamal Irwan. Prof.Dr, Msi, Prinsip-prinsip Ekologi dan Organisasi
Ekosistem komunitas dan lingkungan, Jakarta, Bumi Aksara, 2003