GEOGRAFI NEWS

GEOGRAFI NEWS : Geografi memiliki cabang ilmu, antara lain; geografi sosial, geografi ekonomi, geografi budaya, geografi politik, geografi fisik, geografi regional dan geografi teknik. GEOGRAFI NEWS : Pengertian geografi dalam arti sempit adalah ilmu tentang bumi GEOGRAFI NEWS : Geografi dalam arti luas adalah ilmu yang mempelajari tentang perbedaan dan persamaan fenomena geosfer dari sudut pandang kewilayahan dan kelingkungan dalam konteks keruangan. GEOGRAFI NEWS : Geografi memiliki 3 pendekatan, yaitu ; 1. pendekatan ekologi atau lingkungan, 2. pendekatan regional complex atau kewilayahan, 3. pendekatan spatial atau keruangan. GEOGRAFI NEWS : Geografi menerapkan 4 prinsip dasar, yaitu; 1. prinsip distribusi, 2. prinsip interelasi, 3. prinsip diskripsi dan 4. prinsip korologi. GEOGRAFI NEWS : geografi mengkaji 2 jenis objek, antara lain ; 1. objek material, 2. objek formal. GEOGRAFI NEWS : konsep geograf ; konsep jarak, konsep letak, konsep interaksi, konsep pola, konsep aglomerasi, konsep keterjangkauan, konsep defferensiasi area, konsep topografi. GEOGRAFI NEWS : TEMPO.CO, TOKYO—Pemerintah Jepang berjanji akan turun tangan mengatasi krisis di reaktor nuklir Daiichi, Fukushima, Senin 2 September 2013. Perdana Menteri Shinzo GEOGRAFI NEWS : Damaskus - Badan urusan pengungsi PBB (UNHCR)memperkirakan sebanyak 7 juta warga Suriah kehilangsn tempat tinggal sejak konflik berkecamuk Maret 2011.

Selasa, 18 Januari 2011

GEOGRAFI KLS XI

Siti Azizah Susilawati
Sumardi
Muhammad Amin Sunarhadi
Lingkungan Fisik dan Sosial
Untuk SMA dan MA Kelas XI
Geografi 2
ii
Geografi 2
.............................................................................
Untuk SMA dan MA Kelas XI
Siti Azizah Susilawati
Sumardi
Muhammad Amin Sunarhadi
Editor Materi : Wilis Indhi Hapsari
Editor Bahasa : Wahyu Mahareni
Tata Letak : Taufiq
Tata Grafis : Taufiq
Desain Cover : Hary Suyadi
Ilustrator : Haryana H.
910.07
Sit Siti Azizah Susilawati
g Geografi 2 : Lingkungan fisik dan sosial SMA/MA / Oleh Siti Azizah
Susilawati ; Editor Willis Indhi Hapsari, Wahyu Mahareni ; Ilustrator
Haryana H — Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan
Nasional, 2009.
viii, 162 hlm. : ilus. ; 25 cm.
Bibliografi. hlm. 149-150
Indeks
ISBN 978-979-068-151-4
1. Geografi-Studi dan Pengajaran 2. Hapsari, Willis Indhi
3. Mahareni, Wahyu 4. Haryana H 5. Judul
Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional
Dilindungi Undang-Undang
Diterbitkan oleh Pusat Perbukuan
Departemen Pendidkan Nasional
Tahun 2009
Diperbanyak oleh ....
Hak Cipta Buku ini dibeli oleh Departemen Pendidikan
Nasional dari CV Putra Nugraha
iii
KATA SAMBUTAN
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat rahmat dan
karunia-Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Departemen Pendidikan Nasional,
pada tahun 2008, telah membeli hak cipta buku teks pelajaran ini dari
penulis/penerbit untuk disebarluaskan kepada masyarakat melalui situs
internet (website) Jaringan Pendidikan Nasional.
Buku teks pelajaran ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional
Pendidikan dan telah ditetapkan sebagai buku teks pelajaran yang memenuhi
syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2007 tanggal 25
Juli 2007.
Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para
penulis/penerbit yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya
kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh
para siswa dan guru di seluruh Indonesia.
Buku-buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada
Departemen Pendidikan Nasional ini, dapat diunduh (down load),
digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat.
Namun, untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya
harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Diharapkan
bahwa buku teks pelajaran ini akan lebih mudah diakses sehingga siswa
dan guru di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di
luar negeri dapat memanfaatkan sumber belajar ini.
Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada
para siswa kami ucapkan selamat belajar dan manfaatkanlah buku ini sebaikbaiknya.
Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya.
Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.
Jakarta, Februari 2009
Kepala Pusat Perbukuan
iv
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT. yang telah
memberikan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya kepada kita semua sehingga
penyusunan buku Geografi untuk SMA/MA ini dapat diselesaikan. Buku
ini disusun berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang telah
dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman, sehingga dapat dipakai
oleh peserta didik dan guru dalam pelajaran Geografi.
Geografi sebagai suatu ilmu pengetahuan mempelajari semua fenomena
yang terjadi di permukaan Bumi ini. Mempelajari fenomena-fenomena di
permukaan Bumi merupakan suatu pembelajaran yang sangat bermanfaat
karena di dalamnya terkandung berbagai manfaat bagi kehidupan manusia.
Dengan mempelajari, menganalisis, dan memahami Geografi diharapkan
membangun kemampuan peserta didik untuk bersikap, bertindak cerdas,
arif, dan bertanggungjawab dalam menghadapi masalah sosial, ekonomi,
dan ekologis.
Buku ini disajikan dengan metode pengajaran dan pembelajaran
kontekstual (Contextual Teaching and Learning) yang mengacu peserta didik
menjadi aktif, kreatif sehingga bisa menguasai keterampilan hidup, menjadi
pribadi yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Buku ini juga
disajikan dengan pemaparan yang sederhana, di mana dalam setiap babnya
terdiri atas tujuan, prolog, peta konsep, kata kunci, uraian materi, space info
(pengayaan materi), dan tugas-tugas baik yang dikerjakan secara individu
maupun kelompok. Ilustrasi, fakta, dan gambar juga disajikan untuk
mendukung konsep yang dipaparkan. Tak lupa kami ucapkan terima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan buku ini.
Akhirnya kami berharap agar dengan diterbitkannya buku ini, dapat
bermanfaat bagi para pengajar dan peserta didik.
Agustus, 2007
Penulis
v
DAFTAR ISI
KATA SAMBUTAN....................................................................................... iii
KATA PENGANTAR .................................................................................... iv
DAFTAR ISI ..................................................................................................... v
BAB 1 PERSEBARAN FLORA DAN FAUNA DI PERMUKAAN
BUMI.................................................................................................. 1
A. Fenomena Biosfer ..................................................................... 2
1. Pengertian Fenomena Biosfer ......................................... 2
2. Lapisan Biosfer .................................................................. 4
B. Persebaran Flora dan Fauna di Permukaan bumi ............ 5
1. Persebaran Flora di Permukaan Bumi .......................... 10
2. Persebaran Fauna di Permukaan Bumi ........................ 15
C. Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia .......................... 16
1. Persebaran Flora di Indonesia ........................................ 18
2. Persebaran Fauna di Indonesia ...................................... 21
3. Biota Laut ........................................................................... 22
4. Kerusakan Flora dan Fauna di Indonesia ................... 22
5. Konservasi Keanekaragaman Flora dan Fauna di
Indonesia ............................................................................ 26
Uji Kompetensi ......................................................................... 30
BAB 2 DINAMIKA ANTROPOSFER....................................................... 33
A. Fenomena Antroposfer ........................................................... 34
1. Demografi dan Ilmu Kependudukan ........................... 36
2. Pertumbuhan Penduduk di Dunia ................................ 37
B. Penduduk Berdasarkan Umur dan Jenis Kelamin ............ 40
1. Menghitung Jumlah Penduduk ..................................... 41
2. Komposisi Penduduk Menurut Umur dan Jenis
Kelamin ............................................................................... 42
C. Menghitung Pertumbuhan Penduduk Suatu Wilayah .... 46
1. Pertumbuhan Penduduk Alami ..................................... 46
2. Pertumbuhan Penduduk Total....................................... 47
vi
3. Angka Kelahiran............................................................... 48
4. Angka Kematian ............................................................... 49
5. Pertumbuhan Penduduk ................................................. 51
6. Proyeksi Penduduk ........................................................... 51
D. Menghitung Kepadatan Penduduk...................................... 52
1. Kepadatan Penduduk Berdasarkan Faktor Fisiologis ... 54
2. Kepadatan Penduduk Berdasarkan Faktor Bologis ... 55
3. Kepadatan Penduduk Berdasarkan Kebudayaan
dan Teknologi .................................................................... 55
E. Angkatan Kerja ........................................................................ 55
1. Menghitug Angkatan Kerja ............................................ 56
2. Pengangguran ................................................................... 57
F. Masalah Kependudukan Di Indonesia ................................ 57
1. Jumlah dan Laju Pertumbuhan Penduduk ................. 58
2. Persebaran Penduduk yang Tidak Merata .................. 58
3. Mobilitas Penduduk ......................................................... 59
4. Rendahnya Kualitas Penduduk ..................................... 60
G. Menyajikan Informasi Kependudukan Melalui Peta,
Tabel, Dan Grafik ..................................................................... 62
1. Penyajian Data Penduduk dengan Peta ...................... 63
2. Penyajian Data Penduduk dengan Grafik .................. 63
Uji Kompetensi ......................................................................... 67
ULANGAN BLOK 1 ..................................................................... 69
BAB 3 PERSEBARAN DAN PEMANFAATAN SUMBER
DAYA ALAM .................................................................................. 73
A. Pengertian Sumber Daya Alam ............................................ 74
B. Potensi Sumber Daya Alam dan Persebarannya .............. 75
1. Sumber Daya Alam yang Dapat Diperbaharui
(Renewable Resources) ........................................................ 76
2. Sumber Daya Alam yang Tidak Dapat
Diperbaharui (Unrenewable Resources) ......................... 91
C. Pengelolaan Sumber Daya Alam Berdasar Prinsip
Berwawasan Lingkungan dan Berkelanjutan ................... 100
1. Kerusakan Sumber Daya Alam ..................................... 101
2. Pembangunan Berwawasan Lingkungan ................... 103
3. Pencemaran........................................................................ 104
vii
D. Pemanfaatan Sumber daya Alam Secara Eko-efisien ...... 105
1. Prinsip Eko-efisiensi Dalam Memenuhi Kebutuhan
Sumber Energi ................................................................... 106
2. Contoh Pemanfaatan Energi Alternatif ....................... 108
Uji Kompetensi ......................................................................... 111
BAB 4 LINGKUNGAN HIDUP ................................................................ 113
A. Pengertian Lingkungan Hidup ............................................. 114
B. Ekosistem ................................................................................... 115
1. Jaringan Interaksi Unsur-Unsur Lingkungan............. 116
2. Kualitas Lingkungan ........................................................ 119
C. Pemanfaatan Lingkungan Hidup ......................................... 120
1. Tanah .................................................................................. 122
2. Air ................................................................................... 125
3. Laut dan Pesisir ................................................................. 127
4. Udara .................................................................................. 128
D. AMDAL ..................................................................................... 130
1. Prosedur Operasional AMDAL ..................................... 132
2. Komponen-Komponen AMDAL ................................... 133
3. Manfaat AMDAL ............................................................. 134
Uji Kompetensi ......................................................................... 136
ULANGAN BLOK 2....................................................................................... 139
UJI KOMPREHENSIF.................................................................................... 144
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 149
DAFTAR GAMBAR....................................................................................... 150
DAFTAR TABEL ............................................................................................. 152
GLOSARIUM................................................................................................... 153
INDEKS ............................................................................................................. 160
viii
Geografi SMA / MA Kelas XI 1
Biosfer
PERSEBARAN
FLORA DAN FAUNA
DI PERMUKAAN BUMI
BAB
1
Mengapa kita mempelajari biosfer?
Biosfer merupakan objek material geografi yang keragamannya banyak
dipengaruhi oleh faktor-faktor geografi, baik faktor fisik maupun nonfisik.
Kita harus bisa menjaga dan melestarikan keragaman yang ada dalam
biosfer dengan cara memahami dan menganalisis fenomena-fenomena yang
ada dalam biosfer.
Flora
Fauna
1. Kondisi geologi
2. Kondisi iklim
3. Ketinggian tempat
4. Mahluk hidup lain
Kerusakan flora dan fauna Konservasi
Kata kunci: biosfer, flora, fauna, persebaran flora fauna
dipengaruhi
berpengaruh
terhadap
saat ini terjadi
diperlukan
tindakan
Peta Konsep
Flora dan fauna di dunia Flora dan fauna di Indonesia
2 Geografi SMA / MA Kelas XI
A FENOMENA BIOSFER
1. Pengertian Fenomena Biosfer
Amatilah jenis-jenis makhluk hidup yang ada di sekitar Anda!
Identifikasikan ciri-cirinya! Adakah perbedaan dengan tempat lain?
Dapatkah Anda menyebutkan perbedaan tersebut? Mengapa?
Ingat dan renungkan kembali bahwa hal tersebut merupakan
suatu fenomena yang dipelajari dalam objek ilmu geografi.
Perhatikan Gambar 1.1 sebagai bahan kajian!
Pada Gambar 1.1 tampak
suatu lingkungan tempat tinggal
yang terdiri atas pekarangan
dan bangunan rumah. Lingkungan
tempat tinggal tersebut
merupakan suatu ruang di
mana dalam ruang tersebut
terjadi saling interaksi, interrelasi,
dan saling ketergantungan
antara komponen satu
dengan yang lain. Tanaman
yang tumbuh di pekarangan
memerlukan tanah sebagai
media tumbuh, memerlukan sinar matahari dan udara untuk kelangsungan
hidupnya, bahkan sering pula memerlukan manusia
untuk merawatnya. Semua komponen ini saling berinteraksi sehingga
terjadi proses yang saling memengaruhi. Hal inilah yang dipelajari
dalam geografi.
Anda tentunya telah memahami macam-macam objek material
ilmu geografi dalam kelas X. Coba Anda ingat kembali materi
tersebut! Berbagai fenomena geosfer antara lain litosfer, pedosfer,
atmosfer, serta hidrosfer. Fenomena-fenomena tersebut adalah objek
material geografi yang merupakan fenomena fisik di permukaan
bumi, sedangkan dalam kelas XI Anda akan mempelajari fenomena
yang berkaitan dengan makhluk hidup yang ada di permukaan bumi.
Anda dapat mengawali pemahaman tentang fenomena geosfer
dengan memahami dahulu tentang pengertian fenomena. Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia, fenomena adalah hal-hal yang dapat
disaksikan dengan panca indra serta dapat diterangkan dan dinilai
secara ilmiah, sehingga yang mencirikan fenomena adalah ”dapat
dinilai dan diterangkan secara ilmiah”.
Gambar 1.1 Tempat tinggal manusia dan
lingkungannya
Sumber Encarta Ensiklopedia, 2006
Geografi SMA / MA Kelas XI 3
Berdasarkan ciri fenomena tersebut Anda dapat menguraikan
dan menjelaskan arti dari objek material geografi yaitu ”fenomena
geosfer”. Segala gejala yang berkaitan dengan bumi dapat dijelaskan
secara ilmiah. Penjelasan dari fenomena geosfer tersebut dalam
geografi dapat dilakukan melalui 3 pendekatan yaitu pendekatan
keruangan, kelingkungan, dan kompleks wilayah, ingat kembali
ketiga pendekatan tersebut!
Coba Anda sebutkan dan jelaskan fenomena-fenomena geosfer
yang telah dipelajari dengan menggunakan ketiga pendekatan
tersebut! Setelah Anda memahami tentang fenomena geosfer,
amatilah apakah ada ketergantungan di antara makhluk hidup
dengan lingkungan fisiknya? Untuk lebih jelasnya cermati fenomena
berikut!
Revolusi Industri yang terjadi pada tahun 1800-an di beberapa
kota besar di Inggris telah menyebabkan terjadinya seleksi alam
terhadap sekelompok ngengat. Ketika Revolusi Industri belum terjadi
banyak dijumpai ngengat dengan warna cerah dan berbintik-bintik
hitam (corak seperti lumut yang menempel di pohon), sehingga
apabila ngengat tersebut hinggap di pohon dapat menyamarkan bagi
pemangsanya. Namun ketika Revolusi Industri terjadi di mana jelaga
telah mengubah warna pepohonan serta bangunan maka saat itu
yang banyak dijumpai adalah ngengat dengan warna kehitaman,
sedangkan ngengat berwarna cerah selanjutnya diketahui banyak
dijumpai di daerah pedesaan.
Fakta di atas merupakan salah suatu contoh fenomena biosfer
yang secara panca indra dapat dilihat dan dapat dianalisis secara
jelas. Berkembangnya ngengat yang berwarna kehitaman pada saat
Revolusi Industri adalah salah satu bentuk seleksi alam. Spesies
tersebut adalah spesies yang mampu bertahan dengan kondisi
lingkungan saat itu karena warnanya yang kehitaman sesuai dengan
jelaga dapat menyamarkan bagi pemangsanya. Sedangkan ngengat
dengan warna cerah lebih mudah dimakan pemangsa karena
warnanya yang menonjol di antara lingkungan yang penuh jelaga.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan, pengertian biosfer adalah
lapisan tempat hidup (habitat) makhluk hidup yang meliputi lapisan
litosfer, hidrosfer, dan atmosfer, di mana ketiganya saling
berinteraksi membentuk suatu tempat ditemukannya kehidupan di
bumi.
4 Geografi SMA / MA Kelas XI
2. Lapisan Biosfer
Di sekitar kita ada tiga jenis makhluk hidup yang menempati
permukaan bumi. Ketiga jenis makhluk hidup tersebut adalah
manusia, hewan, dan tumbuhan. Namun dalam kajian geografi,
pembahasan mengenai manusia dipisah secara tersendiri yaitu
dalam antroposfer.
Setelah cukup mengerti mengenai fenomena biosfer, marilah kita
pelajari ”lapisan biosfer”. Telah dikemukan di atas bahwa biosfer
adalah lapisan hidup sehingga pada lapisan ini merupakan lapisan
paling dinamis karena objeknya yang berupa makhluk hidup, di
mana makhluk hidup pasti mengalami pertumbuhan dan perkembangan.
Berdasarkan pengertian biosfer maka pertanyaan yang timbul
adalah bagaimana perbedaan biosfer dan objek biologi? Seperti yang
telah kita kenal selama ini bahwa biologi merupakan suatu ilmu
yang mempelajari tentang keadaan dan sifat makhluk hidup
(manusia, hewan, dan tumbuhan). Amatilah gambar proses pertumbuhan
tanaman kelapa berikut!
Pada Gambar 1.2 tampak bahwa tanaman kelapa mengalami
pertumbuhan dari biji sampai dewasa. Tanaman kelapa juga
mempunyai struktur batang, daun, dan jenis akar yang khas. Halhal
yang merupakan ciri fisik, sifat biologis, dan pertumbuhan pada
tanaman kelapa tersebut yang dipelajari dalam biologi.
Tanaman kelapa selain mengalami proses-proses biologis, juga
memerlukan tempat yang sesuai sebagai tempat tumbuh dan
berkembang. Hal ini bisa juga disebut dengan persebaran tanaman,
di mana kelapa banyak tumbuh di daerah pantai. Hal inilah yang
dipelajari tentang makhluk hidup di dalam geografi.
Berdasarkan gambar dan analisis tersebut dapat disimpulkan
bahwa yang mencirikan suatu ilmu adalah cara menganalisis objek
kajiannya. Pada materi biologi cenderung mengkaji makhluk hidup
Sumber: Dunia Tumbuhan, Tira Pustaka
Gambar 1.2 Pertumbuhan tanaman kelapa
Geografi SMA / MA Kelas XI 5
Tugas Kelompok
(anatomi dan fisiologi), sedangkan geografi dalam mengkaji makhluk
hidup dengan menggunakan tiga pendekatan, yaitu keruangan,
kelingkungan, dan kewilayahan.
Pantai merupakan lingkungan yang tepat bagi pertumbuhan
kelapa. Dinamika yang terjadi di pantai memengaruhi pertumbuhan
kelapa. Persebaran kelapa banyak dipengaruhi oleh air laut, kelapa
yang tua jatuh dan terseret ombak sehingga terombang-ambing di
lautan sampai akhirnya kelapa akan dihempaskan kembali di pantai.
1. Bentuklah kelompok yang beranggotakan tiga sampai empat
orang!
2. Buatlah kliping yang berisikan tentang fakta-fakta yang dapat
menunjukkan perbedaan antara ilmu biologi dan geografi!
3. Buat kesimpulan apa perbedaan antara ilmu biologi dan
geografi!
4. Kumpulkan hasilnya kepada Bapak/Ibu guru untuk dinilai!
B PERSEBARAN FLORA DAN FAUNA
DI PERMUKAAN BUMI
Pernakah Anda mencoba memikirkan mengapa pohon pinus hanya
dapat kita jumpai di daerah pegunungan, sedangkan pohon jati banyak
kita jumpai di dataran rendah? Mengapa pohon berdaun oranye
keemasan (pohon oak) tidak bisa kita jumpai di Indonesia dan mengapa
di daerah gurun hanya kaktus yang dapat tumbuh?
Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, akan lebih baik apabila
Anda terlebih dahulu melakukan kegiatan berikut!
1. Bentuklah kelompok diskusi dengan temanmu!
2. Lakukan pengamatan terhadap persebaran tanaman secara mikro
dengan melakukan perjalanan dari daerah dataran tinggi
(pegunungan) yang paling dekat dengan tempat tinggal kalian
menuju dataran rendah!
3. Lakukan pengamatan terhadap macam tanaman yang tumbuh,
apabila pada ketinggian tempat tertentu sudah tidak ditemui
tanaman tersebut maka catatlah pada ketinggian tempat berapa
tanaman tersebut mulai tidak dapat dijumpai!
6 Geografi SMA / MA Kelas XI
4. Lakukan seterusnya hingga kalian mendapatkan perbedaan yang
jelas!
5. Diskusikan dengan kelompokmu, faktor-faktor apa saja yang
menyebabkan perbedaan persebaran tanaman tersebut!
Catatan:
1. Pengamatan dapat dilakukan dengan menggunakan kendaraan
bermotor untuk efisiensi.
2. Sebagai pembanding atau tips memilih tempat pengamatan yang
mudah, Anda bisa memilih lokasi di gunung. Coba Anda daki
sebuah gunung dengan ketinggian di atas 2.500 m dpl! Amatilah
jenis dan ketinggian tanamannya di sepanjang jalur pendakian!
3. Ketinggian tempat dapat diukur dengan menggunakan GPS
(Geography Position System), altimeter, atau melalui peta topografi,
apabila keduanya tidak bisa didapat maka kalian dapat melakukan
wawancara dengan penduduk atau langsung mencari tugu
ketinggian tempat.
Bagaimanakah hasil diskusi Anda? Terdapat persebaran tumbuhan
secara nyata seiring dengan perbedaan ketinggian tempat bukan?
Fenomena tersebut merupakan fenomena yang terjadi di lingkungan
mikro, lalu bagaimanakah persebaran flora dan fauna di seluruh dunia
ini? Berikut adalah faktor-faktor yang memengaruhi persebaran flora
dan fauna di muka bumi, yaitu kondisi geologi, iklim, ketinggian tempat,
dan faktor biotik.
1. Pengaruh Kondisi Geologi terhadap Persebaran Flora dan Fauna
di Dunia
Anda tentunya tidak mengira bahwa bumi kita ini menurut
beberapa teori dahulu terdiri atas satu benua besar dan satu samudra,
namun karena adanya gaya endogen yang sangat kuat maka benua
yang besar itu menjadi terpisah. Pecahan benua ini yang sering
disebut sebagai puzzle raksasa. Apabila Anda perhatikan peta dunia
maka Benua Afrika dan Amerika selatan dapat digabungkan menjadi
satu sesuai dengan pola garis pantainya.
Keanekaragaman flora fauna di permukaan bumi ini diperkirakan
sesuai dengan perkembangan bumi dalam membentuk
benua (kontinen) menurut Teori ”Apungan” dan ”Pergeseran Benua”
yang disampaikan oleh Alfred Lothar Wegener (1880-1930).
Kurang lebih 265 juta tahun yang lalu, bumi hanya terdiri atas
satu benua besar yang disebut ”Pangaea”dan satu samudra besar
”panthalassa”, karena adanya tenaga endogen benua besar itu
terpecah membentuk Benua Eurasia di bagian utara (Amerika Utara,
Eropa, Asia bagian utara, dan Asia bagian tengah) dan Gondwana
Geografi SMA / MA Kelas XI 7
di bagian selatan (Amerika Selatan, Afrika, India, Australia, dan
Antartika). Adanya pergeseran benua yang terus berlangsung akibat
tenaga endogen, kurang lebih 20 – 50 juta tahun yang lalu Afrika
dan Asia selatan bergabung dengan Eurasia, sedang Australia
memisahkan diri dengan Antartika. Proses pemisahan benua-benua
tersebut menyebabkan terpisah pula flora dan fauna saat itu.
Keanekaragaman dan persebaran flora dan fauna bumi
selanjutnya juga dipengaruhi oleh adanya periode glasiasi (periode
pencairan es) dan periode interglasial (periode kering yang panjang)
yang menyebabkan banyak jenis flora dan fauna berevolusi dan
suksesi akibat adanya perubahan musim tersebut.
2. Pengaruh Faktor Iklim terhadap Persebaran Flora dan Fauna di
Dunia
Bagaimana hasil pengamatan yang telah Anda lakukan pada
jenis-jenis tanaman di daerah dataran rendah sampai tinggi!
Mengapa jenis-jenis tanaman tersebut bisa berbeda? Apakah perbedaan
tersebut juga terjadi pada dunia binatang?
Keberadaan flora dan fauna mutlak dipengaruhi oleh iklim
untuk berbagai proses pertumbuhan maupun perkembangannya.
Dapatkah Anda menjelaskan bagaimana faktor iklim berpengaruh
terhadap flora dan fauna?
Space Info
Fauna di Afrika mempunyai kesamaan dengan fauna di India. Padahal
diketahui kedua tempat tersebut dipisahkan oleh samudra dan gurun kurang
lebih selebar 3.200 km.
Beberapa ahli berpendapat bahwa hal tersebut bisa terjadi sesuai dengan “Teori
Apungan Benua”. Pada saat Pangea terpecah, Afrika dan India hanyut dengan
membawa serta flora fauna yang ada, di antaranya pada saat itu terdapat spesies
leluhur kerbau dan badak masa kini.
Dua daratan tersebut tetap terpisah dalam waktu yang lama namun kemudian
keduanya bertabrakan dengan benua Eurasia sehingga mulai saat itu yang terjadi
adalah terbentuk jembatan darat antara keduanya yaitu daratan Arab dan Asia
sehingga memungkinkan terjadinya migrasi fauna di antaranya gajah, kucing
besar, dan mamalia kecil.
Seiring dengan berjalannya waktu dan berjalannya berbagai proses endogen
dan eksogen, lambat laun terjadi penghalang alami di antara keduanya yaitu
gurun pasir yang luas serta Laut Merah dan Laut Arab maka selanjutnya spesiesspesies
yang ada di masing-masing tempat berkembang dan beradaptasi sesuai
dengan lingkungannya.
8 Geografi SMA / MA Kelas XI
Suhu dan kelembapan udara berpengaruh terhadap proses
perkembangan fisik flora dan fauna, sedangkan sinar matahari
sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk fotosintesis dan metabolisme
tubuh bagi beberapa jenis hewan. Angin sangat berperan dalam
proses penyerbukan atau bahkan menerbangkan beberapa biji-bijian
sehingga berpengaruh langsung terhadap persebaran flora.
Kondisi iklim yang berbeda menyebabkan flora dan fauna
berbeda pula. Di daerah tropis sangat kaya akan keanekaragaman
flora dan fauna, karena pada daerah ini cukup mendapatkan sinar
matahari dan hujan, keadaan ini berbeda dengan di daerah gurun.
Daerah gurun beriklim kering dan panas, curah hujan sangat sedikit
menyebabkan daerah ini sangat minim jenis flora dan faunanya.
Flora dan fauna yang hidup di daerah gurun mempunyai daya
adaptasi yang khusus agar mampu hidup di daerah tersebut.
3. Pengaruh Ketinggian Tempat terhadap Persebaran Flora dan
Fauna
Pernahkah Anda mendaki sebuah gunung? Jika belum pernah
cobalah, namun harus dengan perencanaan yang matang! Fokuskan
kegiatan, pada pengamatan terhadap kondisi lingkungannya yaitu
jenis dan ciri-ciri tanamannya! Amati juga perubahan suhu
udaranya di beberapa titik ketinggian!
Gunung merupakan salah satu daerah yang secara mikro bisa
kita amati adanya keterkaitan antara ketinggian tempat dengan jenis
flora dan fauna. Di gunung semakin ke atas maka suhu udaranya
akan semakin turun.
Ahli klimatologi dari Jerman yang bernama Junghunn membagi
habitat beberapa tanaman di Indonesia berdasarkan suhu, sehingga
didapatkan empat penggolongan iklim sebagai berikut.
a. Wilayah berudara panas (0 – 600 m dpal).
Suhu wilayah ini antara 23,3 ºC – 22 ºC, tanaman yang cocok
ditanam di wilayah ini adalah tebu, kelapa, karet, padi, lada,
dan buah-buahan.
b. Wilayah berudara sedang (600 – 1.500 m dpal)
Suhu wilayah ini antara 22 ºC – 17,1 ºC, tanaman yang cocok
ditanam pada wilayah ini adalah kapas, kopi, coklat, kina, teh,
dan macam-macam sayuran, seperti kentang, tomat, dan kol.
c. Wilayah berudara sejuk (1.500 – 2.500 m dpal)
Suhu wilayah ini antara 17,1 ºC – 11,1 ºC, tanaman yang cocok
ditanam pada wilayah ini antara lain sayuran, kopi, teh, dan
aneka jenis hutan tanaman industri.
Geografi SMA / MA Kelas XI 9
d. Wilayah berudara dingin (lebih 2.500 m dpal)
Wilayah ini dijumpai tanaman yang berjenis pendek, contoh:
edelweis.
4. Pengaruh Faktor Biotik terhadap Persebaran Flora dan Fauna
Pernahkah Anda memerhatikan kehidupan burung-burung liar
di sekitar tempat tinggal Anda? Bagaimanakah burung tersebut
mendapatkan makanan?
Burung sebagian besar memakan biji-bijian yang dihasilkan oleh
tanaman. Anda dapat memperhatikan di lingkungan tempat tinggal,
perhatikan tanaman yang banyak didatangi burung saat tanaman
tersebut berbuah.
Pohon beringin merupakan salah satu tanaman yang disukai
burung. Burung-burung tersebut memakan biji beringin yang telah
matang, lalu burung tersebut tanpa sadar ternyata telah menyebarkan
tanaman beringin melalui biji yang masuk ke dalam tubuh
burung lalu keluar bersama kotorannya. Pencernaan burung ternyata
tidak mampu memecah kulit keras biji-biji tertentu sehingga biji
tersebut keluar bersama kotoran. Biji yang keluar bersama kotoran
tersebut apabila berada di habitat yang cocok akan tumbuh menjadi
tanaman baru.
Suatu daerah akan semakin rendah suhunya seiring dengan meningkatnya
ketinggian tempat daerah tersebut. Rata-rata kenaikan 100 m ketinggian tempat
maka akan mengalami penurunan 0,5 °C.
Space Info
Gambar 1.3 Klasifikasi iklim menurut Junghunn
Ilustrasi: Taufiq
Hampir tidak ada tanaman budidaya
Hutan tumbuhan industri, sayuran, kopi,
teh, kina
Tembakau, jagung, kapas, coklat, kopi,
kina, sayuran, padi, teh.
Panas Kelapa, tebu, karet, padi
Sedang
Sejuk
Dingin
600
1.000
1.500
2.500
10 Geografi SMA / MA Kelas XI
Aktivitas burung dalam rangka memenuhi kebutuhan makanannya
ternyata bisa menjadi agen penyebar tanaman tertentu.
Kemampuan burung dalam menyebarkan tanaman ini seringkali
sampai dengan jarak berkilo-kilometer.
Selain burung, ada pula beberapa hewan tertentu yang ternyata
secara tidak sadar menjadi agen penyebar tanaman tertentu. Tupai
dalam aktivitas makannya seringkali mengumpulkan biji kenari atau
biji baran untuk ditimbun terlebih dahulu agar terkumpul kemudian
baru dimakan. Biji yang sudah tertimbun kenyataan tidak semua
termakan oleh tupai, sehingga biji tersebut akan tumbuh menjadi
tanaman baru di tempat tersebut.
1. Persebaran Flora di Permukaan Bumi
Pelajari kembali Teori Apungan Benua! Carilah beberapa sumber
yang bisa mendukung teori tersebut! Berdasarkan teori tersebut,
Anda tentu sudah bisa memahami mengapa jenis flora dan fauna
suatu daerah bisa sama padahal daerahnya terpisah jauh. Lalu
bagaimana persebaran flora yang ada di permukaan bumi saat ini?
Bumi merupakan planet yang sangat berbeda dengan planetplanet
yang ada dalam tata surya kita. Interaksi antara massa
daratan, samudra, dan atmosfer menghasilkan beraneka ragam
bentang alam serta iklim dunia yang bervariasi. Kekuatan interaksi
tersebut menghasilkan beraneka ragam bioma atau suatu komunitas
vegetasi yang mempunyai kemampuan adaptasi sama terhadap
lingkungan regional. Berikut ini merupakan persebaran flora di
permukaan bumi yang diklasifikasikan dalam beberapa bioma.
a. Bioma Tundra
Bioma tundra mempunyai karakteristik iklim regional yang
sangat ekstrim dengan suhu rata-rata rendah, bersalju, dan
mempunyai musim panas yang pendek. Jenis vegetasi yang
Sumber: www.radford.edu
Gambar 1.4. Bioma tundra
Tundra
Geografi SMA / MA Kelas XI 11
tumbuh adalah lumut yang membentuk suatu hamparan yang
luas atau sering disebut sebagai ”hamparan bantalan”. Jenisjenis
lumut tersebut yaitu dark red, rumput kipas, dan lain-lain.
Tersebar di kutub utara dan di Pegunungan Alpine.
Perhatikan Gambar 1.4! Coba perkirakan iklim regional pada
daerah tersebut? Di mana terdapat bioma seperti gambar
tersebut? Pernahkah Anda melihatnya di Indonesia?
b. Bioma Taiga atau Hutan Boreal
Bioma taiga terletak di kawasan beriklim subartik dengan
iklim yang sangat dingin dan musim panas yang sangat pendek.
Kisaran temperatur antara suhu rendah dan suhu tinggi sangat
besar. Tersebar di Skandinavia, Rusia Timur, Amerika Utara,
dan beberapa di kawasan Asia Utara.
Amati Gambar 1.5 tersebut! Berdasarkan gambar tersebut,
tentunya Anda dapat menyimpulkan jenis vegetasi apa yang
hidup dalam bioma taiga? Jenis vegetasi yang mendominasi
adalah jenis vegetasi konifer (tumbuhan berdaun jarum), di
antaranya picea, abies, pinus, dan larix.
c. Bioma Hutan Iklim Sedang
Gambar 1.5 Bioma Taiga
Sumber: www.radford.edu
Gambar 1.6 Bioma hutan iklim sedang
Sumber: www.runet.edu
Taiga
Hutan iklim
sedang
12 Geografi SMA / MA Kelas XI
Ciri khas dari bioma hutan iklim sedang adalah warna daun
yang berwarna oranye keemasan. Hal ini disebabkan karena
pendeknya hari sehingga merangsang tanaman menarik klorofil
dari daun sehingga diisi pigment lain.
Jenis vegetasi yang tumbuh adalah quercus (oak), acer
(maple), castanea dan lain-lain. Tersebar di Eropa Barat, Eropa
Tengah, Asia Timur (Korea dan Jepang) dan Timur Laut
Amerika. Vegetasi jenis ini hanya dapat ditemui di Benua Eropa
serta Asia Timur, karena vegetasi ini hidup pada kawasan
subtropis dengan iklim semi selama enam bulan serta mengalami
musim gugur saat musim kering sampai musim dingin.
d. Bioma Hutan Hujan Tropis
Dapatkah Anda mengenali Gambar 1.7? Tentunya Anda
sudah sangat kenal dengan jenis hutan tersebut, baik secara
langsung maupun melalui gambar. Gambar 1.7 menunjukkan
jenis hutan hujan tropis yang berada di Sumatra/Kalimantan.
Indonesia merupakan salah satu negara terbesar yang masih
mempunyai hutan hujan tropis selain Brazil, Afrika bagian barat,
dan Madagaskar.
Hutan hujan merupakan bioma paling kompleks, jumlah
dan jenis vegetasinya sangat banyak dan bervariasi, keadaan
itu disebabkan oleh iklim mikro yang sangat sesuai bagi
kehidupan berbagai jenis tumbuhan. Iklim hutan hujan tropis
dicirikan dengan musim hujan yang panjang, suhu udara, dan
kelembapan udara tinggi. Terdapat beberapa lapisan vegetasi
dalam hutan hujan, yaitu sebagai berikut.
1) Lapisan vegetasi yang tingginya mencapai 35-42 m, dan
daunnya merupakan ”kanopi” (payung) bagi vegetasi di
bawahnya.
Gambar 1.7 Bioma hutan hujan tropis
Sumber: www.runet.edu
Hutan hujan
tropis
Geografi SMA / MA Kelas XI 13
2) Lapisan tertutup kanopi dengan ketinggian vegetasi berkisar
20-35 m, pada lapisan ini sinar matahari masih bisa
menembus.
3) Lapisan tertutup kanopi berkisar 4–20 m, merupakan
daerah kelembapan udara relatif konstan.
4) Lapisan vegetasi dengan ketinggian berkisar 1-4 m.
5) Lapisan vegetasi dengan ketinggian antara 0-1 m, berupa
anakan pohon serta semak belukar.
Jenis vegetasi yang tumbuh dalam hutan hujan tropis di
antaranya Dipterocarpaceae, Pometia spp, Arecaceae (palem),
Mangifera spp, dan Rafflesia spp. Terdapat juga jenis vegetasi yang
khas yaitu epifit (angrek-anggrekan) dan liana (tumbuhan
merambat contohnya adalah rotan).
Bioma hutan hujan tropis tersebar di daerah antara 10º LU
dan 10º LS, termasuk di dalamnya Hutan Amazon (Amerika
Tengah), Afrika Barat, Madagaskar Timur, Asia Selatan (Indonesia
dan Malaysia), dan Australia.
e. Bioma Savana (Padang Rumput)
Perhatikan Gambar 1.8! Apa yang dapat Anda simpulkan?
Suatu kawasan yang hanya ditumbuhi oleh rumput-rumputan.
Coba pikirkan bagaimana kondisi iklim di kawasan tersebut?
Bioma savana beriklim asosiasi antara iklim tropis basah dan
iklim kering yang terbentang dari kawasan tropika sampai
subtropik. Daerah tropika sampai subtropika dengan curah
hujan yang tidak teratur menyebabkan tanah di daerah tersebut
mempunyai tingkat kesuburan sangat rendah.
Vegetasi yang tumbuh adalah rumput-rumputan, seperti
gramineae jenis rumput yang hidup sepanjang tahun dengan
ketinggian rumput mencapai 2,5 m lebih. Selain gramineae
Sumber: www.runet.edu
Gambar 1.8. Bioma savana/padang rumput
Savana
14 Geografi SMA / MA Kelas XI
Tugas Individu
tedapat juga palm savanna, pine savanna dan acacia savanna. Bioma
ini tersebar di Afrika Timur, Amerika Tengah, Australia, dan
Asia Timur.
f. Bioma Gurun
Pada bioma gurun sangat jarang ditemui suatu kehidupan,
untuk dapat bertahan hidup beberapa flora harus bisa
beradaptasi dengan lingkungan gurun. Tanaman yang tumbuh
di antaranya kaktus. Lakukan pengamatan terhadap tanaman
kaktus, apa yang dapat Anda simpulkan?
Tanaman kaktus merupakan tanaman yang memiliki ciri
khas berbeda dengan tanaman lain. Tanaman ini mempunyai
banyak duri dan terlapisi oleh lapisan lilin yang tebal.
Lapisan lilin dan duri merupakan bentuk adapatasi kaktus
untuk mengurangi penguapan. Bentuk adaptasi kaktus yang
lain adalah kemampuannya dalam berbunga dan berbiji yang
sangat cepat yaitu segera setelah turun hujan, hal tersebut adalah
bentuk adaptasinya untuk regenerasi.
Bioma gurun dicirikan dengan kondisi iklim musim kering
yang sangat ekstrim dengan suhu udara yang tinggi. Bioma
gurun ini tersebar di Amerika Utara yang disebut praire, di Asia
disebut steppa, Amerika Selatan disebut pampas, dan Afrika
Selatan disebut veld.
Sesuai dengan kondisi alamnya, maka tidak semua jenis
vegetasi bisa tumbuh di gurun. Jenis vegetasi yang bisa bertahan
hidup di daerah gurun antara lain adalah kaktus, liliaceae, aloe,
kaktus saguora, dan cholla.
Bukalah peta Indonesia di atlas, carilah lokasi hutan yang
terdapat di Indonesia dan tulislah hasilnya sebagai laporan
individu! Serahkan kepada Bapak/Ibu guru untuk dinilai!
Sumber: www.runet.edu
Gambar 1.9. Bioma Gurun
Gurun
Geografi SMA / MA Kelas XI 15
2. Persebaran Fauna di Permukaan Bumi
Pada pembahasan sebelumnya telah dijelaskan bahwa flora
yang terdapat di permukaan bumi berbeda-beda jenisnya sesuai
dengan kondisi fisik daerah tersebut. Bagaimana dengan dunia
hewan atau fauna di permukaan bumi ini, apakah juga terbagibagi
seperti yang terjadi pada flora?
Amatilah beberapa jenis hewan yang terdapat di sekitar Anda!
Carilah data dari internet dan buku tentang berbagai jenis fauna
yang unik sehingga menjadi simbol atau ciri khas dari suatu negara!
Buatlah kesimpulan mengapa jenis fauna di daerah Anda dan di
daerah lain bisa berbeda jenis dan cirinya!
Jenis fauna apa saja yang bisa Anda temukan dari internet dan
buku! Bandingkan dengan pembagian fauna di dunia yang dibuat
oleh Alfred Russel Wallace. Alfred Russel Wallace adalah tokoh yang
sangat terkenal dalam membahas persebaran flora dan fauna dunia
sehingga sering disebut sebagai bapak biogeografi dunia. Alfred
Russel Wallece pada tahun 1876 membagi persebaran fauna di dunia
dalam beberapa provinsi yaitu sebagai berikut.
a. Provinsi Zoogeografi Paleartic
Provinsi ini meliputi di Siberia, Afrika Utara, dan beberapa
kawasan di Asia Timur. Fauna yang hidup di antaranya harimau
siberia, beruang kutub, beaver, dan rusa.
b. Provinsi Zoogeografi Neartic
Provinsi ini meliputi sebagian besar Amerika Utara dan
Greenland (kutub utara sampai dengan subtropis). Fauna yang
hidup di antaranya antelope, rusa, dan beruang.
c. Provinsi Zoogeografi Neotropical
Provinsi ini meliputi Amerika Selatan, Amerika Tengah, dan
Mexico. Fauna yang hidup di antaranya primata, kelelawar,
rodent, trenggiling, dan kukang.
d. Provinsi Zoogeografi Ethiopian
Provinsi ini meliputi Afrika dan Madagaskar. Fauna yang
hidup di kawasan ini di antaranya gajah afrika, gorila gunung,
jerapah, dan lain-lain.
e. Provinsi Zoogeografi Oriental
Provinsi ini meliputi India, Cina, Asia Selatan dan Asia
Tenggara. Fauna yang hidup dalam kawasan ini di antaranya
harimau sumatra, tapir malaysia, gajah india, kerbau air, badak,
dan lain-lain.
16 Geografi SMA / MA Kelas XI
f. Provinsi Zoogeografi Australia
Provinsi ini meliputi Australia, Tasmania, dan sebagian
Indonesia bagian timur. Fauna yang hidup di antaranya
kanguru, plathypus, kuskus, wombat, dan lain-lain.
g. Provinsi Zoogeografi Oceanic
Tersebar di seluruh samudra di dunia, berupa beberapa jenis
ikan dan fauna laut jenis mamalia, seperti anjing laut, lumbalumba,
dan ikan paus.
h. Provinsi Antartik
Provinsi ini mencakup kawasan di kutub Selatan, jenis fauna
yang hidup di daerah ini memiliki bulu lebat untuk menahan
dingin serta memiliki lapisan lemak yang tebal pula. Fauna
daerah ini di antaranya rusa kutub, burung penguin, anjing laut,
kelinci kutub, dan beruang kutub.
C PERSEBARAN FLORA DAN FAUNA
DI INDONESIA
Tahukah Anda bahwa Indonesia dikenal dengan julukan
Megadiversity Country? Julukan tersebut tidaklah berlebihan karena
memang Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi
dan bervariasi.
Indonesia tercatat dalam peringkat lima besar dunia sebagai negara
yang memiliki keanekaragaman flora tertinggi, di mana mencapai kurang
lebih 38.000 spesies (55% endemik), urutan pertama dalam kekayaan
jenis Palem (477% spesies dan 47% endemik) serta 400 spesies lebih
Dipterocarpaceae yang merupakan jenis pohon yang bernilai ekonomis.
Gambar 1.10 Beberapa jenis fauna di dunia
Sumber: Encarta Ensiklopedia, 2006
Geografi SMA / MA Kelas XI 17
Tidak hanya flora yang memiliki keanekaragaman sangat tinggi
namun fauna Indonesia juga sangat beragam dan bervariasi. Indonesia
menempati urutan pertama untuk mamalia (436 spesies, 51% endemik)
dan kupu-kupu (121 spesies, 44% endemik), keempat untuk reptil (512
spesies, 29% endemik), kelima untuk burung (1.519 spesies, 28%
endemik), serta keenam untuk amphibi (270 spesies, 37% endemik)
Marilah kita mencoba menganalisis fenomena di atas, faktor-faktor
apa saja yang menjadikan Indonesia begitu kaya akan keanakearagaman
hayati. Sebelumnya lakukan diskusi dengan teman kelompok belajar
Anda untuk mengisi kegiatan berikut!
Kegiatan
Tabel 1.1 Flora dan Fauna Indonesia
Hasil diskusi menunjukkan perbedaan flora dan fauna tiap region bukan?
Mengapa hal itu bisa terjadi? Faktor-faktor apa saja yang memengaruhinya?
Kekayaan berbagai jenis flora dan fauna tersebut dipengaruhi oleh
letak geografis Indonesia, kondisi iklim serta sejarah geologis Indonesia.
Persebaran flora dan fauna di Indonesia sangat dipengaruhi sejarah
geologi Indonesia (seperti yang telah dijelaskan di hal 6). Kurang lebih
satu juta tahun yang lalu, Sumatra, Jawa dan Kalimantan menjadi satu
dengan Benua Asia, serta Papua bersatu dengan Benua Australia,
sedangkan Sulawesi dan Kepulauan Nusa Tenggara merupakan pulaupulau
yang tidak pernah bersatu dengan benua/daratan manapun.
Posisi Sulawesi yang terisolasi dalam waktu cukup lama memungkinkan
terjadinya evolusi berbagai jenis spesies yang unik sehingga pulau
ini mempunyai tingkat endemisme flora maupun fauna yang cukup
tinggi.
Indonesia bagian barat Indonesia bagian tengah Indonesia bagian timur
Flora Fauna Flora Fauna Flora Fauna
18 Geografi SMA / MA Kelas XI
Alfred R.Wallace pada abad ke-19 mengadakan penelitian tentang
kekayaan keanekaragaman hayati di Indonesia. Selanjutnya menetapkan
Sulawesi dan Kepulauan NTT sebagai wilayah khusus (wallace region)
yang dibatasi oleh garis maya yaitu Garis Wallace. Garis ini memisahkan
Sulawesi dan Kepulauan NTT dengan Jawa, Sumatra dan Kalimantan
(pulau-pulau Paparan Sunda) serta Garis Weber yang memisahkan
Sulawesi dan Kepualauan NTT dengan Papua dan Maluku (Paparan
Sahul).
1. Persebaran Flora di Indonesia
Amatilah ketampakan-ketampakan alam khususnya yang ada
di sekitar Anda dan di Indonesia pada umumnya! Jika mengalami
kesulitan untuk mengamati seluruh Indonesia, bukalah atlas yang
ada! Pada atlas akan ditunjukkan berbagai ketampakan yang
digambarkan dalam sebuah simbol.
Berdasarkan pengamatan dan uraian sebelumnya, dapat dikatakan
bahwa pada ketampakan yang berbeda maka jenis flora dan faunanya
juga akan berbeda. Setujukah Anda dengan pendapat tesebut?
Indonesia merupakan suatu negara yang luas dan kaya akan
kekayaan alam yang dapat dikelompokkan dalam beberapa
klasifikasi. Secara geografi kita akan mengelompokkannya secara
keruangan yaitu dalam beberapa ekosistem. Kekayaan flora
Indonesia terbagi dalam beberapa ekosistem, yaitu sebagai berikut.
a. Hutan Pegunungan
Hutan pegunungan ini luasnya mencapai 65% dari seluruh
hutan yang ada di Indonesia. Vegetasi didominasi oleh jenis
Dipterocarpaceae seperti meranti merah, keruing, nyatoh dan
lain-lain. Tersebar di Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua.
Coba kenali vegetasi yang ada di provinsi tempat tinggal Anda!
Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Wallace_Line
Gambar 1.11 Kepulauan Indonesia dengan garis Wallace dan Weber
Geografi SMA / MA Kelas XI 19
b. Hutan Sub-Montana dan Montana
Hutan ini terdapat pada ketinggian antara 1300-2500 m,
vegetasi yang tumbuh jenis Lauraceae dan Fagaceae, sedangkan
suku Dipterocarpaceae sedikit dijumpai. Apakah tempat tinggal
Anda berada pada ketinggian tersebut! Coba ukur dengan
memanfaatkan GPS atau altimeter, jika alat tersebut tidak ada,
coba tanyakan pada guru Anda!
c. Hutan Savana
Hutan savana terdapat di Papua, Nusa Tenggara Timur,
serta sedikit dijumpai di Maluku. Di Papua vegetasi hutan
savana merupakan asosiasi antara padang rumput dan Ecalyptus
spp, di Maluku merupakan asosiasi antara padang rumput dan
Malauleca serta di Nusa Tenggara Timur asosiasi antara padang
rumput dengan Ecalyptus alba, serta tersebar tidak merata pohon
lontar (sejenis palem-paleman). Carilah data tentang berbagai
jenis rumput tersebut! Berdasarkan data yang sudah Anda
dapatkan, bagaimana cara agar rumput tersebut mempunyai
nilai ekonomis?
d. Hutan Rawa
Hutan rawa ialah hutan yang selalu tergenang oleh air
tawar baik musiman ataupun sepanjang tahun. Hutan rawa
banyak tersebar di sepanjang pantai timur Sumatra, pantaipantai
di Kalimantan, Papua, dan beberapa di Jawa. Vegetasi
yang tumbuh pada hutan ini di antaranya jelutung, binuang,
rengas, nibung, rotan, pandan, dan palem-paleman. Menurut
Anda, selain jenis tumbuhan di atas dapatkah hutan rawa
ditanami jenis tanaman pertanian? Mengapa demikian?
e. Hutan Gambut
Hutan gambut terbentuk dari sisa-sisa hewan dan
tumbuhan di masa lampau yang berjalan terus-menerus
sehingga terbentuk suatu lapisan tanah. Dilihat dari proses
pembentukan tanah di hutan gambut tersebut menunjukkan
bahwa hutan ini memiliki kandungan bahan organik yang cukup
tinggi. Vegetasi yang tumbuh adalah jenis ramin (Gonystilus
bancanus) serta beberapa terdapat meranti rawa dan jenis dari
Agathis.
Terjadinya hutan gambut mengingatkan kita pada bagaimana
batubara terbentuk. Banyaknya kandungan bahan organik
pada hutan gambut membuat orang-orang banyak melakukan
eksploitasi terhadap batubara yang terbentuk pada hutan
20 Geografi SMA / MA Kelas XI
gambut. Menurut Anda, sebaiknya hutan gambut dieksploitasi
atau dibiarkan saja sehingga bisa menjadi cadangan bahan bakar
untuk anak cucu kita kelak?
f. Hutan Pasang Surut
Hutan ini berada di kawasan terjadinya pasang surut pantai,
hutan ini juga sering disebut sebagai hutan mangrove. Ciri khas
dari hutan ini adalah sistem perakaran tumbuhan bakau yang
menonjol disebut sebagai akar nafas (pneumatofor) yang
merupakan bentuk adaptasi tumbuhan untuk mendapatkan
oksigen karena tanah pada hutan ini miskin oksigen bahkan
anaerob. Vegetasi yang tumbuh adalah rhizopora, avecinia,
sonneratia, bruguinera, dan ceriop. Tersebar di Sumatra,
Kalimantan, Maluku, Bali, Jawa, dan Papua.
Carilah data tentang hutan mangrove yang ada di
Indonesia! Berdasarkan data tersebut, hutan bakau dimanfaatkan
untuk apa dan apakah cara yang digunakan sudah
ramah lingkungan?
Persebaran flora di Indonesia selain menurut ekosistem
tersebut, Wallace juga membaginya dalam 3 bagian yang
dipisahkan oleh Garis Wallace (di sebelah barat Sulawesi dan
NTT) dan Garis Weber (di sebelah timur Sulawesi dan NTT)
sebagai berikut.
1) Bagian barat meliputi Sumatra, Jawa, dan Kalimantan.
Bagian ini kaya akan berbagai spesies flora, seperti
Dipterocarpaceae diperkirakan terdapat 267 spesies. Macammacam
flora yang lain di antaranya : Rafflesia spp, berbagai
jenis anggrek, berbagai jenis tanaman obat, dan lain-lain.
2) Bagian peralihan meliputi Sulawesi dan Nusa Tenggara, jenis
flora yang ada, di antaranya Dipterocarpaceae (jenisnya lebih
sedikit dibanding Sumatra dan Kalimantan).Terdapat
anggrek yang unik dan khas yaitu ”anggrek hitam” , warna
hitam terdapat pada putiknya, sedangkan mahkota bunga
sebenarnya berwarna hijau muda. Selain flora di atas
terdapat juga kayu cendana, kayu kemiri, kayu hitam, dll.
3) Bagian timur meliputi Maluku dan Papua, jenis flora yang
ada di antaranya flora mangrove dengan asosiasi cemara
laut, butun, dan ketapang.
Berdasar pada persebaran flora Indonesia di atas maka
termasuk kawasan yang manakah tempat tinggal Anda? Flora
apa saja yang dapat Anda temui?
Geografi SMA / MA Kelas XI 21
2. Persebaran Fauna di Indonesia
Amati kembali Gambar 1.11 (Garis Wallace dan Webber)!
Persebaran fauna di Indonesia menurut Wallace terbagi dalam 3
bagian yaitu bagian barat, bagian peralihan, dan bagian timur.
Ketiga daerah ini dipisahkan oleh Garis Wallace dan Garis Webber.
a. Bagian Barat
Bagian barat ini termasuk dalam provinsi zoogeografi Asiatis
yang meliputi Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Bali. Fauna yang
hidup di kawasan ini adalah harimau Sumatra, macan tutul,
banteng, ular kobra, badak bercula satu, burung elang jawa,
dan burung rangkong.
b. Bagian Peralihan
Bagian ini adalah kawasan unik dan khas yang disebut juga
sebagai Wallace region. Kekhasan fauna di kawasan ini ialah
terdapatnya fauna yang mempunyai kemiripan dengan fauna
kawasan asiatis (tapir dan monyet) tapi juga mirip dengan fauna
yang ada di kawasan Australia (kakatua dan musang).
Fauna di bagian peralihan antara lain anoa, tarsius, burung
maleo, burung alo, babirusa, musang sulawesi, kuskus, dan
burung jalak sulawesi.
c. Bagian Timur
Bagian ini termasuk dalam provinsi zoogeografi Australian,
yang meliputi Maluku dan Papua. Fauna yang hidup di
antaranya kuskus, kanguru, burung cendrawasih, buaya irian,
penyu sisik, dan monyet ekor panjang.
Gambar 1.12 Peta persebaran hewan di Indonesia
Ilustrasi: Cahyo
22 Geografi SMA / MA Kelas XI
Tugas Individu
Buatlah peta Indonesia! Petakan jenis-jenis hewan yang ada di
Indonesia seperti pada pembagian menurut Garis Wallace dan
Webber!
Serahkan hasilnya kepada Bapak/Ibu guru untuk dinilai!
3. Biota Laut Indonesia
Indonesia selain kaya akan keanekaragaman flora dan fauna
juga sangat kaya akan ragam biota laut. Bentuk negara Indoensia
yang berupa kepulauan dan memiliki wilayah laut 5,8 juta km²
menjadikan Indonesia memiliki keanekaragaman biota laut yang
sangat tinggi pula. Dapatkah Anda menyebutkan beberapa jenis
biota laut yang ada di Indonesia?
Indonesia diperkirakan mempunyai lebih dari 350 jenis karang yang
tersebar di beberapa Taman Nasional. Karang yang terdapat di
Indonesia umumnya berbentuk cabang, keras (massive), meja, lembaran,
daun, jamur, pipa, merayap mengikuti substrat dan lain-lain.
Jenis-jenis ikan yang ada di Indonesia antara lain abudefduf
leucogaster, amphiprion tricinctus, chaetodon speculum, chelmon
rostratus, cheilinus undulatus, kerapu (Epinephelus sp.), cakalang
(Katsuwonus spp.), baronang (Siganus sp.), kuda gusum (Hippocampus
kuda), oci putih (Seriola rivoliana), lolosi ekor kuning (Lutjanus
kasmira), bendera (Platax pinnatus), dan sadar (Siganus lineatus).
4. Kerusakan Flora dan Fauna Indonesia
Pada pembahasan sebelumnya kita telah mengetahui bahwa
Indonesia mempunyai wilayah yang sangat luas. Luasnya wilayah
Indonesia ini sangat memengaruhi keanekaragaman flora dan fauna.
Space Info
Papua sering disebut sebagai surga alam, karena alam Papua memiliki variasi
habitat yang terbentang dari pegunungan hingga pesisir. Puncak Jaya Wijaya
merupakan habitat alpin, sedangkan kawasan di bawahnya merupakan habitat
hutan hujan tropis. Papua juga memiliki padang rumput yang luas yang menjadi
habitat jenis hewan marsupialia, seperti bagi kanguru, waallabis, bandicoots serta
kuskus. Kawasan pesisir Papua sebagian besar merupakan mangrove, rawa, atau
hutan pasang surut. Habitat yang bervariasi menyebabkan flora dan faunanya
juga bervariasi.
Geografi SMA / MA Kelas XI 23
Keanekaragaman flora fauna Indonesia saat ini terancam
semakin berkurang setiap tahunnya. Permasalahan menonjol yang
menyebabkan terjadinya kepunahan berbagai jenis flora dan fauna
di Indonesia antara lain sebagai berikut.
a. Kebakaran Hutan
Indonesia dalam 20 tahun terakhir tercatat mengalami
kebakaran hutan besar dua kali, pada tahun 1982-1983 dan
tahun 1997/1998. Faktor utama penyebab kebakaran hutan
adalah kurangnya kesadaran masyarakat dengan seringnya
melakukan pembukaan lahan secara besar-besaran dengan
sistem tebang bakar (flash and burn), serta diperparah adanya
bencana el nino yang melanda dunia pada tahun 1997/1998.
Tahun 1998 tercatat 520.000 ha hutan yang tersebar di Sumatra,
Kalimantan, dan Maluku habis terbakar, sedangkan sebelumnya
pada tahun 1997 kebakaran hutan mencapai 263.992 ha.
Kebakaran hutan di Indonesia sudah menjadikan permasalahan
tingkat dunia terutama kawasan Asia Tenggara. Polusi udara yang
ditimbulkan telah menimbulkan masalah pencemaran udara lintas
batas (transboundary pollution), akibatnya Indonesia seringkali
mendapatkan claim/gugatan dari negara-negara tetangga seperti
Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.
Data kebakaran hutan pada tahun 1997 menunjukkan bahwa
terjadinya kebakaran hutan tidak hanya pada hutan produksi
namun juga terjadi di kawasan-kawasan konservasi (Tabel 1.2)
Tabel 1.2. Kebakaran Hutan Tahun 1997 Menurut Fungsi Hutan
Sumber: Ditjen Perlindungan dan Pelestarian Alam, Departemen Kehutanan, 1997
1. Hutan lindung 21.963 8,320
2. Hutan Produksi 163.444 61,912
3. Hutan Suaka Alam 17.238 6,530
4. Hutan Wisata 1.415 0,536
5. Taman Nasional 54.331 20,580
6. Taman Hutan Raya 653 0,247
7. Hutan Penelitian 4.741 1,796
8. Hutan Kota 5 0,002
9. Taman Buru 202 0,077
Jumlah 263.992 100,000
No Fungsi Hutan Luas Hutan yang
Terbakar (ha)
Persentase (%)
24 Geografi SMA / MA Kelas XI
Gambar 1.13 merupakan gambar
hutan yang rusak karena peristiwa
kebakaran hutan. Kebakaran hutan
sebagian besar terjadi di Pulau Kalimantan
dan Sumatra. Kedua pulau
tersebut sebagian besar lahannya adalah
lahan gambut. Kebakaran pada
lahan jenis ini sulit untuk di padamkan
karena bara api merayap di
dalam gambut yang tidak selalu terlihat
di permukaan lahan.
Banyak sekali kerugian yang dialami oleh manusia dengan
adanya kebakaran hutan. Kasus tentang lahan gambut tersebut
hanya merupakan salah satu contoh saja. Dampak negatif
kebakaran hutan secara umum antara lain sebagai berikut.
1) Penurunan keanekaragaman hayati dan musnahnya satwa
liar.
2) Menghilangnya fungsi hutan sebagai sumber daya ekonomi.
3) Terganggunya siklus hidrologi.
4) Terjadi perubahan siklus unsur hara.
b. Illegal logging
Penebangan kayu secara ilegal (liar) mengancam terjadinya
degradasi sumber daya kehutanan. Penebangan liar secara
otomatis telah mengubah fungsi lahan kehutanan menjadi lahan
terbuka. Apabila kawasan yang telah terbuka tidak segera
diatasi, maka yang terjadi adalah ancaman erosi dan banjir.
Illegal logging juga mengancam kepunahan berbagai
tumbuhan kayu yang bernilai ekonomis terutama jenis-jenis
dipterocarpaceae. Keadaan ini telah terjadi di hutan di
Kalimantan, di mana jenis meranti merah sebagai tanaman
endemi Kalimantan telah jarang didapati keberadaannya.
Gambar 1.13 Kebakaran hutan
Sumber: www.Google. com
Space Info
Tahukah Anda flora khas dari Sulawesi yang memiliki komoditas tinggi?
Kayu Eboni atau dikenal dengan julukan kayu hitam merupakan komoditas
unggulan Sulawesi sejak tahun 1970-an. Eksploitasi besar-besaran yang
dilakukan beberapa oknum baik legal maupun ilegal mengakibatkan populasi
eboni di hutan alam sudah dalam kondisi memprihatinkan. Estimasi volume
eboni yang masih tersisa di seluruh hutan dataran rendah Sulawesi Tengah
diperkirakan hanya tinggal 3.16 juta meter kubik.
.
Geografi SMA / MA Kelas XI 25
c. Kerusakan Terumbu Karang
Indonesia sebagai negara yang berbentuk kepulauan,
mempunyai banyak kekayaan laut. Kekayaan laut tersebut
antara lain adalah terumbu karang, ikan, dan rumput laut.
Kekayaan tersebut bisa mendatangkan banyak keuntungan,
namun sangat tergantung bagaimana kita mengeksploitasinya.
Terumbu karang adalah sekumpulan hewan karang yang
bersimbiosis dengan sejenis tumbuhan algae yang disebut
Zooxanthellae. Zooxanthellae ini melakukan fotosintesis sehingga
menghasilkan oksigen yang berguna bagi kehidupan hewan
karang.
Terumbu karang dibentuk oleh hewan karang (polyp) yang
menghasilkan zat kapur. Melalui proses yang panjang terumbu
karang ini terbentuk, polyp membuat koloni-koloni yang baru
sehingga terbentuk suatu ekosistem terumbu karang.
Luas terumbu karang di Indonesia dengan metode proyeksi
pada tahun 2002 sekitar 50.020 km2, namun hasil terbaru dari
citra satelit menunjukkan bahwa luas terumbu karang Indonesia
adalah 21.000 km2. Terumbu karang Indonesia merupakan
terumbu karang terkaya di dunia dengan lebih dari 480 spesies
atau mencakup 60% dari spesies koral yang telah diidentifikasi
di dunia. Terumbu karang Indonesia tersebar di perairan
Sulawesi, Maluku, Bali, Jawa, Papua, dan lain-lain.
Pernahkah Anda mendengar tentang Bunaken? Bunaken
sangat terkenal dengan keindahan terumbu karangnya.
Bunaken merupakan salah satu kekayaan alam yang kita
punya. Kekayaan alam tersebut dieksploitasi untuk kegiatan
pariwisata. Bagaimana dengan daerah Anda apakah
mempunyai kekayaan alam laut yang bisa dimanfaatkan dan
dikembangkan?
Kerusakan terumbu karang di Indonesia disebabkan oleh
beberapa tindakan manusia yang tidak bertanggungjawab, di
antaranya adalah sebagai berikut.
1) Peledakan di kawasan terumbu karang yang dilakukan oleh
nelayan untuk menangkap ikan.
2) Pencemaran limbah industri dari daratan misalnya yang
telah terjadi di Kepulauan Seribu. Terumbu karang di
Kepulauan Seribu telah tercemar limbah dari Jakarta,
akibatnya terumbu karang di daerah itu telah berkurang
bahkan mengalami kerusakan.
26 Geografi SMA / MA Kelas XI
3) Tingginya partikel padat (lumpur) yang masuk dalam
perairan laut. Keadaan tersebut akan lebih parah apabila
di pantai tidak didapati mangrove, karena mangrove selain
sebagai penahan abrasi juga sebagai filter sebelum air sungai
masuk ke laut.
4) Pengambilan karang untuk hiasan dan bahan tambang juga
mempercepat terjadinya kerusakan terumbu karang.
d. Perdagangan Satwa Liar
Seperti halnya ilegal logging, perdagangan satwa liar
merupakan ancaman bagi punahnya berbagai satwa di
Indonesia. Adanya suatu pemilihan terhadap jenis satwa yang
bernilai ekonomis merupakan salah satu penyebab berkurangnya
bahkan punahnya suatu jenis satwa.
5. Konservasi Keanekaragaman Flora dan Fauna di Indonesia
Sudah pahamkah Anda dengan uraian tentang persebaran flora
dan fauna di atas! Flora dan fauna di Indonesia sangat banyak
jenisnya, namun banyak yang mengeksploitasinya secara
sembarangan. Hal itu menyebabkan banyak terjadi kerusakan.
Kerusakan-kerusakan tersebut harus segera diatasi yaitu dengan
konservasi.
Pemerintah telah menetapkan kawasan-kawasan konservasi
dalam UU No.41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dan Peraturan
Pemerintah No.34 Tahun 2002 tentang Tata Hutan dan Penyusunan
Rencana Pengelolaan Hutan. Pemanfaatan hutan dan penggunaan
kawasan hutan secara garis besar dibagi sebagai berikut.
a. Kawasan Suaka Alam
Kawasan dengan ciri khas tertentu baik di darat maupun
di perairan yang mempunyai fungsi pokok sebagai kawasan
pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta
ekosistemnya yang juga berfungsi sebagai sistem penyangga
kehidupan.
b. Kawasan Pelestarian Alam
Kawasan Pelestarian alam merupakan kawasan dengan ciri
khas tertentu baik darat maupun perairan dan mempunyai
fungsi perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan
keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa, serta pemanfaatan
secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.
Geografi SMA / MA Kelas XI 27
c. Taman Buru
Taman buru adalah kawasan hutan yang ditetapkan
sebagai tempat wisata berburu. Pembagian Kawasan Konservasi
serta Sub Konservasi, adalah sesuai UU No.41 Tahun 1999 dan
Peraturan Pemerintah No. 34 Tahun 2002.
Kawasan Cagar Alam ialah kawasan suaka alam yang karena
keadaan alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan, satwa, serta
ekosistemnya atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan
perkembangannya berlangsung secara alami.
Suaka Margasatwa ialah kawasan suaka alam yang
mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman atau keunikan
jenis satwa di mana untuk kelangsungan hidupnya dapat
dilakukan pembinaan terhadap habitatnya.
Taman Nasional ialah kawasan pelestarian alam yang
mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan zonasi yang
dimanfaatkan untuk keperluan penelitian, ilmu pengetahuan,
pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata dan rekreasi.
Taman Hutan Raya ialah kawasan pelestarian untuk tujuan
koleksi tumbuhan dan/hewan yang alami atau buatan, jenis
asli atau bukan jenis asli, yang dimanfaatkan bagi kepentingan
penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya,
pariwisata, dan rekreasi.
Taman Wisata Alam ialah kawasan pelstarian alam dengan
tujuan utama untuk dimanfaatkan bagi kepentingan pariwisata
dan rekreasi alam.
Kawasan konservasi yang ada di Indoesia luasnya mencapai
22.560.545 ha yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.
Perhatikan tabel berikut.
Tabel 1.3 Luas dan Jumlah Kawasan Konservasi Tahun 2002
Sumber : Departemen Kehutanan 2002.
1. Cagar Alam 2.672.456,53 174
2. Suaka Margasatwa 3.616.143,12 51
3. Taman Nasional 14.815.976,18 41
4. Taman Wisata Alam 973.920,43 97
5. Taman Hutan Raya 241.656,50 17
6. Taman Buru 239.392,70 15
Jumlah 22.560.545,53 315
No. Jenis Kawasan Luas (ha) Unit
28 Geografi SMA / MA Kelas XI
Taman Nasional merupakan kawasan konservasi yang paling
luas, Taman Nasional ini di antaranya sebagai berikut.
1) Taman Nasional Gunung Leuser berada di NAD, luas mencapai
1.064.692 ha.
2) Taman Nasional Kerinci Seblat berada di perbatasan empat
provinsi yaitu Sumatra Barat, Jambi, Sumatra Selatan dan
Bengkulu, luas mencapai 1.375.394,87 ha.
3) Taman Nasional Way Kambas, berada di Provinsi Lampung,
merupakan ekosistem gajah dan badak, luas mencapai
125.621,30 ha.
4) Taman Nasional Ujung Kulon, berada di Provinsi Banten,
merupakan habitat asli badak bercula satu yang keberadaannya
semakin sedikit, luas mencapai 123.156 ha.
5) Taman Nasional Bulungan, Kalimantan Timur. Luas mencapai
1.360.500 ha.
6) Taman Nasional Lorentz, Papua, merupakan Taman Nasional
terluas mencapai 2.450.000 ha.
Gambar 1.14 Peta persebaran taman nasional di Indonesia
Ilustrasi: Taufiq
Taman nasional
Gambar 1.15 Harimau dan badak adalah jenis hewan yang dilindungi di
taman nasional
Sumber: cd clipart
Geografi SMA / MA Kelas XI 29
Study Kasus
Rangkuman
Selain Taman Nasional yang berupa ekosistem hutan, juga
terdapat Taman Nasional Laut, di antaranya adalah sebagai berikut.
1) Taman Nasional Laut ”Bunaken” terletak di perairan Sulawesi
Utara, luas mencapai 89.065 ha.
2) Taman Nasional Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, luas mencapai
107.489 ha.
3) Taman Nasional Taka Bone Rate, Sulawesi Selatan, luas
mencapai 530.765 ha.
4) Taman Nasional Cendrawasih, Papua, merupakan yang terluas
mencapai 1.453.500 ha.
1. Biosfer adalah lapisan permukaan bumi tempat makhluk hidup
tinggal.
2. Persebaran flora fauna di permukaan bumi dipengaruhi oleh
faktor-faktor kondisi geologi, kondisi iklim, topografi, dan makhluk
hidup lain.
3. Persebaran flora fauna di Indonesia terbagi menjadi 3 bagian,
yaitu Indonesia bagian barat, tengah, dan timur, yang dibatasi
oleh Garis Wallace dan Webber.
4. Kerusakan flora fauna di antaranya disebabkan oleh ilegal
logging, kebakaran hutan, banjir dan erosi, dan eksploitasi sumber
daya laut yang berlebihan.
5. Konservasi keragaman flora fauna di Indonesia dengan
menentukan wilayah konservasi seperti taman nasional, cagar
alam, suaka margasatwa, taman kebun raya, dan taman wisata
alam.
Lutung Jawa
Salah satu dari 41 ekor lutung jawa (Trachypitecus auratus) yang terdiri atas
enam pejantan dan 35 betina yang akan dilepasliarkan ke alam oleh Pusat
Penyelamatan Satwa (PPS) Petungsewu, Kabupaten Malang Jawa Timur, (8/8).
Selain lutung jawa, PPS Petungsewu juga akan melepaskan empat ekor kijang
(mumtiacus muntjak) terdiri atas dua pejantan dan dua betina. Kedua spesies
30 Geografi SMA / MA Kelas XI
tersebut akan dilepasliarkan ke kawasan Taman Nasional Bromo Tengger,
Semeru, Rabu (9/8). Sumber: Dikutip seperlunya dari Kompas, Rabu, 9 Agustus
2006-10-06.
Kasus pada lutung jawa tersebut merupakan salah satu dari fenomena yang
terjadi di permukaan bumi ini atau di biosfer. Lutung jawa merupakan salah
satu dari fauna yang ada di permukaan bumi. Ada banyak jenis flora dan fauna
di muka bumi ini yang mengalami nasib sama seperti lutung jawa, yaitu tersingkir
dari habitatnya.
1. Analisislah mengapa fauna yang ada di Indonesia bisa tersingkir dari
habitatnya!
2. Sebutkan faktor-faktor yang memengaruhinya!
3. Usaha apa saja yang telah dilakukan oleh pemerintah agar flora dan fauna
yang ada di Indonesia bisa tetap lestari?
4. Usaha apa yang dapat Anda lakukan agar bisa membantu menjaga
kelestarian flora dan fauna kita!
5. Buatlah kliping tentang jenis-jenis flora dan fauna langka yang terdapat di
Indonesia!
I. Pilihlah salah satu jawaban yang benar!
Kerjakan di buku tugas Anda!
1. Berikut ini merupakan bukti bahwa manusia ikut berperan dalam
persebaran flora fauna di permukaan bumi, yaitu ....
a. di Indonesia terdapat hutan tropis
b. stepa banyak terdapat di NTT
c. tanaman karet tumbuh di Indonesia
d. pohon kelapa tumbuh di pantai di Indonesia
e. mangrove banyak terdapat di pantai timur Sumatra
UJI KOMPETENSI
Geografi SMA / MA Kelas XI 31
2. Lapisan permukaan bumi yang mempunyai ketebalan 8–10 km
di mana merupakan tempat hidup makhluk hidup disebut ....
a. atmosfer d. litosfer
b. biosfer e. hidrosfer
c. pedosfer
3. Teori apungan benua merupakan teori yang mendukung pernyataan
bahwa persebaran flora fauna dipengaruhi oleh faktor geologis. Teori
ini dikemukakan oleh ....
a. Cristaller d. Alfred Wegener
b. Immanuel Kant e. Aranoff
c. Junghunn
4. Liana dan epifit dapat kita jumpai di ....
a. kawasan hutan tropis d. kawasan taiga
b. kawasan hutan gugur e. kawasan savana
c. kawasan tundra
5. Fauna babi rusa hanya dapat kita jumpai di ....
a. Papua d. Sulawesi
b. Sumatra e. Jawa
c . NTT
6. Panda merupakan fauna khas yang terdapat di region ....
a. neotropik d. neartik
b. paleartik e. oriental
c. etiopoa
7. Kawasan alam karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan
tumbuhan, satwa, dan ekosistem tertentu yang dilindungi disebut
sebagai .....
a. taman wisata alam d. suaka margasatwa
b. taman hutan raya e. hutan wisata
c. cagar alam
8. Taman nasional yang melindungi karang-karang yang berbentuk
atol di Sulawesi adalah ....
a. Kepulauan Seribu d. Raja Empat
b. Bunaken e. Taka Bone Rate
c. Karimun Jawa
9. Hutan savana di Indonesia dapat dijumpai di ....
a. Kalimantan d. Bali
b. NTT e. Sulawesi
c. Sumatra
32 Geografi SMA / MA Kelas XI
10. Dalam pembagian biogeografi dunia, fauna Indonesia bagian barat
termasuk dalam kelompok ....
a. oriental d. etiopia
b. neatropik e. neartik
c. paleartik
II. Jawablah dengan singkat dan jelas!
1. Jelaskan yang disebut dengan bioma dan sebutkan pembagian bioma
di dunia!
2. Mengapa faktor makhluk hidup lain memengaruhi persebaran flora
dan fauna? Sebutkan contohnya!
3. Sebutkan ciri-ciri habitat daerah tundra!
4. Sebutkan ciri-ciri perbedaan region oriental dan australian dan berilah
contohnya!
5. Jelaskan pengertian taman nasional, dan sebutkan lima taman
nasional yang ada di Indonesia!
Geografi SMA / MA Kelas XI 33

  


  


Kata kunci : antroposfer, penduduk, kelahiran, kematian, perpindahan
Mengapa kita harus mempelajari antroposfer?
Antroposfer merupakan sesuatu yang sangat dinamis. Dinamika
antroposfer erat kaitannya dengan adanya kejadian-kejadian dalam diri
manusia dan lingkungan sekitarnya, terutama yang terkait dengan masalah
kependudukan. Anda bisa me mbantu memecahkan masalah kependudukan
dengan memahami dan menganalisis dinamika antroposfer.
Antroposfer
meliputi
Ilmu Kependudukan
Kematian
sumber data
Pencacahan jiwa
Masalah kependudukan
variabel
diketahui
dikaji
Peta Konsep
dilakukan
Demografi
Kelahiran Perpindahan
34 Geografi SMA / MA Kelas XI
Amatilah Gambar 2.1 dan 2.2! Buatlah kesimpulan, mengapa
manusia mengalami kedua kejadian itu? Gambar 2.1 dan 2.2 telah
memberikan suatu gambaran kepada kita, bahwa manusia akan
mengalami kelahiran dan perpindahan. Satu hal lagi yang pasti dialami
oleh manusia yaitu adanya kematian. Adanya kejadian kelahiran,
kematian, dan perpindahan membuat persebaran manusia tidak merata.
Apakah ada faktor lain yang mendukung tidak meratanya persebaran
penduduk di permukaan bumi ini?
Penduduk di permukaan bumi ini kenyataannya tersebar tidak
merata, faktor-faktor yang memengaruhi kepadatan suatu wilayah di
antaranya adalah faktor fisiologis, biologi, kebudayaan, dan teknologi.
Indonesia merupakan negara yang banyak dihadapkan pada masalah
kependudukan. Persebaran penduduk yang tidak merata dan terkonsentrasi
di Pulau Jawa menyebabkan timbulnya permasalahan
kependudukan yang harus segera ditangani.
    


Manusia merupakan salah satu faktor yang dinamis dan berpengaruh
terhadap fenomena yang terjadi di alam ini. Dinamika tersebut
dapat dilihat di lingkungan sekitar tempat tinggal kita yang antara lain
adalah adanya kelahiran, perkawinan, perpindahan, dan kematian.
Fenomena-fenomena tersebut dapat berpengaruh terhadap keseimbangan
alam sekitar, karena manusia hidup di tengah-tengah alam
semesta ini. Apakah manusia tergantung pada alam? Disebut apakah
lingkungan dan isinya yang merupakan tempat tinggal manusia? Untuk
memahami lebih jelas tentang manusia dengan segala aktivitasnya dalam
lingkup antroposfer, berikut adalah pengertian dari antroposfer.
Gambar 2.1 Kelahiran bayi adalah salah
satu hal yang dikaji dalam demografi
Sumber: Encarta Ensiklopedia 2006
Gambar 2.2 Perpindahan penduduk
berpengaruh terhadap keadaan penduduk
di suatu wilayah
Sumber: Encarta Ensiklopedia 2006
Geografi SMA / MA Kelas XI 35
Antroposfer berasal dari kata latin anthropos berarti manusia dan
sphere berarti lapisan, sehingga antroposfer merupakan salah satu objek
material geografi. Antroposfer berkaitan dengan segala perkembangan
dan aktivitas manusia di permukaan bumi ini. Pembahasan manusia
yang tinggal di permukaan bumi selanjutnya disebut penduduk meliputi
pertumbuhan penduduk, migrasi penduduk, permukiman penduduk,
dan ketenagakerjaan akan dibahas lebih lanjut dalam bab ini.
Mari kita awali pelajaran kali ini dengan melakukan identifikasi di
lingkungan tempat tinggal Anda. Identifikasi yang kita lakukan adalah
mengenai kondisi penduduk di lingkungan tempat tinggal Anda dengan
menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut!
1. Berapa jumlah penduduk dalam satu RT pada tahun ini dan lima
tahun yang lalu?
2. Berapa jumlah penduduk yang berjenis kelamin laki-laki dan
perempuan?
3. Berapa jumlah pelajar TK, SD, SMP, SMA, akademi, atau perguruan
tinggi?
4. Carilah data jumlah pelajar TK, SD, SMP, dan SMA pada lima tahun
yang lalu!
5. Apakah jumlah pelajarnya mengalami perubahan?
Bagaimana data yang Anda dapatkan? Jumlah penduduk dan
jumlah pelajar di RT Anda pasti mengalami perubahan. Perubahan
jumlah tersebut merupakan salah satu dari sifat dinamis kehidupan
manusia. Disebut dinamis karena kehidupan manusia bisa berubahubah.
Perubahan tersebut bisa terjadi karena adanya banyak faktor.
Faktor-faktor tersebut antara lain adalah adanya pertambahan penduduk
karena kelahiran dan perpindahan ke dalam wilayah tersebut. Sedangkan
berkurangnya jumlah penduduk bisa terjadi karena adanya kematian dan
perpindahan keluar dari wilayah tersebut. Coba hitung persentase
pertumbuhan penduduk tersebut!
Bagaimana dengan kegiatan penghitungan jumlah penduduk lakilaki,
pelajar laki-laki, dan penghitungan jumlah pelajar TK, SD, SMP,
dan SMA? Dengan kegiatan tersebut berarti kita telah menglasifikasikan
jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin dan menurut tingkat
pendidikan.
Pertumbuhan penduduk dan klasifikasi penduduk merupakan
sesuatu yang dinamis dan bisa disebut dengan dinamika penduduk.
Masih ingatkah Anda dengan pengertian fenomena? Menurut Anda
apakah dinamika penduduk merupakan suatu fenomena?
36 Geografi SMA / MA Kelas XI
Tugas Individu
1. Amati lingkungan sekitar Anda!
2. Bedakan antara hal-hal yang termasuk dalam biosfer dan
antroposfer?
3. Buatlah kesimpulan dari pendapat teman-teman Anda!
4. Tulislah kesimpulan tersebut dalam bentuk laporan individu dan
serahkan hasilnya kepada Bapak/Ibu guru untuk dinilai!
1. Demografi dan Ilmu Kependudukan
Cermati kembali data-data kependudukan yang telah Anda
dapatkan sebelumnya! Data-data tersebut merupakan suatu fenomena
yang terjadi pada manusia. Fenomena pada manusia atau antroposfer
sangat banyak dan kompleks. Setiap peristiwa pasti berpengaruh
terhadap peristiwa lainnya.
Fenomena antroposfer di permukaan bumi secara garis besar dapat
dipelajari dalam dua ilmu yang telah berkembang saat ini. Demografi
adalah ilmu yang mempelajari mengenai dinamika penduduk yang
dipengaruhi oleh kelahiran (fertilitas), kematian (mortalitas), dan
perpindahan (migrasi). Dinamika atau perubahan penduduk itu dapat
berupa pertambahan penduduk, ciri-ciri penduduk yaitu umur, jenis
kelamin, komposisi penduduk, status perkawinan, kepadatan penduduk,
dan lain-lain.
Sedangkan ilmu kependudukan adalah ilmu yang berusaha
menjawab mengapa terjadi perubahan-perubahan variabel demografi.
Ilmu kependudukan juga mempelajari penduduk yang berkaitan dengan
kebutuhan hidupnya, seperti penduduk dengan sandang dan pangan,
serta penduduk dengan lingkungan.
Dua pengertian tentang ilmu penduduk di atas jelas menunjukkan
bahwa untuk mempelajari ilmu kependudukan diperlukan terlebih
dahulu pengetahuan tentang demografi. Tetapi satu hal yang harus
Anda ingat bahwa masalah kependudukan juga dipengaruhi oleh faktor
alam atau fisik. Perhatikan kasus berikut.
Suatu contoh permasalahan yang dihadapi Pemerintah DKI
Jakarta saat ini bahwa di sepanjang wilayah aliran sungai di Jakarta
mengalami masalah penurunan kualitas lingkungan bagi
penduduk di sekitarnya. Permasalahan lingkungan tersebut
berkaitan erat dengan dinamika penduduk yang berupa
Geografi SMA / MA Kelas XI 37
kecenderungan tingginya tingkat kelahiran serta masuknya
penduduk dari luar wilayah Jakarta yang akhirnya menempati
wilayah-wilayah pinggiran sehingga mengakibatkan semakin
padatnya penduduk di sekitar sungai. Aktivitas penduduk yang
padat untuk memenuhi kebutuhan vital hidupnya semakin
menekan lingkungan tempat tinggalnya sehingga mengakibatkan
menurunnya kualitas lingkungan tersebut. Penurunan tersebut
dapat diindikasikan dari meningkatnya kasus kematian penduduk
karena demam berdarah dengue di sekitar wilayah aliran sungai di
Jakarta, penurunan kualitas air, serta menumpuknya sampah di
aliran sungai.
2. Pertumbuhan Penduduk di Dunia
Cermati kembali data kependudukan di daerah Anda! Bagaimana
dengan tingkat perkembangannya? Apakah perkembangan jumlah
penduduk yang terjadi diimbangi dengan pertambahan rumah? Coba
amati fenomena tersebut, penggunaan lahan apa yang makin berkurang?
Sebagai contoh nyata adalah penggunaan lahan di Jakarta. Tentu
kita telah sama-sama mengetahui melalui media massa baik cetak
maupun elektronik, bahwa pertambahan jumlah penduduk di Jakarta
dengan cepatnya menyebabkan area permukimannya makin lama
makin terdesak ke pinggiran kota. Di antara mereka banyak yang
memanfaatkan lahan sawah sehingga luas lahannya menjadi berkurang
yang berubah menjadi permukiman dan tempat usaha. Coba pikirkan
bahwa hal tersebut tidak saja terjadi di Indonesia, namun juga di seluruh
dunia.
Pada awal abad 18 untuk mencapai jumlah penduduk dunia
sebanyak 1 miliar diperlukan waktu ribuan tahun. Namun, untuk
mencapai jumlah penduduk 2 miliar pada tahun 1930-an hanya
diperlukan waktu 100 tahun. Pada tahun 1975 jumlah penduduk dunia
mencapai 4 miliar dan 12 tahun kemudian bertambah satu miliar
sehingga mencapai 5 miliar pada akhir tahun 1987. Pada akhir abad
berikutnya diperkirakan jumlah penduduk dunia mencapai 10 miliar.
Sedangkan data terakhir menunjukan bahwa populasi penduduk dunia
pada tahun 2005 mencapai 6,4 miliar.
Data di atas menunjukkan bahwa penduduk dunia makin meningkat
dari tahun ke tahun. Namun apabila dilihat dari laju pertumbuhan
penduduk tiap tahunnya maka terdapat kecenderungan angka
pertumbuhan yang menurun, bagaimana hal tersebut terjadi?
38 Geografi SMA / MA Kelas XI
Gambar 2.3 Peta persentase pertumbuhan penduduk dunia
Sumber: Encarta Ensiklopedia, 2006
Berdasarkan gambar di samping,
cobalah Anda sebutkan
pada tahun berapa pertumbuhan
penduduk yang tertinggi?
Pada tahun berapa pertumbuhan
penduduk cenderung rata?
Pertumbuhan penduduk
dunia sangat dipengaruhi oleh
perkembangan peradaban manusia
dalam berinteraksi dengan
alam sekitarnya. Seiring dengan
meningkatnya ilmu pengetahuan
dan perkembangan teknologi manusia dalam mengolah sumber
daya alam maka taraf kehidupan manusia semakin baik sehingga hal ini
sangat memengaruhi terhadap penurunan angka kematian penduduk.
Pertumbuhan Penduduk dunia menurut Thompson dan Lewis dalam Ida
Bagus Mantra meliputi 5 periode, sebagai berikut.
a. Periode Tahun 1650 - 1800
Periode ini ditandai dengan berkembangnya teknik pertanian
baru dan berdirinya pabrik-pabrik yang disertai sarana transportasi
yang cukup sehingga kondisi tersebut memengaruhi terhadap
pertumbuhan penduduk, terutama negara-negara Barat. Saat itu
pertumbuhan penduduk diperkiraan 0,4 %per tahun dengan jumlah
penduduk kurang lebih 900 juta jiwa.
b. Periode Tahun 1800-1850
Periode ini ditandai dengan meningkatnya laju pertumbuhan
penduduk yang cukup tinggi terutama di negara-negara Eropa. Di
mana dalam kurun waktu 50 tahun pertumbuhan penduduk kurang
Gambar 2.4: Grafik Pertumbuhan Penduduk Dunia
Sumber: Encarta Ensiklopedia, 2006
Penduduk (dalam juta)
7,000
6,000
5,000
4,000
3,000
2,000
1,000
0
1980 1985 1990 1995 2000 2005 2010 2015 2020 2025
negara miskin dan berkembang (penduduk)
negara maju (penduduk)
Geografi SMA / MA Kelas XI 39
Tentu Anda pernah mendengar nama tokoh dalam
bidang Demografi dunia yaitu Thomas Robert Malthus
(1766-1834). Malthus terkenal dengan teorinya tentang
pertumbuhan penduduk dunia dalam buku berjudul “An
Essay on Principle of Population” yang menyebutkan bahwa
pertumbuhan penduduk alami dunia akan tumbuh cepat
melampaui ketersediaan makanan yang dibutuhkan oleh
manusia.
SumberEncarta
Ensiklopedia, 2006
lebih 33,3%. Keadaan tersebut terjadi karena stabilnya kondisi politik
sehingga mendorong pula terhadap ketahanan penyediaan pangan.
Selain itu meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan lingkungan
juga berpengaruh terhadap pertumbuhan penduduk.
c. Periode Tahun 1850-1900
Kemajuan teknologi pada periode ini semakin mendorong
peningkatan produktivitas manusia. Pada saat itu tingkat fertilitas
di negara-negara barat menurun karena sudah mulai sadar bahwa
pertumbuhan penduduk dapat dikendalikan melalui usaha
penurunan tingkat kelahiran.
d. Periode Tahun 1900-1930
Pada periode ini terjadi Perang Dunia I yang memberi pengaruh
besar terhadap pertumbuhan penduduk dunia. Secara garis besar
terjadi tiga perkembangan penduduk, yaitu sebagai berikut.
1) Negara-negara Eropa Barat dan Amerika Serikat mampu
mengendalikan pertumbuhan penduduk dengan baik.
2) Negara-negara Eropa Timur, Afrika Utara, Amerika Latin serta
Jepang, usaha penurunan angka kelahiran belum berhasil.
3) Negara-negara berkembang (negara-negara selain yang telah
disebutkan di atas) mengalami kelahiran dan kematian yang
cukup tinggi.
e. Periode Tahun 1930 – Sekarang
Merupakan periode peledakan penduduk terutama pasca
Perang Dunia II. Berkembangnya teknologi modern serta meningkatnya
pelayanan kesehatan menyebabkan meningkatnya kualitas
hidup. Pada periode ini penduduk dunia mencapai 4 milyar (dekade
1990-an) dan 6 milyar (dekade 2000). Namun, hanya 1 milyar lebih
yang hidup di negara mapan atau maju.
Space Info
40 Geografi SMA / MA Kelas XI
Tugas Kelompok
Pengendalian pertumbuhan penduduk dunia banyak dilakukan
oleh sebagian besar negara-negara di dunia setelah Perang Dunia
II. Hal ini berhasil dilakukan terutama di negara-negara Barat. Saat
itu berkembang dua pandangan yaitu negara-negara pronatalis dan
negara-negara antinatalis. Indonesia saat itu menerapkan pandangan
pronatalis karena Indonesia merasa perlu masuk dalam kelas negara
besar yang minimal penduduknya berjumlah 250 juta.
Indonesia mengubah pandangan tentang kebijaksanaan
kependudukannya pada tahun 1971 pada masa pemerintahan Orde
Baru, di mana mulai diterapkan program pengendalian pertumbuhan
penduduk. Anda pasti tahu program pengendalian pertumbuhan
penduduk di Indonesia yang sangat populer itu. Ya, program
Keluarga Berencana (KB). Hasil program Keluarga Berencana
tampak pada tahun 1990 dimana jumlah penduduk mencapai
setengah dari jumlah penduduk saat KB pertama kali dicanangkan.
Pergilah ke Badan Pusat Statistik di tempat tinggal Anda lalu
catat data penduduknya dari tahun ke tahun. Plat angkat yang
Anda dapat ke dalam grafik cartesius. Tahun pada sumbu x dan
jumlah penduduk pada sumbu y. Hasil grafik tersebut merupakan
tren pertumbuhan penduduk kota Anda. Serahkan hasilnya
kepada Bapak/Ibu guru untuk dinilai!

    

    
Dari manakah data tentang jumlah penduduk dapat tersaji? Anda
dapat mengingat-ngingat bahwa pada awal tahun 2000 beberapa petugas
pemerintah melakukan pendataan dan sebagai tanda maka setiap rumah
dipasang stiker. Masih ingatkah Anda dengan hal tersebut?
Kegiatan tersebut adalah suatu pendataan penduduk yang dilakukan
secara serentak di seluruh Indonesia. Hal tersebut dilakukan untuk
mengetahui jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin, umur, usia sekolah,
angkatan kerja, dan lain sebagainya. Diharapkan dari pendataan tersebut
dapat terkumpul data-data kependudukan yang dapat digunakan sebagai
pedoman untuk mengambil berbagai kebijaksaan.
Geografi SMA / MA Kelas XI 41
Jumlah penduduk, komposisi penduduk, kepadatan penduduk serta
beberapa variabel lain dalam kependudukan dipelajari dan dibahas dalam
Demografi.
1. Menghitung Jumlah Penduduk
Data yang paling pokok dalam demografi ialah jumlah penduduk.
Jumlah penduduk dihitung dengan menggunakan metode sensus atau
cacah jiwa, registrasi penduduk, dan survei penduduk.
a. Sensus Penduduk
Sensus penduduk adalah pencatatan total tentang penduduk
yang dilakukan olah Badan Pusat Statistik dengan tujuan untuk
mengetahui jumlah, komposisi, dan karakteristik penduduk yang
dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali.
Sensus penduduk dibedakan menjadi dua macam berdasarkan
pada status tempat tinggal penduduk yaitu sebagai berikut.
1) Sensus de facto ialah penghitungan penduduk atau pencacahan
jiwa yang dikenakan pada setiap orang yang pada waktu
diadakan pencacahan berada di dalam negara atau daerah yang
bersangkutan.
2) Sensus de yure ialah penghitungan penduduk atau pencacahan
jiwa yang hanya dikenakan kepada penduduk yang benar-benar
berdiam atau bertempat tinggal di negara bersangkutan atau di
daerah itu atau berdasarkan pada tempat tinggal yang tetap.
b. Registrasi Penduduk
Registrasi penduduk ialah pencatatan tentang identitas atau ciriciri,
status, dan kondisi penduduk yang dilaksanakan secara terusmenerus
oleh pemerintah mulai tingkat terendah yaitu desa atau
kelurahan. Dari data hasil registrasi akan didapat laporan monografi
desa tentang kependudukan secara kontinu yang berisi data tentang
kelahiran penduduk, kematian, perkawinan, perceraian, dan
perpindahan penduduk.
c. Survei Penduduk
Survei penduduk pada dasarnya sama dengan sensus penduduk,
hanya pada survei penduduk ini dilakukan pada beberapa daerah
yang dijadikan sampel/contoh dari perhitungan penduduk tersebut.
Biasanya pada survei penduduk ini dilakukan karena pertimbangan
waktu, biaya, dan tenaga pelaksana survei.
42 Geografi SMA / MA Kelas XI
Space Info
Di Indonesia sampai dengan saat ini telah dilakukan sensus penduduk
sebanyak enam kali. Sensus yang pertama kali dilakukan pada zaman
kolonial Belanda pada tahun 1930. Saat itu, sensus dilakukan untuk
kepentingan pendataan tenaga kerja dan akan dimanfaatkan untuk
perkebunan di luar Pulau Jawa.
2. Komposisi Penduduk Menurut Umur dan Jenis
Kelamin
Sekarang kita akan mempelajari penduduk berdasarkan
keragamannya. Kita mulai dari rumah Anda. Berapakah jumlah angota
keluarga yang ada di rumah Anda? Berapakah yang berjenis kelamin
laki-laki? Berapa beda umur Anda dengan anggota keluarga yang lain?
Bandingkan data di keluarga Anda dengan data kependudukan yang
telah Anda dapatkan di depan!
Apakah yang telah Anda lakukan dinamakan pendataan penduduk
berdasarkan komposisi penduduk? Komposisi penduduk adalah
pengelompokan penduduk berdasarkan kriteria-kriteria tertentu sesuai
dengan tujuan pengelompokan tersebut. Contoh pengelompokan
penduduk, antara lain adalah berdasarkan jenis kelamin, umur, agama,
bahasa, mata pencaharian, pendidikan, tempat tinggal, jenis pekerjaan,
dan lain-lain. Komposisi penduduk diperlukan dalam suatu negara
karena dapat dijadikan dasar pengambilan kebijaksanaan dalam
pelaksanaan pembangunan.
Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin merupakan
variabel yang sangat penting dalam demografi. Hal ini disebabkan karena
dalam setiap pembahasan tentang masalah penduduk melibatkan
variabel umur dan jenis kelamin.
Komposisi penduduk menurut umur disebut juga struktur penduduk.
Struktur ini membagi umur dalam beberapa kelompok dengan interval
tertentu. Struktur penduduk antara wilayah satu dengan yang lain
berbeda-beda. Negara maju mempunyai struktur penduduk yang
berbeda dengan negara yang sedang berkembang. Demikian pula
struktur wilayah perkotaan akan berbeda dengan struktur penduduk
wilayah pedesaan. Hal tersebut bisa terjadi karena dipengaruhi oleh
tiga variabel demografi yaitu kelahiran, kematian, dan migrasi. Ketiga
variabel tersebut saling berpengaruh satu dengan yang lain, jika salah
satu berubah maka variabel yang lain juga ikut berubah. Faktor sosial
Geografi SMA / MA Kelas XI 43
Tugas Kelompok
ekonomi suatu wilayah akan memengaruhi struktur umur wilayah
bersangkutan, berdasarkan ketiga variabel demografi tersebut maka
struktur penduduk terbagi menjadi dua jenis yaitu sebagai berikut.
a. Struktur Penduduk Muda
Carilah data kependudukan yang telah dikelompokkan menurut
usia! Anda bisa mencarinya dengan datang ke BPS atau membuka
situsnya di internet. Cermatilah kelompok usia mana yang
jumlahnya paling banyak!
Bila jumlah yang terbanyak adalah kelompok penduduk berusia
15 tahun ke bawah (di atas 35%), sedangkan penduduk yang berusia
65 tahun ke atas lebih sedikit atau di bawah 3% maka struktur
penduduknya adalah struktur penduduk muda. Contoh negara
yang mempunyai struktur penduduk muda antara lain Indonesia,
India, dan Bangladesh. Dengan demikian, berarti dapat kita
simpulkan bahwa struktur penduduk muda biasanya terjadi di
negara-negara berkembang.
b. Struktur Penduduk Tua
Amatilah negara Amerika Serikat! Coba cari data kependudukannya!
Bila jumlah pada kelompok penduduk berusia 15
tahun ke bawah jumlahnya lebih kecil (kurang dari 35%) daripada
kelompok penduduk yang berumur 65 tahun ke atas (sekitar 15%),
maka struktur penduduknya adalah struktur penduduk tua.
Struktur penduduk tua ini biasa terjadi di negara-negara maju,
misalnya adalah negara-negara Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang.
1. Analisislah data kependudukan di kelurahan Anda termasuk
kelompok struktur penduduk apa!
2. Bandingkan hasil analisis Anda dengan hasil dari teman Anda
yang bertempat tinggal di lain daerah!
3. Carilah persamaan dan perbedaannya serta mengapa hal tersebut
bisa terjadi!
4. Serahkan hasilnya kepada Bapak/Ibu guru untuk dinilai!
44 Geografi SMA / MA Kelas XI
Amatilah gambar piramida di atas! Pada piramida penduduk
tersebut mempunyai dua sumbu yaitu sumbu vertikal dan horizontal.
Sumbu vertikal menggambarkan umur penduduk sedangkan sumbu
horizontal menggambarkan jumlah penduduk tertentu. Pada bagian
kiri sumbu vertikal ialah jumlah penduduk laki-laki dan bagian
kanan adalah jumlah penduduk perempuan.
Penggambaran komposisi penduduk biasanya diwujudkan
dalam piramida penduduk. Jadi piramida penduduk ialah gambaran
dari komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin dan
dituangkan dalam bentuk grafik. Komposisi penduduk berdasar
umur dan jenis kelamin yang digambarkan dalam piramida
penduduk ini, dapat menjelaskan karakteristik penduduk dalam
suatu wilayah.
Jenis-jenis piramida penduduk dibedakan menjadi 3, yaitu
piramida penduduk muda (ekspansive), piramida penduduk
stasioner, dan piramida penduduk tua (konstruktif).
a. Piramida Penduduk Muda (Expansive)
Suatu wilayah yang memiliki angka kelahiran yang tinggi
dan angka kematian yang rendah sehingga daerah ini mengalami
pertumbuhan penduduk yang cepat. Piramida ini dicirikan
sebagian besar penduduk masuk dalam kelompok umur muda.
Contohnya adalah negara-negara yang sedang berkembang,
misalnya Indonesia, Malaysia, Filipina, dan India.
60-
55-59
50-54
45-49
40-44
35-39
30-34
25-29
20-24
15-19
10-14
5-9
0-4
Laki-laki Umur Perempuan
Jumlah penduduk lakilaki
pada setiap
kelompok umur
Komposisi
penduduk
menurut umur
Jumlah penduduk
perempuan pada setiap
kelompok umur
Gambar 2.5 Piramida penduduk menurut umur dan jenis kelamin
Geografi SMA / MA Kelas XI 45
b. Piramida Penduduk Stasioner
Suatu wilayah memiliki angka kelahiran dan angka
kematian yang sama-sama rendah (seimbang). Contohnya
adalah negara-negara Eropa Barat.
c. Piramida Penduduk Tua (Constructive)
Suatu wilayah memiliki angka kelahiran yang menurun
dengan cepat dan tingkat kematian yang rendah. Piramida ini
juga dicirikan dengan jumlah kelompok umur muda lebih sedikit
dibanding kelompok umur tua. Contohnya adalah negara-negara
yang sudah maju, misalnya Amerika Serikat.
Space Info
Trend piramida penduduk Indonesia terlihat adanya transisi perubahan
penduduk dari muda menjadi tua, sehingga beban ketergantungan cenderung
menurun. Adanya penurunan penduduk usia muda (0-14 tahun) mengindikasikan
telah terjadi penurunan fertilitas. Di pihak lain, pada tahun 2000 masih terjadi
gejala terus meningkatnya proporsi penduduk usia produktif (15-64 tahun) dan
usia lanjut (>65 tahun) sebagai dampak semakin rendahnya tingkat mortalitas
akibat meningkatnya kondisi kesehatan dan menurunnya mortalitas.
Tugas Individu
1. Dari data yang Anda dapat tentang komposisi penduduk menurut
umur dan jenis kelamin di daerah Anda serta tanpa melakukan
perhitungan terlebih dahulu, buatlah piramida penduduk.
Piramida penduduk tersebut termasuk jenis apa!
2. Serahkan hasilnya kepada Bapak/Ibu guru untuk dinilai!
Gambar 2.6 Tiga Macam Piramida Penduduk
Sumber: Pengantar Studi Demografi
46 Geografi SMA / MA Kelas XI
    

    



Masih ingatkah Anda tentang pertumbuhan penduduk dunia yang telah
kita bahas pada materi sebelumnya? Ya, Indonesia termasuk negara dengan
pertumbuhan penduduk sedang.
Hasil Sensus Penduduk Tahun 2000 tingkat pertumbuhan penduduk
Indonesia per tahun selama periode 1990-2000 sebesar 1,49 % per tahun.
Keadaaan tersebut menunjukkan terjadinya penurunan dibanding periode
tahun 1980-1990 yang tingkat pertumbuhan penduduknya sebesar 1,97 %
per tahun.
Faktor yang memengaruhi penurunan itu adalah terjadi penurunan
tingkat kelahiran dan penurunan tingkat kematian. Sedangkan faktor
perpindahan penduduk dapat dikatakan tidak berpengaruh terhadap
perkembangan penduduk Indonesia secara keseluruhan, karena orang yang
keluar dan masuk Indonesia jumlahnya relatif kecil dan berimbang.
Pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk yang
dipengaruhi oleh kelahiran, kematian, dan migrasi penduduk. Penduduk
suatu wilayah akan bertambah apabila terdapat kelahiran (L) dan penduduk
yang datang ke wilayah tersebut (I), sedangkan penduduk suatu wilayah
akan berkurang apabila terdapat kematian (M) dan terdapat penduduk yang
meninggalkan wilayah tersebut (E).
1. Pertumbuhan Penduduk Alami
Pertumbuhan penduduk alami adalah pertumbuhan penduduk yang
dihitung dari selisih antara kelahiran dan kematian suatu wilayah.
Pertumbuhan penduduk alami dapat dihitung dengan rumus sebagai
berikut.
X = L - M
Keterangan :
X = pertumbuhan penduduk alami
L = jumlah kelahiran
M = jumlah kematian
Contoh soal :
Di suatu wilayah diketahui terdapat jumlah kelahiran 967.000 jiwa
sedangkan jumlah kematiannya adalah 659.000 jiwa. Hitung
pertumbuhan penduduk alaminya!
Geografi SMA / MA Kelas XI 47
Jawab:
L = 976.000
M = 659.000
X = L - M
= 967.000 – 659.000
= 308.000
Jadi pertambahan penduduk alami wilayah tersebut sebesar 308.000
jiwa.
2. Pertumbuhan Penduduk Total
Pertumbuhan penduduk total adalah suatu pertambahan penduduk
yang tidak hanya merupakan selisih kelahiran dan kematian namun
juga memperhatikan migrasi penduduk. Pertambahan penduduk ini
terjadi apabila, pertambahan penduduk setelah menjumlahkan kelahiran
dikurangi kematian dan imigrasi dikurangi emigrasi. Pertumbuhan
penduduk total dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut.
X = (L – M) + (I – E)
Keterangan:
X = pertumbuhan penduduk total
L = jumlah kelahiran
M = jumlah kematian
I = jumlah imigran
E = jumlah emigran
Contoh Soal:
Di suatu wilayah diketahui jumlah kelahiran sebesar 967.000 jiwa dan
kematian sebesar 659.000 jiwa, sedangkan terjadi imigrasi sebesar
889.000 jiwa dan emigrasi sebesar 512.000 jiwa.
Hitunglah pertumbuhan penduduk totalnya!
Jawab:
L = 976.000 I = 889.000
M = 659.000 E = 512.000
X = (L – M) + (I – E)
= (967.000 – 659.000) + (889.000 – 512.000)
= 308.000 + 377.000
= 685.000 jiwa
Jadi pertumbuhan pendunduk total wilayah tersebut sebesar 685.000
jiwa.
48 Geografi SMA / MA Kelas XI
3. Angka Kelahiran
a. Angka Kelahiran Kasar/Crude Birth Rate (CBR)
Angka kelahiran kasar adalah angka yang menunjukkan jumlah
kelahiran tiap 1.000 penduduk setiap tahun. Dapat diketahui dengan
rumus sebagai berikut.
CBR = �� L
K
P
Keterangan:
L = jumlah kelahiran bayi yang lahir pada tahun tertentu
P = jumlah penduduk pada pertengahan tahun
k = konstanta (1.000)
Contoh soal:
Di suatu wilayah diketahui bahwa jumlah penduduk pada
pertengahan tahun 2004 adalah 7.241.500 Jumlah kelahirannya
adalah 967.000 jiwa. Hitunglah angka kelahiran kasarnya!
Jawab:
L = 976.000
P = 7.241.500
CBR = �� L
K
P
CBR = �� 967.000
1000 = 134
7.241.500
Jadi CBR wilayah tersebut sebesar 134 bayi/1000 wanita.
b. Angka Kelahiran Menurut Umur/Age Specific Birth Rate (ASBR)
Pengukuran kelahiran ini mempertimbangkan pembagian
menurut jenis kelamin dan golongan umur. ASBR ialah angka yang
menunjukkan jumlah kelahiran setiap 1000 wanita golongan umur
tertentu setiap tahun. Dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut.
ASBR =
Bx
×K
Px
Keterangan:
Bx = jumlah anak yang lahir dari wanita kelompok umur tertentu
Px = jumlah wanita pada kelompok umur x
k = konstanta (1000)
Geografi SMA / MA Kelas XI 49
Contoh soal:
Pada suatu wilayah diketahui jumlah penduduk wanita umur 19-
30 tahun adalah 3.825.000 orang. Jumlah kelahiran dalam satu
tahun adalah adalah 967.000 bayi. Hitunglah angka ASBR nya!
Jawab:
Bx = 976.000
Px = 3.825.000
Jawab: ASBR = �� 967.000
1000
3.825.000
ASBR = 250 jiwa
Jadi ASBR pada wilayah tersebut adalah 250 bayi dari setiap 1000
wanita kelompok usia 19-30 tahun.
4. Angka Kematian
a. Angka Kematian Kasar/Crude Death Rate (CDR)
Angka Kematian Kasar ialah angka yang menunjukkan
banyaknya kematian setiap 1.000 orang dalam waktu setahun. Dapat
dihitung dengan rumus sebagai berikut.
CDR =
D
×K
P
Keterangan: D = jumlah kematian pada tahun tertentu
P = jumlah penduduk pada pertengahan tahun
k = konstanta (1.000)
Contoh soal :
Dalam suatu wilayah diketahui bahwa jumlah penduduk pada
pertengahan tahun adalah 7.241.500 jiwa sedangkan jumlah
kematiannya adalah 659.000. Hitunglah angka kematian kasarnya!
Jawab:
D = 659.000
P = 7.241.500
CDR = �� 659.000
1000 = 91 jiwa
7.241.500
Jadi pada wilayah tersebut dalam setahun terdapat kematian sebesar
91/1000 orang.
50 Geografi SMA / MA Kelas XI
Space Info
b. Angka Kematian Menurut Umur/Age Specific Death Rate
(ASDR)
Angka kematian menurut umur adalah angka yang menunjukkan
banyak kematian dari 1000 penduduk usia tertentu dalam waktu
setahun. Dapat dihitung dengan rumus:
ASDR =
Dx
×K
Px
Keterangan: Dx = jumlah anak yang lahir dari wanita
kelompok umur tertentu
Px = jumlah wanita pada kelompok umur x
k = konstanta (1000)
Contoh soal:
Dalam suatu wilayah jumlah penduduk wanita umur 19-30
tahun adalah 3.825.000 orang. Jumlah kematian golongan umur
tersebut dalam satu tahun adalah 144.000 orang. Berapakah ASDR
nya?
Jawab:
Dx = 144.000
Px = 3.825.000
ASDR = �� 144.000
1000
3.825
ASDR = 37.647 jiwa
Jadi ASDR wilayah tersebut adalah 17 orang dari tiap 1.000
penduduk golongan umur 19-30 tahun.
Tahukah anda bapak KB Nasional? Bapak KB Nasional adalah Prof. DR. H.
Haryono Suyono, MA. Beliau pernah menjabat sebagai Kepala BKKBN (Badan
Kordinasi Keluarga Berencana Nasional) periode 1983-1993. Prof. DR. H.
Haryono Suyono, MA merupakan tokoh yang dianggap berhasil dalam
memimpin pelaksanaan program Keluarga Berencana. Prof. DR. H. Haryono
Suyono, MA. adalah ahli komunikasi massa, sosiolog, demograf, dan penulis
kreatif yang saat ini masih memfokuskan pada permasalahan-permasalahan
kependudukan dan kemiskinan di Indonesia.
Geografi SMA / MA Kelas XI 51
5. Pertumbuhan Penduduk
Pertumbuhan penduduk adalah bertambahnya penduduk yang
selalu meningkat setiap tahunnya. Perhitungan pertumbuhan penduduk
alami dapat dihitung dengan mengetahui terlebih dahulu angka
kelahiran dan kematian. Pertumbuhan penduduk ini dinyatakan dengan
persen (%).
Berdasarkan hasil perhitungan yang sudah ada dapat kita ketahui
angka kelahiran kasar (CBR) pada propinsi tersebut adalah sebesar
134 dan angka kematian kasar (CDR) sebesar 91, sedangkan jumlah
penduduk adalah 7.584.000 jiwa maka tingkat pertumbuhan penduduk
alami wilayah tersebut adalah sebagai berikut.
Pertumbuhan penduduk alami = CBR-CDR × 100%
= 134 – 91 × 100% = 0,43%
Jadi pertumbuhan penduduk alami wilayah tersebut adalah 0,43 %.
6. Proyeksi Penduduk
Jumlah penduduk pada waktu yang akan datang dapat diperkirakan
atau diproyeksikan dengan rumus pertumbuhan geometris berikut.
Pn = Po (1+ r)n
Keterangan:
Pn = jumlah penduduk pada tahun n
Po = jumlah penduduk pada tahun 0 atau tahun dasar
n = jumlah tahun 0 hingga n
r = tingkat pertumbuhan penduduk per tahun (%)
Contoh Soal :
Berdasarkan perhitungan yang telah kita lakukan, tingkat pertumbuhan
penduduk per tahun adalah 0,43% apabila jumlah penduduk pada
tahun 2005 sebesar 7.584.000 jiwa. Berapakah proyeksi penduduk
wilayah tersebut pada tahun 2010?
Pn = Po (1 + r) n
= 7.584.000 (1 + 0,43 %)5
= 7.584.000 (1 + 0,0043)5
= 7.584.000 (1,0043)5
= 7.584.000 (1,115)
= 7.748.464 jiwa
Jadi proyeksi penduduk wilayah tersebut tahun 2005 dengan tingkat
pertumbuhan penduduk 0,43 %per tahun adalah 7.748.464 jiwa.
52 Geografi SMA / MA Kelas XI
Jumlah penduduk suatu wilayah (jiwa)
Luas wilayah (km²)
Tugas Individu
1. Berdasarkan data yang telah Anda dapat, hitunglah angka
kelahiran dan kematian di daerah Anda!
2. Bandingkan dengan hasil perhitungan teman Anda! Apakah
terjadi perbedaan yang cukup signifikan?
3. Serahkan hasilnya kepada Bapak/Ibu guru untuk dinilai!
    


Untuk mengetahui kepadatan penduduk di suatu wilayah, Anda tidak
harus pergi ke wilayah tersebut, Anda bisa mencari informasi tentang data
kependudukan di BPS terdekat. Misal Anda ingin mengetahui kepadatan
penduduk Kota Jakarta. Tanpa harus pergi ke Jakarta Anda dapat
mengetahuinya dengan mencari data dari BPS. Maka dapat diketahui bahwa
Jakarta mempunyai kepadatan penduduk
yang sangat tinggi. Hasil sensus
penduduk tahun 2000 menunjukkan
kepadatan penduduk di Jakarta
mencapai 12.635 per km2. Kepadatan
penduduk yang sangat tinggi tersebut
sangat berkebalikan dengan kota-kota
yang berada di luar P. Jawa, seperti
Papua yang hanya mempunyai kepadatan
berkisar 6 jiwa per km2.
Kepadatan penduduk adalah banyaknya
jumlah penduduk per satuan
unit wilayah. Kepadatan penduduk ini menunjukkan jumlah rata-rata
penduduk pada setiap km2 dalam suatu wilayah.
Kepadatan penduduk =
Pengukuran kepadatan penduduk suatu wilayah dapat dibedakan
menjadi empat, yaitu sebagai berikut.
1. Kepadatan penduduk aritmatik ialah kepadatan penduduk per satuan
luas, dihitung dengan rumus sebagai berikut.
Gambar 2.7 Permukiman penduduk yang padat
Sumber: Foto Haryana
Geografi SMA / MA Kelas XI 53
Jumlah penduduk petani (jiwa)
Luas lahan pertanian (km²)
Jumlah penduduk (jiwa)
Luas lahan pertanian (km²)
Jumlah penduduk (jiwa)
Kepadatan penduduk arimatik = Luas wilayah (km²)
Contoh soal:
Pada tahun 2005 jumlah penduduk di suatu wilayah sebesar 7.584.000
jiwa, sedang luas wilayah tersebut adalah 226.782 km2. Berapakah
kepadatan penduduk aritmatik wilayah tersebut?
Jawab:
jiwa/km2
7.584.000 33,44
226.782
��
Jadi kepadatan penduduk aritmatik wilayah tersebut adalah 33,44 jiwa/
km2..
2. Kepadatan fisiologis ialah jumlah penduduk tiap kilometer persegi tanah
pertanian.
Kepadatan penduduk fisiologis =
Contoh soal:
Diketahui jumlah penduduk suatu wilayah pada tahun 2005 sebesar
7.584.000 jiwa dan luas lahan pertaniannya sebesar 154.820 km2.
Berapakah kepadatan fisiologi wilayah tersebut?
Jawab :
7.584.000 48,99 jiwa/km2
154.820
��
Jadi kepadatan fisiologis wilayah tersebut adalah 49 jiwa/ km2 (dengan
pembulatan ke atas).
3. Kepadatan penduduk agraris adalah jumlah penduduk petani tiap km2
tanah pertanian.
Kepadatan penduduk agraris =
54 Geografi SMA / MA Kelas XI
Contoh soal:
Suatu wilayah pada tahun 2005 jumlah penduduknya sebesar
7.584.000 jiwa, dari jumlah penduduk tersebut 2.050.000 jiwa adalah
penduduk yang bekerja sebagai petani. Sedangkan luas wilayah
pertaniannya adalah 154.820 km2. Berapakah kepadatan agraris
wilayah tersebut ?
Jawab:
2.050.000 13 jiwa/km2
154.820
��
Jadi kepadatan agraris wilayah tersebut ialah 13 jiwa/km2.
4. Kepadatan penduduk ekonomi adalah jumlah penduduk pada suatu
wilayah didasarkan atas kemampuan wilayah yang bersangkutan.
Kemampuan wilayah yang dimaksud adalah kapasitas produksi
wilayah tersebut. Pengukuran kapasitas produksi suatu wilayah sulit
ditentukan sehingga pengukuran kepadatan ini jarang digunakan.
Perhitungan kepadatan penduduk secara aritmatik, fisiologis, agraris,
dan ekonomi, seperti yang telah kita pelajari menunjukkan bahwa kepadatan
penduduk bisa dilihat dari beberapa aspek. Berdasarkan aspek-aspek tersebut
dapat kita tentukan faktor-faktor yang memengaruhi kepadatan penduduk.
Kepadatan penduduk suatu wilayah ditentukan oleh beberapa faktor yaitu
sebagai berikut.
1. Kepadatan Penduduk Berdasarkan Faktor Fisiologis
Penduduk biasanya terkonsentrasi pada wilayah yang mempunyai
hambatan fisiologis yang kecil, misalkan pada wilayah-wilayah yang
datar, cukup tersedia air tanah, merupakan wilayah yang subur serta
transportasi mudah. Hal ini berlawanan dengan wilayah yang tandus,
air tanahnya sulit, atau wilayah pegunungan biasanya kepadatan
penduduknya kecil.
Space Info
Sumber: www.jakarta.go.id
Jumlah pendatang di Jakarta (2002-2005)
Tahun Eksodus Influks Perbedaan
2002 2.643.273 2.874.801 231.528
2003 2.816.384 3.021.214 204.830
2004 2.213.812 2.404.168 190.356
2005 ? ? 200.000-250.000*
Geografi SMA / MA Kelas XI 55
2. Kepadatan Penduduk Berdasarkan Faktor Biologis
Faktor ini dipengaruhi oleh tingkat kelahiran, kematian, dan
perkawinan yang berbeda-beda tiap wilayah sehingga pertumbuhan
penduduknya akan berbeda-beda pula.
3. Kepadatan Penduduk Berdasarkan Kebudayaan dan Teknologi
Masyarakat yang sudah modern dan sudah berteknologi tinggi
mampu menekan angka kelahiran maupun angka kematian.
Tugas Kelompok
1. Bentuklah kelompok yang terdiri atas empat siswa dengan tempat
tinggal yang berbeda kecamatan atau kelurahan!
2. Tiap siswa mengumpulkan data kependudukan daerah masingmasing,
di antaranya adalah data:
a. jumlah penduduk;
b. jumlah penduduk yang bermata pencaharian sebagai petani;
c. luas wilayah;
d. luas lahan pertanian.
3. Data dari masing-masing siswa yang berbeda tempat tinggalnya
tersebut, hitunglah dengan menggunakan rumus-rumus kepadatan
penduduk!
4. Bandingkan hasil masing-masing perhitungan, untuk mengetahui
faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan kepadatan penduduk
antara wilayah yang satu dengan yang lainnya!
5. Serahkan hasilnya kepada Bapak/Ibu guru untuk dinilai!


Bagaimana hasil pencarian dan penghitungan data yang telah Anda
lakukan sebelumnya? Adakah permasalahan yang dapat diungkap dari
penghitungan tersebut? Salah satu masalah yang bisa dilihat adalah apakah
dengan tingkat kepadatan penduduk yang ada, lapangan kerja yang ada
juga mencukupi.
Manusia tidak akan dapat bertahan hidup apabila tidak melakukan
sesuatu yang bernilai produktif sehingga dari hasil aktivitas tersebut dapat
digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Apabila Anda mau
56 Geografi SMA / MA Kelas XI
Jumlah angkatan kerja
Jumlah penduduk usia kerja
× 100%
memerhatikan maka sebenarnya terdapat umur-umur tertentu dari manusia
yang dapat melakukan hal-hal produktif, dan kemampuan antarmanusia
satu berbeda dengan manusia yang lain. Kenyataan yang terjadi di Indonesia
banyak anak di bawah umur telah melakukan pekerjaan yang bernilai
ekonomis sementara yang lain anak pada usia sama kegiatannya adalah
belajar di bangku sekolah. Lalu apakah yang disebut dengan tenaga kerja,
angkatan kerja, serta pengangguran?
Salah satu data yang sangat penting dalam pembangunan suatu wilayah
adalah mengenai tenaga kerja dan angkatan kerja. Semakin lengkap data
tentang ketenagakerjaan maka semakin mudah dan tepat dalam membuat
rencana pembangunan suatu wilayah.
Tenaga kerja (man power) ialah besarnya bagian dari penduduk yang
dapat diikutsertakan dalam proses ekonomi. Angkatan kerja ialah penduduk
yang berumur 15 tahun ke atas yang secara aktif melakukan kegiatan
ekonomis. Angkatan kerja terdiri atas:
1. penduduk yang bekerja;
2. penduduk yang mempunyai pekerjaan tetapi sementara tidak bekerja;
3. penduduk yang tidak mempunyai pekerjaan sama sekali tetapi mencari
pekerjaan secara aktif.
Sedangkan yang bukan angkatan kerja yaitu:
1. penduduk yang berusia 10 tahun atau lebih tidak bekerja atau tidak
mencari pekerjaan karena sekolah;
2. penduduk yang mengurus rumah tangga;
3. pensiunan;
4. penduduk yang secara fisik atau mental tidak memungkinkan untuk
bekerja.
1. Menghitung Angkatan Kerja
Angkatan kerja suatu wilayah dapat diketahui dengan mengetahui
terlebih dahulu Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK). Tingkat
Partisipasi Angkatan Kerja adalah persentase angkatan kerja terhadap
penduduk usia kerja dewasa. Rumus TPAK adalah sebagai berikut.
TPAK =
Data angkatan kerja dapat dicari dengan menanyakannya pada
petugas BPS atau Dinas Tenaga Kerja di daerah yang akan dihitung
TPAK nya. Coba carilah data angkatan kerja di daerah tempat tinggal
Anda!
Geografi SMA / MA Kelas XI 57
2. Pengangguran
Amatilah orang-orang di sekitar Anda! Apakah di antara mereka
ada yang tidak bekerja atau sedang mencari pekerjaan? Mereka inilah
yang kita kenal sebagai pengangguran. Apakah anggota keluarga Anda
ada yang sedang menganggur? Pengangguran adalah bagian dari
angkatan kerja yang tidak bekerja atau sedang mencari pekerjaan.
Pengangguran terbagi menjadi dua yaitu sebagai berikut.
a. Pengangguran terbuka ialah orang yang tidak bekerja sama sekali
atau sedang mencari pekerjaan.
b. Setengah pengangguran ialah orang yang bekerja hanya beberapa
jam tiap harinya atau kurang dari 25 jam per minggu.
Tugas Individu
1. Carilah data jumlah penduduk menurut umur di wilayah Anda!
2. Hitunglah TPAKnya!
3. Bandingkan dengan hasil perhitungan dari teman Anda yang
bertempat tinggal berbeda dengan Anda!
4. Analisislah mengapa hasil perhitungannya bisa berbeda!
5. Serahkan analisis Anda kepada Bapak/Ibu guru untuk dinilai!
    


Indonesia merupakan negara berkembang dengan jumlah penduduk
yang masih relatif tinggi. Saat ini Indonesia menempati urutan ke-4 jumlah
penduduk terbesar di dunia setelah Cina, India, dan Amerika. Perhatikan
jumlah penduduk di dunia berikut.
Tabel 2.1 Jumlah Penduduk Dunia
Cina
India
USA
Indonesia
Brasil
1.307.808.378
1.083.247.693
296.270.831
242.665.991
186.501.948
Jumlah 6.460.627.248
1.
2.
3.
4.
5.
No. Negara Jumlah Penduduk
58 Geografi SMA / MA Kelas XI
1971 - 1980 2,34%
1980 - 1990 1,97%
1990 - 2000 1,49%
Dasawarsa Laju Pertumbuhan Penduduk
Sumber: The World Fact Book, 2004 - 2005
Masalah kependudukan di Indonesia sama dengan masalah-masalah
yang dihadapi negara-negara berkembang lainnya, di antaranya jumlah
dan laju penduduk yang tinggi, persebaran penduduk tidak merata dan
mobilitas serta kualitas penduduk yang rendah.
1. Jumlah dan Laju Pertumbuhan Penduduk
Program kebijakan kependudukan yang telah diterapkan oleh
pemerintah Indonesia adalah Program Keluarga Berencana. Program
ini telah menampakkan hasil yang sangat besar, hal ini ditunjukkan
dengan menurunnya laju pertumbuhan mencapai 63,67 % dari periode
1971-1980.
Tabel 2.2 Laju Pertumbuhan Penduduk dari Periode 1971 - 2000
Data pada Tabel 2.3 menunjukkan apabila pola pertumbuhan
penduduk konstan maka laju pertumbuhan penduduk diperkirakan akan
mengalami penurunan yang nyata pada periode 2020 - 2030.
Laju pertumbuhan penduduk Indoensia dari periode ke periode
sebenarnya menunjukkan penurunan yang nyata namun karena jumlah
penduduk Indoensia yang besar maka laju pertumbuhan penduduk
Indonesia masih tergolong tinggi.
2. Persebaran Penduduk yang Tidak Merata
Persebaran penduduk Indonesia yang tidak merata menyebabkan
kepadatan penduduk Indonesia tidak seimbang. Tabel 2.3 menunjukkan
ketidakseimbangan kepadatan antara pulau Jawa dengan pulau-pulau
luar Jawa. Hasil sensus tahun 2000 menunjukkan bahwa persentase
penduduk yang tinggal di Pulau Jawa lebih tinggi mencapai kurang
lebih 60% dan kepadatan penduduk mencapai 951 jiwa/km2. Berbeda
sekali dengan pulau-pulau luar Jawa yakni Kepulauan Maluku, Papua
dan Kalimantan yang masing-masing luasnya hampir 4 kali Pulau Jawa
namun hanya dihuni penduduk kurang lebih 2% dari total penduduk
Indoensia atau dengan kepadatan 9 jiwa/km2.
Geografi SMA / MA Kelas XI 59
Tabel 2.3 Persebaran Kepadatan Penduduk Indonesia
Tahun 2000
3. Mobilitas Penduduk
Mobilitas penduduk disebut juga dengan gerakan penduduk yaitu
suatu gerakan perpindahan penduduk dari tempat satu ke tempat yang
lain. Mobilitas penduduk dapat dibedakan menjadi 3 yaitu sebagai
berikut.
a. Migrasi adalah perpindahan penduduk dari tempat satu ke tampat
yang lain dengan tujuan menetap yang dilakukan oleh perseorangan,
keluarga atau kelompok. Jenis-jenis migrasi antara lain sebagai
berikut.
1) Imigrasi adalah masuknya penduduk negara lain ke suatu
negara.
2) Emigrasi adalah keluarnya penduduk suatu negara ke negara
lain.
3) Remigrasi adalah kembalinya para emigran ke negara asalnya.
Perpindahan penduduk ke tempat lain selain dilakukan lintas
negara (internasional) namun juga terjadi di dalam negeri (nasional)
disebut dengan migrasi dalam negeri. Migrasi dalam negeri adalah
perpindahan penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lain dalam
suatu negara. Macam-macam migrasi dalam negeri yaitu sebagai
berikut.
1) Transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu wilayah
ke wilayah lain dalam satu wilayah negara.
2) Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota.
Suatu tinjauan menyangkut sensus penduduk tahun 1980 dan
1990 serta hasil antarsensus tahun 1995 menunjukkan bahwa
penduduk Indoensia senang berpindah (fairly mobile). Data
No. Prosentase terhadap luas
seluruh Indonesia
Kepadatan
penduduk/km²
Sumatra
Jawa
Bali dan Nusa Tenggara
Kalimantan
Sulawesi
Maluku dan Papua
1.
2.
3.
4.
5.
6.
480.847
127.569
73.137
574.194
191.671
443.336
25,43
6,75
3,87
30,37
10,14
23,45
90
951
152
20
78
9
Sumber: BPS, 2003
Pulau Luas (km²)
60 Geografi SMA / MA Kelas XI
Space Info
menunjukkan bahwa di Indonesia terdapat suatu arus migrasi dari
Pulau Jawa ke pulau luar Jawa. Selain itu, statistik kebupaten di
Jawa meunujukkan bahwa hanya ada sedikit daerah yang
mengalami arus migrasi. Wilayah yang mengalami migrasi masuk
ini adalah kabupaten-kota di JABOTABEK, Bandung, Pekalongan,
Tegal, dan Sidoarjo yang merupakan hasil limpahan dari Surabaya.
Semua daerah lainnya di pulau Jawa tumbuh pada suatu tingkat di
bawah laju petumbuhan penduduk alami. Ini menyiratkan bahwa
pusat-pusat kota seperti Jakarta dan Surabaya serta Bandung telah
menjadi pemusatan migrasi penduduk.
b. Mobilitas sirkuler adalah gerakan penduduk sementara, contoh para
buruh tani disaat sedang tidak musim tanam maka mereka pergi ke
kota untuk mencari tambahan
nafkah, namun apabila datang
musim tanam maka mereka
kembali ke desa untuk bertani
kembali.
c. Mobilitas ulang alik adalah
gerakan penduduk dalam waktu
24 jam sehingga pada hari
yang sama dapat pulang ke
tempat tinggalnya.
Salah satu dinamika penduduk yang unik adalah mobilitas penglaju
(commuter). Fenomena commuter ini dapat ditemui di Jakarta dan sekitarnya
(Botabek). Tahukah anda ? bahwa sebenarnya kurang lebih 89 % penduduk Jakarta
adalah para commuter yang tinggalnya di wilayah Botabek (Bogor, Tangerang
dan Bekasi), maka selebihnya atau kurang lebih 11 % adalah penduduk yang
tinggal di Jakarta atau di kenal dengan istilah penduduk malam hari.
4. Rendahnya Kualitas Penduduk
Tinggi rendahnya kualitas penduduk dapat dilihat dari tingkat
kesehatan, pendidikan, dan pendapatan.
a. Kualitas Kesehatan
Penentuan kualitas kesehatan penduduk dalam suatu negara
ditunjukkan oleh variabel angka kematian kasar, angka kematian
bayi, dan angka harapan hidup. Tingkat kesehatan penduduk suatu
Gambar 2.8 Mobilitas penglaju
Sumber: Foto Haryana
Geografi SMA / MA Kelas XI 61
negara dikatakan baik apabila angka kematian kasar dan angka
kematian bayi rendah serta angka harapan hidupnya tinggi.
Sedangkan tingkat kesehatan panduduk suatu negara dikatakan
rendah apabila angka kematian kasar dan kematian bayi tinggi dan
angka harapan hidupnya rendah.
Indonesia pada hasil sensus tahun 2000 mempunyai angka
kematian kasar sebesar 8,14/1000 penduduk, serta angka kematian
bayi sebesar 57,3 kematian/1000 kelahiran hidup dan angka
harapan hidup mencapai 66,2 tahun.
Angka kematian bayi merupakan parameter keberhasilan suatu
wilayah dalam menangani kesehatan ibu dan anak. Sedangkan
angka harapan hidup merupakan rata-rata umur penduduk suatu
negara juga merupakan parameter keberhasilan suatu wilayah
dalam menerapkan kebijaksanaannya di bidang kesehatan. Baik
angka kelahiran maupun angka harapan hidup sangat dipengaruhi
oleh fasilitas kesehatan dan fasilitas sosial lainnya. Suatu wilayah
jika fasilitas kesehatannya rendah maka dapat menurunkan harapan
hidup penduduknya.
b. Kualitas Pendidikan
Kualitas pendidikan penduduk Indonesia dapat diukur dari
angka partisipasi sekolah penduduk dan angka putus sekolah.
Angka partisipasi sekolah adalah proporsi dari keseluruhan
penduduk dari berbagai kelompok usia tertentu (7-12,13-15,16-18,
dan 19-24) yang masih duduk di bangku sekolah.
Tabel 2.4 Angka Partisipasi Sekolah dan Angka Putus Sekolah
Penduduk Indonesia Tahun 2002
c. Kualitas Pendapatan
Suatu negara diukur taraf hidupnya melalui pendapatan ratarata
perkapita negara tersebut. Pendapatan perkapita dipengaruhi
oleh besar kecilnya pendapatan ekonomi nasional dalam satu tahun
(Gross National Product) serta jumlah penduduk. GNP adalah suatu
Angka Partisipasi
Sekolah Angka Putuas Sekolah
7-12
13-15
16-18
19-24
96.1
79.3
49.9
11.7
7-15
16-18
19-24
2.8
9.4
11.1
Sumber: BPS dan BAPPENAS 2004
62 Geografi SMA / MA Kelas XI
GNP
Jumlah Penduduk
Tugas Kelompok
indeks yang menggambarkan tingkat kemakmuran suatu negara,
karena diukur dari keseluruhan barang dan jasa yang dihasilkan
oleh negara dalam tahun tertentu.
Pendapatan per kapita =
Penurunan pendapatan Indonesia mengakibatkan Indonesia
kembali menjadi kelompok negara miskin dengan GNP perkapita
hanya sedikit lebih banyak dari Zimbabwe, salah satu negara miskin
di Afrika dan dengan beban utang lebih dari Rp1.400 trilyun terdiri
Rp742 trilyun utang luar negeri dan sisanya adalah utang dalam
negeri.
1. Bentuklah kelompok yang beranggotakan tiga sampai empat
orang!
2. Carilah data tingkat kesehatan, jumlah orang yang masih sekolah,
dan jenis pekerjaan yang sering dilakukan oleh orang-orang di
sekitar Anda!
3. Analisis dan diskusikan data dan hasil pengamatan yang telah
dilakukan dengan kelompok lain!
4. Mintalah guru untuk menjadi moderatornya!
5. Buatlah kesimpulan terhadap masalah apa saja yang ada dalam
daerah yang dianalisis oleh tiap kelompok!
6. Serahkan hasil analisis kelompok Anda kepada Bapak/Ibu guru
untuk dinilai!
         

    


Data kependudukan menjadi lebih informatif apabila dituangkan dalam
bentuk tabel, grafik, dan peta. Karena melalui tabel, grafik, dan peta akan
didapat suatu pola tertentu atau dapat diambil kesimpulan tentang
keterkaitan atau hubungan antardata.
Geografi SMA / MA Kelas XI 63
Data kependudukan adalah kumpulan elemen data penduduk yang
terstruktur yang diperoleh dari hasil pendaftaran penduduk. Data penduduk
terdiri atas beberapa elemen sehingga pembaca atau pengguna dapat
dengan cepat memahami dan menganalisis suatu penyajian yang informatif.
1. Penyajian Data Penduduk dengan Peta
Menyajikan data penduduk dengan peta merupakan penyajian yang
dapat menginformasikan data secara keruangan. Melalui peta, data
penduduk dapat terlihat pola persebarannya sehingga dapat dianalisis
penyebab dan keterkaitan antarruang.
Contoh penyajian data penduduk dengan peta salah satunya adalah
peta kepadatan penduduk seperti pada gambar berikut.
2. Penyajian Data Penduduk dengan Grafik
Data penduduk yang disajikan dengan menggunakan grafik disebut
pula grafik kependudukan yaitu suatu visualisasi data atau informasi
tentang kependudukan secara ringkas, menarik, dan jelas dalam bentuk
garis dan lengkungan, lingkaran, persegi, dan titik-titik agar memudahkan
pembaca/pengguna dalam memahami data/informasi yang
disajikan.
Keunggulan penyajian data penduduk dengan menggunakan grafik
adalah:
a. pembaca lebih mudah dalam membandingkan data satu dengan
data yang lain,
b. dapat menggambarkan data kependudukan secara seri, dan
c. penyajian lebih menarik.
Gambar 2.9 Peta kepadatan penduduk Indonesia
Sumber: Atlas pelajar, 2003
64 Geografi SMA / MA Kelas XI
Selain memiliki keungggulan, penyajian data dengan grafik juga
mempunyai kelemahan yaitu penyajian data dengan grafik bersifat
aprosimatif (angka yang tercantum merupakan angka pendekatan)
sedangkan angka yang detail termuat dalam tabel.
Jenis grafik secara umum dibagi 3, yaitu:
a. grafik batang (bar graph) adalah grafik yang datanya diwakili oleh
segi empat berbentuk batang baik horizontal maupun vertikal.
b. grafik lingkaran (pie graph) adalah grafik yang berupa lingkaran
dengan jari-jari lingkaran yang membagi lingkaran tersebut secara
proporsional antara sudut lingkaran dengan persentase data.
c. grafik garis (line graph) adalah grafik yang datanya diwakili oleh
garis atau titik-titik.
Tabel 2.5 Contoh Data Angkatan Kerja Menurut Golongan Umur
Tahun 2000
Jumlah Angkatan Kerja Menurut Golongan Umur Tahun 2000
No. Golongan Umur Jumlah
1. 15-19 7.746.221
2. 20-24 12.077.515
3. 25-29 13.390.138
4. 30-34 12.456.416
5. 35-39 12.215.813
6. 40-44 10.661.377
7. 45-49 8.612.741
8. 50-54 6.427.222
9. 55-59 4.473.856
10. 60+ 7.589.644
14000
12000
10000
8000
6000
4000
2000
0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
77460
12077 12215
13390
12456
10661
7589
8612
6407
4478
Golongan Umur
Gambar 2.10 Grafik Batang
Geografi SMA / MA Kelas XI 65
Rangkuman
1. Antroposfer adalah lapisan yang berkaitan dengan segala
perkembangan dan aktivitas manusia di permukaan bumi.
2. Menghitung jumlah penduduk dengan dilakukan sensus,
registrasi, dan survei.
3. Komposisi penduduk adalah pengelompokan penduduk
berdasarkan kriteria-kriteria tertentu sesuai dengan tujuan
pengelompokan.
4. Pertumbuhan penduduk dapat dihitung dengan mengetahui
pertumbuhan penduduk alami dan total di mana komponenkomponennya
adalah angka kelahiran, kematian, dan migrasi.
5. Untuk mengetahui persebaran penduduk, maka harus
mengetahui terlebih dahulu kepadatan penduduk yang
dipengaruhi oleh faktor psikologis, biologi, kebudayaan, dan
teknologi.
6. Permasalahan penduduk di Indonesia antara lain rendahnya
kualitas kesehatan, rendahnya kualitas pendidikan, dan rendahnya
pendapatan.
Jumlah Angkatan Kerja Menurut Golongan Umur
Tahun 2000
18% 2% 4% 5% 7%
9%
11%
15% 13%
16%
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Gambar 2.11 Grafik Lingkaran
66 Geografi SMA / MA Kelas XI
  

Karena Lalai, Indonesia Kini Menghadapi Ledakan
Penduduk 4,3 Juta/Tahun
Samarinda (ANTARA News) - Tidak semua peninggalan Orde Baru buruk,
salah satunya program KB yang berhasil mengendalikan jumlah penduduk,
namun beberapa kali pemerintahan berkuasa lalai memperhatikannya sehingga
Indonesia kini menghadapi ledakan jumlah penduduk 4,3 juta per tahun.
“Masalah kependudukan ini terkait erat dengan program pengentasan kemiskinan.
Jumlah penduduk Indonesia kini sekitar 222,8 juta jiwa, urutan keempat terbesar
di dunia, dengan angka kelahiran mencapai 4,3 juta pertahun,” kata Kepala
Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr. Sumarjati Ajoso,
SKM di Samarinda.
Ketika berbicara pada acara penandatanganan Kesepakatan Bersama antara
BKKBN dengan Himpunan Perempuan Produktif (Hiperpro) Kaltim, ia
menambahkan bahwa tingginya angka kelahiran tersebut akan menjadi beban
pemerintah karena kualitas SDM juga masih sangat memprihatinkan. Sebagai
contoh lalainya pemerintah terhadap program KB, kantor BKKBN kini tidak
menjadi keharusan karena hal itu diserahkan kepada masing-masing daerah
sejak reformasi berjalan dan bergulirnya otonomi daerah.
Di Kaltim, contohnya, kantor BKKBN kini hanya “menempel” pada lembaga
lain, misalnya Kependudukan dan Catatan Sipil. Cuma tiga daerah yang
memiliki Kantor BKKBN, yakni Samarinda, Balikpapan, dan Kutai Kartanegara.
Tentang kualitas penduduk yang masih rendah, Sumaryati menyebut laporan
UNDP 2005 yang menyebutkan Human Development Index (HDI) Indonesia
hanya menempati peringkat ke 111 dari 177 negara di dunia.
Ketua Hiperpro Kaltim, Noorlaila, mengatakan kerja sama BKKBN dengan
Hiperpro Kaltim dituangkan dalam bentuk kegiatan pelayanan, antara lain
penyedian pelayanan KB, melakukan penyuluhan kesehatan reproduksi remaja
di sekolah, keluarga dan masyarakat dan memberikan pelayanan KB gratis
kepada masyarakat miskin di klinik-klinik kesehatan reproduksi.
Copyright © 2006 ANTARA
1. Indonesia saat ini tengah menghadapi ancaman ledakan penduduk,
menurut Anda bagaimana permasalahan ini bisa muncul sedangkan
negara Indonesia sebelumnya sukses dalam pencanangan program KB?
2. Dapatkah Anda menyebutkan faktor-faktor yang menyebabkan munculnya
ancaman ledakan penduduk di Indonesia saat ini?
3. Sebutkan usaha-usaha pemerintah selama ini dalam hal kebijaksanaan
kependudukan!
4. Menurut Anda, usaha-usaha apa saja yang dapat dilakukan untuk
menekan ancaman ledakan penduduk saat ini?
Geografi SMA / MA Kelas XI 67
I. Pilihlah salah satu jawaban yang benar!
Kerjakan di buku tugas Anda!
1. Ilmu yang mempelajari tentang dinamika penduduk disebut ....
a. ilmu kependudukan d. geografi
b. antroposfer e. etnografi
c. demografi
2. Sensus penduduk yang dikenakan pada penduduk yang bertempat
tinggal tetap pada suatu daerah disebut ....
a. de facto d. survei
b. registrasi e. de yure
c. sensus sampling
3. Pencatatan yang dilakukan di kantor desa terhadap suatu kejadian
penting seperti kelahiran, kematian, pernikahan disebut ....
a. sensus d. survei
b. sensus de yure e. registrasi
c. sensus de facto
4. Komposisi penduduk yang sangat penting dalam demografi karena
sering dilibatkan dalam setiap pembahasan suatu permasalahan
adalah ....
a. jenis kelamin dan umur
b. tingkat pendidikan dan jenis kelamin
c. umur dan tingkat pendidikan
d. jenis kelamin dan mata pencaharian
e. umur dan mata pencaharian
5. Di negara berkembang angka kelahiran dikatakan rendah jika CBR
per 1000 penduduk ....
a. < 40 d. > 30
b. < 30 e. 35
c. > 40
6. Suatu wilayah mengalami pertumbuhan penduduk alami jika perbandingan
antara jumlah kelahiran dengan jumlah kematian ....
a. kurang
b. lebih besar
c. sedikit
d. sama besar
e. lebih kecil
  
  

68 Geografi SMA / MA Kelas XI
7. Penduduk wanita Desa Jetis berusia 20–30 tahun pada tahun 2006
berjumlah 2.500 jiwa dan jumlah kelahiran hidup dari wanita
berusia 20–30 tahun berjumlah 75 jiwa. Jadi tingkat kelahiran bayi
menurut golongan umur di Desa Jetis adalah ... jiwa/tahun.
a. 34 d. 31
b. 33 e. 30
c. 32
8. Kepadatan penduduk dalam suatu wilayah sangat perlu diketahui
karena merupakan salah satu fungsi dari ....
a. angkatan kerja
b. ada tidaknya gejala kepadatan penduduk
c. angka beban tanggungan
d. tingkat kesehatan penduduk
e. tingkat pendidikan
9. Kelemahan penyajian data kependudukan dengan grafik yaitu ....
a. angka disajikan sangat detail
b. bersifat aprosimatif
c. tidak dapat menggambarkan suatu tren
d. tidak dapat menggambarkan data seri
e. data yang dibutuhkan sedikit
10. Kota mempunyai kepadatan penduduk yang sangat tinggi, maka
dapat dikatakan bahwa persebaran penduduk di kota sangat
dipengaruhi oleh ....
a. topografi d. kondisi alam
b. sarana dan prasarana e. kondisi tanah
c. sejarah
II. Jawablah dengan singkat dan jelas!
1. Apa yang dimaksud dengan komposisi penduduk?
2. Jelaskan macam-macam sensus penduduk!
3. Sebutkan perbedaan pertumbuhan penduduk alami dan pertumbuhan
penduduk total!
4. Apakah yang dimaksud dengna GNP? Bagaimana cara suatu
negara mengukur pendapatan perkapita?
5. Uraikan masalah-masalah kependudukan di Indonesia dengan
usaha-usaha yang telah dilakukan untuk mengatasi permasalahan
tersebut!
Geografi SMA / MA Kelas XI 69


I. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dengan memberi
tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d, dan e!
1. Teori pembentukan permukaan bumi yang dianggap sebagai
dasar persebaran flora fauna di bumi saat ini adalah ....
a. teori planetesimal d. teori apungan benua
b. teori kontraksi e. teori kabut
c. teori pasang surut gas
2. Berikut adalah pernyataan tentang bioma yang benar ....
a. bioma memiliki beragam jenis vegetasi yang kompleks
b. bioma merupakan eksosistem vegetasi yang berada di daerah
pantai
c. bioma merupakan komunitas vegetasi yang mempunyai
kemampuan adaptasi sama
d. bioma merupakan ekosistem vegetasi yang mempunyai
kesamaan pertumbuhan serta perilaku
e. bioma hanya tersebar di belahan bumi selatan
3. Faktor-faktor yang memengaruhi persebaran flora dan fauna di
permukaan bumi adalah ....
a. iklim, geologi, dan kondisi hidrologi
b. topografi, iklim, dan abiotik
c. kondisi air, abiotik, dan perilaku manusia
d. topografi, perilaku manusia, dan erodibilitas tanah
e. iklim, abiotik, dan lereng
4. Fauna yang berada di Indonesia bagian barat banyak memiliki
kesamaan dengan hewan-hewan yang berada di ....
a. provinsi australian d. provinsi neotropical
b. provinsi oriental e. provinsi ethiopian
c. provinsi neratic
5. Ekosistem berikut sering kita jumpai di daerah pesisir dan pantai
....
a. hutan nipah dan hutan mangrove
b. hutan hujan tropis dan hutan mangrove
c. hutan boreal dan hutan kelapa
d. hutan jati dan hutan hujan tropis
e. hutan mangrove dan hutan savana
70 Geografi SMA / MA Kelas XI
6. Kekhasan fauna yang berada di Pulau Papua bagian selatan
banyak dipengaruhi provinsi australian, contoh fauna tersebut
di antaranya adalah ....
a. gajah d. badak
b. harimau e. kuskus
c. beruang
7. Taman Nasional yang berada di Sulawesi Selatan yang bertujuan
melakukan konservasi terhadap ekosistem terumbu karang
adalah taman nasional....
a. Bunaken d. Karimun Jawa
b. Laut Banda e. Laut Jawa
c. Taka Bone Rate
8. Illegal logging yang terjadi saat ini mengakibatkan terganggunya
fungsi hutan yang berupa erosi. Fungsi ini disebut juga sebagai
....
a. fungsi ekonomi d. fungsi orologi
b. fungsi sosial budaya e. fungsi iklim
c. fungsi hidrologi
9. Padang rumput yang diselingi oleh pepohonan disebut ....
a. hutan hujan tropis d. hutan sabana
b. hutan musim e. hutan savana
c. hutan mangrov
10. Wilayah Indonesia yang merupakan persebaran hutan hujan
tropis adalah ....
a. Sumatra, Kalimantan, dan Nusa Tenggara Timur
b. Sumatra, Sulawesi, dan Kalimantan
c. Sumatra, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku
d. Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara
e. Sulawesi, Jawa, dan Nusa Tenggara
11. Perubahan penduduk yang disebabkan oleh faktor kelahiran,
kematian, dan migrasi disebut ....
a. transisi penduduk
b. komposisi penduduk
c. pertumbuhan penduduk
d. dinamika penduduk
e. struktur penduduk
Geografi SMA / MA Kelas XI 71
12. Kepadatan penduduk di Indonesia tidak merata, hal ini banyak
dipengaruhi oleh faktor ....
a. pendidikan d. kebudayaan
b. fisiologis e. teknologi
c. biologis
13. Pencacahan penduduk yang bersumber pada laporan monografi
desa yang bersifat kontinu adalah ....
a. sensus de yure
b. sensus de facto
c. sensus sampel
d. registrasi
e. survei
14. Struktur penduduk yang ditandai dengan kelompok usia 15
tahun ke bawah lebih kecil daripada kelompok penduduk usia
65 adalah ....
a. struktur penduduk muda
b. struktur penduduk tua
c. struktur penduduk stasioner
d. struktur penduduk tetap
e. struktur penduduk sedang
15. Suatu daerah yang diketahui angka kelahiran sbesar 98 dan
angka kematian 65 dengan jumlah penduduk sebesar 6.486.000
jiwa, maka angka pertumbuhan daerah tersebut adalah ....
a. 3,3 % d. 3,4 %
b. 3,8 %` e. 3,5 %
c. 3,1 %
16. Penduduk yang mempunyai pekerjaan tetap tetapi sementara
tidak bekerja termasuk ke dalam kelompok ....
a. pengangguran
b. angkatan kerja
c. tenaga kerja
d. setengah pengangguran
e. pengangguran terbuka
72 Geografi SMA / MA Kelas XI
17. Pada saat tidak musim tanam, banyak para petani pergi ke kota
untuk mencari pekerjaan sementara, namun di saat musim tanam
tiba para petani tersebut kembali ke desa untuk mengolah
lahannya kembali. Pergerakan penduduk yang dilakukan para
petani tersebut disebut ....
a. mobilitas ulang alik
b. mobilitas serkuler
c. commuter
d. remigrasi
e. transmigrasi
18. Suatu daerah yang memiliki angka kematian kasar dan kematian
bayi yang tinggi, serta umur harapan hidupnya rendah, maka
daerah tersebut dapat dikatakan ....
a. merupakan daerah kumuh
b. kualitas kesehatan yang baik
c. kualitas kesehatan yang rendah
d. baby boom
e. angka ketergantungan yang tinggi
II. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1. Apa yang dimaksud biosfer?
2. Sebutkan faktor-faktor yang memengaruhi persebaran flora fauna
di permukaan bumi ini!
3. Jelaskan bagaimana faktor geologi memengaruhi persebaran flora
fauna di permukaan bumi!
4. Apakah yang disebut dengan bioma?
5. Sebutkan vegetasi yang tumbuh di daerah hutan hujan tropis!
6. Keanekaragaman hayati di P. Sulawesi memiliki kekhasan flora
dan fauna, apa penyebabnya?
7. Apakah yang disebut dengan savana?
8. Sebutkan pembagian provinsi fauna di dunia?
9. Jelaskan persebaran fauna di Indonesia!
10. Apakah yang disebut dengan suaka margasatwa?
Geografi SMA / MA Kelas XI 73
PERSEBARAN
DAN PEMANFAATAN
SUMBER DAYA ALAM
BAB
3
Kata kunci : sumber daya alam, degradasi, pencemaran, eko-efisen
Mengapa sumber daya alam harus dipelajari?
Alam telah menyediakan berbagai bahan yang dibutuhkan oleh
manusia. Kita tinggal memanfaatkan secara seimbang. Dapatkah kita tetap
menjaga keseimbangan alam? Dengan memahami dan mengerti tentang
sumber daya alam akan membuat kita lebih menghargai alam.
Peta Konsep
Sumber Daya Alam
Pembangunan
berwawasan lingkungan
Peningkatan SDA secara
eko-efisien
Logam Nonlogam Minyak Gas
Tumbuhan Tanah Air Udara
dan hewan
terdiri atas
SDA dapat diperbaharui SDA tidak dapat diperbaharui
Potensi
Mineral Energi
Potensi
berpengaruh terhadap
Kerusakan SDA
74 Geografi SMA / MA Kelas XI
Bahan bakar minyak (BBM) merupakan kebutuhan yang sangat vital
bagi kehidupan manusia. Coba bayangkan bagaimana bila tidak ada bensin
dan solar? Apakah kendaraan bisa berjalan? Jawabnya tentu tidak bisa
karena kendaraan tersebut tidak mempunyai tenaga penggerak. Namun di
Indonesia sering mengalami yang disebut dengan kelangkaan BBM.
Mengapa hal ini bisa terjadi?
BBM hanya salah satu contoh masalah yang sekarang sedang dihadapi
oleh Indonesia. Masalah lainnya antara lain adanya tanah longsor, banjir,
kekeringan, dan kebakaran hutan. Mengapa Indonesia yang kaya akan
sumber daya alam bisa mengalami berbagai masalah tersebut? Bagaimana
caranya agar kita bisa lebih arif dalam memanfaatkan sumber daya alam,
sehingga berbagai masalah tadi bisa dihindari?
Tahukah Anda apa yang dimaksud dengan sumber daya alam? Dan
apa pengaruhnya bagi kehidupan manusia? Berikut ini akan kita pelajari
tentang sumber daya alam.
A PENGERTIAN SUMBER DAYA ALAM
Lihatlah di sekeliling Anda! Di antaranya ada berbagai jenis tanaman,
hewan, tanah, batuan, air, udara, dan matahari. Tahukah Anda bagaimana
bahan-bahan tersebut tercipta dan tersedia?
Bahan-bahan tersebut merupakan unsur-unsur yang disediakan oleh
alam dan terdapat di sekitar manusia. Kita sebagai manusia tinggal
mengambil dan memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Hal
inilah yang disebut dengan sumber daya alam.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa sumber daya alam
merupakan semua tata lingkungan biofisik yang potensial untuk pemenuhan
kebutuhan manusia. Bisa juga dipahami bahwa sumber daya alam
merupakan bahan-bahan yang ditemukan manusia dari alam untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam pengertian lain, sumber daya alam
diartikan sebagai suatu sumber daya yang terbentuk karena kekuatan
alamiah. Dapatkah kita hidup tanpa adanya sumber daya alam?
Sumber daya alam tersebut mutlak dibutuhkan oleh manusia, bahkan
keberadaannya tidak bisa ditawar lagi. Misalnya, di daerah kita terjadi
kekeringan atau kekurangan air, kita tentu akan mengalami kesulitan untuk
mandapatkan air bersih. Coba pikirkan bagaimana bila tidak ada air bersih?
Kita pasti akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan air minum, mandi,
mencuci, dan sebagainya. Kekurangan air bersih hanya merupakan salah
satu contoh bahwa sumber daya alam sangat kita butuhkan. Masih ada
Geografi SMA / MA Kelas XI 75
Tugas Individu
fakta lain yang bisa kita lihat bahwa sumber daya alam sangat penting bagi
kehidupan manusia. Coba pikirkan bila lahan untuk permukiman dan
pertanian semakin sempit, lapisan ozon yang semakin tipis sehingga udara
terasa semakin panas, dan ekosistem laut yang rusak karena tindakan
manusia yang ceroboh!
Dapat kita simpulkan lagi bahwa unsur-unsur lingkungan yang dapat
dimanfaatkan oleh manusia disebut juga sebagai sumber daya alam. Tanah,
batuan, air, udara, matahari, dan laut merupakan unsur-unsur lingkungan
yang mutlak dibutuhkan oleh manusia dalam pemenuhan kebutuhannya,
bahkan manusia tidak dapat hidup tanpa memanfaatkan unsur-unsur
lingkungan tersebut.
Carilah literatur dari perpustakaan dan internet tentang
pengertian serta pentingnya sumber daya alam bagi kehidupan
manusia! Catatlah pada buku tugas Anda agar bisa membandingkan
dengan hasil pengamatan teman Anda! Buatlah kesimpulan dari hasil
pengmatan seluruh siswa satu kelas agar catatan Anda lebih lengkap!
B POTENSI SUMBER DAYA ALAM
DAN PERSEBARANNYA
Anda tentu pernah mendengar Indonesia merupakan negara Zamrud
Khatulistiwa? Tahukah Anda mengapa Indonesia bisa disebut sebagai
zamrud khatulistiwa? Zamrud merupakan batu permata yang berwarna
hijau, bila diumpamakan bisa sebagai suatu daerah yang hijau karena
luasnya areal hutan. Sedangkan khatulistiwa merupakan garis yang
membagi bumi menjadi dua yaitu utara dan selatan. Dengan demikian bisa
dikatakan bahwa zamrud khatulistiwa merupakan suatu daerah subur atau
hijau yang terletak di garis khatulistiwa. Indonesia merupakan negara yang
terletak di garis khatulistiwa.
Daerah yang hijau berarti tanahnya merupakan tanah yang subur
sehingga cocok untuk berbagai kegiatan pertanian. Tanah sebagai sumber
daya alam bisa saja berkurang tingkat kesuburannya bila pengelolaannya
tidak tepat. Dengan demikian, tanah bisa kita perbaiki potensinya namun
bisa juga kita kehilangan potensinya. Tanah merupakan salah satu contoh
sumber daya alam yang potensinya bisa berubah, bagaimana dengan
keberadaan air, udara, batuan atau mineral nonlogam, dan logam? Kita
akan membahasnya pada materi berikut ini.
76 Geografi SMA / MA Kelas XI
1. Sumber Daya Alam yang Dapat Diperbarui
(Renewable Resources)
Pada pembahasan sebelumnya telah diketahui bahwa tanah
merupakan sumber daya alam yang bisa berubah potensinya. Tahukah
Anda bahwa unsur-unsur yang terkandung dalam tanah bisa berkurang
bahkan habis? Amatilah pemanfaatan tanah di sekitar Anda! Apakah
tanahnya banyak yang dimanfaatkan untuk permukiman atau untuk
pertanian?
Tanah yang digunakan untuk pertanian berarti tanah tersebut
mengalami suatu proses. Proses yang terjadi pada tanah karena tanah
diolah dengan menggunakan suatu sistem. Misalnya pengelolaan tanah
dengan cara tradisional dan penggunaan alat-alat modern. Sistem-sistem
tersebut merupakan suatu cara untuk mengolah suatu lahan pertanian
agar bisa menghasilkan sesuatu. Tahukah Anda apa dampak dari
pengelolaan tersebut bagi tanah?
Pengelolaan tanah dalam sistem pertanian bisa mengurangi unsur
hara yang terkandung di dalam tanah. Apakah unsur hara itu? Unsur
hara merupakan suatu zat yang dibutuhkan oleh tanaman untuk
pertumbuhannya. Berarti bila unsur hara dalam tanah habis maka
potensi tanah ada penurunan. Manusia tidak tinggal diam melihat unsur
hara habis. Mereka tetap berusaha agar unsur hara tersebut bisa tetap
ada. Usaha-usaha itu antara lain adalah dengan memupuk tanah dan
mencangkul tanah dengan tepat.
Dalam uraian di atas dikatakan bahwa tanah mengalami
penurunan potensi, namun manusia juga melakukan berbagai usaha
agar tanah bisa tetap dimanfaatkan sebagai lahan pertanian. Atau agar
tanah tetap berpotensi menghasilkan hasil-hasil pertanian yang
berkualitas. Hal-hal yang dialami oleh tanah tersebut membuktikan
bahwa tanah merupakan sumber daya alam yang bisa diperbarui. Coba
buat kesimpulan sendiri tentang maksud dari sumber daya alam yang
dapat diperbarui! Bandingkan dengan pengertian berikut ini!
Sumber daya alam yang dapat diperbarui ialah sumber daya alam yang
dapat dimanfaatkan lagi setelah pemakaian karena kemampuan
pembaharuan kembali dalam waktu relatif cepat sehingga sumber daya
alam ini tidak akan habis.
a. Sumber Daya Tumbuhan dan Hewan
Mengapa tumbuhan dan hewan merupakan suatu sumber
daya? Manusia tidak dapat hidup tanpa adanya tumbuhan dan
hewan. Kebutuhan pangan manusia dipenuhi oleh adanya
tumbuhan dan hewan. Lalu mengapa tumbuhan dan hewan
termasuk dalam sumber daya alam yang dapat diperbaharui?
Geografi SMA / MA Kelas XI 77
Tumbuhan dan hewan merupakan makhluk hidup yang mampu
tumbuh dan bereproduksi. Tumbuh dan bereproduksi ini yang
menyebabkan hewan dan tumbuhan selalu ada, namun perlu
diingat kelangsungan proses tersebut, saat ini banyak ditentukan
pula oleh manusia yang sering disebut sebagai budi daya.
Budi daya tumbuhan dan hewan oleh manusia dikelompokkan
dalam kegiatan-kegiatan berikut.
1) Pertanian
Pertanian dalam arti sempit adalah kegiatan bercocok tanam
sehingga menghasilkan bahan pangan. Kegiatan bercocok tanam
dapat dibedakan menjadi 3 bentuk, sebagai berikut.
a) Sawah
Sawah adalah sistem
pertanian lahan basah yang
menggunakan perlakuan
dengan mengairi lahan.
Pengairan sawah dapat dilakukan
dengan irigasi atau
tadah hujan.
Ciri-ciri sawah antara lain:
(1) membutuhkan air yang
cukup banyak,
(2) pengolahan tanah dilakukan
secara teratur,
(3) merupakan pertanian menetap, dan
(4) jenis tanaman adalah padi.
Sawah di Indonesia terdiri atas:
(1) sawah irigasi adalah sawah yang sistem pengairannya
teratur, sumber air biasa berasal dari aliran sungai/waduk;
(2) sawah tadah hujan adalah sawah yang sistem pengairannya
tergantung dengan air hujan;
(3) sawah bencah (sawah pasang surut) adalah sawah yang
terletak di daerah rawa-rawa pantai yang telah kering atau
sering pula di daerah muara sungai yang besar; dan
(4) sawah lebak adalah sawah yang memanfaatkan lahan di
kanan kiri sungai.
b) Ladang
Ladang merupakan sistem pertanian pada lahan kering
yang sering disebut juga “huma”. Sistem pertanian ini
berpindah-pindah yaitu melakukan pembukaan hutan dengan
Gambar 3.1 Bertanam padi di sawah
Sumber: www.rice.net.edu
78 Geografi SMA / MA Kelas XI
cara pembakaran lahan yang telah terbuka ditanami padi dan
jenis-jenis palawija. Sistem ini berakibat pada kerusakan hutan,
tanah longsor, dan banjir.
c) Tegalan
Tegalan merupakan sistem pertanian lahan kering yang
sudah menetap. Jenis tanaman yang ditanam pada lahan ini di
antaranya palawija dan padi gogo.
2) Perkebunan
Perkebunan adalah bentuk dari pertanian yang menanam jenis
tanaman perdagangan untuk keperluan industri. Jenis tanamannya,
antara lain tebu, tembakau, teh, cengkeh, karet, kopi, coklat, dan
kelapa sawit.
3) Peternakan
Peternakan adalah usaha pembudidayaan hewan ternak
tertentu dengan tujuan pemenuhan kebutuhan hidup mausia. Jenisjenis
peternakan antara lain sebagai berikut.
a) Peternakan hewan besar, meliputi hewan ternak sapi, kerbau,
dan kuda. Peternak sapi di antaranya terdapat di Boyolali,
Padang, NTT, Sulawesi Selatan, dan Madura. Peternak kerbau
terdapat di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatra, Sulawesi Selatan,
dan NTT. Peternakan kuda di antaranya terdapat di NTT dan
Sulawesi Selatan.
b) Peternakan hewan kecil, hewan yang dibudidayakan antara lain
kambing, domba, babi. Peternak kambing banyak terdapat di
Jawa dan Madura. Sedangkan peternak domba terdapat di Jabar
dan peternak babi banyak terdapat di Bali dan Papua.
c) Peternakan unggas, hewan yang dibudidayakan adalah
binatang-binatang jenis unggas seperti ayam, itik, burung.
Budidaya peternakan jenis ini banyak terdapat di seluruh
wilayah Indonesia.
Sumber: Foto Haryana
Gambar 3.2 Peternakan bebek, kambing, dan sapi termasuk sumber daya yang dapat diperbarui.
Geografi SMA / MA Kelas XI 79
Tugas Kelompok
c. Sumber Daya Perikanan
Perikanan adalah segala usaha pembudidayaan ikan. Kegiatan
pembudidayaan ikan di antaranya meliputi pemijahan benih ikan,
penaburan benih, memelihara ikan, menangkap ikan, dan
pengolahan ikan.
Perikanan dapat dibagi sebagai berikut.
1) Perikanan Darat/Air Tawar
Perikanan air tawar adalah pembudidayaan
jenis ikan air tawar yang
meliputi ikan mas, gurami, mujahir,
tawes, lele, dan nila. Kegiatan ini
dilakukan dengan cara:
a) pembuatan kolam, dan
b) pembuatan karamba (keranjang
kotak dari bambu yang diletakkan
di sungai atau waduk/danau).
2) Perikanan Air Payau
Usaha perikanan dengan membuat
tambak atau sebagai tempat budi daya
ikan yang berada di wilayah pantai
karena sumber air tambak berasal dari
air sungai dan laut. Jenis ikan yang
dibudidayakan antara lain adalah
bandeng dan udang.
3) Perikanan Laut
Usaha perikanan dengan menangkap ikan di laut. Usaha
perikanan ini bersifat eksploratif sehingga memerlukan banyak
peralatan, di antaranya perahu/kapal serta alat-alat penangkapan
ikan yang lain.
1. Bentuklah kelompok yang terdiri atas tiga sampai empat orang!
2. Lakukan pengamatan terhadap usaha-usaha manusia dalam
mereproduksi sumber daya alam hayati!
3. Lakukan wawancara terhadap orang yang melakukannya! Di
antaranya adalah tanyakan tentang prosesnya, bahan yang
dibutuhkan apa saja, dan bagaimana hasilnya!
Sumber: www.fish.net.edu
Gambar 3.3 Budidaya ikan
air tawar.
80 Geografi SMA / MA Kelas XI
4. Jika memungkinkan lakukan uji coba berdasarkan hal-hal yang
sudah Anda dapatkan dalam kegiatan tersebut!
5. Buatlah laporan dari hasil pengamatan dan wawancara, dan uji
coba tersebut!
6. Serahkan laporan Anda kepada Bapak/Ibu guru untuk dinilai!
c. Sumber Daya Air
Dapatkah Anda hidup tanpa air? Tentu tidak, bukan? Air
merupakan kebutuhan pokok bagi manusia. Manusia membutuhkan
air untuk memenuhi kebutuhan minum, makan, mencuci, dan
kegiatan kebersihan lain.
Air dapat dibagi menjadi 2 jenis, sebagai berikut.
1) Air Permukaan
Air permukaan adalah air yang mengalir atau berada di atas
permukaan bumi, seperti sungai, danau, dan rawa.
a) Sungai
Sungai merupakan sumber daya air yang sangat
penting bagi manusia. Manfaat keberadaan sungai bagi
manusia di antaranya adalah:
(1) sarana transportasi,
(2) sumber energi, dapat digunakan sebagai pembangkit
tenaga listrik,
(3) sumber ikan air tawar,
(4) pemenuhan kebutuhan MCK,
(5) irigasi,
(6) objek wisata, dan
(7) sumber bahan tambang seperti pasir dan batu.
Berdasarkan letak sungai dalam daerah aliran sungai,
maka sungai dapat dibagi menjadi 3, sebagai berikut.
(1) Sungai Bagian Hulu
Sungai-sungai yang berada di bagian hulu suatu
DAS biasanya relatif jernih. Masyarakat banyak
memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan MCK
dan irigasi. Beberapa sungai yang mempunyai aliran
yang deras banyak dimanfaatkan penduduk sebagai
pembangkit listrik secara lokal.
Geografi SMA / MA Kelas XI 81
(2) Sungai Bagian Tengah
Kualitas sungai bagian tengah biasanya telah
menurun dibandingkan dengan sungai bagian hulu.
Selain kegiatan MCK, sungai bagian ini bahkan
dijadikan tempat pembuangan limbah baik limbah
industri maupun domestik.
(3) Sungai Bagian Hilir
Sungai bagian hilir merupakan sungai yang hampir
mendekati muara. Setelah kita tahu kualitas sungai
bagian hulu dan tengah, tentu kita bisa membayangkan
bagaimana kualitas sungai di bagian hilir, bukan?
Kualitas sungai di bagian hilir biasanya sangat rendah
karena merupakan akumulasi dari sungai-sungai
bagian atasnya. Berbagai pemanfaatan sudah dilakukan
manusia terhadap sungai bagian ini. Pemanfaatan
terhadap sungai bagian hilir yang tidak terdapat pada
bagian-bagian lain adalah pemanfaatan air sungai
sebagai sumber air pada tambak udang dan bandeng.
Sungai berdasarkan debitnya, dapat dibagi menjadi tiga.
(1) Sungai Permanen
Sungai yang debit airnya relatif besar sepanjang
tahun, pemanfaatan sungi jenis ini adalah sebagai
sarana transporatasi, MCK, dan sumber ikan tawar.
Sungai-sungai jenis ini antara lain di Sungai Mahakam,
Sungai Kapuas, dan Sungai Barito.
(2) Sungai Periodik
Sungai jenis ini debit airnya besar di saat hujan
dan sangat kecil di saat kemarau. Pemanfaatan sungai
jenis ini selain sebagai pemenuhan kebutuhan MCK,
Sumber: Encarta Ensiklopedia, 2006
Gambar 3.4 Manfaat sungai sebagai sarana jual
beli masyarakat.
82 Geografi SMA / MA Kelas XI
Tugas Individu
sumber ikan tawar juga sebagai lahan pertanian.
Pemanfaatan sungai sebagai lahan pertanian dilakukan
masyarakat di saat air surut pada musim kemarau.
Sungai-sungai jenis ini terdapat pada sungai-sungai di
Jawa.
(3) Sungai Episodik
Debit sungai ini sangat banyak di saat hujan dan
kering sama sekali di saat musim kemarau. Pemanfaatan
sungai dilakukan pada waktu sungai dialiri air
saja. Sungai-sungai jenis ini terdapat di NTT.
Bagaimanakah pemanfaatkan sungai-sungai di daerah tempat
tinggal Anda? Cobalah lakukan identifikasi sungai-sungai di daerah
Anda tersebut, lalu sebutkan termasuk jenis sungai apa, dan apa saja
pemanfaatan yang dilakukan oleh masyarakat sekitar!
b) Danau
Masih ingatkah Anda pengertian danau pada kelas X? Coba
buka kembali buku kelas X dan pahami pengertian danau!
Macam-macam danau dapat dibedakan menjadi 4, yaitu sebagai
berikut.
(1) Danau Tektonik
Danau tektonik terjadi akibat tenaga endogen di
antaranya adalah Danau Singkarak, Danau Tempe, dan
Danau Poso. Pemanfaatan danau jenis ini di antaranya
sebagai budi daya ikan air tawar baik penangkapan ikan
maupun budi daya karamba, pembangkit tenaga listrik,
MCK, irigasi pertanian, dan tempat objek wisata.
(2) Danau Vulkanik
Pemanfaatan danau vulkanik selama ini masih terbatas
sebagai objek wisata. Lokasinya yang berada di pegunungan
menyebabkan pemanfaatan danau ini yang kurang
maksimal. Danau ini di antaranya Danau Telaga Warna,
Danau Batur, dan Danau Kawah Ijen.
(3) Danau Karst
Danau karst merupakan danau yang berada di daerah
kapur terjadi akibat proses pelarutan. Danau jenis ini akn
terisi air hanya pada saat musim penghujan, sedangkan
Geografi SMA / MA Kelas XI 83
musim kemarau danau kering. Pemanfaatan danau ini
dilakukan pada saat musim hujan sebagi pusat kegiatan
MCK. Danau jenis ini terdapat di Pegunungan Sewu
Gunung Kidul Yogyakarta.
c) Rawa
Rawa dan danau sebenarnya sama-sama badan air yang
ada di daratan. Cobalah ingat kembali materi kelas X, dapatkah
Anda membedakan antara rawa dan danau? Sebutkan ciri-ciri
masing-masing!
Berikut ini adalah jenis-jenis rawa.
(1) Rawa Mangrove
Rawa jenis ini berada di daerah pantai yang dipengaruhi
oleh aktivitas pasang surut air laut. Pemanfaatkan rawa ini
bagi manusia di antaranya sebagai penghalang terjadinya
abrasi pantai, sebagai filter sedimen yang berasal dari
daratan menuju ke pantai, sebagai habitat ikan dan
bandeng. Rawa mangrove banyak terdapat di Indonesia, di
antaranya di Jakarta, Jepara, Cilacap, sepanjang pantai
timur Sumatra, pantai di Kalimantan, dan Papua.
(2) Gambut
Masih ingatkah Anda bagaimana terjadinya gambut?
Coba ingat kembali dengan membuka buku kelas X.
Pemanfaatan gambut di antaranya sebagai lahan pertanian.
Pemanfaatan gambut sebagai lahan pertanian ini
memerlukan perlakuan khusus yakni dengan menambahkan
kapur untuk menetralkan kondisi pH tanah gambut yang
sangat masam. Pada gambut yang sudah mengalami proses
lebih lanjut akan terbentuk batu bara. Pemanfaatan batu
bara digunakan sebagai sumber energi.
d) Air Tanah
Air tanah adalah air yang tersimpan di dalam lapisan tanah.
Pemanfaatan air tanah digunakan sebagai pemenuhan
kebutuhan MCK dengan cara mengebor ke dalam tanah dan
menjadikannya sumur.
(1) Air Tanah Dangkal
Sumur-sumur yang berada di perumahan penduduk
di sekitar Anda merupakan air tanah dangkal. Dapatkah
Anda menyebutkan pemanfaatan air tanah dangkal?
84 Geografi SMA / MA Kelas XI
(2) Air Tanah Dalam
Air tanah dalam memiliki kualitas yang lebih baik
dibanding air tanah dangkal, namun untuk mendapatkannya
manusia harus melakukan pengeboran sampai
berpuluh-puluh meter.
Saat ini air tanah dalam sebenarnya merupakan sumber
daya alam yang dilindungi. Pemanfaatannya diatur oleh
UU, untuk menghindari eksploitasi yang berlebihan. Air
tanah jenis ini banyak dimanfaatkan untuk kegiatan
industri, hotel, mall, dan perkantoran.
d. Sumber Daya Alam Tanah
1) Faktor-Faktor Pembentukan Tanah
Masih ingatkah Anda apakah tanah itu? Tanah adalah
akumulasi lapisan permukaan bumi teratas yang terbentuk dari
pelapukan batuan dan organisme. Lalu, faktor-faktor apa saja
yang memengaruhi pembentukan tanah tersebut?
Faktor-faktor yang memengaruhi pembentukan tanah
adalah iklim, makhluk hidup (tanaman atau organisme), bahan
induk, topografi, dan waktu. Dapatkah Anda menjelaskan
bagaimana kelima faktor di atas dapat memengaruhi pembentukan
tanah?
Perhatikan fakta berikut!
a) Di Kalimantan, pesisir timur Sumatra, dan di sepanjang
pesisir barat Papua banyak dijumpai tanah jenis organosol
yaitu jenis tanah yang banyak mengandung bahan organik
yang terbentuk dari sisa-sisa tumbuhan. Karena kandungan
bahan organik dan kelembapan yang sangat tinggi maka
tanah ini juga memiliki kemasaman tanah yang tinggi,
sehingga apabila dimanfaatkan untuk lahan pertanian maka
diperlukan perlakuan-perlakuan khusus.
b) Daerah-daerah di Indonesia yang berada di sekitar gunung
berapi memiliki jenis tanah yang berbeda dari kedua jenis
tanah di atas. Tanah di sekitar gunung berapi berjenis tanah
andosol dengan tingkat kesuburan yang tinggi sehingga
masyarakat sekitar memanfaatkannya sebagai lahan
pertanian.
Secara makro perbedaan kedua jenis tanah pada daerah di
atas disebabkan oleh perbedaan bahan induk, yaitu gambut dan
material vulkanik. Perbedaan bahan induk adalah faktor utama
Geografi SMA / MA Kelas XI 85
yang memengaruhi perbedaan jenis tanah. Bagaimanakah faktorfaktor
pembentuk tanah yang lain dapat memengaruhi
pembentukan tanah? Pembentukan tanah dipengaruhi juga iklim
mikro pada suatu daerah, keberadaan organisme yang hidup
pada daerah tersebut, serta perakaran tumbuhan maka akan
dihasilkan jenis-jenis tanah yang berbeda. Setujukah Anda
dengan pendapat tersebut? Bagaimana faktor iklim, makhluk
hidup, serta waktu dalam memengaruhi pembentukan tanah
pada tempat-tempat tersebut?
2) Persebaran Jenis-Jenis Tanah di Indonesia dan
Pemanfaatannya
Kita telah mengetahui bahwa Indonesia merupakan suatu
negara dengan kondisi topografi yang beragam. Apakah
keberagaman kondisi topografi tersebut memengaruhi jenis
tanah? Jenis tanah yang berbeda dapat kita ketahui berdasarkan
pemanfaatannya yang berbeda-beda. Misalnya, lahan di
pinggiran sungai banyak dimanfaatkan untuk bertani karena
lahan tersebut subur dan airnya tercukupi. Tanah ini bisa kita
kenal sebagai tanah aluvial. Jenis-jenis tanah di Indonesia antara
lain adalah sebagai berikut.
a) Aluvial
Jenis tanah aluvial yang terbentuk dari material
endapan sungai biasa ditemukan pada daerah yang masih
terpengaruh aktivitas sungai, misal pada dataran banjir
(flood plain) atau pada tanggul alami (natural levee).
Jenis tanah aluvial selain
didapati di lingkungan
pengendapan sungai juga
dapat ditemukan di daerah-
daerah dataran rendah
yang merupakan daerah
endapan dari material di
atasnya yang terendapkan
akibat adanya erosi atau
longsoran. Akumulasi material
endapan ini lama
kelamaan akan membentuk
suatu tanah yang disebut
sebagai tanah aluvial.
Gambar 3.5 Daerah dataran rendah
sekitar sungai merupakan daerah
persebaran tanah aluvial.
Sumber: Encarta Ensiklopedia, 2006
86 Geografi SMA / MA Kelas XI
Tanah aluvial banyak dimanfaatkan untuk lahan
pertanian, karena tanah aluvial termasuk jenis tanah yang
subur.
b) Tanah Andosol
Kawasan pegunungan berapi (vulkan) merupakan
kawasan yang subur dengan ditumbuhi berbagai macam
bunga dan sayuran.
Tanah di kawasan gunung berapi terbentuk dari
material gunung api saat gunung api tersebut meletus.
Material yang terendapkan melalui periode waktu atau
mengalami pengendapan yang berulang-ulang yang
akhirnya membentuk tanah yang kaya akan unsur hara.
Tanah tersebut dinamakan tanah andosol atau sering pula
disebut sebagai tanah vulkanis. Pemanfaatan tanah andosol
antara lain untuk pertanian (sawah dan palawija) dan
perkebunan.
Tanah andosol di Indonesia tersebar di jalur
pegunungan api di Sumatra, Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa,
Sulawesi, Maluku, dan Papua.
c) Tanah Grumusol
Tanah grumusol memiliki ciri teksturnya sangat liat,
telah mengalami perkembangan profil dengan konsistensi
saat basah sangat lekat dan plastis, sedang di saat kering
akan pecah-pecah, permeabilitas lambat, dan umumnya
bersifat alkalis. Tanah grumusol biasanya berasal dari bahan
Sumber: Encarta Ensiklopedia, 2006
Gambar 3.6 :Tanah andosol.
Geografi SMA / MA Kelas XI 87
induk batu kapur, batuan lempeng, atau mergel. Persebaran
jenis tanah ini di daerah iklim subhumid atau subarid yang
memiliki curah hujan kurang dari 2.500 mm/th. Tanah jenis
ini banyak dimanfaatkan untuk pembuatan gerabah dan
tanaman ladang.
d) Tanah Organosol/Gambut
Telah disampaikan di atas,
bahwa tanah organosol adalah
tanah yang terbentuk dari sisa-sisa
tanaman. Secara umum tanah ini
dinamakan tanah gambut. Tanah
organosol memiliki kandungan
bahan organik tinggi sehingga
tidak mengalami perkembangan
profil, seperti horison-horison pH
tanah masam (pH 3,5). Tanah
jenis ini tersebar di pantai timur
Sumatra, Kalimantan, dan Papua.
Pemanfaatan tanah organosol
memerlukan cara dan perlakuan
khusus. Misalnya, pemanfaatan
untuk perkebunan harus dengan teknik drainase yang
khusus. Untuk permukiman, pembuatan rumahnya dibuat
panggung.
e) Tanah Litosol
Tanah litosol ini dapat kalian temukan di daerah-daerah
pegunungan yang tererosi berat. Tanah litosol tanpa atau
sedikit mengalami perkembangan profil, batuan induknya
berupa batan beku atau sedimen keras. Tekstur tanah pada
umumnya berpasir, dan banyak mengandung batu serta
kerikil. Kesuburan tanah ini bervariasi, dan dapat dijumpai
di berbagai jenis iklim, umumnya di topografi berbukit,
pegunungan, lereng miring sampai curam. Lahan ini kurang
cocok untuk pertanian, karena unsur haranya sangat
kurang.
f) Tanah Regosol
Tanah regosol adalah nama lain dari tanah muda
karena profil tanahnya belum mengalami deferensiasi
horison. Memiliki ciri tekstur tanah pasir, konsistensi lepaslepas,
pH umumnya sedang, dan tingkat kesuburannya
sedang. Biasanya dimanfaatkan unutk pertanian semusim.
Gambar 3.7 Ilustrasi pembentukan tanah gambut.
Rawa purba
Fosil tumbuhan
Air
Endapan
Gambut
Air
Endapan dan
endapan batuan
Batubara
Sumber: Encarta Ensiklopedia, 2006
88 Geografi SMA / MA Kelas XI
g) Tanah Podzolik
Tanah podzolik berbahan induk batuan pasir dengan
kandungan kuarsa yang tinggi, batuan lempung, dan tuf
vulkan masam.
Persebaran jenis tanah ini terdapat pada daerah
topografi pegunungan dengan iklim basah dan curah hujan
lebih dari 2000 mm/th tanpa bulan kering, dapat dijumpai
di daerah Kalimantan Tengah, Sumatra Utara, dan Papua.
Berdasarkan uraian dapat diketahui tempat persebaran jenis
tanah ini, pada daerah tersebut merupakan daerah yang
sebagian besar dimanfaatkan untuk hutan.
e. Sumber Daya Alam Udara
1) Pengertian Sumber Daya Udara
Anda tentunya mengetahui permasalahan lingkungan yang
hampir dipastikan setiap tahun akan terjadi di Indonesia.
Bahaya banjir dan erosi merupakan permasalahan Indonesia
pada saat musim hujan sedangkan pada saat musim kemarau
Indonesia mengalami permasalahan kebakaran hutan yang
mengakibatkan terjadinya polusi udara berupa kabut asap.
Kabut asap ini ternyata tidak hanya berada di atas wilayah
udara Indonesia tapi juga telah menyebar sampai ke negara
tetangga yaitu Singapura dan Malaysia. Kabut asap sudah
merupakan transboundary pollution atau permasalahan polusi
yang telah melewati batas negara.
Adanya angin menyebabkan menyebarnya kabut asap
sampai ke wilayah udara negara tetangga. Penyebab terjadinya
kabut asap berada di daratan yaitu di Indonesia namun
dampaknya dirasakan oleh negara tetangga karena gas-gas hasil
kebakaran dilepaskan di atmosfer dan disebarkan oleh tenaga
angin.
Belajar dari kasus kebakaran hutan tersebut, terpikirkah
Anda bagaimana pembagian batas udara suatu negara? Sekilas
tidak ada batas yang jelas antara wilayah udara negara satu
dengan yang lain bukan? Terbukti ketika dengan mudahnya
kabut asap menjelajah di atas wilayah udara negara-negara lain.
Mari kita pelajari udara sebagai sumber daya alam yang
sebenarnya sangat penting bagi kehidupan manusia. Sumber
daya ini memiliki banyak potensi untuk dimanfaatkan tanpa
harus menyebabkan polusi.
Geografi SMA / MA Kelas XI 89
2) Jenis dan Karakteristik Sumber Daya Alam Udara
Jenis dan karakteristik sumber daya alam di udara terdiri
atas sumber daya energi surya, angin, gas, dan ruang.
a) Sumber Daya Energi Surya
Sumber daya surya yang dipancarkan matahari ke
bumi melalui udara sebanyak setengah per 1 milyar bagian
dari seluruh energi matahari. Sumber daya tersebut
mengandung energi ± 173 triliun kilowatt. Pemanfaatan
energi surya secara langsung dalam bentuk energi panas
dan listrik melalui konversi oleh sistem fotovoltaik (listrik
tenaga surya).
Pemanfaatan energi panas surya dengan cara
mengkonversikan radiasi surya dalam bentuk energi panas
melalui kolektor penyerapan panas, kemudian dapat
dimanfaatkan langsung untuk pemanasan ruangan,
pengeringan, pemanasan air untuk keperluan rumah
tangga, atau industri.
Manfaat lain dari energi surya adalah untuk deselinasi
dan peleburan material dengan panas, dengan cara
mengonsentrasikan atau memfokuskan sinar matahari
dibantu dengan alat optik atau penggunaan pembangkit
energi melalui proses thermo-elektrik. Selain itu, energi surya
juga dapat dimanfaatkan sebagai proses penyejuk udara (air
conditioning).
Sistem listrik yang bersumber dari tenaga surya dapat
bersifat “desentralisasi”, sehingga tidak memerlukan sistem
atau jaringan berskala besar. Dengan kondisi geografis
Indonesia, sistem tersebut dapat dimanfaatkan untuk
daerah-daerah terpencil yang sulit atau tidak mungkin
dijangkau dengan jaringan PLN, sehingga masyarakat yang
Space Info
Data BPS menunjukkan bahwa sekitar 14% dari total perumahan di
Indonesia merupakan kawasan perumahan kumuh, yang biasanya berada di
bantaran kali dan di tepi pantai. BPS memprediksi jika masalah ini tidak dapat
di atasi maka dalam tempo 5-10 tahun mendatang, Pulau jawa akan menjadi
“Pulau Kota” yang penuh dengan kawasan permukiman.
90 Geografi SMA / MA Kelas XI
tinggal di daerah terpencil dapat merasakan pembangunan
sebagaimana halnya masyarakat perkotaan, seperti
penerangan listrik, pompa air, komunikasi (radio dan TV),
dan sebagainya.
b) Sumber Daya Energi Angin
Sumber daya energi angin merupakan suatu bentuk
energi yang tidak langsung dari tenaga matahari. Lebih
kurang satu persen dari total radiasi matahari yang mencapai
ke bumi melalui udara, terkonvensi dalam atmosfer ke dalam
bentuk tenaga angin. Angin terjadi sebagai akibat adanya
perbedaan suhu pada permukaan bumi. Gerakan udara dari
daerah yang dingin ke daerah yang lebih panas akan
menghasilkan angin. Potensi sumber daya angin yang dapat
digunakan diperkirakan 120 × 10 KwH per tahun. Sumber
daya angin yang terdapat di udara sebagai “sumber daya
energi alternatif” yang tidak merusak lingkungan.
Untuk menangkap energi angin digunakan sayap atau
“baling-baling”, sehingga energi angin dapat diperoleh
menjadi tenaga penggerak yang selanjutnya dapat
digunakan untuk menggerakkan peralatan atau sumber
energi lain, seperti generator listrik. Secara geografis
Indonesia yang terletak di daerah khatulistiwa yang berada
pada kondisi angin yang kurang menguntungkan (daerah
wind-still), namun di beberapa daerah seperti Maumere,
Palu, dan Waingapu memiliki potensi sumber daya angin
yang cukup potensial.
c) Sumber Daya Gas
Gas di udara yang kita hirup biasa kita sebut dengan
udara saja. Udara merupakan salah satu unsur alam yang
pokok bagi makhluk hidup yang ada di muka bumi terutama
manusia. Tanpa udara yang bersih maka manusia akan
terganggu terutama kesehatannya yang pada akhirnya
dapat menyebabkan kematian.
Komposisi gas sampai dengan ketinggian 88 km (55 mil)
di atas permukaan air laut adalah sama. Sumber daya gas
yang terdapat di udara berupa oksigen, hidrogen, nitrogen,
oksida nitrous, dan argon diperoleh melalui penguraian
udara secara kimiawi. Potensi sumber daya gas yang
terdapat di udara juga tak terbatas. Sumber daya gas oksigen
Geografi SMA / MA Kelas XI 91
Tugas Kelompok
dan argon dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah sakit,
penerbangan, pabrik atau industri dan sebagainya.
Sedangkan pemanfaatan sumber daya gas nitrogen dan
hidrogen pada umumnya di bidang industri dan penerbangan.
Kualitas udara ambien dari suatu daerah ditentukan
oleh daya dukung alam daerah tersebut serta jumlah sumber
pencemaran atau beban pencemaran dari sumber yang ada
di daerah tersebut. Zat-zat yang dikeluarkan oleh sumber
pencemar ke udara dan dapat memengaruhi kualitas udara
antara lain gas Nitrogen Oksida (NOx), Sulfur Dioksida
(SO2), debu, serta kandungan Timah Hitam (Pb) dalam debu.
1. Bentuklah kelompok yang terdiri atas tiga sampai empat orang!
2. Amatilah pemanfaatan sumber daya alam yang dapat diperbarui!
3. Apakah pemanfatan yang dilakukan itu sudah seimbang dengan
tindakan perbaruan sumber daya alam?
4. Buatlah kesimpulan dari hasil pengamatan dan pengumpulan
data!
5. Diskusikan kerusakan-kerusakan yang terjadi agar bisa diketahui
cara yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut!
2. Sumber Daya Alam yang Tidak Dapat Diperbaharui
(Unrenewable Resources)
Bahan bakar jenis apa yang sering Anda gunakan tiap harinya?
Apakah tiap hari Anda membeli minyak tanah atau bensin? Bayangkan
jika semua orang di permukaan bumi ini juga melakukannya! Apakah
bahan bakar tersebut akan habis? Habis dan tidaknya satu jenis bahan
bakar bisa ditelusuri bagaimana proses terbentuknya?
Bahan bakar yang berupa minyak dan gas terbentuk karena adanya
proses-proses alam dan membutuhkan waktu yang lama. Hal ini bisa
dikatakan bahwa minyak dan gas bumi tidak dapat diperbarui, karena
kita tidak dapat membuatnya sendiri.
Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui ialah sumber daya
alam yang apabila telah dimanfaatkan tidak dapat digunakan lagi.
Sumber daya alam ini dapat terbentuk kembali namun dalam waktu
92 Geografi SMA / MA Kelas XI
yang sangat panjang hingga ratusan bahkan jutaan tahun. Jumlah
sumber daya ini relatif tetap karena tidak ada penambahan atau
pembentukan kembali.
Sumber daya alam tidak dapat diperbaharui kebanyakan berupa
mineral-mineral bumi seperti mineral logam (timah, bijih besi, emas,
bauksit, dan nikel), mineral nonlogam (marmer, fosfat, pasir, dan batu)
dan sumber daya alam energi yaitu minyak bumi, gas bumi, dan batu
bara.
a. Sumber Daya Alam Mineral
1) Mineral Logam
a) Nikel
Nikel biasanya terbentuk bersama-sama dengan kromit
dan platina dalam batuan ultrabasa seperti peridotit, baik
termetamorfkan, ataupun tidak. Terdapat dua jenis endapan
nikel yang bersifat komersil, yaitu sebagai hasil konsentrasi
residual silika dan pada proses pelapukan batuan beku
ultrabasa serta sebagai endapan nikel-tembaga sulfida, yang
biasanya berasosiasi dengan pirit, pirotit, dan kalkopirit.
Pemanfaatan nikel digunakan untuk campuran besi menjadi
baja, pelapis logam serta campuran kuningan atau perunggu.
Terdapat di Sulawesi selatan wilayah Pomala, Danau
Tawoti, Maluku Utara, dan Pegunungan Cylops (Papua).
b) Bijih besi
Bijih besi berasal dari bijih silikat pada batuan ultrabasa
yang telah mengalami penghancuran. Besi berwujud dalam
perbagai jenis oksida besi, seperti magnetit, titaniferous
Gambar 3.8 Peta persebaran aneka tambang di Indonesia.
Sumber : Atlas Pelajar, 2003
Geografi SMA / MA Kelas XI 93
magnetit, ilmenit, limonit, dan hemati. Titaniferous magnetit
adalah bagian yang cukup penting merupakan perubahan
dari magnetit dan ilmenit. Mineral bijih pasir besi terutama
berasal dari batuan basaltik dan andesitik volkanik. Besi
banyak dimanfaatkan untuk campuan semen dan pada
industri logam. Tersebar di Cilacap (Jawa Tengah), Kotawaringin
(Kalimantan Tengah), Cilegon (Jawa Barat), dan Pulau Obi
(Maluku).
c) Timah
Timah merupakan bahan endapan pada batuan granit,
banyak terdapat di dasar-dasar sungai purba. Terbentuknya
timah sebagai endapan primer pada batuan granit dan pada
daerah sentuhan batuan endapan metamorf yang biasanya
berasosiasi dengan turmalin dan urat kuarsa timah, serta
sebagai endapan sekunder, yang di dalamnya terdiri atas
endapan alluvium, aluvial, dan koluvium.
Mineral yang terkandung di dalam bijih timah pada
umumnya mineral utama yaitu kasiterit, sedangkan pirit,
kuarsa, zircon, ilmenit, plumbum, bismut, arsenik, stibnite,
kalkopirit, kuprit, xenotim, dan monasit merupakan mineral
ikutan.
Pemanfaatan timah di antaranya digunakan untuk
peluru, pelapis kaleng, pembungkus rokok, campuran
kuningan dan perunggu. Bijih timah tersebar di Pulau
Bangka Belitung, Pulau Singkep, dan Pulau Karimun.
d) Emas, Tembaga, dan Perak
Emas merupakan logam yang bersifat lunak dan mudah
ditempa, kekerasannya berkisar antara 2,5–3 (skala Mohs),
serta berat jenisnya tergantung pada jenis dan kandungan
logam lain yang berpadu dengannya.
Gambar 3.9 Penambangan Emas.
Sumber: Encarta Ensiklopedia, 2006
94 Geografi SMA / MA Kelas XI
Emas keberadaannya berasosiasi dengan tembaga dan
perak dalam batuan andesit tua. Banyak terdapat di sekitar
gunung api yang telah mati.
Potensi endapan emas terdapat di hampir setiap daerah
di Indonesia, seperti di Pulau Sumatra, Kepulauan Riau,
Pulau Kalimantan, Pulau Jawa, Pulau Sulawesi, Nusa
Tenggara, Maluku, dan Papua.
e) Tembaga(Cu)
Unsur tembaga terdapat pada hampir 250 mineral,
namun hanya sedikit saja yang komersial. Pada endapan
sulfide primer mineral terbesar adalah endapan kalkopirit
(CuFeS2), diikuti oleh kalkosit (Cu2S), bornit (Cu5FeS4), kovelit
(CuS), dan enargit (Cu3AsS4). Mineral tembaga utama dalam
bentuk deposit oksida adalah krisokola (CuSiO32HO), malasit
(Cu2(OH)2CO3), dan azurit (Cu3(OH)2(CO)3).
Deposit tembaga dapat diklasifikasikan dalam lima tipe,
yaitu deposit porfiri, urat, dan replacement, deposit
stratabound dalam batuan sedimen, deposit masif pada
batuan vulkanik, deposit tembaga nikel dalam intrusi/mafik,
serta deposit native. Umumnya bijih tembaga di Indonesia
terbentuk secara magmatik. Pembentukan endapan magmatik
dapat berupa proses hidrotermal atau metasomatisme.
Logam tembaga banyak digunakan dalam industri
peralatan listrik. Kawat tembaga dan paduan tembaga
digunakan dalam pembuatan motor listrik, generator, kabel
transmisi, instalasi listrik rumah dan industri, kendaraan
bermotor, konduktor listrik, kabel dan tabung coaxial, tabung
microwave, sakelar, reaktifier transsistor, bidang telekomunikasi,
dan bidang-bidang yang membutuhkan sifat konduktivitas
listrik dan panas yang tinggi.
Potensi tembaga terbesar yang dimiliki Indonesia
terdapat di Papua, kemudian di Jawa Barat, Sulawesi Utara,
dan Sulawesi Selatan.
f) Bauksit
Bauksit merupakan bahan yang heterogen, yang
mempunyai mineral dengan susunan terutama dari oksida
aluminium, yaitu berupa mineral buhmit (Al2O3H2O) dan
mineral gibsit (Al2O33H2O). Secara umum bauksit
mengandung Al2O3 sebanyak 45–65%, SiO2 1–12%, Fe2O3
2–25%, TiO2 >3%, dan H2O 14–36%.
Geografi SMA / MA Kelas XI 95
Bijih bauksit terjadi di daerah tropika dan subtropika
dengan memungkinkan pelapukan sangat kuat. Bauksit
terbentuk dari batuan sedimen yang mempunyai kadar Al
nisbi tinggi, kadar Fe rendah, dan kadar kuarsa (SiO2)
bebasnya sedikit atau bahkan tidak mengandung sama
sekali. Batuan tersebut (misalnya sienit dan nefelin yang
berasal dari batuan beku, batu lempung, lempung dan
serpih). Batuan-batuan tersebut akan mengalami proses
lateritisasi, yang kemudian oleh proses dehidrasi akan
mengeras menjadi bauksit.
Bauksit dapat ditemukan dalam lapisan mendatar tetapi
kedudukannya di kedalaman tertentu.Pemanfaatannya
untuk pembuatan alat dapur, kendaraan, pesawat terbang.
Tersebar di Pulau Bintan, Pulau Galang Besar, dan Singkawang
(Kalimantan Barat).
2) Mineral Nonlogam
a) Batu Kapur
Batuan kapur berasal dari endapan marine (laut) yang
berupa terumbu karang terbentuk berjuta-juta tahun yang
lalu. Akibat tenaga endogen terjadi pengangkatan ke
daratan atau kapur (gamping) dapat terjadi dengan
beberapa cara, yaitu secara organik, secara mekanik, atau
secara kimia. Sebagian besar batu kapur yang terdapat di
alam terjadi secara organik, jenis ini berasal dari pengendapan
cangkang/rumah kerang dan siput, foraminifera atau
ganggang, atau berasal dari kerangka binatang koral/
kerang. Batu kapur dapat berwarna putih susu, abu muda,
abu tua, cokelat bahkan hitam, tergantung keberadaan
mineral pengotornya.
Pemanfataan kapur digunakan untuk bahan bangunan
merupakan bahan baku semen , teraso, keramik. Batu kapur
tersebar di Pegunungan Seribu (DIY), Kebumen, Cilacap
(Jawa Tengah), Gresik (Jawa Timur), Cibinong, dan
Pelimanan (Jawa Barat).
b) Marmer
Marmer terbentuk dari batu kapur yang mengalami
metamorfosa sehingga berubah sifat akibat pemanasan
magma. Pengaruh suhu dan tekanan yang dihasilkan oleh
gaya endogen menyebabkan terjadi rekristalisasi pada
batuan tersebut membentuk berbagai foliasi mapun nonfoliasi.
96 Geografi SMA / MA Kelas XI
Akibat rekristalisasi struktur asal batuan membentuk tekstur
baru dan keteraturan butir. Marmer Indonesia diperkirakan berumur
sekitar 30–60 juta tahun atau berumur Kuarter hingga Tersier.
Marmer akan selalu berasosiasi keberadaanya dengan batu
gamping. Setiap ada batu marmer akan selalu ada batu gamping,
walaupun tidak setiap ada batu gamping akan ada marmer.
Karena keberadaan marmer berhubungan dengan proses gaya
endogen yang memengaruhinya baik berupa tekanan maupun
perubahan temperatur yang tinggi.
Pemanfaatan marmer sebagai bahan lantai, furniture,
dinding, patung, dan lain-lain. Tersebar di Trenggalek dan
Tulungagung (Jawa Timur), Banjarnegara (Jawa Tengah), dan
Citatah (Jawa Barat).
c) Belerang
Belerang merupakan endapan gas belerang yang membatu.
Terbentuknya belerang karena aktifitas vulkanisme. Pemanfaatannya
penggunaan Belerang banyak digunakan di industri
pupuk, kertas, cat, plastik, bahan sintetis, pengolahan minyak
bumi, industri karet dan ban, industri gula pasir, accu, industri
kimia, bahan peledak, pertenunan, film dan fotografi, industri
logam dan besi baja, bahan korek api, obat-obatan dan lain-lain.
Belerang tersebar di Pegunungan Ijen (Jawa Timur), Pegunungan
Dieng (Jawa Tengah), dan Tangkuban Perahu (Jawa Barat).
d) Fosfat
Fosfat merupakan bahan endapan dari kotoran kelelawar
dan burung. Fosfat terdapat di daerah karst terutama di dalam
gua-gua. Pemanfaatannya digunakan untuk bahan utama pupuk
fosfat. Tersebar di Bojonegoro (Jawa Timur), Ajibarang (Jawa
Tengah), dan Bogor (Jawa Barat).
e) Intan
Intan, dalam tingkatan kekerasan batuan, merupakan
batuan yang mempunyai tingkatan kekerasan paling tinggi,
sehingga intan bisa digunakan untuk mengiris kaca dan marmer.
Intan berasal dari endapan tumbuhan jenis pakis-pakisan yang
telah mengalami proses yang sangat panjang dan lama.
Pemanfaatan utama intan ialah digunakan sebagai perhiasan.
Mineral intan tersebar di Martapura (Kalimantan Selatan),
Longiram (Kalimantan Timur), Sei Pinang (Kalimantan Tengah),
dan Muara Mengkiang (Kalimantan barat).
Geografi SMA / MA Kelas XI 97
f) Yodium
Keberadaan yodium di Indonesia dikarenakan kondisi
geologi Indonesia. Hal tersebut berkaitan dengan keberadaan air
dan minyak bumi, yaitu merupakan air konat atau air purba
yang mengandung yodium dengan berbagai variasi dalam suatu
endapan permeabel yang terjebak bagian atas dan bawahnya
oleh lapisan impermeabel.
Yodium biasa digunakan untuk campuran garam dapur
yang berupa bahan kimia berwarna kelabu kehitaman dan
mengkilat. Selain sebagai campuran garam, yodium juga sebagai
bahan obat-obatan antiseptik. Mineral yodium tersebar di
Semarang dan Mojokerto.
g) Kaolin
Proses pembentukan kaolin (kaolinisasi) dapat terjadi melalui
proses pelapukan dan proses hidrotermal alterasi pada batuan
beku felspartik. Endapan kaolin ada dua macam, yaitu endapan
residual dan sedimentasi. Mineral yang termasuk dalam
kelompok kaolin adalah kaolinit, nakrit, dikrit, dan halloysit
(Al2(OH)4SiO5.2H2O), yang mempunyai kandungan air lebih besar
dan umumnya membentuk endapan tersendiri.
Kaolin merupakan bahan untuk pembuatan cat dan keramik
karena mempunyai warna putih mengkilat. Pemanfaatan lain
yaitu digunakan dalam campuran produk kosmetik.
Potensi dan cadangan kaolin yang besar di Indonesia
terdapat di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Pulau
Bangka dan Belitung, serta potensi lainnya tersebar di Pulau
Sumatra, Pulau Jawa, dan Sulawesi Utara.
h) Asbes
Asbes merupakan bahan mineral yang berserat sehingga banyak
dimanfaatkan sebagai bahan eternit dan pakaian tahan api,
terdapat di Pulau Halmahera dan Pulau Seram (Maluku), dan
Kuningan (Jawa Barat).
b. Sumber Daya Alam Energi
1) Minyak Bumi
Minyak bumi terbentuk pada zaman primer, sekunder, dan
tersier yang berbentuk endapan pada suatu wilayah yang cekung,
rawa atau lautan dangkal. Endapan tersebut terbentuk dari
mikroplankton yang mati kemudian bercampur dengan lumpur
98 Geografi SMA / MA Kelas XI
disebut Sapropelium.
Proses selanjutnya adalah
terjadinya destilasi yaitu
sapropelium yang terbentuk
karena tekanan dari lapisan-
lapisan atasnya serta
pengaruh aktivitas magma
maka membentuk minyak
bumi kasar. Minyak bumi
kasar yang telah melalui
pembusukan oleh organisme
dan tersebar di antara
pori-pori lempung keluar melalui butir-butir pasir di dekatnya membentuk
lapisan minyak bumi. Minyak bumi Indonesia tersebar di
Cepu (Jawa Tengah), Cirebon (Jawa Barat), Kutai, Tarakan (Kalimantan
Timur), dan Sorong (Papua).
2) Gas Bumi
Di Indonesia banyak terdapat
minyak bumi dan gas bumi dalam satu
reservoir atau sering disebut sumber gas
bumi yang associated gas (asosiasi minyak
bumi dan gas bumi dalam satu lokasi),
namun di beberapa tempat juga ditemui
sumber gas alam yang hanya menghasilkan
gas alam semata atau disebut
yang non-associated gas. Lokasi di
Indonesia di mana terdapat sumber gas
bumi non-associated berada di daerah
Lhokseumawe (NAD).
3) Batu Bara
Batu bara terbentuk dari tumbuhan pakis-pakisan pada masa
prasejarah (masa karbon) yang terbentuk melalui proses yang
panjang dan dalam waktu jutaan tahun. Tumbuhan pakis tersebut
hidup di daerah rawa atau danau yang akhirnya mati kemudian
tertimbun oleh tumbuhan pakis berikutnya yang mati dan
selanjutnya membentuk lapisan yang tebal. Karena mendapat
tekanan besar dan mendapat temperatur yang tinggi dari dalam
bumi maka terjadi pengarangan atau disebut pula batu bara. Batu
bara di Indonesia tersebar di hampir seluruh pesisir Kalimantan,
Bukit Asam (Sumatra Selatan), dan Papua.
Gambar 3.10 Tambang minyak lepas pantai.
Sumber: Energi Alam, Grolier,2001
Gambar 3.11 Tambang gas
bumi
Sumber: Energi Alam,
Grolier,2001
Geografi SMA / MA Kelas XI 99
Tugas Individu
Menurut tingkat kebutuhan manusia, sumber daya alam
tidak dapat diperbaharui dapat dibagi menjadi dua yaitu sebagai
berikut.
1) Sumber daya alam tidak dapat diperbaharui yang tidak
cepat habis
Sumber daya alam ini tidak cepat habis karena tingkat
kebutuhan manusia akan sumber daya alam ini relatif kecil
sehingga ketersediaannya di alam juga relatif masih banyak,
contohnya emas, permata, dan intan.
2) Sumber daya alam tidak dapat diperbaharui yang cepat
habis
Sumber daya alam ini cepat habis karena tingkat
kebutuhan manusia akan sumber daya alam ini sangat tinggi
dan relatif banyak, contohnya minyak bumi, bensin, dan
gas alam.
Sumber daya alam berdasarkan pada kepentingan
pembangunan ekonomi, bisa dikelompokkan menjadi seperti
tabel berikut.
Tabel 3.1 Klasifikasi Sumber Daya Alam
Berdasarkan klasifikasi sumber daya alam yang tidak dapat
diperbarui, lakukanlah pendataan serta persebarannya terhadap
sumber daya alam yang ada di kabupaten/kota tempat tinggal
Anda! Buatlah pemetaan posisinya dan serahkan hasilnya kepada
guru Anda!
Klasifikasi Sumber Daya Alam Jenis Sumber Daya Alam
Air, matahari, arus laut, gas
bumi, minyak bumi, batubara,
angin, dan biotis/tumbuhan.
Mineral, gas bumi, biotis,
perairan, tanah.
Udara, ruang, perairan,
landscape.
1) Sumber daya alam
penghasil energi
2) Sumber daya alam
penghasil bahan baku
3) Sumber daya alam
lingkungan hidup
100 Geografi SMA / MA Kelas XI
C PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM
BERDASAR PRINSIP BERWAWASAN
LINGKUNGAN DAN BERKELANJUTAN
Sumber daya alam merupakan unsur lingkungan yang mutlak
dibutuhkan dalam kehidupan di permukaan bumi, namun lambat laun
sumber daya alam yang ada di bumi ini mengalami penyusutan akibat
eksploitasi besar-besaran yang dilakukan oleh manusia.
Anda dapat mengamati lingkungan sekitar bahwa telah terjadi
perubahan penggunaan lahan yaitu lahan pertanian (sawah, ladang, dan
kebun) yang berubah menjadi permukiman. Secara kualitatif Anda dapat
sekadar mengingat-ingat besarnya perubahan tersebut dari semasa kecil
hingga sekarang, namun apabila Anda ingin mengetahui data secara
kuantitatif, carilah data penggunaan lahan ke instansi setempat dalam kurun
waktu tertentu maka akan didapatkan besarnya perubahan penggunaan
tersebut.
Perubahan penggunaan lahan dari lahan pertanian (sawah, kebun,
ladang, dan hutan) menjadi permukiman menunjukkan bahwa berkurangnya
sumber daya lahan karena sumber daya lahan yang telah berubah menjadi
permukiman kemungkinan besar tidak dapat berubah kembali menjadi lahan
pertanian kembali.
Garis-Garis Besar Haluan Negara menyebutkan bahwa sumber daya
alam termasuk dalam modal dasar pembangunan, sehingga dalam
pemanfaatannya dapat digunakan sepenuhnya dengan tidak merusak
Space Info
Anda mungkin seringkali bertanya-tanya bagaimanakah pengeboran
minyak bumi dilakukan? Pengeboran minyak bumi dapat dilakukan di daratan
maupun di laut. Minyak bumi dibor dengan menggunakan pipa yang panjang
dan tajam kemudian setelah mendapatkan sumber minyak maka dilakukan
pemompaan ke atas permukaan. Pengeboran minyak bumi di daratan
dilakukan dengan memasang instalasi yang menetap diatas sumber minyak
bumi sedangkan pengeboran minyak bumi di laut instalasi dipasang
mengapung di atas sumber minyak dengan membuat dek (platform) yang
dilandasi pelampung (pontoon).
Geografi SMA / MA Kelas XI 101
namun sebaliknya dalam memanfaatkannya menggunakan cara-cara yang
dapat memelihara bahkan mengembangkan agar modal dasar tersebut
semakin besar manfaatnya untuk pembangunan di masa yang akan datang.
Dalam arahan jangka panjang GBHN tertuang bahwa “Bangsa Indonesia
menghendaki keselarasan hubungan antara manusia dengan
Tuhannya, antara sesama manusia serta lingkungan alam sekitarnya”,
dengan demikian jelas bahwa manusia dalam berinteraksi dengan alam
harus mengarah pada pembangunan jangka panjang.
1. Kerusakan Sumber Daya Alam
Kerusakan sumber daya alam ditandai dengan terjadinya degradasi
lingkungan sehingga mengakibatkan kerusakan sumber daya alam.
Degradasi ialah penurunan kualitas atau penurunan daya dukung
lingkungan akibat dari aktivitas/kegiatan manusia (antropogenic)
ataupun alami.
Kenyataan yang terjadi bahwa manusia dalam memanfaatkan
sumber daya alam telah mengakibatkan berbagai dampak yang
cenderung menurunkan kualitas maupun kuantitas sumber daya alam
tersebut. Berbagai macam bentuk penurunan kualitas dan kuantitas
sumber daya alam di antaranya adalah sebagai berikut.
a. Degradasi Sumber Daya Lahan
Degradasi sumber daya lahan dapat dibedakan secara kuantitatif
dan kualitatif. Secara kuantitatif bahwa telah terjadi penurunan
jumlah sumber daya lahan yang dapat dimanfaatkan oleh
manusia. Kecenderungan perubahan penggunaan lahan dari lahan
pertanian menjadi permukiman terutama di wilayah perkotaan
menunjukkan semakin menurunnya sumber daya lahan, karena
dengan berubahnya lahan menjadi permukiman maka menjadikan
sumber daya alam tidak dapat diperbarui.
Sifat permanen dari permukiman menjadikan lahan permukiman
tidak produktif, hal tersebut akan berbeda apabila lahan
tetap dibiarkan menjadi lahan pertanian, maka lahan sebagai sumber
daya alam memiliki produktivitas yang tinggi dapat dimanfaatkan
oleh manusia dengan berbagai variasi maupun rotasi seperti dari
lahan sebagai sawah menjadi kebun, dari kebun kemudian dihutankan
dan sebagainya. Penurunan kualitas lahan pertanian dapat
berbentuk dalam beberapa proses seperti berikut.
1) Erosi
Erosi menurunkan kualitas tanah karena erosi mengakibatkan
hilangnya lapisan tanah bagian atas sehingga sering
pula hanya meninggalkan lapisan tanah regolit. Akibat hilang102
Geografi SMA / MA Kelas XI
nya lapisan tanah atas tersebut horison-horison mineral yang
tersingkap membutuhkan waktu pembentukan yang lama agar
siap menjadi media tanam suatu tanaman.
2) Menurunnya Kesuburan Tanah
Penurunan kesuburan tanah seringkali terjadi akibat kurang
tepatnya pengelolaan tanah. Agar unsur-unsur hara selalu
tersedia dalam jumlah yang cukup bagi tanaman diperlukan
teknik-teknik khusus pengawetan tanah. Tentu Anda masih
ingat teknik-teknik pengawetan tanah yang sudah disampaikan
pada kelas X bukan? Coba Anda baca dan pahami lagi!
3) Illegal Logging
Seperti halnya kebakaran hutan, illegal logging dapat
mengakibatkan:
(1) rusaknya fungsi hidrologis hujan sehingga mengakibatkan
erosi dan banjir,
(2) menurunnya keanekaragaman hayati, dan
(3) punahnya flora dan fauna tertentu.
b. Degradasi Sumber Daya Air
1) Degradasi Sumber Daya Air
Penurunan kaulitas air secara garis besar dibedakan menjadi 2,
yaitu sebagai berikut.
a) Degradasi Air Permukaan
Air permukaan adalah badan-badan air yang berada
di permukaan bumi, antara lain sungai, danau, bendungan
dan rawa. Degradasi pada badan-badan air ini umumnya
disebabkan oleh pencemaran.
Pengertian pencemaran air menurut Peraturan
Pemerintah No. 20 Tahun 1990 adalah Masuknya atau dimasukkannya
mahluk hidup, zat, energi, dan atau komponen lain
ke dalam air oleh kegiatan manusia sehingga kualitas air
turun sampai ke tingkat tertentu menyebabkan air tidak
berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.
b) Degradasi Air Tanah
Di Indonesia degradasi air tanah terjadi di kota-kota
besar. Jakarta adalah salah satu kota besar yang saat ini
tengah mengalami degradasi air tanah. Secara kuantitas air
tanah di Jakarta telah mengalami punurunan yang sangat
tajam, banyak industri yang mengebor sumur air tanah
Geografi SMA / MA Kelas XI 103
dalam (sumur artesis) untuk memenuhi kebutuhan akan
airnya mengakibatkan semakin menurunnya jumlah air
tanah di wilayah tersebut. Kualitas air tanah di Jakarta saat
ini juga tengah mengalami instrusi air laut, karena
penyedotan air tanah secara besar-besaran mempermudah
air laut instrusi ke dalam air tanah.
c) Degradasi Sumber Daya Laut dan Pesisir
Degradasi sumber daya laut dan pesisir saat ini
ditunjukkan dengan fenomena-fenomena sebagai berikut.
(1) Rusaknya terumbu karang di perairan Indonesia.
(2) Pencemaran air laut akibat dari limbah industri.
(3) Berkurangnya hutan mangrove di sekitar pantai
sehingga menyebabkan abrasi pantai.
2. Pembangunan Berwawasan Lingkungan
Pengertian pembangunan berwawasan lingkungan adalah upaya
sadar dan berencana menggunakan dan mengelola sumber daya alam
secara bijaksana dalam pembangunan yang berkesinambungan untuk
meningkatkan mutu hidup.
Berdasarkan pengertian di atas, maka tindakan-tindakan yang dapat
dilakukan dalam upaya mengatasi degradasi sumber daya alam di
antaranya sebagai berikut.
a. Penghijauan dan reboisasi.
b. Pengelolaan lahan-lahan pertanian dengan teknik-teknik konservasi.
c. Pengelolaan yang tepat terhadap daerah aliran sungai dengan:
1) konservasi pada daerah hulu yang berupa daerah tangkapan
hujan,
2) konservasi daerah sekitar pada sungai, dan
3) penggalakan Prokasih (Program Kali Bersih).
d. Pengelolaan air limbah, terutama air limbah industri. Pelanggaran
pembuangan air limbah di sungai atau laut harus ditindak tegas.
e. Penggalakan metode daur ulang untuk mengurangi kuota sampah.
104 Geografi SMA / MA Kelas XI
3. Pencemaran
Pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya
makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam
lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan
manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun
sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi
kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan
peruntukkannya (UU No. 4 tahun 1982).
a. Pencemaran Udara
Sumber pencemaran udara berasal dari dua sumber, yaitu
dari sumber alami (natural source ) di antaranya adalah gunung
berapi, serta sumber hasil aktivitas manusia (Antropogenic source)
di antaranya emisi kendaraan bermotor, kebakaran hutan, dan
pembuangan gas industri.
Pencemaran yang diakibatkan oleh gunung api yang bersifat
racun adalah gas belerang (H2S) yang keluar di kawasan sekitar
gunung api tersebut. Pencemaran yang lebih besar yang
disebabkan oleh gunung api adalah apabila gunung api tersebut
meletus. Partikel debu yang keluar dalam jumlah besar mengakibatkan
pencemaran mencapai kawasan yang sangat luas.
Debu yang dikeluarkan oleh gunung api dapat mengakibatkan
terganggunya kesehatan manusia, yaitu pada saluran pernafasan
serta mata.
Pencemaran yang bersumber dari kegiatan manusia adalah
gas karbon monoksida (CO) merupakan gas hasil pembakaran
yang tidak sempurna dari bahan buangan kendaraan bermotor.
Sifat gas CO ini adalah tidak berwarna dan tidak berbau, bersifat
racun karena dapat berikatan dengan hemoglobin (CO +Hb
COHb). Keracunan dapat terjadi karena kemampuan Hb dalam
mengikat CO jauh lebih besar daripada O2, sehingga darah
kurang berfungsi sebagai pengangkut O2.
Selain CO kendaraan bermotor juga menghasilkan gas/zat
yang bersifat racun yaitu gas oksida nitrogen (NO dan NO2),
timbal/timah hitam (Pb), suspended particulate matter (SPM),
hidrokarbon (HC) dan oksida fotokimia (Ox).
Kegiatan industri juga menyebabkan pencemaran
lingkungan yang cukup besar di antaranya gas SO2. Dalam
jumlah besar SO2 bersama-sama dengan udara dan oksigen serta
sinar matahari dapat menghasilkan asam sulfur. Asam sulfur
dapat membentuk kabut dan suatu saat akan jatuh sebagai
hujan asam dimana hujan asam ini dapat menyebabkan
Geografi SMA / MA Kelas XI 105
gangguan pada manusia, hewan, yang berupa gangguan
pernafasan serta pada tumbuhan berupa perubahan morfologi
pada daun, batang, dan benih.
b. Pencemaran Tanah
Pencemaran tanah terjadi karena pembuangan sampah.
Sampah didefinisikan sebagai suatu bahan yang terbuang atau
dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun alam yang
belum memliki nilai ekonomis. Sumber-sumber sampah di
antaranya rumah tangga, pertanian, perkantoran, perusahaan,
rumah sakit, dan pasar.
Pembuangan sampah yang tidak memenuhi syarat secara
umum dapat menimbulkan pencemaran baik pencemaran air,
tanah, serta udara. Terjadinya pencemaran tanah oleh sampah
disebabkan oleh pembuangan sampah dari bahan-bahan
sampah yang tidak dapat terurai, di antaranya adalah plastik
serta adanya pembuangan bahan kimia yang dapat merusak
tanah.
D PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM
SECARA EKO-EFISIEN
Pembangunan yang dilakukan di Indonesia selama ini sebenarnya telah
banyak meningkatkan kesejahteraan masyarakat, namun dampak negatif
dari pembangunan tersebut ialah pada ketersediaan sumber daya alam serta
terhadap daya dukung lingkungan.
Tugas Individu
Pencemaran lingkungan telah terjadi di mana-mana bahkan untuk
mendapatkan air bersih saja, ada yang mengalami kesulitan.
Bagaimana dengan kondisi di daerah Anda, apakah banyak terjadi
pencemaran? Pencemaran apa saja yang telah terjadi dan apa
penyebabnya? Langkah-langkah apa yang harus dilakukan agar
masalah pencemaran itu bisa diatasi atau dicegah? Buatlah sebuah
artikel tentang pencemaran lingkungan berdasarkan pengamatan dan
analisis yang telah Anda lakukan! Kirimkan artikel Anda tersebut ke
majalah atau koran!
106 Geografi SMA / MA Kelas XI
Permasalahan di atas selain harus diterapkannya prinsip pembangunan
berwawasan lingkungan dan berkelanjutan perlu juga diterapkan
pembangunan yang menggunakan pendekatan eko-efisiensi. Prinsip ekoefisiensi
diperlukan dalam pemanfaatkan sumber daya alam sebagai faktor
produksi.
Prinsip eko-efisiensi adalah bahwa bahan dan energi yang tidak
termanfaatkan dalam suatu sistem proses produksi akan terbuang menjadi
limbah (padat,cair, dan gas) dan menyebabkan meningkatkannya social cost
untuk proses lanjutannya, dengan meningkatkan efisiensi semakin banyak
bahan dan energi yang termanfaatkan dalam proses produksi sehingga
semakin sedikit yang terbuang. Ditinjau dari aspek ekonomi, peningkatan
efisiensi akan mengurangi bahan baku sebagai faktor produksi dan energi
yang dibutuhkan, sehingga biaya produksi turun dan berpotensi untuk
meningkatkan profit. Sedangkan dari aspek lingkungan hidup berarti makin
sedikit bahan baku dan energi yang terbuang percuma, sehingga semakin
sedikit limbah yang dihasilkan maka dampak terhadap lingkungan hidup
dapat ditekan.
Langkah-langkah yang dapat diambil dalam proses produksi suatu
industri dalam menerapkan prinsip eko-efisiensi adalah sebagai berikut.
1. Meminimalkan penggunaan bahan baku dan energi.
2. Meminimalkan pelepasan limbah beracun ke lingkungan.
3. Menghasilkan produk yang dapat didaur ulang.
4. Pemanfaatan sumber daya alam yang dapat diperbarui.
5. Mampu menghasilkan produk yang tahan lama.
1. Prinsip Eko-efisiensi dalam Memenuhi Kebutuhan
Sumber Energi
Permasalahan global yang dirasakan saat ini adalah semakin
berkurangnya cadangan minyak bumi dunia. Dampak yang sangat
dirasakan oleh masyarakat adalah semakin meningkatkan harga BBM
(Bahan Bakar Minyak) sementara kebutuhan akan bahan bakar adalah
mutlak bagi masyarakat.
Penerapan prinsip eko-efisiensi dalam memenuhi kebutuhan bahan
bakar di antaranya ialah dengan menggunakan sumber energi alternatif
yang dapat diperbaharui. Di Indonesia sumber energi yang dapat
diperbaharui ini sebenarnya relatif lebih banyak, di antaranya adalah
sebagai berikut.
Geografi SMA / MA Kelas XI 107
a. Tenaga Angin
Tenaga angin di Indonesia
telah dimanfaatkan di NTT di
mana wilayah NTT merupakan
wilayah kering yang ketersediaan
airnya terbatas. Tenaga
angin dihasilkan oleh kincir
angin untuk memompa air
dengan debit 5 l/dt yang
digunakan untuk kebutuhan
sehari-hari dan kebutuhan
pertanian. Dalam prinsip ekoefisiensi,
tenaga angin bermanfaat
untuk mengganti energi BBM memompa kincir angin.
b. Energi Matahari
Indonesia sebenarnya negara yang sangat kaya akan energi
matahari karena posisi Indonesia yang berada di jalur katulistiwa.
Energi matahari merupakan energi alternatif yang sangat potensial.
Energi ini dapat digunakan untuk pembangkit tenaga mengganti
energi air untuk membangkitkan tenaga listrik dalam level megawatt
karena panas matahari ini mampu memasok lebih dari 219.000 ribu
milyar kWh energi setiap tahun. Selain dapat dimanfaatkan sebagai
pembangkit tenaga listrik, energi matahari juga dapat digunakan
untuk memanaskan green house dan energi pengering produkproduk
pertanian.
c. Air
Pemanfaatkan air sebagai sumber pembangkit tenaga listrik
telah diterapkan pemerintah Indonesia dalam skala besar. Namun
sebenarnya pemanfaatkan air sebagai pembangkit tenaga listrik ini
dapat pula dilakukan sendiri oleh masyarakat terpencil di mana
terdapat sumber-sumber air dalam skala kecil, sehingga
ketergantungan masyarakat terhadap pasokan listrik dari PLN dapat
dikurangi dengan memanfaatkan sumber daya alam di sekitarnya
sendiri.
d. Biomassa dan Bahan-Bahan Limbah Organik
Biomassa hasil pertanian, khususnya limbah agroindustri
merupakan sumber energi alternatif, sebagai pengganti bahan bakar
minyak dan gas. Dengan demikian pemanfaatannya akan
berdampak positif, baik bagi bisnis maupun bagi kesejahteraan
lingkungan secara keseluruhan. Di Indonesia limbah agroindustri
yang dapat dijadikan sumber energi alternatif di antaranya briket
arang, biogas, biodiesel dan aseton, butanol, serta etanol.
Gambar 3.12 Kincir angin
Sumber: Encarta Ensiklopedia, 2006
108 Geografi SMA / MA Kelas XI
Tugas Individu
2. Contoh Pemanfaatan Energi Alternatif
a. Briket Arang
Tempurung kelapa sawit dapat menghasilkan sekitar 33% arang
biogas setelah dicampur dengan tandan kosong kelapa sawit (TKKS).
Sedangkan serat daging buah (prikarp) dan lumpur limah kelapa
sawit sebagai substrat dan bahan inokulum dari campuran kotoran
sapi serta eceng gondok.
Keuntungan dari biogas, antara lain sebagai berikut.
1) Biogas termasuk gas yang mudah terbakar dan bersifat hampir
sama seperti gas alam.
2) Biogas termasuk produksi gas yang tidak berbahaya, sehingga
menguntungkan bagi teknologi lingkungan dalam hal
penanganan limbah organik.
b. Minyak Goreng Bekas
Minyak goreng bekas dicampur dengan metanol dapat
menghasilkan sumber energi baru berbetuk biodiesel. Biodiesel ini
mempunyai kelebihan-kelebihan:
1) memiliki titik nyala yang tinggi dan tidak menghasilkan senyawa
menguap yang dapat meledak,
2) mudah didegradasi oleh mikroorganisme perombak,
3) daya racun emisi biodiesel bersifat lemah, dan
4) bersifat aman bagi lingkungan.
c. Sekam Padi
Sekam padi pada saat mulai dikembangkan untuk bahan bakar
Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) mempunyai kapasitas 1 x
100 kW. Di Indonesia ketersediaan sekam padi sangat melimpah
dan saat ini limbah organik tersebut belum dimanfaatkan secara
maksimal.
Lakukanlah pengamatan di lingkungan tempat tinggal Anda.
Diskusikan dengan teman-teman Anda, kira-kira sumber energi
apakah yang dapat dikembangkan di daerah tersebut?
Tulislah hasil diskusi tersebut pada selembar kertas dan serahkan
hasilnya kepada Bapak/Ibu guru untuk dinilai!
Geografi SMA / MA Kelas XI 109
Rangkuman
Tugas Kelompok
Pembuatan kompos skala rumah tangga merupakan pula usaha
untuk mengurangi pencemaran tanah. Pembuatan kompos ini dapat
Anda praktikkan di tempat tinggal masing-masing. Kerjakan bersama
kelompok belajar Anda!
Langkah-langkah pembuatannya adalah sebagai berikut.
1. Siapkan wadah pembuatan kompos, dapat berupa ember besar dari
bahan PVC dengan volume 1 m3.
2. Pada bagian bawah ember diiris menyerupai pintu guna pemanenan.
3. Pisahkan sampah-sampah organik dan anorganik.
4. Masukkan sampah organik atau sampah-sampah yang mudah terurai
ke dalam ember (sisa sayuran dan buah, nasi, seresah tanaman).
5. Campur sampah organik dengan sumber bakteri pengurai (kotoran
ternak) atau dengan bakteri pengurai yang dijual di toko-toko penjual
pupuk, salah satunya adalah EM4 (Effective Microorganism 4).
6. Proses pengomposan berjalan dengan sempurna bila media
mengandung air kira-kira 50%, oleh karena itu harus dilakukan
penyiraman air secukupnya setiap hari, bila perlu bolak-balik media
kompos setiap hari agar proses aerasi berjalan sempurna.
7. Bila proses berjalan dengan baik maka dalam waktu 2-3 minggu
kompos dapat dipanen.
8. Kompos siap untuk dipakai, apabila kompos akan dikemas maka lebih
baik dilakukan penjemuran terlebih dahulu.
9. Di Indonesia saat ini harga kompos kurang lebih Rp1.000,00/kg.
Apabila pembuatan kompos yang Anda lakukan berhasil maka
bisa menjadi peluang bisnis sebagai usaha sampingan. Usaha ini
dapat dilakukan oleh setiap orang, karena metodenya yang sederhana
dan modalnya yang relatif sedikit.
1. Sumber daya alam adalah semua unsur lingkungan biofisik yang
potensial untuk pemenuhan kebutuhan manusia.
2. Sumber daya alam dapat dibedakan menjadi sumber daya alam
dapat diperbaharui dan sumber daya alam tidak dapat
diperbaharui.
3. Sumber daya alam dapat diperbaharuhi antara lain flora dan
fauna, air, tanah, dan udara, sedangkan sumber daya alam yang
tidak dapat diperbaharui adalah mineral logam, mineral nonlogam,
minyak bumi, gas bumi, dan batu bara.
110 Geografi SMA / MA Kelas XI
Study Kasus
4. Kerusakan sumber daya alam ditunjukkan dengan adanya
degradasi sumber daya alam dan berbagai pencemaran sehingga
perlu dikembangkan prinsip eko-efisiensi sebagai wujud dari
pengelolaan sumber daya alam berdasar prinsip pembangunan
berwawasan lingkungan berkelanjutan.
Budidaya Tanaman Jarak (Jatropha Curcas)
Sebagai Sumber Bahan Alternatif Biofuel
Drs. Haryadi , MS
Staf Pengajar Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian IPB, Bogor
Indonesia adalah salah satu negara tropis yang memiliki sumber daya alam
yang sangat potensial. Usaha pertanian merupakan usaha yang sangat potensial
untuk dikembangkan di Indonesia karena Indonesia memiliki potensi sumber
daya lahan, agroklimat, dan sumber daya manusia yang memadai. Kondisi
iklim tropis dengan curah hujan yang cukup, ketersediaan lahan yang masih
luas, serta telah berkembangnya teknologi optimalisasi produksi dapat
mendukung kelayakan pengembangan usaha agribisnis.
Terjadinya krisis energi, khususnya Bahan Bakar Minyak (BBM) yang
diinduksi oleh meningkatnya harga BBM dunia telah membuat Indonesia perlu
mencari sumber-sumber bahan bakar alternatif yang mungkin dikembangkan
di Indonesia. Salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai sumber bahan
bakar adalah tanaman jarak pagar (Jatropha curcas). Selama ini tanaman jarak
pagar hanya ditanam sebagai pagar dan tidak diusahakan secara khusus. Secara
agronomis, tanaman jarak pagar ini dapat beradaptasi dengan lahan maupun
agroklimat di Indonesia bahkan tanaman ini dapat tumbuh dengan baik pada
kondisi kering (curah hujan < 500 mm per tahun) maupun pada lahan dengan
kesuburan rendah (lahan marjinal dan lahan kritis). Walaupun tanaman jarak
tergolong tanaman yang bandel dan mudah tumbuh, tetapi ada permasalahan
yang dihadapi dalam agribisnis saat ini yaitu belum adanya varietas atau klon
unggul, jumlah ketersediaan benih terbatas, teknik budi daya yang belum
memadai, dan sistem pemasaran serta harga yang belum ada standar.
Luas lahan kritis di Indonesia lebih dari 20 juta ha, sebagian besar berada
di luar kawasan hutan, dengan pemanfaatan yang belum optimal atau bahkan
cenderung ditelantarkan. Dengan memerhatikan potensi tanaman jarak yang
mudah tumbuh, dapat dikembangkan sebagai sumber bahan penghasil minyak
bakar alternatif pada lahan kritis dapat memberikan harapan baru pengembangan
agrobisnis. Keuntungan yang diperoleh pada budi daya tanaman jarak di lahan
kritis antara lain (1) menunjang usaha konservasi lahan, (2) memberikan
kesempatan kerja sehingga berimplikasi meningkatkan penghasilan kepada petani
dan (3) memberikan solusi pengadaan minyak bakar (biofuel).
Sumber: www.ristek.go.id
Geografi SMA / MA Kelas XI 111
1. Menurut Anda, mengapa Indonesia saat ini sampai terjadi krisis bahan
bakar dan minyak, sementara potensi sumber daya energi di Indonesia saat
ini masih tinggi?
2. Jelaskan mengapa minyak bumi termasuk dalam kelompok sumber daya
alam yang tidak dapat diperbarui!
3. Tanaman jarak merupakan bahan bakar alternatif yang berasal dari
tanaman, bagaimana menurut Anda apabila hal ini dikembangkan di
Indonesia?
4. Usaha apa yang dapat Anda lakukan guna melestarikan sumber daya alam
Indonesia?
I. Pilihlah salah satu jawaban yang benar!
Kerjakan di buku tugas Anda!
1. Unsur-unsur yang tersedia di alam dan dimanfaatkan oleh manusia
untuk memenuhi hidupnya disebut ....
a. lingkungan hidup d. habitat
b. sumber daya alam e. sumber daya lingkungan
c. ekosistem
2. Sistem pertanian lahan kering dengan cara pembukaan hutan dan
berpindah-pindah disebut ....
a. sawah d. ladang
b. tegalan e. bencah
c. kebun
3. Peternakan kuda yang terkenal dengan kualitasnya di Indonesia di
antaranya adalah ....
a. Papua dan Sumatra Barat d. NTT dan Sulawesi Selatan
b. NTB dan Kalimantan Barat e. NTT dan Lampung
c. Madura dan Sumatra Selatan
4. Berikut adalah jenis ikan darat yang paling banyak dikonsumsi
masyarakat Indonesia yaitu ....
a. mas, mujair, lele d. bawal, lele, gurame
b. sepat, tongkol, belut e. tengiri, bawal, sepat
c. koki, nila, tawes
5. Di Kalimantan, sungai banyak dimanfaatkan sebagai ....
a. pembangkit tenaga listrik d. pembuangan limbah
b. sumber pasir dan batu e. sarana transportasi
c. penangkaran buaya
UJI KOMPETENSI
112 Geografi SMA / MA Kelas XI
6. Secara ekonomis mangrove sangat bermanfaat bagi masyarakat,
karena ....
a. penahan abrasi pantai
b. sebagai filter sedimentasi dari daratan
c. sebagai habitat udang dan ikan
d. sumber pertambangan pasir dan batu
e. tempat berkembangbiaknya burung-burung bangau
7. Intan merupakan bahan perhiasan yang banyak terdapat di .....
a. Sumatra d. Kalimantan
b. Papua e. Bali
c. Jawa
8. Hampir seluruh DAS di Pulau Jawa dinyatakan dalam keadaan
kritis. Hal ini menunjukkan telah terjadinya ....
a. degradasi sumber daya lahan di Indonesia
b. degradasi sumber daya air di Indonesia
c. degradasi laut dan pesisir
d. meningkatnya illegal logging di Indonesia
e. meningkatnya kebakaran hutan di Indonesia
9. Sumber daya berikut merupakan sumber daya yang dapat
menghasilkan tenaga dan energi yaitu ....
a. emas d. besi
b. timah e. kapur
c. batu bara
10. Belerang merupakan sumber daya alam yang banyak
dimanfaatkan oleh manusia sebagai bahan baku ....
a. makanan d. obat-obatan
b. minuman e. tekstil
c. kimia
II. Jawablah dengan singkat dan jelas!
1. Apakah yang dimaksud dengan sumber daya?
2. Sebutkan macam-macam kegiatan pemanfaatan sumber daya alam
di bidang pertanian!
3. Sebutkan pemanfaatan udara sebagai sumber daya alam oleh
manusia!
4. Apakah yang dimaksud dengan degradasi lahan?
5. Jelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencegah
terjadinya degradasi lahan!
Geografi SMA / MA Kelas XI 113
LINGKUNGAN
HIDUP
BAB
4
Mengapa lingkungan hidup harus dipelajari?
Manusia sebagai makhluk sosial, jelas tidak bisa hidup sendiri. Ada
banyak faktor yang memengaruhinya. Faktor-faktor tersebut berasal dari
lingkungan sekitarnya. Lingkungan sekitar bisa saja rusak bila tidak dijaga.
Lingkungan hidup akan dapat lebih dihargai dan dilestarikan dengan
mempelajari materi berikut.
Kata kunci: lingkungan hidup, biotik, abotik, ekosistem
Peta Konsep
Lingkungan Hidup
Ekosistem
- Jaringan
- Kualitas
Dampak
Pemanfaatan
Pelestarian
AMDAL






terdapat
berakibat
ada
tindakan
memengaruhi membutuhkan
tindakan
114 Geografi SMA / MA Kelas XI
A PENGERTIAN LINGKUNGAN HIDUP
Amatilah lingkungan di sekitar Anda! Apa saja yang ada di sana? Kita
bisa menemui udara, air, tanah, batuan, berbagai jenis tumbuhan, dan hewan.
Unsur-unsur tersebut yang kita kenali sebagai sumber daya alam, bukan?
Pada pembahasan sebelumnya telah kita ketahui bahwa sumber daya alam
sangat penting artinya bagi manusia. Apakah pemanfaatan salah satu unsur
tersebut akan memengaruhi unsur yang lainnya?
Manusia memanfaatkan kayu sebagai bahan membuat bangunan, meja,
kursi, pembuatan kertas dan masih banyak manfaat lain yang bisa kita
dapatkan dari tumbuhan. Banyaknya manfaat yang bisa didapatkan dari
tumbuhan itu membuat orang melakukan eksploitasi besar-besaran. Tahukah
Anda apa pengaruh eksploitasi hutan terhadap kehidupan?
Adanya eksploitasi hutan secara besar-besaran berarti hutan bisa menjadi
gundul bila tidak ada penanaman kembali. Hutan yang gundul berarti tidak
ada tanaman yang akan menahan jatuhnya air. Hal ini bisa menyebabkan
banjir. Anda tentu sering melihat banjir di layar televisi atau mungkin pernah
mengalaminya?
Kasus eksploitasi hutan dan banjir berarti ada interaksi, karena ada
hubungan sebab akibat di antara kedua hal tersebut. Interaksinya juga terjadi
dengan manusia bahkan inilah hubungan yang paling erat, karena manusia
bisa menjadi penyebab namun sekaligus menerima akibatnya.
Seperti yang telah dikemukakan di atas, bahwa kita akan selalu berinteraksi
dan berinterdependensi dengan lingkungan hidup demi memenuhi
kebutuhan hidup kita. Bentuk hubungan tersebut mutlak terjadi di manapun
manusia berada, lalu bagaimana pengertian lingkungan hidup itu?
Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya,
keadaan, dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya
yang memengaruhi kelangsungan hidup dan kesejahteraan manusia
serta makhluk hidup lainnya.
Lingkungan tempat tinggal Anda merupakan contoh yang paling mudah
kita amati. Di dalamnya antara lain ada burung, kucing, ayam, kupu-kupu
bahkan cacing atau belatung terdapat di sekitar kita bukan? Makhluk hidup
yang terdapat dalam suatu kesatuan ruang tersebut disebut sebagai
lingkungan biotik. Sedangkan benda-benda mati yang sangat kita butuhkan
seperti udara, tanah, air, dan beberapa mineral disebut sebagai lingkungan
abiotik. Secara umum lingkungan hidup dapat di bagi 2, yaitu sebagai berikut.
1. Lingkungan biotik meliputi seluruh makhluk hidup, dari mikroorganisme,
tumbuhan, hewan termasuk juga manusia. Lingkungan ini
disebut juga lingkungan organik.
Geografi SMA / MA Kelas XI 115
2. Lingkungan abiotik adalah segala kondisi yang terdapat di sekitar
makhluk hidup yang bukan organisme hidup, antara lain adalah batuan,
tanah, mineral dan sinar matahari, lingkungan ini disebut juga
lingkungan anorganik.
Amatilah lingkungan sekitar! Sebutkan jenisnya dan deskripsikan
ciri-cirinya! Analisislah pengaruh adanya unsur-unsur tersebut
terhadap kehidupan manusia! Bandingkan antara hasil pengamatan,
deskripsi, dan analisis dengan teori-teori yang ada pada buku-buku
tentang lingkungan hidup! Anda bisa mencari teori-teori lingkungan
hidup dari buku dan internet.
B EKOSISTEM
Dari gambar di samping, apa
yang dapat Anda simpulkan? Bagaimana
ikan mempertahankan hidupnya
di lingkungan danau tersebut?
Bagaimana tumbuhan dapat hidup di
perairan danau? Dan apa yang terjadi
apabila danau tidak mendapatkan
sinar matahari?
Danau di samping merupakan
contoh suatu ekosistem. Tatanan
kehidupan danau tidak dapat dipisahkan
satu dengan yang lain, masingmasing
komponen saling terkait
bahkan saling bergantung. Ikan dapat terus hidup di air karena memakan
plankton yang berkembang di danau. Perkembangan plankton karena
adanya sinar matahari sehingga plankton mampu berfotosintesis.
Tidak berbeda dengan plankton, tumbuhan air yang disebut juga
hidrofit sangat tergantung pada air danau, sinar matahari, dan udara.
Rongga-rongga udara pada tumbuhan air memungkinkan tumbuhan
tersebut mengapung dalam air dan rongga udara tersebut merupakan
jalan oksigen untuk sampai ke akar tumbuhan. Bahkan paku air akan
menyerap unsur hara langsung dari air danau karena akarnya yang
mengapung di air dan tidak menempel pada dasar danau, beberapa
Tugas Individu
Sumber Encarta Ensiklopedia, 2006
Gambar 4.1 Ekosistem danau
116 Geografi SMA / MA Kelas XI
tumbuhan dan ikan tertentu berinteraksi karena ikan menjadikan
tumbuhan sebagai makanan. Kehidupan dan hubungan antara
komponen-komponen di dalam danau inilah yang kita kenal sebagai
ekosistem danau.
Dapatkah Anda menjelaskan bagaimana bentuk interaksi katak
dengan air danau serta tumbuhan danau? Coba sebutkan unsur-unsur
lingkungan lain yang berinteraksi pada ekosistem danau di atas?
Pembahasan kehidupan danau seperti di atas dapat kita simpulkan
bahwa ekosistem adalah satu kesatuan daerah antara lingkungan biotik
dan abiotik. Kedua lingkungan ini saling berinteraksi dan saling
memengaruhi. Dapat disimpulkan bahwa ekosistem dicirikan dengan
berlangsungnya pertukaran materi atau transformasi energi yang
sepenuhnya berlangsung di antara unsur-unsur dalam ekosistem.
Komponen-komponen yang ada di dalam lingkungan hidup merupakan
satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dan membentuk suatu sistem
kehidupan yang disebut ekosistem.
Berdasarkan uraian di atas dapat dilihat bahwa ada empat unsur
dalam ekosistem, di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Lingkungan abiotik.
2. Produsen (penghasil tumbuhan) merupakan tumbuhan yang mampu
menyerap energi matahari dan memproduksi makanan melalui
fotosintesis.
3. Konsumen yaitu binatang dan hewan.
4. Organisme pembusuk (decomposer).
1. Jaringan Interaksi Unsur-Unsur Lingkungan
Hubungan saling ketergantungan antara empat unsur ekosistem
dapat dipahami dalam sistem tropik seperti berikut.
Sumber Encarta Ensiklopedia, 2006
Gambar 4.2 Sistem trofik (sistem makanan)
Geografi SMA / MA Kelas XI 117
Gambar 4.2 menunjukkan terjadinya transformasi energi
matahari yang sebelumnya dimanfaatkan tumbuhan untuk menghasilkan
klorofil (tumbuhan ini berarti sebagai produsen primer atau
autotrof yaitu mampu menopang hidup sendiri) serta makhluk hidup
lainnya adalah produsen sekunder (herbivora atau pemakan
tumbuhan), tersier (karnivora yaitu pemakan hewan lain), dan
seterusnya.
Manusia pada dasarnya adalah karnivora kemudian berkembang
menjadi herbivor sehingga disebut sebagai omnivora (pemakan segala
macam). Kelompok makhluk hidup lain disebut sebagai heterotrof
(makhluk hidup yang tergantung kepada makhluk hidup lain).
Dari sistem trofik di atas terlihat bahwa bagaimanapun manusia
tidak bisa lepas dari lingkaran jaring-jaring kehidupan, sehingga
semestinya manusia selalu berusaha menciptakan jaring-jaring
kehidupan agar dapat berjalan dengan serasi dan seimbang.
Unsur atau komponen lingkungan hidup pada dasarnya terdiri
atas hal-hal berikut ini.
a. Abiotic environment, seperti tanah, batuan, sinar matahari dan
air.
b. Biotic environment, seperti tumbuhan, hewan, dan jasad renik.
c. Sumber daya manusia dan sumber daya buatan sebagai hasil
karya dan karsa manusia sehingga disebut lingkungan budaya
(cultural environment).
Ketiga unsur di atas tidak berdiri sendiri-sendiri tetapi memiliki
keterkaitan antarkomponen. Perubahan yang terjadi pada suatu
komponen, dampaknya akan dirasakan oleh komponen lain. Jadi
lingkungan hidup merupakan suatu sistem yang di dalamnya terdiri
atas berbagai subsistem. Subsistem itulah yang disebut unsur-unsur
lingkungan hidup. Berikut adalah contoh interaksi unsur-unsur
lingkungan.
a. Pengaruh komponen fisik terhadap komponen biologi,
contohnya:
1) kondisi iklim memengaruhi persebaran vegetasi,
2) hasil karya manusia sebagai lingkungan budaya dipengaruhi
oleh lingkungan fisik, contoh membuat terasering pada
lahan-lahan miring, menanami tanaman yang sesuai dengan
kondisi tanah.
b. Pengaruh komponen biologi terhadap komponen fisik, contoh
nya:
1) keberadaan cacing dalam tanah membuat kondisi tanah
menjadi gembur dan subur,
118 Geografi SMA / MA Kelas XI
Tugas Individu
2) penghijauan menyebabkan tanah tandus menjadi baik serta
menyuplai oksigen daerah sekitar.
c. Pengaruh sumber daya manusia terhadap komponen fisik dan
biologi, contohnya:
1) manusia melakukan berbagai konservasi tanah dan air,
2) manusia mengupayakan kelestarian flora dan fauna.
Selain contoh interaksi unsur-unsur lingkungan seperti di atas,
contoh yang lain adalah unsur-unsur kehidupan yang ada di hutan.
Pelestarian hutan sebenarnya merupakan usaha manusia dalam
menciptakan jaring-jaring kehidupan, namun sayangnya gerakan
pelestarian hutan tidak seimbang dengan kerusakan hutan yang
terjadi saat ini.
Ekosistem hutan merupakan sistem trofik yang pengaruhnya
sangat besar bagi kehidupan manusia di mana pun berada. Interaksi
unsur-unsur lingkungan dalam hutan berjalan seimbang dan serasi.
Di manakah kita masih bisa menjumpai hutan yang seluruh
unsur-unsur lingkungan berjalan seimbang dan serasi di Indonesia?
Di beberapa hutan di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua
masih dapat kita jumpai, namun melihat maraknya ilegal logging
dan ancaman kebakaran hutan, bukan tidak mungkin keadaan
tersebut tidak akan kita jumpai lagi.
Interaksi unsur-unsur lingkungan secara global dapat kita amati
pada interaksi manusia terhadap hutan. Dalam lingkungan hutan
kita dapat menemukan semua komponen lingkungan, baik fisik,
biologi, maupun lingkungan budaya. Manusia membutuhkan hutan
sebagai sumber oksigen untuk kebutuhan pernafasan manusia.
Hutan juga mempunyai fungsi hidrologi yaitu sebagai daerah
tangkapan hujan sehingga hutan mampu menyimpan air serta
melindungi tanah dari bahaya erosi. Meningkatnya kebutuhan hidup
manusia menyebabkan terjadinya perusakan hutan berupa
penebangan atau pembakaran hutan. Kegiatan ini juga mengakibatkan
menurunnya fungsi hutan sehingga dapat mengakibatkan
terjadinya berbagai bencana berupa erosi, banjir bandang, atau
pendangkalan pada waduk-waduk.
1. Carilah artikel tentang kerusakan hutan!
2. Analisislah artikel tersebut untuk mengetahui sebab dan
akibatnya!
Geografi SMA / MA Kelas XI 119
3. Berdasarkan hasil analisis Anda apakah kerusakan hutan juga
mengakibatkan menurunnya populasi flora dan fauna tertentu?
Jika ya, flora dan fauna jenis apakah yang mengalami hal
tersebut?
4. Buatlah laporannya untuk dikumpulkan kepada Bapak/Ibu guru
untuk dinilai!
2. Kualitas Lingkungan
Perhatikan Gambar 4.3, apa yang dapat Anda simpulkan?
Gambar 4.3 merupakan sungai, yang di daerah bantarannya
digunakan oleh penduduk yang tinggal di kanan kiri sungai untuk
memenuhi kebutuhannya akan air. Kegiatan MCK juga dilakukan
di sungai tersebut, bahkan ada yang menggunakan air sungai
sebagai air minum. Kehidupan penduduk yang bersimbiosis dengan
lingkungan sungai tersebut berjalan terus menerus, namun dalam
kondisi tertentu ternyata interaksi tersebut menyebabkan timbulnya
beberapa penyakit seperti muntaber dan demam berdarah. Bagaimanakah
pendapat Anda, apakah lingkungan tersebut memberikan
daya dukung yang optimal bagi kelangsungan hidup manusia di
sekitar sungai tersebut?
Kualitas lingkungan adalah kondisi lingkungan yang
berhubungan dengan kualitas hidup atau derajat pemenuhan
kebutuhan dasar dalam kondisi lingkungan tersebut. Keadaan
Gambar 4.3 Rumah-rumah di daerah bantaran Sungai
Sumber : Encarta Ensiklopedia, 2006
120 Geografi SMA / MA Kelas XI
Tugas Kelompok
lingkungan yang dapat memberikan daya dukung yang optimal bagi
kelangsungan hidup manusia di suatu wilayah.
Penilaian terhadap kualitas lingkungan berdasarkan hal-hal berikut.
a. Kualitas lingkungan biotik dalam keadaan baik jika antara sistem
interaksi menimbulkan kehidupan yang serasi dan seimbangan
tidak berdampak merugikan salah satu komponen.
b. Kualitas lingkungan sosial ekonomi dalam keadaan baik jika
manusia secara ekonomi sejahtera, tidak kekurangan pangan,
papan, pendidikan, dan kebutuhan lain atau memiliki sumber
pendapatan yang memadai.
c. Kualitas lingkungan budaya dalam kondisi baik jika manusia
masih mampu menghasilkan dan menikmati aktivitas dan
kreativitasnya baik berupa materi maupun nonmateri.
Bentuklah kelompok yang terdiri atas tiga sampai empat orang!
Amatilah kondisi lingkungan masing-masing anggota! Usahakan
tempat tinggalnya berbeda kecamatan atau kelurahan, agar bisa
dibandingkan kondisi lingkungannya. Buatlah laporan dari
semua pengamatan! Serahkan laporan tersebut kepada Bapak/
Ibu guru untuk dinilai!
C PEMANFAATAN LINGKUNGAN HIDUP
Unsur-unsur lingkungan yang dapat dimanfaatkan oleh manusia
dapat kita sebut sebagai sumber daya alam, atau dengan kata lain bahwa
sumber daya alam adalah semua tata lingkungan biofisik yang potensial
untuk pemenuhan kebutuhan manusia. Manusia memanfaatkan
lingkungan dengan menggunakan bahan-bahan dari alam yang
terbentuk secara alamiah.
Sumber daya alam adalah unsur lingkungan hidup. Dengan
demikian apa yang ada di lingkungan sekitar kita merupakan sumber
daya alam. Lalu bagaimanakah kita menyikapi lingkungan tersebut? Di
satu sisi kita sangat tergantung dengan lingkungan dan cenderung
memanfaatkannya dalam jumlah yang tidak sedikit, namun di sisi lain
kita harus tetap menjaga keberadaan lingkungan tersebut baik secara
kualitas maupun kuantitas.
Geografi SMA / MA Kelas XI 121
Anda bisa mengamati fenomena yang terjadi di Indonesia saat ini,
berbagai bencana alam terjadi akibat kurangnya perhatian terhadap
kelestarian lingkungan hidup. Awal tahun 2006 banjir melanda sebagian
besar Kalimantan akibat banyaknya hutan yang telah ditebangi secara
berlebihan. Hampir bersamaan banjir bandang juga terjadi di Jember-
Jawa Timur dan Sinjai-Sulawesi Selatan akibat gundulnya hutan di
daerah tersebut. Fenomena-fenomena tersebut jelas menunjukkan bahwa
masih banyaknya oknum tertentu yang tidak bertanggung jawab dan
tanpa memikirkan kelanjutan hutan sebagai sumber daya yang tentunya
masih dibutuhkan oleh generasi berikutnya.
Tabel 4.1 Bencana Alam yang terjadi di Indonesia 1998–2003
Data pada tabel 4.1 menunjukkan bahwa bencana banjir dan longsor
mencapai 85%, hal ini menunjukkan bahwa bencana alam di Indonesia
dalam kurun waktu 1998-2003 sebenarnya adalah bencana alam yang
dapat diantisipasi oleh manusia. Bencana banjir dan longsor merupakan
jenis bencana alam yang bukan murni akibat fenomena alam, namun
bencana yang terjadi akibat campur tangan manusia.
Adanya berbagai peristiwa bencana alam tersebut mengundang
banyak perhatian. Kesepakatan dunia saat ini adalah melakukan
pembangunan yang digunakan tidak mengurangi kemampuan generasi
yang akan datang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dengan kata
lain bahwa pembangunan saat ini harus berwawasan lingkungan dan
berkelanjutan.
Pengertian pembangunan berwawasan lingkungan yang termaktub
dalam UU No.4 tahun 1984 adalah upaya sadar dan berencana menggunakan
dan mengelola sumber daya alam secara bijaksana dalam
pembangunan yang berkesinambungan untuk meningkatkan mutu
hidup.
Jenis Jumlah kejadian Korban Jiwa
Banjir
Longsor
Gempa Bumi
Gunung Berapi
Angin Topan
Jumlah
302
245
38
16
46
647
1066
645
306
2
3
2022
122 Geografi SMA / MA Kelas XI
Di Indonesia yang menjadi landasan hukum kebijaksanaan
pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup adalah Garis-
Garis Besar Haluan Negara yang menggariskan pada hal-hal berikut.
1. Inventarisasi dan evaluasi sumber alam perlu terus ditingkatkan
dengan tujuan untuk lebih mengetahui dan dapat mengelola potensi
sumber alam baik di darat, laut maupun udara berupa tanah, air,
energi, flora, fauna, dan lain-lain yang sangat berperan dalam
pembangunan.
2. Dalam penelitian, penggalian, dan pemanfaatan sumber-sumber
alam serta pembinaan lingkungan hidup perlu digunakan teknologi
yang sesuai dan pengelolaan yang tepat sehingga mutu kelestarian
sumber alam dan lingkungan hidup dapat dipertahankan untuk
menunjang pembangunan yang berkesinambungan.
3. Dalam pelaksanaan perlu selalu diadakan penilaian yang saksama
terhadap pengaruhnya bagi lingkungan hidup, agar pengamanan
terhadap pelaksanaan pembangunan dan lingkungan hidupnya
dapat dilakukan sebaik-baiknya. Penilaian tersebut perlu dilakukan
secara terpadu, baik sektoral maupun regional dan untuk itu perlu
dikembangkan kriteria baku tentang mutu lingkungan hidup.
4. Rehabilitasi sumber alam berupa hutan, tanah, dan air yang rusak
perlu lebih ditingkatkan lagi melalui pendekatan terpadu daerah
aliran sungai dan wilayah. Dalam hubungan ini program penyelamatan
hutan, tanah, dan air perlu dilanjutkan dan makin disempurnakan.
5. Pendayagunaan wilayah pantai, wilayah laut, dan kawasan udara
perlu dilanjutkan dan makin ditingkatkan tanpa merusak mutu dan
kelestarian lingkungan hidup.
Namun demikian pembangunan yang dilaksanakan di Indonesia
saat ini telah banyak mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan,
sehingga yang diperlukan dalam pemanfaatan lingkungan ini dengan
menerapkan beberapa teknik atau cara-cara guna menekan terjadinya
degradasi lingkungan. Agar Anda bisa lebih memahami pembahasan
berikut ini, pelajari kembali materi sumber daya alam pada bab 3!
1. Tanah
a. Pemanfaatan Tanah
Pemanfaatan tanah terutama untuk pertanian seringkali
menyebabkan berbagai masalah lingkungan yang dalam jangka
waktu tertentu dapat menimbulkan bencana bagi manusia itu
sendiri.
Geografi SMA / MA Kelas XI 123
Bagi Anda yang tinggal di daerah pegunungan atau vulkan
tentunya sudah tidak asing lagi. Di daerah pegunungan, kita
akan menemui lahan yang ditanami sayuran dan buah. Namun
di beberapa tempat di Indonesia, banyak ditemui petani sayur
dan buah yang kurang memerhatikan sistem konservasi. Penanaman
sayuran banyak ditanami di daerah lereng yang miring,
seharusnya lahan tersebut ditanami tanaman keras. Penanaman
tanaman keras ini dimaksudkan agar dapat mempertahankan
stabilitas lereng guna mencegah terjadinya erosi.
b. Pencemaran Tanah
Pencemaran tanah dapat disebabkan oleh hal-hal berikut.
1) Sampah-sampah
plastik yang tidak
dapat hancur, botol,
karet sintesis, pecahan
kaca, dan kaleng.
2) Detergen yang bersifat
nonbio degradable
(secara alami sulit
diuraikan).
3) Zat kimia buangan
dari pertanian, contohnya
insektisida.
Tanah pertanian yang tercemar logam berat jenis Pb dan
Cd banyak dijumpai di beberapa daerah. Bahkan kandungan
logam berat tersebut juga terdapat pada bahan pangan.
Perhatikan data berikut!
Gambar 4.4 Pencemaran lingkungan akibat
sampah.
Sumber Encarta Ensiklopedia, 2006
Zat Tercemar Agak Bersih Catatan
Pencemar Tercemar
Cd
Pb
4%
7%
17%
33%
79%
60%
Kandungan di dalam tanah
antara 0–8,75 ppm padahal
batas ambangnya adalah
0,24 ppm.
Kandungan Pb dalam tanah
7,83–91,47 ppm, padahal
batas ambang Pb adalah 1,0
ppm.
Sumber : Litbang Deptan, 2003
124 Geografi SMA / MA Kelas XI
Penelitian di atas dilakukan pada 106.000 ha sawah di Karawang
dan Bekasi. Menurut hasil penelitian pada bawang merah di
sentra produksi bawang Tegal dan Bekasi terdapat kandungan
Pb sebesar 2,46–3,67 ppm, padahal ambang batas Pb dalam
sayuran adalah 2,0 ppm. Sedangkan kandungan Cd pada
bawang sebesar 0,135–0,255 ppm padahal atas ambang batas
adalah 2,1 ppm.
Untuk mengurangi pencemaran tanah di antaranya dapat
dilakukan dengan cara pembuangan sampah yang benar, yaitu
dengan cara pemilahan terlebih dahulu bahan-bahan yang akan
dibuang berdasarkan hal-hal berikut.
1) Sampah anorganik/kering antara lain adalah plastik,
kaleng, logam, karet, dan lain-lain.
2) Sampah organik/basah antara lain adalah sampah dapur,
sisa buah, sisa sayuran, dan lain-lain.
3) Sampah berbahaya antara lain adalah botol racun nyamuk,
baterai, jarum suntik, dan lain-lain.
Pengelolaan sampah nonorganik/kering dapat dilakukan
dengan dibakar atau ditimbun dalam tanah dengan kedalaman
yang cukup dan pada tempat yang relatif aman/tidak mengganggu.
Sampah organik/basah dapat dilakukan dengan metode
pengomposan, yaitu pembuangan sampah dengan di-kumpulkan
pada suatu tempat dan dibiarkan secara alami mengalami
pembusukan. Hasil pembusukan berupa pupuk kompos. Pembuatan
kompos dapat dilakukan sebagai kegiatan rumah tangga
bahkan pembuatan kompos dalam jumlah yang banyak dapat
pula bernilai ekonomis sehingga dapat menambah penghasilan.
c. Pelestarian Tanah
Gambar 4.5 Sawah dengan sistem terasering.
Sumber: Encarta Ensiklopedia, 2006
Geografi SMA / MA Kelas XI 125
Sistem pertanian yang berwawasan lingkungan berkelanjutan
dapat dilakukan dengan teknik-teknik berikut.
1) Konservasi tanah secara mekanik dapat dilakukan dengan
cara-cara sebagai berikut.
a) Terasering.
b) Guludan/pematang/tanggul.
c) Countur plowing.
2) Konservasi tanah secara vegetatif dapat dilakukan dengan
cara sebagai berikut.
a) Crop rotation.
b) Strip cropping.
c) Mulching.
Pemanfatan lahan juga dapat mengakibatkan menurunnya
kesuburan tanah. Cara-cara yang dapat dilakukan agar
kesuburan tanah tetap terjaga dan berwawasan lingkungan
lakukan hal-hal berikut!
1) Pemupukan tanah dengan pupuk kandang.
2) Pengembalian massa limbah pertanian ke dalam lahan
pertanian.
2. Air
a. Pemanfaatan Air
Masalah besar dalam ekosistem air permukaan adalah
tingginya pencemaran. Hal ini terjadi, terutama diakibatkan
oleh kegiatan industri. Penurunan kualitas air sungai ini
sebenarnya dapat diamati secara langsung, bagi Anda yang
tinggal di daerah kawasan industri.
Amatilah sungai-sungai yang berada di sekitar
kawasan industri terutama warna dan baunya. Secara
awam, Anda dapat membandingkan warna air serta bau
air dengan air yang digunakan untuk pemenuhan kebutuhan
sehari-hari. Dapatkah Anda melakukan hal tersebut?
Lakukan secara berkelompok kemudian hasilnya dapat
digunakan sebagai bahan diskusi dengan dipandu oleh guru.
Hasil pemantauan kualitas air sungai yang dilakukan
di 30 provinsi Indonesia pada tahun 2004 dengan frekuensi
pengambilan dua kali setahun menunjukkan bahwa
parameter DO, BOD, COD, fecal coli dan coliform mayoritas
sudah tidak memenuhi kriteria baku mutu air minum sesuai
PP 82 tahun 2001. Sungai-sungai yang jelas tercemar facel
126 Geografi SMA / MA Kelas XI
coli dan total coliform ditemui pada sungai-sungai yang
melintasi kota-kota besar seperti Kali Progo (Yogyakarta dan
Jawa Tengah), Sungai Ciliwung (Jakarta) dan Sungai Citarum
(Jawa Barat).
Kasus pencemaran air sungai seperti di atas seringkali
menjadi sengketa antara beberapa wilayah administrasi
yang berada dalam satu kawasan DAS. Wilayah hilir DAS
mendapatkan dampak pencemaran yang tinggi karena
akumulasi dari wilayah tengah dan wilayah hulu DAS.
b. Pelestarian Air
Penerapan one manajemen atau satu pengelolaan telah
diterapkan oleh pemerintah dengan berdirinya BUMN Jasa
Tirta. Jasa Tirta sebagai pemegang otoritas pengelolaan dan
pengaturan sungai dalam satu kawasan DAS, berusaha
mengakomodasi seluruh pengguna sungai baik kalangan
industri, petani, dan pemerintah daerah.
Saat ini telah berdiri Jasa Tirta sesuai dengan DAS yang
dikelolanya, di antaranya Jasa Tirta I mengelola DAS Brantas
- Jawa Timur dan DAS Bengawan Solo dan Jasa Tirta II:
mengelola DAS Ciliwung - Jawa Barat.
Selain masalah pencemaran air sungai sebagai akibat
pemanfaatan unsur-unsur lingkungan tanpa memerhatikan
kelestarian lingkungan, ternyata air tanah juga mengalami
masalah yang sama baik penurunan secara kualitas
maupun kuantitas. Pemantauan terhadap 48 sumur di
Jakarta pada tahun 2004 menunjukkan bahwa 67% sumur
telah mengandung bakteri coli.
Banyak industri besar yang menggunakan sumur air
tanah dalam tanpa izin resmi dari pemerintah. Pemanfaatan
air tanah dalam sebenarnya telah diatur dengan kewajiban
bagi pengguna untuk mendapat surat izin pengambilan air
(SIPA). Namun kenyataan yang terjadi, banyak pengguna
air tanah dalam yang masih melanggar aturan tersebut.
Pengaturan pemanfaatan air tanah terutama bagi kalangan
industri diatur dalam Perda. Perda ini akan lebih efektif
apabila pengaturan ini diiringi dengan tindakan tegas bagi
industri yang memanfaatkan air tanah dalam tanpa surat
izin dengan sering dilakukan sidak dan dikenai sanksi yang
tegas.
Geografi SMA / MA Kelas XI 127
Tugas Individu
3. Laut dan Pesisir
a. Pemanfaatan Laut dan Pesisir
Pada bab 1, Anda telah mempelajari tentang potensi
laut dan pesisir di Indonesia. Potensi laut dan pesisir akan
semakin berkurang apabila terjadi kerusakan berbagai
sumber daya yang ada di dalamnya. Kerusakan sumber daya
alam laut dan pesisir, salah satunya dapat diidentifikasi
melalui berkurangnya terumbu karang Indonesia dalam
jumlah yang besar. Kemudian apa yang seharusnya kita
lakukan agar ekosistem laut dan pesisir tetap terjaga?
b. Pelestarian Laut dan Pesisir
Konservasi pesisir dan laut dapat ditingkatkan dengan
melakukan beberapa hal, di antaranya adalah sebagai
berikut.
1) Penanaman tanaman mangrove pada pantai-pantai
yang berpotensi terjadi abrasi, juga pada wilayahwilayah
muara sungai karena mangrove juga berfungsi
sebagai filter sedimentasi dari daratan.
2) Menindak tegas nelayan yang menggunakan bom
dalam menangkap ikan.
3) Digalakkan kembali pembuatan terumbu karang
buatan, untuk mengganti hilangnya terumbu karang
yang selama ini terjadi.
4) Melakukan penangkaran pada fauna-fauna laut
tertentu kemudian melepasnya kembali ke laut.
Buatlah kliping tentang kerusakan ekosistem laut yang terjadi di
Indonesia dan dunia! Banyaknya artikel minimal 5. Buatlah
analisis untuk masing-masing artikel mengapa hal tersebut bisa
terjadi dan apa dampaknya!
Serahkan hasilnya kepada Bapak/Ibu guru untuk dinilai!
128 Geografi SMA / MA Kelas XI
4. Udara
a. Pemanfaatan Udara
Pencemaran udara merupakan salah satu permasalahan
lingkungan selain permasalahan lingkungan yang
telah dibahas sebelumnya. Pencemaran udara timbul akibat
aktivitas manusia yang kurang peduli terhadap lingkungan.
Seringkali manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya
tidak memperdulikan lingkungan sekitarnya. Sisa/limbah
suatu kegiatan dibuang begitu saja tanpa memikirkan
dampak yang akan ditimbulkan. Perilaku serta pandangan
manusia yang tanpa memikirkan masalah lingkungan
tersebut akan mengakumulasi sehingga masalah pencemaran
tersebut benar-benar terjadi.
Pencemaran menurut UU Pokok Pengelolaan Lingkungan
Hidup No.4 Tahun 1982 adalah masuknya atau dimasukkannya
makhluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain
ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan
oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga
kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang
menyebabkan lingkungan tidak dapat berfungsi lagi sesuai
dengan peruntukkannya. Bagai-manakah dengan tempat
tinggal Anda, apakah telah mengalami pencemaran sesuai
dengan pengertian di atas?
b. Pelestarian Udara
Apakah yang harus kita lakukan agar pencemaran
udara dapat dikurangi? Usaha-usaha yang dapat mengurangi
pencemaran udara di antaranya adalah sebagai berikut.
1) Penerapan uji emisi gas buang kendaraan, hal ini untuk
menekan tingginya polusi udara timah hitam (Pb).
2) Mengembangkan bahan bakar ramah lingkungan. Saat
ini telah digalakkan bahan bakar dari tumbuhan jarak
atau dikenal dengan ”biodiesel”.
Geografi SMA / MA Kelas XI 129
Tugas Kelompok
Bentuklah kelompok yang beranggotakan empat orang! Lakukan kegiatan
berikut ini dengan kompak!
Metode Daur Ulang
Pada sampah-sampah tertentu dapat dilakukan daur ulang,
sehingga dapat mengurangi volume sampah serta hasilnya bernilai
ekonomis. Bahan-bahan yang dapat dilakukan pendaurulangan
di antaranya kertas atau bahan berserat lain (batang pisang) dapat
dijadikan kembali menjadi kertas daur ulang. Botol-botol tertentu
dapat diolah kembali sehingga menjadi bahan dasar plastik
maupun kaca.
Bahan yang diperlukan:
1. kertas bekas
2. lem
3. pewarna alami (kunyit, daun jati, nila, pacar cina, gambir)
4. bunga kering, rumput kering, daun kering (bila diperlukan)
Alat-alat yang dibutuhkan:
1. blender
2. ember besar/bak besar
3. screen dengan binkai
4. rakel
5. papan penjemur
Langkah-langkah:
1. Rendam sobekan kertas dalam air selama satu hari.
2. Kemudian blender hingga menjadi bubur kertas.
3. Tuang bubur kertas ke dalam bak berisi air yang telah
dicampur dengan lem satu sendok teh.
4. Apabila menginginkan warna tertentu, lakukan pewarnaan
dengan memblender pewarna alami (kunyit, nila, pacar cina,
daun jati) kemudian campur dengan campuran air dan bubur
kertas.
5. Masukkan screen sablon ke dalam bak lalu angkat dan tuang
di atas papan penjemur dengan ditekan menggunakan rakel.
6. Apabila menginginkan hasil kertas yang bermotif maka berilah
aksesoris bunga kering atau rumput sebelum adonan di jemur,
atau dapat juga dengan memblender serat daun tertentu
kemudian dicampurkan pada adonan bubur kertas.
7. Lakukan berulang-ulang hingga adonan habis.
130 Geografi SMA / MA Kelas XI
Kertas daur ulang selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan
undangan, amplop, kotak kado, tempat pensil dan lain-lain.
Apabila kegiatan di atas berhasil dengan baik maka bukan tidak
mungkin Anda dapat menjadikan daur ulang kertas ini sebagai
usaha sampingan yang menghasilkan uang. Modal yang
dibutuhkan dalam usaha daur ulang kertas relatif rendah namun
hasilnya bernilai tinggi, sedangkan yang paling penting adalah
bahwa usaha ini merupakan salah satu usaha dalam pelestarian
lingkungan hidup.
D AMDAL
Pada materi sebelumnya telah dibahas dan diungkap bahwa di
permukaan bumi ini banyak terjadi permasalahan lingkungan. Masalah
yang terjadi sebagian besar diawali oleh tindakan manusia, dan
semuanya nantinya akan berakhir ke manusia. Hal ini terjadi karena
manusia yang berbuat dan manusia juga yang akan merasakan
dampaknya.
Sebagai contoh, pernahkah Anda membuang sampah secara
sembarangan ke sungai? Jika pernah, yang melakukan hal itu bukan
saja diri Anda namun masih banyak orang lain yang melakukannya.
Pembuangan sampah ke sungai bisa menyebabkan air menjadi tercemar.
Airnya menjadi berbau tidak enak bahkan sungai itu bisa mengalami
pendangkalan. Nah, apakah Anda juga mencium baunya?
Space Info
Manusia banyak menggunakan kertas untuk kegiatan sehari-hari, di
antaranya sebagai bahan dasar buku, koran, majalah, kardus, dan lain-lain.
Setelah penggunaan kertas selesai maka kertas menjadi sampah,
kenyataannya sampah kertas membutuhkan lebih banyak tempat
pembuangan dibanding sampah lain. Kurang lebih sepertiga jumlah kertas
bekas dapat didaur ulang menjadi kertas baru yang dapat digunakan. Setiap
satu ton kertas daur ulang telah menyelamatkan 17 pohon yang merupakan
bahan baku pembuatan kertas baru.
Geografi SMA / MA Kelas XI 131
Permasalahan yang terjadi semakin meningkat, tidak saja terbatas
pada masalah pencemaran air sungai, masih banyak permasalahan yang
lainnya. Meningkatnya permasalahan lingkungan saat ini disebabkan
oleh meningkatnya tekanan manusia terhadap lingkungan sehingga
keseimbangan lingkungan mengalami gangguan bahkan kerusakan.
Tekanan manusia terhadap lingkungan yang berupa tindakan sedikit
banyak memberikan pengaruh terhadap lingkungan seperti ilustrasi
gambar berikut.
Gambar 4.6 Bagan dampak lingkungan sebagai akibat dari tindakan manusia
Perhatikan Gambar 4.6! Tindakan apa yang seharusnya dilakukan
untuk menekan timbulnya dampak yang disebabkan oleh tindakan
manusia seperti pada Gambar 4.6?
Pemerintah telah mengatur tentang aturan yang bertujuan untuk
menekan dampak yang ditimbulkan oleh suatu kegiatan atau usaha
terhadap lingkungan. Aturan tersebut adalah kewajiban membuat
AMDAL bagi orang atau badan hukum yang bertanggung jawab atas
suatu rencana usaha dan atau kegiatan yang akan dilaksanakan. Peraturan
tentang kewajiban membuat AMDAL diatur dalam peraturanperaturan
berikut:
1. UU No. 29 Tahun 1986 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan;
2. Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1993 tentang Analisis
Mengenai Dampak Lingkungan;
3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 77 Tahun 1994
tentang Badan Pengendalian Dampak Lingkungan;
4. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 98 Tahun 1996 tentang
Pedoman Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Badan
Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah.
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) adalah suatu
proses studi formal yang dipergunakan untuk memperkirakan dampak
terhadap lingkungan oleh adanya atau oleh rencana kegiatan proyek
yang bertujuan memastikan adanya masalah dampak lingkungan yang
perlu dianalisis pada tahap awal perencanaan dan perancangan proyek
sebagai bahan pertimbangan bagi pembuat keputusan.
Tindakan
Berpengaruh
terhadap
lingkungan
Positif dan
negatif
terhadap
lingkungan
Dampak

132 Geografi SMA / MA Kelas XI
AMDAL menurut PP No.27 Tahun 1999 adalah kajian mengenai
dampak besar dan penting untuk pengambilan keputusan suatu usaha
dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang
diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan
usaha dan/atau kegiatan.
Analisis dampak lingkungan ini merupakan analisis yang meliputi
berbagai faktor yaitu faktor fisik, kimia, biologi, sosial ekonomi dan sosial
budaya yang dilakukan secara integrasi dan menyeluruh sehingga dapat
menghasilkan sebagai berikut:
1. dapat menunjukkan tempat pembangunan yang layak pada suatu
wilayah beserta pengaruhnya,
2. dapat digunakan sebagai masukan dengan pertimbangan yang lebih
luas bagi perencanaan dan pengambilan keputusan pembangunan
sejak awal, dan
3. dapat digunakan sebagai arahan/pedoman bagi pelaksanaan
rencana kegiatan pembangunan termasuk rencana pengelolaan
lingkungan dan rencana pemantauan lingkungan.
1. Prosedur Operasional AMDAL
Penyelenggaraan AMDAL seharusnya dilakukan menurut
ketentuan-ketentuan berikut ini.
a. AMDAL harus merupakan bagian yang esensial dan terpadu
dari kegiatan perencanaan.
b. Sebagai pedoman untuk melakukan AMDAL diperlukan
adanya tujuan dan kebijaksanaan nasional yang jelas mengenai
pengelolaan lingkungan.
c. Diperlukan adanya susunan organisasi yang jelas peranannya
untuk proses penyelenggaraan AMDAL, misalnya pengambilan
keputusan, tim penilai, tenaga ahli, pelaksana proyek, dan pihak
masyarakat.
d. Diperlukan jadwal waktu yang pasti untuk proses penyelenggaraannya.
e. AMDAL diselenggarakan untuk bidang-bidang multidisipliner
yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan yang ada,
misalnya untuk faktor-faktor kimia, fisika, biologi, ekonomi,
sosial, budaya, dan sebagainya.
f. Langkah paling awal dalam proses penyelenggaraan AMDAL
adalah perlunya dipersiapkan sumber-sumber data yang relevan
serta tim ahli.
g. AMDAL merupakan studi alternatif tanpa disertai kegiatan fisik.
Geografi SMA / MA Kelas XI 133
h. AMDAL harus mempunyai kerangka spatial yang luas.
i. Prediksi tingkat dampak yang dinyatakan dalam AMDAL harus
mencakup prediksi untuk jangka waktu menengah dan jangka
panjang. Misalnya dalam proyek-proyek fisik tiga jangka harus
ada, yaitu:
1) selama konstruksi;
2) setelah proyek beroperasi;
3) setelah kegiatan proyek berakhir.
j. AMDAL juga melakukan perbandingan tingkat dampak antara
keadaan setelah proyek berjalan dengan keadaan apabila proyek
itu tidak ada.
k. Dalam AMDAL harus mencakup faktor-faktor berikut.
1) Deskripsi dari kegiatan yang diusulkan akan dilaksanakan
beserta berbagai alternatifnya.
2) Prediksi besaran dari pengaruh positif maupun negatif
terhadap lingkungan.
3) Identifikasi dari kepentingan manusia.
4) Daftar mengenai indikator lingkungan, termasuk metode
yang digunakan dalam skala besarannya.
5) Pendugaan terhadap besarnya tingkat dampak yang
dinyatakan dengan masing-masing indikator lingkungan.
6) Rekomendasi mengenai diterima atau ditolaknya AMDAL
tersebut oleh pihak berwenang.
7) Rekomendasi untuk prosedur pengawasan.
l. Dalam pelaksanaannya seharusnya digunakan metodologi
AMDAL yang tepat, pendekatan yang terlalu sulit dan terlalu
sederhana sebaiknya dihindari.
2. Komponen-Komponen AMDAL
AMDAL terdiri atas lima komponen, yaitu sebagai berikut.
a. Studi Pra-Proyek
Studi pra-proyek dilakukan guna mengukur dan memperkirakan
perubahan keadaan lingkungan. Pengukuran ini
dilakukan bedasarkan pada data baik data fisik, kimia, biologi,
sosial ekonomi, dan sosial budaya.
b. Laporan Penilaian
Laporan penilaian adalah laporan yang disusun dari hasil studi
pra-proyek yang berupa kemungkinan yang akan terjadi jika
proyek tersebut berjalan.
134 Geografi SMA / MA Kelas XI
c. Pembuatan Keputusan
Proses pembuatan keputusan berdasarkan pada laporan
penilaian serta hasil prediksi pengaruh proyek terhadap
lingkungan kelak. Namun kenyataan dalam pengambilan
keputusan ini sangat dipengaruhi oleh nuansa politik.
d. Persetujuan Proyek
Persetujuan proyek mengandung rekomendasi dari hasil analisis
interaksi antara proyek dengan lingkungan, contohnya adalah
proyek dapat disetujui dengan rekomendasi akan dilakukannya
usaha-usaha untuk memperkecil pengaruh negatif terhadap
lingkungan.
e. Pemantauan Proyek
Pemantauan proyek dilakukan dalam kurun waktu 2-3 tahun,
untuk memantau sudahkah proyek tersebut berjalan sesuai
dengan yang direkomendasikan dan disetujui proyek.
3. Manfaat AMDAL
Manfaat AMDAL secara umum adalah menjamin suatu usaha
atau kegiatan pembangunan agar layak secara lingkungan. Layak
secara lingkungan berarti kegiatan tersebut sesuai dengan peruntukkannya
sehingga dampak yang ditimbulkan dapat ditekan.
a. Manfaat AMDAL khususnya bagi pemerintah di antaranya
sebagai berikut.
1) Mencegah pencemaran dan kerusakan lingkungan.
2) Menghindari konflik dengan masyarakat.
3) Menjaga agar pembangunan sesuai dengan prinsip pembangunan
berkelanjutan.
4) Perwujudan tanggung jawab pemerintah dalam pengelolaan
lingkungan hidup.
b. Manfaat AMDAL bagi pemrakarsa, di antaranya sebagai berikut.
1) Menjamin keberlangsungan usaha.
2) Menjadi referensi dalam peminjaman kredit.
3) Interaksi saling menguntungkan dengan masyarakat sekitar.
4) Sebagai bukti ketaatan hukum.
c. Manfaat AMDAL bagi masyarakat, antara lain sebagai berikut.
1) Mengetahui sejak dini dampak dari suatu kegiatan.
2) Melaksanakan kontrol.
3) Terlibat dalam proses pengambilan keputusan.
Geografi SMA / MA Kelas XI 135
Study Kasus
Rangkuman
1. Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda,
daya, keadaan, dan makhluk hidup termasuk di dalamnya
manusia dan perilakunya yang memengaruhi perikehidupan dan
kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.
2. Kualitas lingkungan adalah kondisi lingkungan hubungannya
dengan kualitas derajat pemenuhan kebutuhan dasar dalam
kondisi lingkungan tersebut.
3. Usaha-usaha pelestarian lingkungan hidup seperti penerapan
konservasi tanah yang benar, pengelola sungai menjadi satu
manajemen, penanaman mangrove, dan menerapkan teknikteknik
daur ulang sampah merupakan usaha pencegahan
kerusakan lingkungan hidup.
4. AMDAL merupakan perangkap hukum yang telah diterapkan
oleh pemerintah untuk mencegah kerusakan lingkungan hidup
akibat kegiatan-kegiatan manusia.
PT MSM Langgar Ketentuan AMDAL
Jakarta – Perusahaan tambang emas di Sulawesi Utara, PT Meares Soputan
Mining, melanggar ketentuan lingkungan hidup karena telah beroperasi saat
analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) masih dalam proses
pembahasan. Pernyataan tersebut disampaikan oleh juru bicara Jaringan
Advokasi Tambang (Jatam) Adi Widiyanto dalam konferensi pers di kantor Jatam
Jakarta, Rabu (18/10) siang. Menurut Adi, berdasarkan Peraturan Pemerintah
Nomor 27 Tahun 1999 tentang Amdal, setiap proyek atau operasi perusahaan
hanya dapat dijalankan bila Amdal telah selesai dan disetujui oleh pemerintah.
Sementara pada Desember 2005, AMDAL PT MSM yang pernah dibuat tahun
1998 dinyatakan kedaluwarsa oleh Kementerian Lingkungan Hidup. “Jelas-jelas
melanggar PP perusahaan yang belum memiliki Amdal, tidak boleh beroperasi
kalau Amdal masih dalam pembahasan perusahaan tidak boleh berjalan,” ujar
dia.
Menurut Adi, saat ini PT MSM berencana membuang limbah tailing ke
darat. Perusahaan itu juga telah mempersiapkan jalan dan pelabuhan untuk
operasi tambang di Desa Toka Pindung, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi
Utara. Adi menilai pembahasan Amdal PT MSM sebenarnya bertentangan
136 Geografi SMA / MA Kelas XI
dengan tata ruang kota Bitung dan Kabupaten Minahasa Utara. Di mana daerah
ini bukan diperuntukkan sebagai kawasan tambang tapi untuk perkebunan
rakyat. (Widya Siska/E5)
Sumber : http://www.vhrmedia.net
Pahami bacaan di atas, dari bacaan tersebut menunjukkan suatu
pelanggaran perusahaan terhadap persyaratan AMDAL yang telah ditetapkan.
PT MSM telah melanggar AMDAL dengan mengoperasikan perusahaan,
sementara AMDAL masih dalam proses persetujuan. Berdirinya PT MSM juga
telah melanggar tata ruang kota Bitung dan Minahasa Utara di mana sebenarnya
lokasi tambang diperuntukkan untuk perkebunan rakyat. Bagaimana menurut
Anda, apabila perusahaan ini terus beroperasi tanpa menghiraukan
pelanggaraan yang telah dilakukan? Diskusikan dengan teman, bagaimanakah
dampak yang ditimbulkan apabila perusahaan tambang dioperasikan pada
lokasi yang seharusnya diperuntukkan untuk perkebunan rakyat? Sebutkan
dampak yang ditimbulkan baik secara fisik maupun sosial ekonomi!
Tulis hasil diskusi Anda dan serahkan kepada Bapak/Ibu guru untuk
dinilai!
I. Pilihlah salah satu jawaban yang benar!
Kerjakan di buku tugas Anda!
1. Lingkungan abiotik, antara lain ....
a. udara, tanah, tumbuhan d. tanah, hewan, mikroorganisme
b. udara, tanah, hewan e. mikroorganisme, tanah, air
c. udara, tanah, air
2. Decomposer dalam unsur lingkungan ialah ....
a. tumbuhan d. mikroorganisme
b. hewan e. burung
c. tikus
UJI KOMPETENSI
Geografi SMA / MA Kelas XI 137
3. Derajat pemenuhan kebutuhan dasar dalam kondisi suatu
lingkungan tertentu disebut juga ....
a. daya dukung lingkungan d. kualitas lingkungan
b. keseimbangan lingkungan e. keserasian lingkungan
c. konservasi lingkungan
4. UU yang mengatur tentang pengelolaan berwawasan lingkungan
adalah ....
a. UU No. 4 Tahun 1984 d. UU No. 5 Tahun 1989
b. UU No. 29 Tahun 1986 e. UU No. 26 Tahun 1987
c. UU No. 4 Tahun 1986
5. Permasalahan pencemaran telah diatur dalam UU....
a. UU No. 4 Tahun 1984 d. UU No. 5 Tahun 1989
b. UU No. 4 Tahun 1986 e. UU No. 4 Tahun 1982
c. UU No. 29 Tahun 1986
6. Penerapan uji emisi gas buang kendaraan adalah suatu usaha untuk
menekan tingginya polusi udara akibat ....
a. H2O d. SPM
b. CO e. Pb
c. NO3
7. Usaha untuk mengurangi pencemaran tanah di antaranya seperti
dengan melakukan ....
a. menerapkan sistem pertanian organik
b. membuat biodiesel
c. uji emisi gas buang kendaraan
d. menanam tanaman di daerah kota
e. reboisasi di bagian hulu DAS
8. Pelestarian daerah pantai untuk menahan abrasi sekaligus berfungsi
sebagai filter material dari daratan ke laut adalah ....
a. budi daya tumbuhan
b. peletakan beton-beton pemecah ombak
c. pembuatan tanggul
d. hutan mangrove
e. budi daya rumput laut
9. Berikut adalah manfaat AMDAL bagi pemrakarsa, yaitu ....
a. terlibat dalam proses pengambilan keputusan
b. interaksi saling menguntungkan dengan masyarakat sekitar
c. menguntungkan dari segi ekonomi
d. menghindarkan konflik
e. merugikan bagi penduduk
138 Geografi SMA / MA Kelas XI
10. Pengusaha kelapa sawit yang akan membuka hutan untuk
digunakan perkebunan kelapa sawit diwajibkan membuat
AMDAL sebelum seluruh proyeknya dimulai. Pengusaha
kelapa sawit ini dalam pelaksanaan AMDAL disebut sebagai ...
a. konsultan d. pemrakarsa
b. penyelenggara e. pemilik modal
c. stake holder
II. Jawablah dengan singkat dan jelas!
1. Apakah yang dimaksud dengan lingkungan hidup?
2. Uraikan interaksi unsur-unsur lingkungan di sekitar Anda!
3. Sebutkan upaya-upaya yang harus dilakukan untuk mengatur
permasalahan pencemaran udara!
4. Sebutkan contoh usaha pemanfaatan sampah dalam rangka
mengurangi volume sampah dan menjadikannya barang yang
bernilai ekonomi lebih tinggi!
5. Apakah pengertian AMDAL? Sebutkan manfaat AMDAL bagi
masyarakat!
Geografi SMA / MA Kelas XI 139
I. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dengan memberi
tanda silang (X) pada huruf a, b, c, d, dan e !
1. Suatu kesatuan ruang yang terdiri atas biotik dan abiotik disebut
sebagai ....
a. sumber daya alam
b. lingkungan hidup
c. ekosistem
d. ekologi
e. relung
2. Perkotaan, permukiman, dan jalan raya merupakan lingkungan....
a. sosial
b. budaya
c. buatan
d. fisik
e. biologi
3. Keadaan lingkungan yang dapat memberikan daya dukung yang
optimal bagi kelangsungan hidup manusia dalam suatu wilayah
disebut juga ....
a. kualitas lingkungan yang baik
b. kualitas lingkungan yang rendah
c. kesejahteraan
d. kemampuan lingkungan
e. lingkungan kumuh
4. Salah satu contoh interaksi komponen fisik terhadap komponen
biologi adalah ....
a. keberadaan cacing tanah menyebabkan tanah menjadi subur
b. kondisi topografi yang memengaruhi penyinaran matahari
c. penanaman kacang-kacangan untuk menyuplai nitrogen
dalam tanah
d. kondisi iklim memengaruhi persebaran vegetasi
e. pembuatan terasering pada lahan-lahan miring
ULANGAN BLOK 2
140 Geografi SMA / MA Kelas XI
5. Berikut ini merupakan faktor-faktor yang menyebabkan rusaknya
lingkungan, kecuali ....
a. pertumbuhan penduduk
b. peningkatan produktivitas pangan
c. pencemaran lingkungan
d. konservasi daerah bantaran sungai
e. pengembangan industri
6. Mulching merupakan salah satu usaha ....
a. konservasi vegetatif
b. konservasi kimia
c. konservasi mekanik
d. konservasi biologi
e. konservasi teknik
7. UU yang mengatur tentang pencemaran lingkungan hidup
termuat dalam ....
a. UU No. 29 Tahun 1986
b. UU No. 6 Tahun 1986
c. UU No. 4 Tahun 1984
d. UU No. 4 Tahun 1982
e. UU No. 29 Tahun 1984
8. Penerapan uji emisi gas buang kendaraan telah dilakukan di DKI
Jakarta saat ini merupakan usaha yang dilakukan untuk
mengurangi pencemaran ....
a. tanah d. air
b. suara e. udara
c. laut
9. Pengaturan tentang kewajiban bagi pemrakarsa untuk membuat
AMDAL sebelum melakukan kegiatan atau usaha tertuang dalam
peraturan berikut, kecuali ....
a. UU No. 29 Tahun 1986
b. Keppres No. 77 Tahun 1994
c. PP. No 51 Tahun 1993
d. UU No. 26 Tahun 1987
e. Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 98 Tahun 1996
Geografi SMA / MA Kelas XI 141
10. Berikut merupakan manfaat AMDAL bagi pemerintah ....
a. menjamin keberlangsungan usaha
b. menjadi referensi dalam peminjaman kredit
c. perwujudan tanggung jawab pemerintah dalam pengelolaan
lingkungan hidup
d. interaksi saling menguntungkan dengan masyarakat sekitar
e. sebagai bukti ketaatan hukum
11. Bontang dan Arun merupakan daerah di Indonesia yang banyak
menghasilkan ....
a. nikel
b. gas alam
c. timah putih
d. mangan
e. bauksit
12. Emas adalah salah satu barang tambang yang termasuk pada
bahan galian ....
a. golongan A (strategis)
b. golongan C
c. golongan B (vital}
d. golongan bahan industri
e. golongan D
13. Jenis tanah vulkanik banyak terdapat di Indonesia karena ....
a. wilayah Indonesia merupakan tempat pertemuan 2 lempeng
b. wilayah Indonesia berada di daerah tropika
c. di Indonesia banyak terdapat gunung berapi
d. curah hujan di Indonesia tinggi
e. bahan induk tanah di Indonesia sama
14. Disebut unrewable resource karena ....
a. memerlukan waktu sangat lama untuk memulihkan SDA
b. memerlukan waktu sangat cepat untuk memulihkan SDA
c. tidak memerlukan waktu untuk memulihkan SDA
d. keberadaannya di daerah perairan
e. keberadaannya di daerah daratan
142 Geografi SMA / MA Kelas XI
15. Contoh–contoh SDA yang tidak dapat diperbaharui adalah ....
a. kesuburan tanah, hutan, dan hewan
b. kesuburan tanah, batu bara, dan mineral
c. minyak bumi, batu bara, dan mineral
d. minyak bumi, hutan, dan batu bara
e. minyak bumi, air, dan udara
16. Sumber daya air tidak akan pernah kurang dan tidak lebih karena
....
a. air akan mengalir ke laut
b. air akan kembali ke tanah
c. air mengalami siklus
d. terjadi hujan
e. air disimpan dalam tanah
17. Prinsip mengurangi biasanya diterapkan dalam penggunaan
sumber daya alam ....
a. dapat diperbarui
b. dapat langsung diperoleh
c. tidak dapat langsung diperoleh
d. tidak dapat diperbarui
e. yang terdapat di sekitar kita
18. Berikut ini merupakan pemanfaatan energi alternatif yang
berprinsip pada eko-efisien, kecuali ....
a. tenaga angin d. air
b. energi matahari e. biodesiel
c. solar
19. Proses pengolahan kembali suatu masa sehingga dapat
dimanfaatkan lagi disebut ....
a. daur ulang
b. siklus
c. perakitan sumber tenaga
d. assembling
e. eko-efisien
Geografi SMA / MA Kelas XI 143
20. Pemanfaatan tanaman jarak sebagai sumber energi alternatif
pengganti bensin salah satu contoh penerapan ....
a. daur ulang
b. siklus
c. eko-efisien
d. ekowisata
e. pemanfaatan limbah
II. Jawablah pertanyaan di bawah ini!
1. Apakah yang disebut dengan sumber daya alam?
2. Apakah yang dimaksud dengan sumber daya alam yang dapat
diperbarui? Berilah contohnya!
3. Apakah yang dimaksud dengan sumber daya alam tidak dapat
diperbarui? Berilah contohnya!
4. Jelaskan bagaimana suatu sistem sumber daya alam dapat
melakukan pembaruan!
5. Jelaskan proses terbentuknya batu bara!
6. Sebutkan sumber-sumber pencemaran udara!
7. Jelaskan bagaimana pestisida dapat mencemari tanah!
8. Berilah contoh energi-energi alternatif yang dapat mengganti
bahan bakar minyak!
9. Sebutkan daerah-daerah di Indonesia yang merupakan sumber
minyak bumi
10. Jelaskan yang dimaksud pengelolaan sumber daya alam dengan
prinsip eko-efisien!
144 Geografi SMA / MA Kelas XI
UJI KOMPREHENSIF
I. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat!
1. Hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya
disebut...
a. habitat
b. ekosistem
c. individu
d. lingkungan
e. biosfer
2. Berikut ini jenis tanaman yang tumbuh di daerah gurun pasir
adalah...
a. cemara
b. beringin
c. kaktus
d. pinus
e. kelapa
3. Hutan yang didominasi jenis pohon konifer dan pinus disebut
hutan...
a. tundra
b. taiga
c. tropis
d. paleartik
e. oriental
4. Kawasan hutan yang memiliki curah hujan yang cukup tinggi
dan perbedaan musim yang sangat jelas disebut hutan...
a. sabana
b. tropis
c. hujan tropis
d. mangrove
e. musim
Geografi SMA / MA Kelas XI 145
5. Jenis tanaman pantai yang berfungsi untuk melindungi daratan
dari pengaruh abrasi gelombang laut adalah hutan...
a. mangrove
b. bambu
c. kelapa
d. jati
e. mahoni
6. Garis khayal yang membatasi wilayah flora dan fauna di
Indonesia bagian barat dengan Indonesia bagian timur adalah
garis...
a. Wallaby
b. Lydekker
c. Paleartik
d. Wallacea
e. Oriental
7. Spesies bunga nasional yang merupakan spesies bunga langka di
Indonesia adalah bunga...
a. rafflesia
b. melati
c. anggrek
d. nusa indah
e. bugenvile
8. Jenis hewan yang merupakan fauna Australis adalah...
a. ikan louhan
b. ikan oscar
c. gajah
d. burung cenderawasih
e. burung beo
9. Keadaan penduduk yang menempati seluruh wilayah di
Indonesia yang meliputi jumlah, pertumbuhan, susunan,
piramida, kepadatan, dan persebarannya disebut...
a. sumber daya manusia d. kepadatan penduduk
b. kuantitas penduduk e. komposisi penduduk
c. kualitas penduduk
146 Geografi SMA / MA Kelas XI
10. Penduduk usia produktif berdasarkan sensus penduduk tahun
2000 adalah mereka yang berusia antara...
a. 16-65
b. 15-65
c. 14-65
d. 14-64
e. 15-64
11. Diketahui jumlah penduduk Sumatra pada tahun 1990 adalah
12.520.711 jiwa dengan luas wilayah 197.863,53 km², maka
kepadatan penduduk aritmatikanya adalah...
a. 65 c. 67
b. 63 d. 73
e. 77
12. Unsur-unsur berikut yang dapat memengaruhi dinamika
penduduk adalah...
a. kelahiran, kematian, dan migrasi
b. pengangguran, gizi yang rendah, dan kemiskinan
c. persebaran penduduk, komposisi penduduk, dan kepadatan
penduduk
d. globalisasi, kompetisi, dan kerja sama
e. sensus penduduk, survei penduduk, dan registrasi penduduk
13. Belerang berguna dalam industri...
a. makanan
b. minuman
c. kimia
d. tekstil
e. farmasi
14. Berikut ini termasuk sumber daya alam yang apabila tidak
diperbarui akan habis adalah...
a. nabati d. udara
b. hewani e. minyak bumi
c. sinar matahari
15. Jenis-jenis ikan yang termasuk dalam perikanan air payau
adalah...
a. bandeng, udang, dan tongkol
b. gurame, mas, dan nila
Geografi SMA / MA Kelas XI 147
c. cakalang, tengiri, dan tuna
d. pari, udang, dan tongkol
e. udang, tengiri, dan tuna
16. Pendaurulangan suatu bahan termasuk kegiatan...
a. pembuangan
b. pengumpulan
c. pencarian
d. pembakaran
e. penyepuhan
17. Lahan yang tidak produktif dan tidak dapat dimanfaatkan untuk
pertanian disebut...
a. lahan potensial
b. lahan subur
c. lahan utama
d. lahan kritis
e. lahan konflik
18. Pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan
dilaksanakan untuk mendukung...
a. kondisi alam
b. siklus hidrologi
c. kelestarian ekosistem
d. sumber tenaga alam
e. terciptanya lapangan kerja
19. Berikut ini termasuk penyebab terjadinya polusi tanah, kecuali...
a. penggunaan pupuk buatan
b. penyemprotan hama dengan pestisida
c. pembuangan sampah plastik
d. penggunaan pupuk kompos
e. limbah industri padat
20. Sumber-sumber alam perlu dipelihara kelestariannya sebab...
a. sumber-sumber alam sangat berlimpah
b. banyak yang belum bermanfaat
c. sumber terus bertambah
d. manfaatnya sedikit
e. jumlahnya terbatas
148 Geografi SMA / MA Kelas XI
II. Jawablah pertanyaan dibawah ini !
1. Sebutkan ciri-ciri hutan hujan tropis!
2. Sebutkan jenis-jenis tumbuhan yang mendominasi wilayah
ekosistem taiga!
3. Apa dampak dari kerusakan hutan terhadap kehidupan sosial
manusia?
4. Sebutkan lima kebijakan pemerintah dalam rangka konservasi
sumber daya alam di Indonesia!
5. Sebutkan empat fungsi hutan di Indonesia!
6. Jelaskan tiga bentuk piramida penduduk!
7. Jelaskan dampak dari persebaran penduduk di Indonesia yang
tidak merata!
8. Sebutkan daerah persebaran hutan lindung di Indonesia!
9. Jelaskan mengapa daerah-daerah pertambangan logam, pada
umumnya terdapat di daerah gunung berapi!
10. Jelaskan proses terjadinya siklus nitrogen!
Geografi SMA / MA Kelas XI 149
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2003. Himpunan Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah tentang
Konservasi Hayati. Jakarta: Departemen Kehutanan.
Anonim. 2004. Laut dan Samudera dalam Pemahaman Geografi. Bandung:
Pakar Raya.
Anonim. 2004. Pertanian Dunia dalam Pemahaman Geografi. Bandung: Pakar
Raya.
Anonim. 2004. Gempa Bumi dan Gunung Berapi dalam Pemahaman Geografi.
Bandung: Pakar Raya.
Anonim. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Departemen
Pendidikan Nasional.
Dineen.Jacquline. 2001. Mengenal Ilmu Energi: Energi Alam. London: Grolier
International Inc.
Ensiklopedi Populer Anak 1. 1998. Jakarta: Ictiar Baru Van Hoeve
Ensiklopedi Populer Anak 3. 1998. Jakarta: Ictiar Baru Van Hoeve
Ensiklopedi Populer Anak 4. 1998. Jakarta: Ictiar Baru Van Hoeve
Encarta Ensiklopedia. 2006
Hasanudin, Abidin. 2001. Geodesi Satelit. Jakarta: Pradnya Paramita.
HS, Murbandono. 2000. Membuat Kompos. Jakarta: Swadaya
Katili, J.A. 1983. Sumberdaya Alam untuk Pembangunan Nasional. Jakarta:
Ghalia Indonesia.
Mantra, Ida Bagus, Prof.Phd. 2003. Demografi Umum. Yogyakarta: Pustaka
Pelajar
Marbun. MA. 1996. Kamus Geografi. Jakarta: Yudhistira.
Polunin, Nicolas. 1994. Pengantar Geografi Tumbuhan dan Beberapa Ilmu
Serumpun. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
S. Sudjarwo. 2004. Buku Pintar Kependudukan. Jakarta: Grasindo.
www.Google.com
www.yahoo.com
Worthy, John Sidik. 1992. Menjadi Seorang Ahli. Semarang: Mandira.
150 Geografi SMA / MA Kelas XI
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 Tempat tinggal manusia dan lingkungannya................ 2
Gambar 1.2 Pertumbuhan tanaman kelapa .......................................... 4
Gambar 1.3 Klasifikasi iklim menurut Junghunn ................................ 9
Gambar 1.4 Bioma tundra ....................................................................... 10
Gambar 1.5 Bioma Taiga.......................................................................... 11
Gambar 1.6 Bioma hutan iklim sedang ................................................ 11
Gambar 1.7 Bioma hutan hujan tropis ................................................. 12
Gambar 1.8 Bioma savana (Padang rumput) ..................................... 13
Gambar 1.9 Bioma Gurun ........................................................................ 14
Gambar 1.10 Beberapa jenis fauna di dunia ......................................... 16
Gambar 1.11 Kepulauan Indonesia dengan garis wallace dan
weber ..................................................................................... 18
Gambar 1.12 Peta persebaran hewan di Indonesia ............................. 21
Gambar 1.13 Kebakaran hutan ................................................................ 24
Gambar 1.14 Peta persebaran taman nasional di Indonesia ............. 28
Gambar 1.15 Harimau dan badak adalah jenis hewan yang
dilindungi di taman nasional ........................................... 28
Gambar 2.1 Kelahiran adalah salah satu hal yang dikaji dalam
demografi .............................................................................. 34
Gambar 2.2 Perpindahan penduduk berpengaruh terhadap
keadaan penduduk di suatu wilayah ............................ 34
Gambar 2.3 Peta Persentase Pertumbuhan Penduduk Dunia ........ 38
Gambar 2.4 Grafik Pertumbuhan Penduduk Dunia ......................... 38
Gambar 2.5 Piramida penduduk menurut kelompok umur
dan jenis kelamin ................................................................ 44
Gambar 2.6 Tiga Macam Piramida Penduduk ................................... 45
Gambar 2.7 Permukiman penduduk yang padat .............................. 52
Gambar 2.8 Mobilitas penglaju .............................................................. 60
Geografi SMA / MA Kelas XI 151
Gambar 2.9 Peta kepadatan penduduk Indonesia ............................ 63
Gambar 2.10 Grafik Batang....................................................................... 64
Gambar 2.11 Grafik Lingkaran ................................................................ 65
Gambar 3.1 Bertanam padi di sawah ................................................... 77
Gambar 3.2 Peternakan bebek, kambing, dan sapi termasuk
sumber daya alam yang dapat diperbarui ................... 78
Gambar 3.3 Budidaya ikan air tawar ................................................... 79
Gambar 3.4 Manfaat sungai sebagai sarana jual beli masyarakat .... 81
Gambar 3.5 Daerah dataran rendah sekitar sungai merupakan
daerah persebaran tanah aluvial .................................... 85
Gambar 3.6 Tanah Andosol .................................................................... 86
Gambar 3.7 Ilustrasi pembentukan tanah gambut ............................ 87
Gambar 3.8 Peta persebaran aneka tambang di Indonesia ............. 92
Gambar 3.9 Penambangan Emas........................................................... 93
Gambar 3.10 Tambang minyak lepas pantai ........................................ 98
Gambar 3.11 Tambang Gas Bumi ............................................................ 98
Gambar 3.12 Kincir angin........................................................................ 107
Gambar 4.1 Ekosistem danau ............................................................... 115
Gambar 4.2 Sistem trofik (sistem makanan) ..................................... 116
Gambar 4.3 Rumah-rumah di daerah bantaran Sungai ................ 119
Gambar 4.4 Pencemaran lingkungan akibat sampah .................... 123
Gambar 4.5 Sawah dengan sistem terasering ................................... 124
Gambar 4.6 Bagan dampak lingkungan sebagai akibat tindakan
manusia ............................................................................... 131
152 Geografi SMA / MA Kelas XI
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Flora dan Fauna Indonesia........................................................ 17
Tabel 1.2 Kebakaran Hutan Tahun 1997 Menurut Fungsi Hutan ..... 23
Tabel 1.3 Luas dan Jumlah Kawasan Konservasi tahun 2002.......... 27
Tabel 2.1 Jumlah Penduduk Dunia ......................................................... 57
Tabel 2.2 Laju Pertumbuhan Penduduk Periode 1971-2000 ............. 58
Tabel 2.3 Persebaran Kepadatan Penduduk Indonesia
Tahun 2000 .................................................................................. 59
Tabel 2.4 Angka Partisipasi Sekolah dan Angka Putus Sekolah
Penduduk Indonesia tahun 2002 ........................................... 61
Tabel 2.5 Contoh Data Angkatan Kerja Menurut Golongan
Umur ......................................................................................... 64
Tabel 3.1 Klasifikasi Sumber daya Alam ................................................ 99
Tabel 4.1 Bencana Alam yang Terjadi di Indonesia 1998-2003 ...... 121
Geografi SMA / MA Kelas XI 153
GLOSARIUM
Angkatan kerja : penduduk yang berumur 15 tahun ke
atas yang secara aktif melakukan
kegiatan ekonomis.
Antroposfer : lapisan yang berkaitan dengan segala
perkembangan dan aktivitas manusia
di permukaan bumi.
ASBR : angka yang menunjukkan jumlah
kelahiran setiap 1000 wanita golongan
umur tertentu setiap tahun.
Bioma : suatu komunitas vegetasi yang
mempunyai kemampuan adaptasi sama
terhadap lingkungan regional.
Biosfer : lapisan hidup serta tempat di mana
mahkluk hidup tinggal.
Angka kelahiran kasar : angka yang menunjukkan jumlah
kelahiran tiap 1.000 penduduk setiap
tahun.
Angka kematian kasar : angka yang menunjukkan banyaknya
kematian setiap 1.000 orang dalam
waktu setahun.
Countur plowing : pengelolaan tanah dengan cara membajak
yang searah garis kontur.
Crop rotation : pergiliran tanaman sehingga ketersediaan
unsur hara tercukupi.
DAS : daerah tangkapan hujan yang dibatasi
oleh igir sehingga air hujan yang masuk
dalam daerah tersebut akan terkumpul
ke dalam satu outlet.
Demografi : ilmu yang mempelajari mengenai
dinamika penduduk yang dipengaruhi
oleh kelahiran (fertilitas), kematian
(mortalitas) dan perpindahan (migrasi).
154 Geografi SMA / MA Kelas XI
Eko-efisien : memperbesar proporsi energi untuk
proses produksi dan mengurangi
proporsi energi yang terbuang.
Akibatnya, jumlah energi yang
dibutuhkan per unit produk/layanan
akan turun. Ini berarti, biaya produksi
per unit produk/layanan akan turun
pula sehingga potensi profit per unit
produk/layanan naik.
Ekosistem : suatu kesatuan daerah di mana
lingkungan biotik dan abiotik saling
berinteraksi dan saling memengaruhi.
Ekosistem dicirikan dengan berlangsungnya
pertukaran materi atau
transformasi energi yang sepenuhnya
berlangsung di antara unsur-unsur
ekosistem.
Emigrasi : keluarnya penduduk suatu negara ke
negara lain.
Erosi : pengikisan tanah yang terdiri atas tiga
proses yaitu penguraian tanah,
transportasi material, serta pengendapan.
Flood plain : dataran banjir yang terdapat di kanankiri
sungai.
Fotosintesis : proses kimia pada tumbuhan yang
berklorofil dengan menggunakan energi
matahari untuk mengubah karbon
dioksida dan air menjadi pati.
Gambut : suatu lapisan tanah yang terbentuk dari
sisa-sisa hewan dan tumbuhan di masa
lampau.
GNP (Gross National Product) : suatu indeks yang menggambarkan
tingkat kemakmuran suatu negara
yang diukur dari keseluruhan barang
dan jasa yang dihasilkan oleh negara
dalam tahun tertentu.
Geografi SMA / MA Kelas XI 155
Gondwana : bentang daratan purba yang terbentuk
ketika super benua Pangea terbelah
menjadi dua wiayah jutaan tahun yang
lampau. Gondwana meliputi belahan
bumi selatan yang terdiri atas India,
Australia, Antartika, Afrika, dan
Amerika Selatan sekarang.
Guludan : pembuatan guludan sejajar dengan
garis kontur berfungsi untuk menahan
hasil erosi.
Habitat : lingkungan khusus tempat suatu
tumbuhan atau binatang hidup.
Herbivora : binatang yang memakan tumbuhan
saja.
Hutan hujan : hutan yang menerima sekurangkurangnya
200 cm curah hujan setiap
tahunnya.
Hutan rawa : hutan yang selalu tergenang oleh air
tawar, baik musiman ataupun sepanjang
tahun.
Ilegal logging : penebangan hutan secara tidak resmi.
Ilmu Kependudukan : ilmu yang mempelajari penduduk
berkaitan dengan kebutuhan hidupnya,
seperti penduduk dengan sandang dan
pangan, penduduk dengan lingkungan,
penduduk dengan masalah lingkungan
dan lain sebagainya.
Imigrasi : masuknya penduduk negara lain ke
suatu negara.
Karnivora : binatang atau tumbuhan pemakan
daging.
Kepadatan fisiologis : jumlah penduduk tiap kilometer persegi
tanah pertanian.
Kepadatan penduduk agragris : jumlah penduduk petani tiap km2
tanah pertanian.
156 Geografi SMA / MA Kelas XI
Kepadatan penduduk aritmatik : kepadatan penduduk per satuan luas.
Kepadatan penduduk ekonomi : jumlah penduduk pada suatu wilayah
didasarkan atas kemampuan wilayah
bersangkutan.
Keterbatasan ekologis : populasi yang tumbuh terus menerus
naik dan melampaui daya dukung
sehingga akan memberikan tekanan
pada daya dukung suatu lingkungan.
Kualitas Lingkungan : kondisi lingkungan hubungannya
dengan kualitas hidup atau derajat
pemenuhan kebutuhan dasar dalam
kondisi lingkungan tersebut.
Lingkungan abiotik : segala kondisi yang terdapat di sekitar
mahluk hidup yang bukan organisme
hidup, antara lain batuan, tanah, mineral
dan sinar matahari.
Lingkungan biofisik : lingkungan abiotik dan biotik yang
berhubungan secara simbiosis.
Lingkungan biotik : lingkungan yang meliputi seluruh
mahluk hidup, dari mikroorganisme,
tumbuhan, hewan termasuk juga
manusia.
Lingkungan budaya : segala kondisi baik berupa materi
(benda) maupun nonmateri dihasilkan
oleh manusia melalui aktivitas dan
kreativitasnya, berupa peralatan,
pakaian, bangunan, nilai, norma,
pranata, sistem politik, sistem hukum.
Lingkungan Hidup : kesatuan ruang dengan semua benda,
daya, keadaan, dan makhluk hidup,
termasuk di dalamnya manusia dan
perilakunya yang memengaruhi
kelangsungan perikehidupan dan
kesejahteraan manusia serta mahluk
hidup lainnya.
Geografi SMA / MA Kelas XI 157
Mangrove : suatu kawasan yang dipengaruhi oleh pasang
surut air laut ditumbuhi oleh jenis tanaman
bakau dengan sistem perakaran yang
menonjol ke luar.
Migrasi : perpindahan penduduk dari tempat satu ke
tampat yang lain dengan tujuan menetap yang
dilakukan oleh perseorangan, keluarga, atau
kelompok.
Mobilitas penduduk : disebut suatu gerakan perpindahan penduduk
dari tempat satu ke tempat yang lain.
Mobilitas sirkuler : gerakan penduduk sementara, contoh para
buruh tani ketika sedang tidak musim tanam
maka mereka pergi ke kota untuk mencari
tambahan nafkah, namun apabila datang
musim tanam maka mereka kembali ke desa
untuk bertani kembali.
Mobilitas ulang-alik : gerakan penduduk dalam waktu 24 jam
sehingga pada hari yang sama dapat pulang
ke tempat tinggalnya.
Mulching : penebaran sisa-sisa tanaman (seresah) di
permukaan tanah untuk mengurangi erosi
permukaan.
Natural levee : tanggul alami sungai yang berada di kanankiri
sungai terbentuk dari endapan sungai yang
berjalan terus-menerus sehingga membentuk
suatu tanggul.
Pangaea : satu benua yang besar.
Panthalassa : satu samudra besar.
Pengangguran : bagian dari angkatan kerja yang tidak bekerja
atau sedang mencari pekerjaan.
Pertumbuhan penduduk : perubahan jumlah penduduk yang dipengaruhi
oleh kelahiran, kematian, dan migrasi
penduduk.
Piramida penduduk : gambaran dari komposisi penduduk menurut
umur dan jenis kelamin dan dituangkan dalam
bentuk grafik.
158 Geografi SMA / MA Kelas XI
Registrasi : pencatatan tentang identitas atau ciri-ciri, status
dan kondisi penduduk yang dilaksanakan
secara terus-menerus oleh pemerintah mulai
tingkat terendah yaitu desa atau kelurahan.
Remigrasi : kembalinya para emigran ke negara asalnya.
Ruang udara : sumber daya yang terkandung di dalamnya
yang berada di atas ruang daratan dan ruang
perairan di wilayah suatu negara.
Sensus : pencatatan total tentang semua penduduk
yang dilakukan olah Badan Pusat Statistik
dengan tujuan untuk mengetahui jumlah
komposisi dan karakteristik penduduk lainnya
yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali.
Sensus de facto : penghitungan penduduk atau pencacahan
jiwa yang dikenakan pada setiap orang yang
pada waktu diadakan pencacahan berada di
dalam negara atau daerah yang bersangkutan.
Sensus de yure : penghitungan penduduk atau pencacahan
jiwa yang hanya dikenakan kepada penduduk
yang benar-benar berdiam atau bertempat
tinggal di negara bersangkutan atau di daerah
itu atau berdasarkan pada tempat tinggal yang
tetap.
Strip croppin : menanam tanaman dengan berselang-seling.
Sumber daya energi surya : sumber daya surya yang dipancarkan matahari
ke bumi melalui udara sebanyak setengah per 1
milyar bagian dari seluruh energi matahari.
Sumber daya tersebut mengandung energi ± 173
triliun kilowatt. Pemanfaatan energi surya secara
langsung dalam bentuk energi panas dan listrik
melalui konversi oleh sistem fotovoltaik (listrik
tenaga surya).
Sumber daya alam : semua tata lingkungan biofisik yang potensial
untuk pemenuhan kebutuhan manusia, atau
dapat dipahami pula sebagai bahan-bahan yang
ditemukan manusia dari alam untuk dipakai
kepentingan hidupnya, dalam pengertian lain,
sumber daya alam diartikan sebagai suatu
sumber daya yang terbentuk karena kekuatan
alamiah.
Geografi SMA / MA Kelas XI 159
: sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan
lagi setelah pemakaian karena kemampuan
pembaharuan kembali dalam waktu relatif
cepat sehingga sumber daya alam ini tidak
akan habis.
: sumber daya alam yang apabila telah
dimanfaatkan tidak dapat digunakan lagi.
Sumber daya alam ini dapat terbentuk kembali
namun dalam waktu yang sangat panjang.
Sumber daya energi angin : sumber daya yang dihasilkan oleh gerakan
udara dari daerah yang dingin ke daerah yang
lebih panas sehingga menghasilkan angin,
potensi sumber daya angin yang dapat
digunakan diperkirakan 120 x 10 KwH per
tahun.
Survei : pencatatan penduduk dilakukan pada beberapa
daerah yang dijadikan sampel/contoh dari
perhitungan penduduk.
Tenaga Kerja : besarnya bagian dari penduduk yang dapat
diikutsertakan dalam proses ekonomi.
Terasering : teras-teras pada lahan miring guna memperpendek
panjang lereng dan memperkecil lereng
sehingga dapat mengurangi kecepatan dan
volume aliran air permukaan.
Transmigrasi : perpindahan penduduk daru suatu wilayah
ke wilayah lain dalam satu wilayah negara
Tundra : dataran tanpa pohon di wilayah kutub dan
wilayah alpina.
Urbanisasi : perpindahan penduduk dari desa ke kota.
Sumber daya alam
dapat diperbaharui
Sumber daya alam
tidak dapat
diperbaharui
160 Geografi SMA / MA Kelas XI
INDEKS
A
Abiotik 69, 114, 115, 116, 117, 136, 139
B
Biosfer 1, 2, 3, 4, 29, 30, 31, 36, 72, 144
Biotik 6, 9, 69, 113, 114, 115, 116, 117, 120, 136, 139
D
Degradasi 101, 102, 103
degradasi 24, 73, 101, 102, 103, 108, 110, 112, 122
E
Eko-efisien 73, 105, 106, 107, 142, 143
Ekosistem 18, 20, 25, 26, 27, 28, 29, 31, 69, 70, 75, 111, 113, 115, 116, 125, 127, 139,
144, 147, 148
F
Fauna 1, 6, 7, 8, 10, 15, 16, 17, 18, 21, 22, 23, 26, 29, 30, 31, 32, 69, 70, 72, 102, 109,
118, 119, 122, 127, 145
Flora 1, 6, 7, 8, 10, 14, 15, 16, 17, 18, 20, 22, 23, 25, 26, 29, 30, 31, 32, 69, 72, 102, 109,
118, 119, 122, 145
K
Kelahiran 33, 34, 35, 36, 37, 39, 41, 42, 44, 45, 46, 47, 48, 49, 51, 52, 55, 61, 65, 66, 67,
68, 70, 71, 146
Kematian 33, 34, 35, 36, 37, 38, 39, 41, 42, 44, 45, 46, 47, 49, 50, 51, 52, 55, 60, 61, 65,
67, 70, 71, 72, 90, 146
L
Lingkungan hidup 98, 106, 111, 113, 114, 128, 135, 138, 139, 140, 141
M
Migrasi 7, 35, 36, 42, 46, 47, 59, 60, 65, 70, 72, 146
P
Pencemaran 23, 73, 91, 102, 103, 104, 105, 109, 110, 123, 124, 125, 126, 128, 131, 134,
137, 138, 140, 143
Penduduk 6, 33, 34, 35, 36, 37, 38, 39, 40, 41, 42, 43, 44, 45, 46, 47, 48, 49, 50, 51, 52,
53, 54, 55, 56, 57, 58, 59, 60, 61, 62, 63, 65, 66, 67, 68, 70, 71, 72, 80, 83, 119, 137,
140, 145, 146, 148
S
Sumber 73, 75, 76, 84, 88, 89, 91, 92, 97, 98, 99, 100, 101, 120, 121, 122, 127, 139, 142,
143, 146, 148
Geografi SMA / MA Kelas XI 161
CATATAN
162 Geografi SMA / MA Kelas XI
CATATAN