GEOGRAFI NEWS

GEOGRAFI NEWS : Geografi memiliki cabang ilmu, antara lain; geografi sosial, geografi ekonomi, geografi budaya, geografi politik, geografi fisik, geografi regional dan geografi teknik. GEOGRAFI NEWS : Pengertian geografi dalam arti sempit adalah ilmu tentang bumi GEOGRAFI NEWS : Geografi dalam arti luas adalah ilmu yang mempelajari tentang perbedaan dan persamaan fenomena geosfer dari sudut pandang kewilayahan dan kelingkungan dalam konteks keruangan. GEOGRAFI NEWS : Geografi memiliki 3 pendekatan, yaitu ; 1. pendekatan ekologi atau lingkungan, 2. pendekatan regional complex atau kewilayahan, 3. pendekatan spatial atau keruangan. GEOGRAFI NEWS : Geografi menerapkan 4 prinsip dasar, yaitu; 1. prinsip distribusi, 2. prinsip interelasi, 3. prinsip diskripsi dan 4. prinsip korologi. GEOGRAFI NEWS : geografi mengkaji 2 jenis objek, antara lain ; 1. objek material, 2. objek formal. GEOGRAFI NEWS : konsep geograf ; konsep jarak, konsep letak, konsep interaksi, konsep pola, konsep aglomerasi, konsep keterjangkauan, konsep defferensiasi area, konsep topografi.

Senin, 03 Oktober 2011

Aplikasi Data Penginderaan Jauh untuk Mendukung Perencanaan Tata Ruang di Indonesia

Geografi/totok endrawan

Aplikasi Data Penginderaan Jauh untuk Mendukung Perencanaan Tata Ruang di Indonesia
1. Latar Belakang Perencanaan Tata Ruang wilayah merupakan suatu upaya mencoba merumuskan usaha pemanfaatan ruang secara optimal dan efisien serta lestari bagi kegiatan usaha manusia di wilayahnya yang berupa pembangunan sektoral, daerah, swasta dalam rangka mewujudkan tingkat kesejahteraan masyarakat yang ingin dicapai dalam kurun waktu tertentu. Penyusunan tata ruang merupakan tugas besar dan melibatkan berbagai pihak yang dalam menjalankan tugas tidak terlepas dari data spasial.
        Data spasial yang dibutuhkan dalam rangka membuat suatu perkiraan kebutuhan atau pengembangan ruang jangka panjang adalah bervariasi mulai dari data yang bersifat umum hingga detail. Bentuk data spasial untuk kegiataan penataan ruang umumnya berupa peta digital dan peta analog yang masing-masing mempunyai karakteristik dan spesifikasi yang berbeda, dimana jenis dan ruang lingkup serta kedetailan rencana tata ruang sangat menentukan Berkaitan dengan kesiapan data spasial untuk mendukung tata ruang, ada beberapa titik kritis yang perlu mendapatkan perhatian kaitannya dengan prosedur kerja antara lain: Belum adanya format data dan skala peta dasar yang baku untuk penyusunan tata ruang dalam berbagai tingkat. Ada perbedaan format baku peta dengan format operasional, demikian juga skala peta dikaitkan dengan jenis data yang harus digunakan dan prosedur pengolahan data. Pengalaman menunjukkan bahwa belum memadainya kesadaran akan pentingnya penyediaan data spasial yang akurat dari kalangan pengguna. Data spasial yang akurat tidak dilihat sebagai komoditas yang strategis untuk kepentingan jangka panjang. Pembuatan atau penyusunan data spasial skala 1 : 250.000 hingga 1 : 5000 untuk tata ruang detail dilakukan dengan anggapan peta sudah tersedia dan tidak disediakan alokasi biaya untuk pembuatan peta tersebut. Dampaknya adalah peta yang digunakan sudah kadaluarsa. Pada berbagai rencana kegiatan, ketelitian peta yang dibutuhkan kadang-kadang bukan merupakan hal yang utama, yang diutamakan adalah penyebaran temanya. Informasi lokasi dan batas-batas fisik lebih diutamakan (bukan kepastian koordinat), sedangkan dalam beberapa hal misalnya infrastructure management kepastian lokasi harus dicirikan dengan ketepatan koordinat. Kelengkapan dan kebenaran (kualitas) input data spasial akan sangat berpengaruh pada hasil atau keluarannya. Tanpa adanya data spasial yang memadai dalam arti kualitas planimetris dan informasi kualitatif, maka proses pengambilan keputusan tidak dapat dilaksanakan secara benar dan bertanggung jawab. 2. Penginderaan Jauh untuk Pengembangan Wilayah Suatu wilayah baik di pedasaan maupun di perkotaan menampilkan wujud yang rumit, tidak teratur dan dimensi yang heterogen. Kenampakan wilayah perkotaan jauh lebih rumit dari pada kenampakan daerah pedesaan. Hal ini disebabkan persil lahan kota pada umumnya sempit, bangunannya padat, dan fungsi bangunannya beraneka. Oleh karena itu sistem penginderaan jauh yang diperlukan untuk penyusunan tata ruang harus disesuaikan dengan resolusi spasial yang sepadan. Untuk keperluan perencanan tata ruang detail, maka resolusi spasial yang tinggi akan mampu menyajikan data spasial secara rinci. Data satelit seperti Landsat TM dan SPOT dapat pula digunakan untuk keperluan penyusunan tata ruang hingga tingkat kerincian tertentu, misalnya tingkat I (membedakan kota dan bukan kota). hingga sebagian tingkat II (perumahan, industri, perdagangan, dsb.). Sedangkan untuk tingkat III (rincian dari tingkat II, misalnya perumahan teratur dan tidak teratur) dan tingkat IV (rincian dari tingkat III, misalnya perumahan teratur yang padat, sedang, dan jarang. Welch (1982) menyatakan bahwa untuk penyusunan tata ruang perkotaan di Amerika Serikat dengan memanfaatkan data penginderaan jauh, menggunakan konsep hubungan antara resolusi spasial data penginderaan jauh dan tingkat kerincian data yang dihasilkan, disajikan pada Gambar 1. topik_utama04_01 Aplikasi Data Penginderaan Jauh untuk Mendukung Perencanaan Tata Ruang di Indonesia Gambar 1. Hubungan antara resolusi spasial data penginderaan jauh dan kerincian penggunaan lahan kota di Amerika Serikat (Sumber : Welch, 1982) Gambar 1 mengisyaratkan bahwa citra Landsat ETM dengan pixel 15 m dapat digunakan untuk data penggunaan lahan kota tingkat kerincian I sampai kerincian tingkat II, atau untuk membedakan daerah yang secara fisik berupa perumahan dan non perumahan terhadap daerah sekitarnya. Untuk kerincian tingkat III diperlukan resolusi spasial sekitar 1-3 m. dan tingkat kerincian III dan IV masing-masing diperlukan resolusi spasial lebih kecil atau sama dengan 1 m. Oleh karena itu mengacu pendapat Welch, data satelit resolusi tinggi dengan resolusi spasial 0.7-1.0 m dapat digunakan untuk memperoleh sebagian data penggunaan lahan dengan tingkat kerincian III dan IV. 3. Landasan Hukum Penyusunan Tata Ruang Struktur perencanaan pembangunan nasional yang dicirikan dengan terbitnya Undang-Undang No 25 Tahun 2004 tantang sistem perencanaan nasional, maka kepala daerah terpilih diharuskan menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) di daerahnya masing-masing. Dokumen RPJM ini akan menjadi acuan pembangunan daerah yang memuat antara lain visi, misi, arah kebijakan dan program-program pembangunan selama 5 (lima) tahun ke depan. Dengan demikian terkait kondisi tersebut, maka dokumen Rancana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang ada juga harus mengacu pada visi dan misi tersebut. Dengan kata lain RTRW yang ada merupakan bagian dari terjemahan visi, misi daerah yang dipresentasikan dalam bentuk pola dan struktur pemanfaatan ruang. Landasan hukum penyusunan tata ruang di Indonesia secara umum mengacu pada Undang-Undang Nomer 24 tahun 1992 tentang penataan ruang. Pedoman ini sebagai landasan hukum yang berisi tentang kewajiban setiap Propinsi, Kabupaten dan Kota untuk menyusun tata ruang wilayah sebagai arahan pelaksanaan pembangunan daerah. Kewajiban Daerah untuk menyusun tata ruang berkaitan dengan penerapan desentralisasi dan otonomi daerah. Menindak lanjuti Undang-Undang tersebut di atas, Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 327/KPTS/M/2002 menetapkan enam pedoman bidang penataan ruang, meliputi : Pedoman penyusunan RTRW propinsi. Pedoman Penyusunan Kembali RTRW propinsi. Pedoman penyusunan RTRW kabupaten Pedoman penyusunan kembali RTRW kabupaten. Pedoman penyusunan RTRW perkotaan. Pedoman penyusunan kembali RTRW perkotaan. Pedoman seperti tertulis di atas sebagai acuan bagi para penanggung jawab pengembangan wilayah propinsi, kabupaten dan kawasan perkotaan. Pedoman penyusunan RTRW meliputi kegiatan penyusunan mulai dari persiapan hingga proses legalisasi. Hal-hal teknis operasional yang belum diatur dalam keputusan Menteri ini diatur lebih lanjut oleh pemerintah kabupaten/kota sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 tahun 1992 tentang penataan ruang, rencana tata ruang dirumuskan secara berjenjang mulai dari tingkat yang sangat umum sampai tingkat yang sangat rinci seperti dicerminkan dari tata ruang tingkat propinsi, kabupaten, perkotaan, desa dan bahkan untuk tata ruang yang bersifat tematis, misalnya untuk kawasan pesisir, pulau-pulau kecil, jaringan jalan, dan lain sebagainya. Mengingat rencana tata ruang merupakan salah satu aspek dalam rencana pembangunan nasional dan pembangunan daerah, maka tata ruang nasional, propinsi dan kabupaten/kota merupakan satu kesatuan yang saling terkait dan dari aspek substansi dan operasional harus konsistensi. RTRW nasional merupakan strategi dan arahan kebijakan pemanfaatan ruang wilayah negara yang meliputi tujuan nasional dan arahan pemanfaatan ruang antar pulau dan antar propinsi. RTRW nasional disusun pada tingkat ketelitian skala 1 : 1.000.000 untuk jangka waktu selama 25 tahun. RTRW propinsi merupakan strategi dan arahan kebijaksanaan pemanfaatan runag wilayah propinsi yang berfokus pada keterkaitan antar kawasan/kabupaten/kota. RTRW propinsi disusun pada tingkat ketelitian skala 1 : 250.000 untuk jangka waktu 15 tahun. RTRW kabupaten/Kota merupakan rencana tata ruang yang disusun berdasarkan perkiraan kecenderuangan dan arahan perkembangan untuk pembangunan daerah di masa depan. RTRW kabupaten/kota disusun pada tingkat ketelitian 1 : 100.000 untuk kabupaten dan 1 : 25.000 untuk daerah perkotaan, untuk jangka waktu 5-10 tahun sesuai perkembangan daerah. 4. Ruang Lingkup Analisis Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Berdasarkan landasan hukum dan pedoman umum penyusunan tata ruang, substansi data dan analisis penyusunan RTRW propinsi dan kabupaten adalah sebagai berikut : 4.1. Ruang Lingkup RTRW Propinsi a. Substansi data dan analisis Kebijakan pembangunan Analisis regional Ekonomi regional Sumberdaya manusia Sumberdaya buatan Sumberdaya alam Sistem permukiman Penggunaan lahan Analisis kelembagaan b. Substansi RTRW propinsi Arahan struktur dan pola pemanfaatan ruang Arahan pengelolaan kawasan lindung dan budidaya Arahan pengelolaan kawasan perdesaan, perkotaan dan tematik Arahan pengembangan kawasan permukiman, kehutanan, pertanian, pertambangan, perindustrian, pariwisata dan kawasan lainnya. Arahan pengembangan sistem pusat permukiman perdesaan dan perkotaan Arahan pengembangan sistem prasarana wilayah Arahan pengembangan kawasan yang diprioritaskan Arahan kebijakan tata guna tanah , air, udara dan sumberdaya alam Lain. 4.2. Ruang Lingkup RTRW Kabupaten a. Substansi data dan analisis Kebijakan pembangunan Analisis regional Ekonomi dan sektor unggulan Sumberdaya manusia Sumberdaya buatan Sumberdaya alam Sistem permukiman Penggunaan lahan Pembiayaan pembangunan Analisis kelembagaan b. Substansi RTRW propinsi Rencana struktur dan pola pemanfaatan ruang Rencana pengelolaan kawasan lindung dan budidaya Rencana pengelolaan kawasan pedesaan, perkotaan dan tematik Rencana sistem prasarana wilayah Rencana penatagunaan tanah , air, udara dan sumberdaya alam Lain. Rencana sistem kegiatan pembangunan Secara rinci penjabaran dari tiap-tiap substansi disajikan pada Tabel 1. 5. Pola Pemetaan Pemanfaatan Ruang Berwawasan Lingkungan di Indonesia Adanya peraturan perundang-undangan penyusunan tata ruang yang bersifat nasional, seperti Undang-Undang No 25 Tahun 2004 dan Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 327/KPTS/M/2002 kiranya dapat digunakan pula sebagai dasar dalam melaksanakan pemetaan mintakat ruang sesuai asas optimal dan lestari. Untuk menata ruang yang optimal dengan prinsip lestari perlu adanya perencanaan yang holistik antara potensi, kondisi dan kebutuhan akan sumberdaya ruang. Penyusunan tata ruang dalam konteks ini bukan sekedar mengalokasikan tempat untuk suatu kegiatan tertentu, melainkan menempatkan tiap tiap kegiatan penggunaan lahan pada bagian lahan yang berkemampuan serasi dan lestari untuk kegiatan masing-masing. Oleh karena itu hasil penyusunan tata ruang bukan tujuan, akan tetapi sarana. Yang menjadi tujuan tata ruang ialah manfaat total lahan/ruang dengan sebaik-baiknya dari kemampuan total lahan secara sinambung atau lestari. 6. Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh untuk Penyusunan Tata Ruang Berdasarkan Gambar 2, peranan data penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG) menjadi semakin jelas. Gambar 2 menunjukkan bahwa semakin ke kanan skala yang dibutuhkan semakin besar, artinya semakin rinci pula informasi spasial yang harus dapat diidentifikasi. Hal ini tentu akan berpengaruh kepada jenis data penginderaan jauh yang digunakan. Tabel 1 menjelaskan peranan data penginderaan jauh dan SIG untuk mendukung penyusunan peta tata lingkungan, peta tata ruang, peta tata guna lahan dan peta ddesain guna lahan. 7. Langkah Langkah yang Dilakukan LAPAN Dalam Mendukung Implementasi Penyusunan Tata Ruang Penyusunan Tata Ruang tidak terlepas dari kebutuhan akan tersedianya data spasial yang akurat , periodik ( 1-5 tahun) dan rinci sesuai dengan tujuan tata ruang itu sendiri, untuk propinsi atau kabupaten. Salah satu alternatif yang paling mungkin dalam rangka tersedianya data spasial untuk tata ruang secara cepat adalah memanfaatkan teknologi satelit penginderaan jauh. Secara lebih rinci pemanfaatan data penginderaan jauh untuk tata ruang disajikan pada sub bab 6. Di Indonesia pemanfaatan teknologi penginderaan jauh sudah banyak dilakukan oleh berbagai kalangan, baik institusi pemerintah: LAPAN, BAKOSURTANAL, BPPT dan lain sebagainya, juga oleh kalangan perguruan tinggi dan organisasi swasta. Pada umumnya upaya upaya yang telah dilakukan untuk sosialisasi pemanfaatan data penginderaan jauh antara lain meliputi penguasaan teknologi penginderaan jauh, pengembangan model-model yang diturunkan dari data penginderaan jauh, kegiatan inventarisasi sumberdaya alam dan mengintegrasikan dengan aplikasi SIG. topik_utama04_02 Aplikasi Data Penginderaan Jauh untuk Mendukung Perencanaan Tata Ruang di Indonesia Gambar 2. Pola penataan ruang berwawasan lingkungan di Indonesia Jenis data Tata lingkungan Tata ruang Tata guna lahan Desain guna lahan 1. Landsat (15??0 m) 1.Identifikasi penggunaan Lahan dengan tingkat kerincian I 2. Acuan Geo-reference pada skala 1 : 50.000 3. Menghitung proporsi luas masing masing penggunaan lahan. 4. Data dasar spasial untuk analisis lanjutan 1.Identifikasi penggunaan Lahan dengan tingkat kerincian I-II 2. Acuan Geo-reference pada skala 1 : 50.000 3.Menghitung proporsi luas masing masing penggunaan lahan 4. Data dasar spasial untuk analisis lanjutan Bahan untuk orientasi wilayah secara global Bahan untuk orientasi wilayah secara global 2. SPOT4 SDA SDA 1. Identifikasi penggunaan lahan tingkat kerincian II ??III 2. Acuan Geo-reference sampai skala 1 : 25.000. 3. Menghitung proporsi luas penggunaan lahan tingkat kerincian II ??III 4. Titik atau garis kontur dengan interval sampai 12.5 m 5.Data Dasar spasial untuk pengolahan atau analisis lanjutan 3. SPOT 5 ( 2.5 m) Ikonos, Quick Bird ( 0.7?? m) SDA 1.Identifikasi penggunaan lahan tingkat kerincian III ??V 2. Acuan Geo-reference sampai skala lebih besar 10.000 3.Menghitung proporsi luas penggunaan lahan tingkat kerincian III -IV 4. Informasi garis kontur detail 5. Data dasar spasial pengolahan atau analisis lanjutan Tabel 1. LAPAN sebagai instansi pemerintah yang mempunyai kompetensi untuk menyediakan data penginderaan jauh dan memanfaatkannya dalam berbagai aplikasi dalam skala nasional, sejak tahun 2000 telah membangun dan menyusun berbagai model aplikasi untuk berbagai kegiatan seperti pertanian, kehutanan, iklim, geologi, tata ruang dan lain sebagainya. Berbagai jenis data dari resolusi rendah (NOAA, GMS dan MODIS) sampai resolusi spasial tinggi baik sensor pasif maupun aktif ( SPOT-5, IKONOS, QUICK BIRD) juga digunakan untuk mengembangkan model model aplikasi yang lebih luas dan lebih dalam. Untuk aplikasi data penginderan jauh terkait tata ruang dalam rangka mendukung ketersediaan data spasial, LAPAN telah melakukan inventarisasi informasi spasial penutup lahan skala 1:100.000 seluruh Indonesia berbasis citra Landsat ETM. Demikian juga untuk berbagai wilayah prioritas telah tersedia informasi yang relatif rinci berdasarkan data citra SPOT-5, IKONOS dan QUICK BIRD. Berbagai contoh aplikasi untuk tata ruang disajikan pada Gambar Lampiran 1-3. 8. Penanganan Masalah yang Berkaitan dengan Data Spasial Dalam menangani masalah ketersediaan data spasial yang up to date, salah satu data spasial yang saat ini banyak digunakan sebagai data dasar untuk penyusunan tata ruang adalah informasi spasial yang diturunkan dari data penginderaan jauh. Data penginderaan jauh mempunyai berbagai jenis dan tingkat ketelitian, disamping itu data penginderaan jauh juga dapat memberikan data real time serta selalu diperbaharui. Teknologi penginderaan jauh mampu menyediakan data mulai dari skala 1 : 1000.000 sampai dengan 1 : 5000. Oleh karena itu pemanfaatan informasi spasial dari data penginderaan jauh untuk tata ruang telah mencakup seluruh skala dan sangat fleksibel disesuaikan dengan tujuan penyusunan tata ruang, apakah untuk tingkat nasional, propinsi, kabupaten atau detail teknis. Tidak tersedianya informasi spasial yang ideal untuk mendukung seluruh ruang lingkup analisis penyusunan tata ruang baik dalam aspek kuantitatif dan kualitatif bagaimanapun harus ditutupi dengan pemanfaatan data satelit penginderaan jauh yang dikombinasikan dengan data spasial lainnya melalui pendekatan SIG. Salah satu pendekatan cerdas untuk mengoptimalkan pemanfaatan data satelit penginderaan jauh adalah melakukan kombinasi data penginderaan jauh dengan data kontur dari Shuttle Radar Topographic Mission (SRTM) dan data koordinat planimateris dari Global Positioning System (GPS) untuk memperolah informasi yang lebih akurat serta informasi morfometri (kemiringan lereng, panjang lereng dan bentuk lereng serta ketinggian relatifnya) sesuai dengan skala yang dibutuhkan. Sedangkan aspek kualitatif yang merupakan informasi penutup lahan/penggunaan lahan dapat digunakan sebagai informasi kualitatif terkini untuk mendukung perencanaan tata ruang dengan tambahan kegiatan verifikasi lapangan (ground truth). Verifikasi lapangan akan sangat efektif hasilnya jika dilakukan oleh mereka yang memahami dan menguasai kondisi wilayah bersangkutan. Hal ini akan sangat efisien dan efektif apabila terjalin pelaksanaan kerjasama antara instansi penyedia data satelit penginderaan jauh dengan instansi pengguna, khususnya pemerintah daerah guna menghasilkan informasi keruangan yang diturunkan dari citra satelit yang diverifikasi secara bersama. 9. Penutup Dimasa yang akan datang diharapkan seluruh pemangku kepentingan (stake holder) yang terlibat dalam penyusunan tata ruang, baik di tingkat propinsi maupun kabupaten/kota dapat memanfaatkan keunggulan teknologi penginderaan jauh dan sistem informasi geografis untuk mendukung penyusunan tata ruang. Dengan demikian minimnya atau ketidaktersediaan data spasial yang selama ini menjadi kendala utama dalam penyusunan tataruang dapat dengan cepat teratasi. Pustaka Anonimus. 1993. Remote Sensing Note. Japan Association on Remote Sensing. University. Of Tokyo Badan Koordinasi Tata Ruang Nasional. 2004. Peraturan Perundang-Undangan Bidang Penataan Ruang. Buletin Tata Ruang. Jakarta. Hadi Sabari.Y.. 2000. Struktur Tata Ruang Kota. Pustaka Pelajar Offset. Yogyakarta Larz T. Anderson. 2000. Petunjuk Dalam Persiapan Perencanaan Kota. Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota. Fakultas Teknik. Universitas Diponegoro. Semarang. Maskun. Soemitro. 1996. Penataan Ruang dan Pembangunan Perkotaan dalam kerangka Otonomi Daerah. Proceding. CIDES. Jakarta Nurmandi. 1999. Manajemen Perkotaan. Lingkaran Bangsa. Yogyakarta Socki. B.S.. 1993. The Potential of Aerial Photos for Slum and Squatter Settlement Detection and Mapping. Asian-Pasific Remote Sensing Journal. Vol.5. No.2. Bangkok. Sugeng Martopo, Tejoyuwono. 1987. Pembangunan Wilayah Berwawasan Lingkungan. Kumpulan Makalah Kursus SEPADYA. Yogyakarta. Lampiran topik_utama04_03 Aplikasi Data Penginderaan Jauh untuk Mendukung Perencanaan Tata Ruang di Indonesia Gambar Lampiran 1. Contoh aplikasi data spasial untuk mendukung tata ruang skala 1:2.500 topik_utama04_04 Aplikasi Data Penginderaan Jauh untuk Mendukung Perencanaan Tata Ruang di Indonesia Gambar Lampiran 2. Contoh aplikasi data spasial untuk mendukung tata ruang skala 1:50.000 topik_utama04_05 Aplikasi Data Penginderaan Jauh untuk Mendukung Perencanaan Tata Ruang di Indonesia Gambar Lampiran 3. Contoh aplikasi data spasial untuk mendukung tata ruang skala 1:100.000 .OLES HERBAL UTK KUAT TAHAN LAMA REKOMENDASI BOYKE Perbesar PENIS dan TAHAN LAMA hanya 169rb HASILKAN 30JUTA/BULAN DENGAN INVESTASI 95RIBU SAJA INVESTASI 95 RIBU HASIL 30 JUTA/BULAN, MAU ? HASILKAN 30JUTA/BULAN DENGAN INVESTASI 95RIBU SAJA ISTRIKU PUAS, AKUPUN JADI BANGGA! TKS YA GAN.. Perbesar PENIS dan TAHAN LAMA hanya 169rb MAU GAJI 20 JUTA ? KERJA 2 JAM MODAL CUMA 95RIBU SOLUSI KEUANGAN ANDA invest termudah dan terkini disini tempatnya hanya KumpulBlogger.com Share Related Artilces SMK Survey dan Pemetaan (Geodesi) Adi Sanggoro Tags: aplikasi GIS, penginderaan jauh, Survey Pemetaan - GIS, tata ruang Comments 5 Responses to “Aplikasi Data Penginderaan Jauh untuk Mendukung Perencanaan Tata Ruang di Indonesia” heldi says: March 20, 2009 at 11:04 pm @Faozi Menggabungkan GIS dengan GPS pada Pemetaan Perumahan? Data dari hasil Pemetaan dengan GPS dapat dijadikan sebagai data dasar GIS Perumahan. Masalahnya apakah ketelitiannya bisa masuk? Langkah-langkah dan Metoda Penggabungannya? Pemetaan dengan GPS, dengan melakukan marking pada pojok-pojok bangunan dan obyek penting di wilayah survey. Data GPS di download, diperoleh data koordinatnya. Import ke Software GIS yang akan digunakan. Isi data basenya di software GIS. Kalau boleh tahu, kuliah dimana? kalau deket Bogor, mungkin mudah2an bisa ngobrol langsung aja agar leluasa membahasnya. Demikian, mudah2an tidak diketawain oleh bapak Lukman Aziz :) Terima kasih sudah berkunjung. Reply faozi says: March 20, 2009 at 11:20 am gimana caranya menggabungkan GIS dengan GPS pada pemetaan perumahan? Trus apakah CAD juga digunakan dalam pemetaan Perumahan dengan GIS dan GPS, dan bila digabungkan, tolong jelaskanlah langkah-langkah dan metode penggabungannya?soalnya ini sesuai dengan judul TA yang sedang saya kerjakan,makasih.. Reply suranto says: June 4, 2008 at 3:35 pm Dear Pak Heldi Boleh dong pak kapan-kapan ketemu???? ya siapa tahu ada yang bisa didiskusikan gitu bisa kontak saya di 08170433503 thanks b4 suranto Reply heldi says: May 30, 2008 at 9:10 am wah hebat bos, boleh belajar nih :) Reply suranto says: May 30, 2008 at 3:08 am Salam kenal, GIS/SIG sudah mulai banyak digunakan dan mulai memasyarakat, sayangnya sampai saat ini belum banyak yang on-line, saya sendiri termasuk salah satu pengembang GIS on-line, atau yang lazim disebut GIS Web, saat ini saya pernah mengembangkan aplikasi tata ruang berbasis web, tapi tidak di on-line kan, nama aplikasinya Sistem Informasi Pemanfaatan Penggunaan Tanah termasuk di dalamnya RTRW,RDTR,RUTR beserta perijinan lokasi yang on-line, adapun aplikasi yang on-line mengenai jalan dan jembatan yang bisa diakses di http://www.jalannatuna.net hormat saya, suranto Reply Komentar Anda... Speak Your Mind Tell us what you're thinking... and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar! Name (required) Mail (will not be published) (required) Website Your Host : Heldi Yudiyatna Blogging since becoming a Bogor City Government Employees (PNS/Pegawai Negeri Sipil) in 2005, a Procurement practitioner/expert , also work as a surveyor and a teacher. Blog ini adalah media marketing dan tempat "curhat" serta sharing tentang Pengadaan, PNS, & Kota Bogor, Dont hesitate to Call me @ HP. 087870910000 - BBM. 232E2F8B Inspirasi tiada jalan buntu dalam kebaikan ~Yusuf Dardiri - ketua fraksi keadilan sejahtera kota bogor ~ Sharing & Informasi (Recent Comments) ronny on Tata Cara dan Administrasi Pengadaan dengan Penunjukan Langsung (PL) heldi on Istilah-istilah Pengadaan (lelang) ahma indraki on Persyaratan Peserta Lelang berdasarkan Jenis Pengadaan Barang/Jasa INTEGRATED PROCUREMENT MANAGEMENT on Pentingnya ULP yang Mandiri Tulus Sipahutar on Training of Trainer (ToT): Sosialisasi Model dan Panduan Instruktur Pelatihan Pengadaan Barang/Jasa Artikel Lain Internet bagi PNS Aplikasi Data Penginderaan Jauh untuk Mendukung Perencanaan Tata Ruang di Indonesia Kriteria Penunjukan Langsung Why You Should Use Graphic Templates How To Avoid Getting Your Adsense Account Terminated SIG, Sistem Informasi Geografis ada di Yasmin Bogor Surga Dunia Pengadaan – Essential Procurement Programme Dijual Motor Yamaha Jupiter Z Google Map Memori buruk dengan JnC (Joyci Cookies) Adsense satu klik 1,71 dollar Jasa Konstruksi oh… Jasa Konstruksi… Jalan Rusak oh… Jalan Rusak… Perpanjangan Sertifikasi Ahli Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Kisah Seguci Emas Pemkot Bogor Sosialisasikan ULP dan LPSE Artikel Terkini (Recent Posts) Dukungan Keuangan dari Bank Akhirnya Blackberry Pearl 9105 INTEGRATED PROCUREMENT MANAGEMENT Mengintip Kontrak FIDIC di acara Sosialisasi Kebijakan SDM LKPP Istilah-istilah Pengadaan (lelang) Most Viewed Tata Cara dan Administrasi Pen... - 6,580 views Peraturan Menteri Pekerjaan Um... - 4,220 views Soal Latihan Ujian Sertifikasi... - 3,618 views Kampanye on-line Pilkada Kota ... - 3,606 views Kritisi Keppres 80 tahun 2003 ... - 2,782 views Support this humble Blog! Kunjungi FORUM PENGADAAN BARANG/JASA Click to join pengadaan barang jasa mailing list Click to join pengadaan barang jasa milis Link Favorit Bogor City KPK LKPP PemKot Bogor Pusdiklat BPK Pengadaan Online Blog Pengadaan Forum Pengadaan IKAK GP Khalid Mustafa’s Weblog LPSE Blog Detik Project Management Samsul Blog – Demi Masa Yahyah Blog Friends Business Online Ebay Marketing EMail Marketing Ezine Marketing Fotografi Sexy Internet Marketing Kabayan Tumaritis PNS Kota Bogor Viral Marketing RSS Berita Terkini Sua prajurit Kenya hilang setelah kejar penculik Somalia Presiden Zimbabwe Mugabe di Singapura untuk pemeriksaan medis Spurs menang atas Arsenal, Lampard hancurkan Bolton LEMS Sultra berhasil himpun dana rp2,6 miliar 447 calhaj Mamuju telah diberikan vaksinasi manigitis PPIH rujuk tiga calhaj ke dokter spesialis PPIH Jabar sidak warung makan lingkungan asrama Udinese ke puncak setelah tundukkan Bologna KBRI rencanakan pelatihan bahasa Inggris untuk TKI 25 prajurit Yaman tewas dalam bentrokan dengan Al-Qaida Credit Card Info Credit Card Advertisement [NetworkedBlogs] Follow this blog Powered by MyPagerank.Net Copyright © www.heldi.net 2007-2010 · Artikel dalam Blog ini DAPAT DI COPY PASTE u/ publikasi on/off line dengan tetap mencantumkan alamat www.heldi.net · This blog is protected by Dave's Spam Karma 2: 14509 Spams eaten and counting... Topsites @CianjurCyberCityMy Topsites List Mortgage

Tidak ada komentar:

Posting Komentar